
...Hal yang mengerikan jika orang-orang terdekat mengatakan hal yang menyakitkan.Tanpa sadar semua ucapan itu menjadi awal kehancuran hidupnya....
...💔💔...
Bukan hanya Rayyan yang sampai pingsan mengetahui jika Raina tak ada di Rumah sakit ini,Edo yang baru selesai melakukan panggilan telfon dengan bapak pun langsung syok.Â
Ia langsung mengutus semua orangnya untuk mencari Raina di Bandara,ia berharap adiknya belum dibawa keluar Negeri.Siapapun orangnya Edo akan menghabisi orang yang akan membawa kabur adiknya.Â
🌸
🌸
🌸
"Tuan,sepertinya saya tau siapa yang membuat nona seperti itu"ucap lelaki dari sambungan telfon.
"Bawa keluar dari rumah itu,orangku akan menjemput segera"Â
"Baik tuan"Â
Panggilan itu pun mati,ia melihat wanita yang berada di bankar Ambulance menuju Bandara.Setelah melakukan penanganan awal,ia memutuskan membawa wanitanya untuk pergi dari Negara ini.Â
"Tenanglah sayang.. Aku akan balas semua orang yang menyakitimu"gumamnya menggenggam tangan wanita itu.
Pikirannya kembali saat pertemuan tak sengaja,yang membuatnya akhirnya mengikuti Raina hingga kembali ke Negaranya.Â
...Bandar Udara Paris - Charles De Gaulle...
Setelah meeting yang ia lakukan dengan rekan bisnisnya,lelaki itu melakukan panggilan pada para bodyguard yang terus mengikuti Raina kemanapun.Â
Tanpa sadar pandangannya melihat siluet wanita yang ia bicarakan.Wanita yang pernah ia sakiti sampai harus kehilangan calon anaknya.Â
Elang mengikuti langkah Raina dan kedua sahabatnya yang tengah diantar oleh seseorang yang ia kenal.Elang terus menatap intens hingga mereka pergi masuk ke dalam Bandara.
"Om Anton?"panggilnya pada lelaki paruh baya yang tak lain adalah papa Amel.
Papa Amel menoleh "Arasyie Elang Wardhana"sahut papa Amel menyambut Elang.Siapa sangka jika kedua orang tua Amel dan Raina kenal dengan Elang.Ya.. lelaki yang menggantikan sang papa untuk meneruskan perusahaan.Â
Mereka berpelukan layaknya saudara yang lama tak berjumpa.Â
"Gimana kabar papamu Lang,sehat?"
"Papa sehat Om,Om sendiri?"Â
"Om sehat juga.."
"Ngomong-ngomong disini jemput siapa?"tanya Elang pura-pura.
"Oh.. Om meantar anak om untuk pulang ke Indonesia" sahut papa Amel "kalau kamu mau kemana Lang? Dan dimana semua pengawalmu?"lanjut lelaki paruh baya itu yang sering melihat Elang ini selalu dengan para pengawal.Â
"Elang ada proyek di Indonesia Om dan Elang akan kesana sekarang"Â
"Semakin bagus karier kamu Lang,om bangga liat kamu.. Baiklah,hati-hati di Jalan.Semoga nanti kita bertemu lagi dalam tender besar haha…"sahut papa Amel sambil tertawa.
Mereka pun berpisah di Bandara itu dengan tujuan yang berbeda.
Ingatan Elang buyar saat salah satu orang suruhannya kembali menelfon dirinya.Â
"Target sudah bersama saya tuan"Â
"Baik,kamu tunggu di Markas.Jangan sampai lengah"Â
"Baik tuan"Â
Panggilan pun diakhiri bertepatan dengan mobil Ambulance yang sampai di Bandara.Elang dibantu oleh kedua perawat itu membawa bankar Raina untuk masuk kedalam pesawat perusahaan miliknya.Â
"Tara,jaga wanitaku.. kerahkan semua keamanan jika sampai di Rumah sakit.Jangan sampai lengah"ucapnya pada Asisten pribadinya yang bernama Tara itu. Elang sudah mengklaim Raina kembali sebagai wanitanya saat kecelakaan itu terjadi,dia bahkan murka mendengar penuturan orang suruhannya yang ia letakkan di kediaman Syahreza tentang apa yang dialami Raina.
Lelaki yang berumur lebih tua darinya itu mengangguk patuh dan ikut masuk bersama kedua perawat yang sudah Elang sewa untuk menjaga Raina.Â
Elang mengecup beberapa kali Punggung tangan Raina sebelum wanita itu masuk ke dalam pesawat.
