
Bip Bip Bip
Suara Apartemen seperti sedang dibuka dari luar membuat Arum yang tengah menidurkan buah hatinya di ruang TV beranjak untuk melihat orang yang datang.
Wus…
Baru beberapa langkah Arum langsing berpapasan dengan seseorang yang memakai helm lari tunggang langgang masuk ke dalam kamar pribadi Rayyan.
Arum panik bukan main,siapa tadi? Ia takut tadi itu rampok,dengan cepat ia meraih ponselnya dan menelfon sang suami.
Ia mondar mandir menunggu sang suami meangkat telfon tapi tak kunjung diangkat,ia frustasi.Arum mendekatkan dirinya pada sang putra lalu mengecup kening sang putra sejenak agar putranya tenang,lalu berjalan pelan menuju dapur untuk meambil sesuatu.
"Aaaaa…."teriak Arum dengan meayunkan teflon saat orang yang masuk kedalam kamar Rayyan keluar.
Bugh
Bugh
"Yank…"teriak Arman melihat sang istri memukulkan teflon pada kepala manusia berhelm yang tak lain adalah Raina.Ia meraih lengan istrinya agar berhenti memukul.
Sedangkan Rain hanya mampu berjongkok tanpa teriak,tak tau apa-apa langsung kena pukul untung ia memakai helm.
"Ada maling mas,ini maling"ucap Arum ngos-ngosan.
"Bukan..bukan… Dia calon istri Rayyan yank"sahut Arman membuat Arum mematung dan limbung.
Raina yang merasa tak ada lagi memukulnya pun berdiri dan melepaskan helmnya.
"Lu gapapa? Maafin istri gue ya,dia gak tau dikira lu maling"ucap Arman tak enak pada Raina.
"Anjir sakit gini lu bilang kaga papa,gue mau operasi otak gue kayaknya geser ini.Kalo gue hilang ingatan lagi gimana lu mau tanggung jawab?Lu harus ganti rugi"ucapnya kesal pada Arman,lalu matanya pindah menatap wanita yang memucat tampak menundukkan kepalanya itu.Raina mendekati lalu membisikkan sesuatu "Gue gapapa mbak,santai aja.Gue cuma kesel sama laki lu,gue gak kesel sama lu tenang aja.Lagian juga gue tadi yang salah"bisiknya lalu tersenyum menjauhkan wajahnya.Kembali memasang wajah kesal dihadapan Arman.
Arum mendongak melihat suara merdu yang membisikkannya tadi.
"MasyaAllah cantiknya"batin Arum "Tapi kelakuannya Astagfirullah"lanjutnya dalam hati memusut dada.
"Maafin aku ya,aku beneran gak tau tadi.Aku kira kamu maling"ucap Arum melihat Raina memasang wajah kesal pada suaminya. "Sakit ya?"tanyanya lagi.
Tapi Raina hanya disahuti dengan mengedipkan matanya pada Arum.
"Heh,ngapain mata lu ngedip-ngedip gitu ke bini gue? Naksir lu?"
"Heh urap basi,cantikan juga calon laki gue kemana-mana.Lu kalo gak tau urusan cewek kaga usah ikut ngebacot,diem anteng gitu"sahut Raina.Entah kenapa kedua manusia itu terus beradu mulut bila ketemu.(Author pun heran)
Untung saja terdengar suara tangisan dari putra Arman membuat kedua manusia yang tengah adu mulut itu berhenti,istri Arman pun sigap menggendong sang buah hati.
Raina langsung meletakkan helmnya ke lantai dan menghampiri istri Arman yang tengah menggendong jagoan kecil yang langsung diam saat ibunya menggendongnya.
"Hay ganteng"sapa Rain "Siapa nih namanya?"lanjutnya bertanya.
"Devano tante"sahut Arum menirukan suara anak kecil.
Raina tersenyum mengelus pipi gembul bayi Devano yang tampan itu. "Ganteng banget cih"ucapnya gemas sendiri.
"Iyalah,bapaknya ganteng gini"cletuk Arman tiba-tiba membuat Raina memutar mata malas.Arum hanya tersenyum melihat kepedean suaminya.
