You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Keseriusan Rayyan



Raina melajukan motornya dengan kecepatan sedang,meikuti arahan sang kekasih.Sampai berhenti pada Cafe yang cukup ramai. 


Selepas Hujan Cafe,cafe yang benuansa hutan hujan cukup menarik untuk menjadi tempat makan kedua sejoli ini.Rain tampak tersenyum sambil melepaskan helm milik kekasihnya.Begitulah Rayyan selalu dimanjakan dengan perhatian-perhatian kecil dari Rain.


"Sweetheart,tempat yang bagus..Kamu dapat rekomendasi dari siapa Cafe ini?"tanya Rain oenasaran sambil melingkarkan tangannya pada lengan sang kekasih. 


Ray tersenyum "Sangat mudah dicari dear,,disini Cafe yang lagi viral di Instagram karna dessertnya yang enak dan suasananya yang romantis"sahut Ray.


"Jadi kamu sudah merencanakan untuk datang kesini?" 


Rayyan mengangguk "Tentu saja… Aku ingin makan malam romantis sama kamu,tapi…" Rayyan di sejenak "Tapi kayaknya kita salah kostum deh"lanjutnya melihat baju yang mereka kenakan sangat kelewat santai. 


"Gapapa.. Baju boleh santai,tapi duit kita gak santai"sahut nyleneh Rain membuat Rayyan terkekeh. 


Saat keduanya masuk,suasana didalam Cafe benar-benar membuat Rain terpukau.Rain bukan gadis yang suka nongkrong di Cafe-cafe,tapi dia lebih suka kumpul di Sirkuit dan hanya satu Cafe yang sering ia datangi Cafe Teman Duduk tempatnya mengais rezeki bersama David. 


"Dear.. kita kesana"ucap Rayyan mengajak Rain duduk di meja yang bersebelahan dengan taman belakang.Disana juga terlihat banyak pengunjung Cafe yang didominasi anak muda.


Setelah memesan beberapa dessert dan minuman,tampak kedua sejoli sibuk dengan dunia mereka.Saling merayu,bercanda selayaknya sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara.


"Yakk.. sweetheart,aku gak mau ya foto aku kamu upload"ucap Rain saat Rayyan tiba-tiba memoto dirinya yang belum siap.Bahkan di foto itu matanya tengah terpejam dengan mulut menganga tengah tertawa. 


"Gapapa dear cantik kok" 


"Gak mau"sahut Rain "Siniin gak ponselnya … sweetheart please"lanjutnya tengah meraih ponsel milik Ray. 


Ray tertawa melihat Rain yang benar-benar tak suka jika difoto.Aneh padahal kekasihnya ini cantik pikir Ray. 


"Dear.. boleh aku pinjam ponsel kamu? Bahkan sosmed kita gak saling follow lo" pinta Ray.Ia menyerahkan ponselnya tadi pada Raina.


"Tu pake aja"sahut Rain. 


Rain tengah membuka instagram milik Rayyan,ternyata lelakinya itu meupload video dan fotonya walau tak tampak wajahnya tapi lelaki itu malah memfoto kakinya yang tengah tiduran di Sofa,tangannya yang tengah ia genggam bahkan foto saat ia mengelus rambut panjangnya pun ada.Kenapa selama ini ia tak sadar pikir Raina.


Ia melihat komentar-komentar dari orang-orang yang mengikuti instagram milik kekasihnya banyak yang menanyakan tentang siapa dirinya.Bahkan ada beberapa laki-laki yang bisa ditebak mereka kaum belok tengah memberi emoticon patah hati pada komentar foto membuat Rain bergidik ngeri. 


Tak sanggup lagi Rain membuka instagram milik kekasihnya,ia pun mengembalikan ponsel pada kekasihnya. 


"Sweetheart apa yang kamu liat coba? Serius amat mukanya?"tanya Rain sambil menyandarkan kepalanya pada bahu sang kekasih.


"Ini apa-apaan sih dear.. Ini beneran kamu,berani banget sih"komentar Rayyan saat membuka instagram milik Rain dan banyak ia lihat foto-foto Rain tengah ngetrack bahkan saat melakukan freestyle ada disana.Tetapi yang paling banyak Rain foto adalah motor-motor kesayangannya. 


"Iya itu aku.. Kenapa sweetheart? Keren ya?" Tanya balik Rain dengan tersenyum


"Kamu itu suka banget sih nantang maut.. Kalo kamu jatuh gimana coba"omel Rayyan pada Rain. 


"Ya dibawa ke Dokter lah sweetheart,terus diobatin"sahut enteng Rain.


"Ck...Dikasih tau malah gitu"ucap Rayyan tak suka "Aku gak mau ya kamu nantang maut kayak gini"lanjutnya dengan menggerutu.Lalu tangannya terukur mencubit gemas hidung mancung Raina. 


"Aw… aw… kamu tuh suka banget sih cubut hidung aku.. kalo tambah mancung gimana coba" 


"Ya gapapa lah,makin cantik" 


"Ceh.. kamu kira cantik itu bikin bahagia.Kamu tau … Cantik itu bikin aku sengsara" 


Rayyan hanya tertawa mendengar keluhan sang kekasih.