Mengantar kepergian wanitanya dengan keadaan berjuang hidup dan mati membuat hati Elang teriris.Cukup dirinya dulu membuat sakit yang terlalu dalam untuk Raina,kali ini ia akan membalas semua apa yang terjadi pada Raina.Â
"Jalan..Kita ke Markas"ucapnya dingin pada supir pribadinya.Â
Mobil mewah Bentley Continental GT berwarna hitam itu melesat cepat untuk menuju markas yang ditunjukan oleh Elang,di belakang kursi penumpang Elang memasang kaos tangan warna hitam dan memegang sebuah pisau kecil ditangannya.Â
"Sebentar lagi… Tunggulah sampai permainan ini dimulai"monolognya menakutkan.Bahkan supir yang melirik di spion ketakutan melihat hawa pembunuh tuannya kembali.Â
🌸
🌸
🌸
PlakÂ
PlakÂ
Plak
Tamparan keras itu teru mengenai wajah tampan Edo
"Manusia seperti apa kalian ini.. Bodoh"teriak marah bapak Adrian.Ia kembali mencengkram kerah kemeja Edo "Sepicik itu kamu Edo..sampai kita kehilangan Raina..Kau tau kesalahanmu hah?? Membawa wanita busuk itu ke dalam keluarga kita.. Dimana akal pikiranmu sampai tega mengusir adikmu sendiri.Bahkan sekarang wanita ular itu lepas.. kalian benar-benar tak memiliki otak"lanjutnya dengan marah.Â
"Aaarrrggg….."tongkat golf itu bapak ayunkan pada semua guci-guci mewah yang berada di ruang tamu hingga suara pecahan nyaring itu terdengar dengan keras.
Edo tak dapat melawan.Memang semua kesalahannya,semua karna dirinya yang terlalu mempercayai ucapan Putri.Dan sekarang ia semakin menyesal karna wanita ular itu bisa lepas dari rumahnya.
Emak sendiri terus menangis dan pingsan didalam kamar saat mengetahui kecelakaan yang menimpa putrinya bahkan sekarang putrinya hilang.Â
🌸
🌸
🌸
Kembali di Rumah Sakit,Rayyan tampak mengerjapkan matanya,kepalanya sangat sakit sekarang.Sayup-sayup ia mendengar seseorang tengah memanggil-manggil namanya.Â
"Om.. Om sudah sadar??"Â
Rayyan ingat jika ia tengah mencari kekasihnya "Nik,Raina mana? Dia ketemu kan? Dia gapapa kan?"tanyanya beruntun Rayyan tak dapat Niko jawab.Bahkan saat Rayyan mengguncang tubuhnya Niko hanya pasrah,ia juga kehilangan begitu kehilangan.Â
"Huhuhuhuhu…..huhuhuhuhu…. Dear kembali dear.. maafin aku huhuhu… kembali aku butuh kamu dear"tangis pilu Rayyan membuat Niko tak tega.Dokter bahkan kembali memberi obat penenang pada Rayyan yang terus histeris itu.Kebodohannya yang menghasilkan luka teramat dalam.Â
ByurrrrÂ
Seember air ditumpahkan pada wanita yang tengah duduk di kursi kayu untuk menyadarkannya.Â
"Hah...huh..hah…."Marinca gelagapan melihat ia sudsh basah kuyup dengan badan yang diikat dikursi.Â
"Tolong… tolong lepaskan aku...siapa saja Tolong"teriaknya histeris meminta tolong.Â
Sampai suara derap langkah beberapa orang menghampirinya membuat Marinca ketakutan.
"Siapa kalian?"teriaknya.Â
"Malaikat pencabut nyawa yang dikirimkan Tuhan untuk menuntunmu menuju Neraka"ucap Elang dari belakang tubuh pengawalnya.Â
Ia duduk di kursi yang berhadapan dengan Marinca.Mata Marinca menatap menyalang pada Elang.
"Jal*ng tuan Arjuna"cibir Elang dengan senyum miring sambil menyilangkan kakinya.Â
"Apa yang kau mau… Aku bukan istri Arjuna lagi,aku tak berurusan lagi dengan dia"sahutnya masih menyalang.
Elang menyeringai "Aku tak ada urusan dengan Arjuna,tapi kau membuat masalah dengan wanitaku"Â
"Wanitamu??"tanya terkejut Marinca "Si..sia..siapa wanitamu?"tanyanya lagi mulai terbata.
"Raina Putri Syahreza"ucap dengan penuh penekanan "Kau mungkin pernah mendengar namaku,kenalkan aku Arasyie Elang Wardhana"Elang memperkenalkan dirinya dengan pisau kecilnya menekan pipi mulus milik Marinca dan ssstt…
"Aaarrgggg…"teriak kesakitan Marinca karna sayatan di pipinya.Darah mengalir deras dari pipinya.
Tawa Elang menggelegar melihat wajah ketakutan dari Marinca,ini sangat lucu baginya.
"Ini belum seberapa dengan kesakitan wanitaku karna ulahmu"bisik jahat Elang ditelinga Marinca."Tangan dibalas dengan tangan (sreeekkkk tebasan pisau kecil itu menguliti jemari Marinca,kembali teriakan memilukan dari Marinca terdengar jelas dan darah mengucur bak kran air dari jemarinya) Kaki dibalas dengan Kaki (krrrettt Elang menginjak luka timah panas yang sebelumnya Edo berikan dan lagi tangisan itu semakin menjadi membuat Elang semakin tersenyum jahat) menarik bukan.. Apa mau melanjutkan permainan ini?"tanya dengan senyum bak malaikat dihadapan Marinca. "Selamat datang di wahana menyakitkan ini"lanjutnya lalu pergi meninggalkan Marinca yang terus menangis kesakitan dan badan yang bergetar hebat sampai kursi itu jatuh karna tubuh Marinca yang mengejang.