"Kalo besar jadi pembalap kayak tante ya sayang"ucap Raina lagi membuat Arman langsung berteriak.
"Amit-amit…Amit-amit… Jangan sampai Ya Allah"sahut Arman dengan mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja.
"Dih kenapa coba,gapapa lah..Dia kan cowok,iya kan mbak?"ucap Raina meminta dukungan istri Arman dan istri Arman pun mengangguk.
"Jangan mau yank,aku gak mau anak kita pecicilan kayak dia"
"Mending lah,daripada dia lemah gemulai kayak pacar gue.Mending mana lu?"ucap Raina membuat Arman terdiam.
"Sial,benar juga yang diucapkan titisan Kancil ini"batin Arman.Ia sempat lupa jika sahabatnya pernah lemah gemulai,ngondek tak tertolong lagi.Ia bergidik ngeri membayangkan.
Raina bermain dengan putra Arman ditemani istri Arman sampai bocah kecil itu menangis ingin menyusu akhirnya Arum pamitan untuk membawa Devano ke kamar tamu.
🌸
🌸
🌸
"Hay Dear"sapa Rayyan pada Raina yang tengah duduk di ruang makan sendiri.Rayyan menenteng makanan yang ia beli setelah menyuruh Arman lebih dulu masuk ke Apartemen.
"Hay yank"sahut Raina lalu merentangkan tangan "Peluk"lanjutnya manja pada sang kekasih.Rayyan tersenyum,meletakkan makanan-makanan itu lalu menghampiri sang kekasih dan memeluk tubuh kurus kekasihnya yang begitu ia cinta.
"Manjanya"ucap Rayyan mengelus rambut panjang Raina. "Yang lain kemana dear?"tanya lagi Rayyan tak melihat Arman serta Arum.
"Bini Urap tadi nyusuin anaknya ke kamar,kalo si urap baru tadi nyusul masuk kamar.Kangen katanya.. Cih lebay banget kan yak"sahut Raina yang memang itu yang diucapkan oleh Arman tadi.Raina tak menceritakan masalah istri Arman yang memukul kepalanya karna salah sangka tadi pada Ray,karna bagi Rain itu hanya masalah sepele yang tak perlu dibesar-besarkan.
"Oh,pantesan minta peluk.. Jadi ngiri nih?"
Raina mengernyit mengendurkan pelukan mereka "Idih,aku(tunjuknya pada diri sendiri) ngiri sama si urap..cih,gak lah"sahutnya.
Rayyan tersenyum "Iya deh gak ngiri,aku seneng kalo kamu manja gini..Sini peluk lagi"ucap Rayyan mendekap kembali tubuh kekasihnya dan dengan senang hati Raina membalas pelukan sang kekasih.
"Yank,aku ngundang temen-temen club juga tadi buat acara kita ntar malem boleh kan?"tanyanya pada sang kekasih.
"Bolehlah,siapa yang ngelarang coba..Aku malah seneng kalo kamu ngundang temen-temen kamu"sahut Rayyan."Eh tadi gimana ceritanya kamu jadi gak ikut turnamen itu?"tanya Rayyan kembali penasaran
Raina tersenyum lalu ia menceritakan saat Mayang dan Robbin menasehatinya.Lalu saat berpikir sambil mengemil krupuk,di krupuk terakhir dalam toples bayangan tentang dulu saat ia kecelakaan serta lupa ingatan kembali terbayang.Raina bergidik ngeri tak ingin itu terjadi lagi akhirnya ia mencari Robbin dan mengatakan ia tak jadi ikut tapi motor serta semua safety gear miliknya harus dipakai semua oleh Kriss dan Robbin menyetujui,akhirnya Kriss lah yang menggantikan Raina saat tanding dengan membawa nama Kriss sendiri bukan nama Raina.
"Kan,kan.. untung aku nemu ilham tuh di toples krupuk..Kalo gak mungkin sekarang aku masih disana"ucap Raina lagi.
Rayyan tersenyum "Jadi aku harus bilang terimakasih dong buat Robbin dan Mayang"
"Lah buat apa?"tanya Rain bingung.
"Ya kan karna mereka berdua kamu gak jadi ikut turnamen,aku bersyukur banget"sahut Rayyan kembali memeluk tubuh Raina.
"Seandainya nanti ada yang gak kamu suka dari aku,atau aku ada salah tolong tegur aku ya yank.. Aku gak bakal marah kok,ya meski mungkin ngambek tapi itu bakalan bentar aja gak akan lama.Setidaknya dengan begitu aku bisa berubah jadi lebih baik lagi"ucap Raina didalam pelukan Rayyan.
Rayyan semakin mengembangkan senyumnya,ia bahagia.Dengan cepat ia mengangguk. "Aku cinta kamu,cinta banget"ucap Ray mencium puncak kepala kekasihnya.Setelah lama berpelukan Ray pun mengajak Raina untuk makan agar bisa ia antar pulang,mungkin dirumah Rain semua orang tengah sibuk mencari calon manten satu ini.
"Aku panggil Arman sama istrinya dulu ya"ucapnya lagi mendapat anggukan Raina dan Rayyan memanggil sahabat serta istri sahabatnya.
🌸
🌸
🌸
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.Sepulang dari Apartemen Rayyan,Raina dapat ceramah dari sang ibu negara karna ulahnya yang kabur di pagi buta.Dan sekarang si calon manten tengah main game di atas ranjang menunggu MUA teman kekasihnya itu datang.
Tok Tok
"Masuk aja"ucap Raina.
"Hay,calon manten"sapa gadis yang sebentar lagi jadi kakak iparnya.
"Lu lagi..lu lagi..Bosen gue Mel"sahut Raina mendongakan sebentar melihat orang yang masuk adalah Amel.
"Cih,bodo amat.. Kita sekarang jarang ada waktu sama-sama tau,lu gak kangen sama gue"ucap Amel merebahkan badannya pada ranjang.
"Lu tuh kebanyakan pacaran sama abang"sahut Raina.
"Kayak lu gak aja"ucap Amel tak trima.
Lalu keduanya sadar memang mereka sekarang jarang ada waktu bersama apalagi Niko,entah lelaki itu tengah galau karna mbak Jamu lebih memilih menyibukkan diri dengan belajar.Ia mencoba membuka usahanya sendiri.
"Niko belum dateng?"tanya Raina mulai kepikiran pada sahabatnya satu itu.
"Belum,gue chat gak dibales dari pagi"sahut Amel.
Raina mulai tak enak hati,ia menghentikan main gamenya lalu mendial nomor Niko.Nihil tak ada jawaban dari seberang sana.
Padahal ia tadi berada di Apartemen Cecek,kenapa tak terpikir untuk menghampiri sahabatnya itu.Rain merutuki kebodohannya.
Cklek
Pintu kamar Rain terbuka membuat kedua gadis itu menoleh ke arah pintu.Senyum keduanya langsung mengembang melihat siapa yang tengah berdiri diambang pintu.
Keduanya beranjak dari ranjang dan berlari kecil menghampiri lelaki yang tersenyum melihat keduanya.
Greb
"Gue kira lu gak bakal dateng"ucap Raina memeluk tubuh Niko erat.Amel juga memeluk tubuh Niko sama eratnya dengan Raina.Mereka berpelukan seperti teletubbies.
Niko hanya tersenyum,kedua sahabatnya ini memang obat mujarab untuk semua masalah yang ada diotaknya saat ini.Ia tak ingin membebani masalahnya pada kedua sahabatnya yang akan menikah ini.
"Woy,lu pada kenapa dah.. Tumben kompak melownya"ucap Niko.
"Cih.. "decih Raina. "Gue kangen,kita lama gak kumpul gini"ucap Raina lagi.
"Gue juga,biasanya kita ngumpul di Apartemen lu kan Nik.."timpal Amel.
"Gapapa lah,lu pada mau nikah ini.Lagian lu pada juga tau sendiri,gue sibuk sama Cafe" sahut Niko.
"Maafin gue jarang ada waktu buat kalian"ucap Raina.
"Gue juga,maafin gue jarang jadwalin kumpul buat kita"timpal Amel.