Wajah Baby Face milik Elang ternyata hanya untuk menutupi sifat psychopath nya.Â
🌸
🌸
🌸
Tiga bulan berlalu,pencarian Raina terus dilakukan di segala penjuru.Bahkan pencarian juga dilakukan di Singapore tempat terakhir yang mereka ketahui.Tapi nihil,Raina tak juga ditemukan.Bapak yang dibantu oleh menantunya serta meminta bantuan dari papa Amel tak pantang menyerah untuk mencari keberadaan Raina.
Emak bahkan jatuh sakit dan harus menjalani hari-harinya seperti mayat hidup.Tak ada bedanya dengan Edo,Edo pun hanya terus menyesali semua kelakuannya pada sang adik.Bahkan ia terus menangis di Kamar sang adik dan keluar hanya untuk bekerja dan mencari keberadaan Raina.Ines yang tengah hamil itu pun jatuh sakit mendengar berita tentang adiknya waktu itu,bahkan ia hampir keguguran karna terus memikirkan nasip sang adik.
Tak ada bedanya dengan Rayyan serta Niko dan Amel,bahkan sekarang Niko dan Amel harus menjaga Rayyan yang hidup seperti orang gila.Beberapa kali Rayyan melakukan percobaan bunuh diri,untung keberadaan Amel dan Niko bisa mencegah semua itu terjadi.Â
Rayyan tengah duduk di Sofa ruangan tempat ia sering menghabiskan waktunya dulu dengan Raina.Ia menyambungkan ponselnya pada proyektor dan terlihat wajah cantik kekasihnya yang tengah menatap dirinya.
"Dear"gumamnya ikut tersenyum dengan air mata yang memeleh di pipinya.Â
Ia membuka video yang ia ambil saat Raina dan Niko latihan di Apartemen milik Niko.Lagu Virza - Tentang Rindu tengah Raina nyanyikan.
...Pagi telah pergi...
...Mentari tak bersinar lagi...
...Entah sampai kapan...
...'Ku mengingat tentang dirimu...
...'Ku hanya diam...
...Menggenggam menahan...
...Segala kerinduan...
...Memanggil namamu...
...Di setiap malam...
...Ingin engkau datang...
...Dan hadir di mimpiku...
...Rindu...
...Dan waktu 'kan menjawab...
...Pertemuanku dan dirimu...
...Hingga sampai kini...
...Aku masih ada di sini...
...'Ku hanya diam...
...Menggenggam menahan...
...Segala kerinduan...
...Memanggil namamu...
...Di setiap malam...
...Ingin engkau datang...
...Dan hadir di mimpiku...
...Rindu...
...Dan bayangmu...
...Akan selalu bersandar di hatiku...
...Janjiku pasti 'kan pulang bersamamu...
...'Ku hanya diam...
...Menggenggam menahan...
...Segala kerinduan...
...Memanggil namamu...
...Di setiap malam...
...Ingin engkau datang...
...Dan hadir di mimpiku...
...'Ku hanya diam...
...Menggenggam menahan...
...Segala kerinduan...
...Memanggil namamu...
...Di setiap malam...
...Ingin engkau datang...
...Dan hadir di mimpiku...
...Selalu di mimpiku...
...Rindu...
Terlihat Raina begitu menghayati menyanyikan lagu itu diiringi suara piano merdubdari not-note yang Niko mainkan.Jemari milik Rain terus bertautan dengan jemari milik Rayyan.Â
"I love you Omte"ucap Raina setelah menyelesaikan nyanyiannya dengan memeluk tubuh Rayyan.Terdengar suara Niko yang tak terima melihat adegan romantis dihadapannya itu semua terekam di video itu.
"Huhuhu….huhuhu…"tangis pilu Rayyan kembali terdengar,bahkan disana begitu jelas jika Raina begitu mencintainya.Kenapa ia begitu bodoh hingga tak menyadari itu semua "Love you too dear… Love you too"isakkan Rayyan semakin terdengar jelas.
Amel dan Niko yang berada tak jauh dari Rayyan hanya bisa menatap sedih lelaki yang dicintai sahabatnya.
"Sampai kapan.. sampai kapan Raina pergi Ko…"tangis Amel pecah dan memeluk sahabatnya.Amel orang terakhir yang mengetahui musibah yang terjadi pada Raina.
Niko membalas pelukan Amel "Aku yakin Raina disana baik-baik aja.. Tenang,Rain akan kembali pada saat yang tepat"bisik Niko menenangkan Amel.
...💔💔💔💔...
...Tisu please siap tisu 🤧🤧🤧...
...amma nangis sendiri nulisnya.. yang gak kuat mending baca habis buka takut batal puasanya...
...Rain kuat.. Rain kuat...
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Jangan jadi readers bayangan ya,paling gak kasih jempolnya aku udah seneng kok 😘...
...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...