Niko tersenyum mengelus sayang punggung kedua sahabatnya "Meskipun lu pada sibuk,kita jarang ketemu tapi kalian masih selalu ada dihati gue."sahut Niko.
"Sayang Niko"ucap Raina dan Amel bersamaan membuat ketiga sahabat itu tertawa bersama.
🌸
🌸
🌸
"Gila,lu cantik banget Rain"ucap Amel setelah Raina selesai di rias oleh Sofia.Diangguki juga oleh Niko tanda setuju ucapan Amel.
"Yang bener? Gak kayak emak kan?"tanyanya sebelum melihat hasil make up dari Sofia.
"Ya miriplah,kan lh anaknya..Gimana sih"sahut Amel lagi.Amel sudah siap menggunakan kebaya couple dengan Edo dan Niko pun sudah memakai baju batik yang Amel persiapkan.
"Kali aja muka gue ganti mirip Ariel Tatum kan"ucap Raina membuat Sofia,Amel dan Niko menggelengkan kepala.
"Coba deh kamu berdiri liat cermin" ucap Sofia sambil membenarkan tatanan rambut Raina.
Rain mengikuti ucapan Sofia dan berdiri berjalan kearah cermin.
"Pelan Rain,anggun dikit napa"ucap Amel karna sekarang Raina sudah mengenakan kebaya model Off-shoulder berwarna mint sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih. Serta sanggul kecil dengan pernak pernik mutiara dikepalanya.
"Ya Allah,Bidadari turun dari kayangan ini namanya mah"cletuk kagum ia pada dirinya sendiri.
"Emang ada bidadari petakilan kayak lu"timpal Niko.
"Adalah.. ni buktinya gue"ucapnya lagi sombong.
"Kita foto dulu yuk.. "ajak Amel pada kedua sahabatnya "Mbak,boleh fotoin kita?"tanya Amel pada Sofia.
"Boleh mbak,ayo mau dimana?"tanya Sofia.
"Di Balkon deh"sahut Amel,daripada Rain.Amel paling heboh sendiri.
"Yang mau lamaran siapa yang heboh siapa"gumam Niko dan Raina sambil menggelengkan kepala.
🌸
🌸
🌸
Keluarga Syahreza dengan rombongan datang ke tempat yang akan digunakan untuk acara lebih dulu.Melihat bangunan yang indah dan mewah nampak megah ini ternyata sebuah restoran,tapi anehnya nama restoran itu seperti nama panggilan Raina.Rain Resto.
Mereka pun masuk dan disambut oleh WO yang mearahkan didalam,bahkan Didalam resto sudah disulap menjadi tempat yang cantik untuk acara hari ini.
Bapak tampak gagah dengan setelan batik ditemani dengan emak yang menggunakan kebaya berwarna mint sama dengan milik sang putri,semua sudah dipersiapkan dengan matang oleh calon menantunya.
Bapak dan Emak duduk ditempat yang diarahkan oleh pihak WO sedangkan keluarga yang lainnya duduk di belakang deretan tersebut sebagai pihak dari Raina.Sedangkan Raina sendiri di sempilkan bersama kedua sahabatnya.
"Huwa gue gugup banget"ucap Raina yang duduk diapit Amel dan Niko."Nih,tangan gue dingin banget kan"lanjutnya memegang tangan kedua sahabatnya dengan tangannya yang sudah dingin penuh keringat.
"Kenapa lu Rain,astaga mau dilamar kayak orang mau ujian aja"cibir Amel.
"Anjir,lu emang gak gini kemarin pas dilamar abang gue.. Temen lagi gugup bukannya di bantuin malah ngejek lu,demen banget liat gue susah"ucap Raina kesal melihat tawa Amel.
Amel malah tertawa melihat kekesalan Raina semakin menjadi.
"Coba deh lu tarik nafas habis itu buang pelan..Coba gitu aja barangkali manjur ngilangin kegugupan lu"usul Niko yang masih waras.Raina pun mengangguk,mengikuti saran Niko.
Ia mencoba menarik nafas dan mengeluarkan pelan,terus ia lakukan sampai.
Bbrruuttt….
Suara yang nyaring itu terdengar,untung saja mereka hanya duduk bertiga dan yang lain jauh diantara mereka.Kedua sahabat Rain langsung menatap kearah calon manten yang tampak biasa aja.
"Lu kentut?"tanya Amel.
"Kelepasan.. Saking gugupnya ini"sahut Raina tanpa tau malu.Semua yang mendengar jawaban calon manten hanya bisa menggelengkan kepala tak habis pikir dengan kelakuan Rain yang ajaib ini.Niko langsung tutup hidung.
"Sempet-sempetnya sih lu astaga"ucap Amel langsung mengeluarkan parfum dari tasnya dan menyemprot ke arah Rain serta Niko karna bau emejing sudah mulai tercium.
🌸
🌸
🌸
Suara MC mulai terdengar menyapa saat rombongan keluarga Rayyan masuk.Rebecca memang meminta tolong mertuanya untuk menemani Rayyan sebagai keluarga Angkat melamar Raina.Tristan pun ada disana sebagai keluarga dari Rayyan.Ditambah Arman,istri serta putranya ikut bersama rombongan keluarga Rayyan.
Ray tampak gagah menggunakan Batik berwarna abu-abu berlengan panjang dipadukan dengan celana cino berwarna hitam.Rambut yang tampak rapi dengan gell rambut itu membuat Rayyan lebih tampan dari biasanya.
Edo dibuat kaget dengan kedatangan sahabatnya yang tengah duduk didepan bersama dengan Rayyan dan wanita cantik disebelah Rayyan yang bisa dipastikan itu istri dari sahabatnya.
Acara pun dimulai dengan suara MC yang mulai mengucapkan basmallah,lalu mulai menyampaikan rangkaian acara lamaran Rayyan dan Raina.Perwakilan dari pihak Rayyan yang tak lain adalah Aldi suami dari Rebecca pun mulai berbicara,menjelaskan maksud kedatangan keluarga dari Rayyan.
Sambutan hangat pun diterima dari keluarga Syahreza dengan diwakilan oleh Bapak sebagai juru bicara sekaligus orang tua dari Raina.
Kini saatnya pertukaran cincin lamaran,Raina yang duduk bersama kedua sahabatnya mulai beranjak dan diapit oleh Amel serta Niko untuk berdiri didepan berhadapan dengan Rayyan yang tengah memegang buket bunga dan mikrofon.
Mata saling pandang dengan senyuman penuh cinta saling mengunci satu sama lain.Rayyan pun mulai berbicara.
"Bismillahirohmanirohim,Assalamu'alaikum Dear… Mengenalmu adalah suatu anugerah buat aku,memiliki suatu yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.Kamu penyemangatku,kamu kekuatanku(Tatapan penuh damba mata Rayyan menatap Raina).. Tahukah kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu.Karna persyaratan agar pernikahan langgeng adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.Dihadapan keluarga besar kita,maukah kamu menikah denganku dan menua bersamaku dalam suka maupun duka?"tanya Rayyan,meskipun ini bukan yang pertama ia melamar sang kekasih alias season ke 2.Tapi sensasinya lebih mendebarkan daripada awal lamarannya dulu.
Mata Raina bekaca-kaca bahkan saat ini sudah mengalir dipipi mulusnya,ia tak tau harus berbicara seperti apa.Seakan kelu untuk meucapkan rangkaian kata yang ada dibenaknya,tapi sekarang lelakinya tengah menanti jawaban darinya.
Ia menyeka air matanya dengan tisu,tersenyum teduh menatap sang kekasih.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..Jujur aku gak tau lagi harus ngomong apa,aku bukan orang yang bisa ngomong panjang lebar.Tapi hari ini benar-benar hari bahagia buat aku.Bismillahirohmanirohim..Didepan keluarga kita Aku terima pinangan kamu,tuntun aku selalu menjadi lebih baik lagi.Kita saling melengkapi dan hidup menua bersama dalam suka maupun duka"sahut Raina dengan sesegukan tapi senyum penuh kebahagiaan terus ia terpancar di bibir mungilnya.
Emak dan mbak Ines pun sudah berkali-kali mengusap air matanya,tak menyangka di bungsu mereka menjadi gadis dewasa dan akan segera menikah.
Suara tepuk tangan dari seluruh tamu menggema didalam restoran mewah itu.Rayyan pun menyerahkan buket bunganya pada sang kekasih.Setelah itu penyematan cincin pertunangan pun disematkan oleh kedua calon pengantin.Dilanjutkan dengan penyerahan seserahan yang diwakilkan oleh Rebecca pada Emak semuanya tak luput dari bidik kamera yangs setia meabadikan momen penting malam ini.
Setelah acara inti selesai,semua tamu dipersilahkan untuk makan.Raina dan Rayyan menyambut para tamu undangan yang tak lain banyak teman seprofesi Rayyan dan Teman-teman dari Raina.Keluarga Amel dan Niko pun juga datang atas undangan dari Raina langsung.
Edo langsung menghampiri Aldi,memeluk tubuh sahabatnya yang sudah berkeluarga dan hidup di negara lain.Mereka asik dengan perbincangan hangat antara sahabat.
"Kamu suka restonya dear?"tanya Rayyan saat ini sedang berdiri berdua dengan Raina.
Rain menoleh,lalu meedarkan pandangannya pada restoran yang sedang digunakan untuk acaranya "Suka,desainnya kayak yang kita rancang pas kamu mau bikin resto"sahut Raina.
"Ini Resto kita dear,resto kamu"ucap Rayyan membuat Raina menoleh menatap sang kekasih.Melihat keseriusan sang kekasih tentang ucapannya barusan,tapi memang terlihat keseriusan dari Rayyan.
"Serius???"tanya Rain masih tak percaya.
Rayyan mengangguk "Aku serius,Resto ini udah jalan sejak 2 tahun yang lalu.Makanya aku namain nama kamu,aku yakin suatu saat kamu pasti kembali dan bisa liat Resto yang dulu kita impikan dan sekarang terwujud"sahut Rayyan,Raina langsung memeluk kekasihnya atas kejutan yang ia dapatkan.Ia tak menyangka bahwa restoran mewah ini miliknya."Saat kita nikah nanti,aku mau kamu yang mengelola restoran ini.Aku yakin kamu bisa bikin restoran ini tambah maju lagi"lanjutnya mengelus punggung Raina yang berada didekapannya.
"Makasih sayang.. makasih udah percayain ini sama aku,aku gak akan bikin kamu kecewa"ucap Raina mengurai pelukannya.Senyuman bahagia sepasang calon pengantin memancar,kembali mereka menyapa para tamu undangan.
Raina dan Rayyan berjalan menyapa pasutri yang membuatnya membuka lebar pikirannya tadi pagi.
"Mbak May,Bang Rob.."sapa Raina bersama Rayyan.
Pasutri itu membalas senyuman calon manten "Hey Rain.. selamat ya,akhirnya mau menuju sold out ya"ucap Mayang menggoda Rain.
"Udah dari dua tahun yang lalu sold outnya,cm belum resmi aja.Mbak Bang kenalin Ray calon suami aku"
"Hilih.. udah kenal dari tadi pas lu disono"sahut Robbin menunjuk depan tempat dirinya dan Ray berdiri.
"Makasih kalian udah bikin calon Raina gak jadi balapan"ucap terimakasih Ray pada kedua pasutri itu.
Mayang mengangguk sambil tersenyum suaminya pun melakukan hal yang sama.
"Kalo ni bocah bandel gak bisa dikasih tau,lu bisa ngomong ke gue.Gue gerus ntar"sahut Robbin bercanda disambut tawa oleh Rayyan.
"Jan banyak omong bang..Makan aja yang banyak,mumpung gratis jan kasih kendor"ucap Raina melihat Robbin memasukkan makanan ke mulutnya.
"Jelas,ganti tadi pagi lu ngabisin makanan gue dirumah.Kerupuk setoples habis cuma lu doang yang makan"sahut Robbin tanpa sungkan membuka aib Raina didepan calon suami Rain.
"Lah kalo gue gak ngabisin krupuk lu gue gak bakal nemu si ilham ada disitu bang…"ucap Raina "Iya kan mbak?"ia minta dukungan Mayang.
"Betul"sahut Mayang.
Robbin memutar mata malas pada kedua wanita didepannya.Raina tertawa karna Robbin kalah jika berseteru dengannya.
Rayyan hanya tersenyum melihat Raina yang begitu akrab dengan teman-temannya membuat Rayyan iri karna selama ini dia hidup menjauh dari semua orang.Bahkan temannya hanya Arman.
"Mbak,Bang gue kesana dulu yak.. Makan yang banyak,kalo bawa kresek bungkus aja yang kalian mau.Gratis nih"ucap Raina sebelum pamit dengan terkekeh.Robbin meangkat jempolnya membuat sang istri mengeplak lengan suaminya karna kelakuan sang suami.
"Bisa nangis gitu ya lu"cibir Amel saat Raina dan Rayyan menghampirinya yang duduk bersama Niko dan Edo setelah menyapa para tamu.
"Terharu gue,calon laki gue sweet banget sih"sahut Raina tersenyum menatap Rayyan dengan penuh cinta.
"Waduh gila,tatapannya mak.. gak nahan ya kalian"heboh kembali Amel.Ah kenapa dia jadi heboh sendiri.
"Heboh banget heran.. "cibir Raina "Tuh lengan bang Edo lu anggurin aja,digandeng cewek atau para benc*ng disono nangis kejer lu ntar" lanjut Raina menunjuk teman-teman Ray yang juga MUA,desainer dan beberapa WO.
"Siapa berani,gue libas pake nih"sahut Amel memamerkan cincin pertunangannya. "Gue tunangannya,mau apa lu gandeng-gandeng calon laki gue.. Kalo emang ada yang berani deketin dia"lanjut Amel memperagakan menjadi pasangan posesif plus galak.
"Sangar ya sekarang mak,bang tiati sekarang udah bukan kucing anggora lagi tapi bulldog"ucap Rain pada Edo.
"Sialan lu"sahut Amel tak trima menggeplak lengan Raina tapi diselamatkan oleh Rayyan yang langsung merengkuh tubuh Rain.
"Uh.. so sweetnya"Amel malah baper melihat reaksi Rayyan itu.Raina juga menatap Rayyan tak menyangka kekasihnya akan melakukan hal seperti ini,mendadak pipinya memanas karna merona.
"Cium sini boleh gak sih"ucap tiba-tiba Raina dengan menatap Rayyan.
Cup
"Gak tahan dari tadi,gemes banget"ucapnya lagi setelah berhasil berjinjit dan mencium pipi Rayyan.
"Aw...aw...aw…"Amel bersorak heboh dengan bertepuk tangan membuat semua orang yang tengah menikmati hidangan mendadak langsung menatap pada calon manten yang tengah berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.
Rayyan sendiri yang mendapat ciuman tiba-tiba sudah blushing dan tak bisa bergerak seakan menjadi patung.Kekasihnya ini selalu senang mendadak jika mencium.
🌸
🌸
🌸
Setelah acara lamaran malam itu,serangkaian acara menuju halal Rayyan dan Raina mulai berlanjut.Beberapa hari kedepan akan dilaksanakan prosesi siraman sekaligus pengajian dikediaman Raina.
Hari ini Rayyan mulai santai karna privat class miliknya ia liburkan sampai acara pernikahannya dengan Raina selesai.Ia tengah menikmati harinya dengan keluarga sang kakak sekarang.Karna Arman bersama Istri dan anaknya pergi ke kediaman orang tua Arman.
"Kak,kalian bakal tinggal disini terus?"tanya tiba-tiba Ray.
Rebecca menoleh "Gak dek,setelah kamu nikah.Kakak sama abang kembali ke Australia"sahut Rebecca sambil memasukkan cemilan ke dalam mulut.Rebecca,Rayyan serta putranya tengah santai sambil menemani sang putra menonton acara kartun di TV.
"Kenapa gak pindah aja sih? Biar enak kalo Ray mau main"ucap Rayyan.
"Gak bisalah,bang Aldi kan kerja disana..Ini juga karna mbak yang minta buat sementara tinggal disini sampai selesai acara nikahan kamu dan abang mau"sahut Rebecca dengan senyumnya.
Rayyan hanya mengangguk.
"Em, Ray…"panggil Rebecca ragu.
"Apa kak"sahut Rayyan dingin,ia paham jika kakaknya tengah memanggilnya seperti itu pasti ada yang akan kakaknya tanyakan.
Gleg,Rebecca menelan salivanya susah payah.
"Ayah.. apa kamu mengundang ayah nanti?"tanya Rebecca penuh hati-hati pada sang adik.
Wajah tadinya ceria sekarang langsung berubah dingin.
"Dia bukan ayahku"sahut Rayyan.
"Ray,sudah lebih dari lima tahun.. Sudah saatnya kita memaafkan dia"ucap Rebecca sedih. "Kakak sedih,kakak sedih liat kamu liat kita yang hidup semua terpisah"lanjut Rebecca mulai menangis.
"Apa lelaki tua itu masih mengingat kita? Mungkin dia sedang hidup bahagia dengan keluarganya sekarang.Untuk apa kakak memikirkannya?"
"Kakak dapat info dari bang Aldi,ayah tinggal di New York dan sekarang beliau sakit-sakitan Ray"
"Ada anaknya yang akan terus mendampingi dia.Kakak gak usah khawatir"
"Ray,mau bagaimanapun dia ayah kita..Bunda akan sedih kalau kita terus seperti ini"
"Dia masih wara wiri disetiap majalah bisnis,berarti dia belum sekarat kak.Santailah,anggap itu pantas dengan apa yang dia lakukan pada bunda"sahut Rayyan dingin lagi.Memang benar sampai sekarang nama sang Ayah masih sering muncul di majalah bisnis,karna memang Sang Ayah bukan orang main-main.
Obrolan kakak beradik itu terhenti saat suara ponsel Rayyan berdering,Ray meraih ponselnya lalu melihat nama sang kekasih tertera disana tapi ia malah meletakkan kembali ponselnya.
"Rain ya?"tanya Rebecca melihat adiknya tersenyum setelah melihat ponsel.
Rayyan mengangguk.
"Kenapa gak diangkat? Lagi marahan?"tanyanya lagi.
Rayyan menggeleng "Gak,cuma sama emak disuruh jangan angkat telfon dia.Kalo dia bilang kangen terus aku jawab iya dia bakal coba kabur lagi,sekarang dia lagi dipingit"tutur Rayyan.
Rebecca tersenyum,lalu menggeleng "Rain tuh beda ya.. Kakak liat dia beda sama cewek biasanya"
"Hhmmm.. gak ada cewek sepetakilan dia yang pernah Ray kenal"
"Kelihatan dia cinta banget sama kamu dek"
"Dia yang bikin aku berubah selama ini,Aku juga cinta banget sama dia.Andai kakak liat aku yang dulu mungkin kakak bakal gak ngakuin aku adek kakak"sahut Ray terkekeh.
"Emang kenapa?"
"Tanya deh sama adik ipar kakak,Tristan pernah ketemu aku pas aku masih jadi benc*ng" sahut Rayyan "Tapi tau gak,aku malah bersyukur pernah jadi lelaki lemah gemulai.Karna itu juga aku bisa ketemu cewek unik yang gak pernah nyerah buat deketin aku"lanjutnya kembali menerawang awal kejadian perkenalan keduanya.
"Jadi selama ini yang jadi saingan si anak bandel itu kamu"tebak Rebecca tiba-tiba.Ia ingat masih saat adik iparnya sering membicarakan tentang gadis yang ia suka dan saingannya seorang benc*ng pada ibu mertuanya.
"Maksut kakak?"tanya Ray bingung.
Rebecca menggeleng "Gapapa...Mau nambah minumnya dek,kakak ambilin"ucap Rebecca meninggalkan Ray serta sang putra untuk ke dapur.
🌸
🌸
🌸
"Yakkk….!!!!"teriakan Raina menggema ke segala penjuru kamar yang kedap suara itu.
...💜💜💜...
...Hayo si titisan Kancil kenapa tuh????...
...💜💜...
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...
...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...
...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....
...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...