Tiba-tiba saja senyum Rayyan hilang,ia langsung meletakkan ponsel Rain di meja dengan bibir yang mengerucut ke depan membuat Rain bingung sekaligus gemas. 


"Kamu kenapa coba?"tanya Rain.


"Gapapa"sahut singkat Ray


"Gapapa? Kok cuek gitu" 


"Gapapa"


"Gapapa gimana,muka kamu udah ditekuk jadi dua gitu.Kenapa sih?"tanya Rain dengan serius menatap kekasihnya.


"Dibilangin gapapa kok" 


"Kamu jangan main tebak-tebakkan gini.. Aku orangnya gak pekaan,Kalo kamu gak bilang aku gak bakal tau sweetheart" tutur Rain.Memang seperti itu faktanya,yang kadang sifat itu juga membuat kedua sahabatnya itu kesal padanya.


Rayyan meraih ponsel Rain lagi dan menunjukkan foto pada Rain.Terlihat ada dua manusia tengah naik motor berwarna hitam,meskipun posenya tak mesra tapi bisa dilihat mereka berdua itu dekat.Apalagi caption Rain bertuliskan "Ma Boy" disana,membuat Rayyan seketika kesal sendiri.



"Ini siapa?"tanya Ray masih dengan wajah ditekuknya.Kalo bisa dilipat mungkin Rain sekarang sudah melihat wajah Rayyan. 


Rain menyangga kepalanya dengan sebelah tangan dan memiringkan kepalanya menghadap Rayyan. 


"Ganteng kan sweetheart?"tanya Rain.


Tambah lagi tekukan wajah kekasihnya,bahkan sekarang ditambah berdecak kesal.Meletakkan kembali ponsel milik kekasihnya di meja. 


"Lah… kenapa gak dilihat lagi sih? Aku cantik kan disitu?Cocok gak sih?"tanya Rain lagi. 


Wah.. tak taukah Rain jika kekasihnya tengah menahan kecemburuannya.Tiba-tiba Ray berdiri dan langsung dicekal oleh Raina. 


"Mau kemana sih?" 


"Cari angin.. panas banget disini"sahutnya sewot.


"Panas api cemburu ya sweetheart" 


"Tau ah" 


Rain terkekeh geli,sangat lucu tingkah kekasihnya ini.Ia menarik lagi lengan kekasihnya agar duduk disebelahnya. 


"Kamu ngambekan ih,coba sini denger dulu.. Ini tuh bang Edo sama aku tau"sahut Rain. 


Rayyan menoleh pada kekasihnya "Serius?"selidik Ray.


"Seriuslah.. ngapain coba aku bo'ong"


"Huh… meski kenyataan itu abang kamu,entah kenapa aku masih cemburu dear" 


"Uh… senengnya liat kamu cemburu.. uluh… uluh…"sahut Rain dengan menangkup pipi kekasihnya dan meuyel-uyelnya gemas. 


Tiba-tiba suara seseorang dari belakang mereka mengejutkan Raina. 


🌸


🌸


🌸


"Apa yang kamu lakukan disini Rain?" Suara dengan nada dingin itu menerpa pendengaran kedua sejoli yang tengah asik bercengkrama.Bahkan tangan Rain masih berada di kedua pipi kekasihnya. 


Saat Rain menatap orang yang tengah berbicara padanya tapi membuat ia membulatkan matanya.Abangnya tengah bersama Amel dan apa itu,tangan mereka tengah bertautan.


"Abang ngapain disini?"tanya balik Rain,bukan menjawab malah balik tanya. 


"Jawab abang dulu" 


"Pacaran lah..kalo abang ngapain? Pake pegang-pegang sahabat aku lagi"cerca Rain membuat Amel mencoba melepas tautan tangan mereka berdua. 


"Ceh.. pacaran kamu bilang" ucap Edo dengan senyum mengejek.


"Iyalah.. apalagi,aku punya pacar.Wajarlah Rain kesini pengen ngabisin waktu berdua.."sahut Raina santai "Ngomong-ngomong bang.. Disini gak ada motor,ngapa masih gandengan tangan aja kayak mau nyebrang'lanjut Rain. 


Tapi tetap,Edo masih menggenggam tangan Amel. 


Tangan Rain bersedekap didada "Pengacau datang sweetheart.. Siap-siap kompres,barang kali dapet hadiah bogem dari bang Edo"bisik Rain pada kekasihnya dan membuat Rayyan membulatkan matanya.


Rain mengulum bibirnya melihat wajah takut kekasihnya,dasar Rain senang sekali menggoda kekasihnya. 


"Silahkan duduk.. Em.. bang.. Amel"ucap sopan Rayyan. 


Bolehkah Rain ngakak,jika boleh ia akan ngakak sekarang juga.Astaga kekasihnya ini memang benar-benar perlu diupgrade pikir Raina. 


🌸


🌸


🌸


Atmosfir dimeja tempat mereka duduk seakan berubah,tampak Edo yang duduk dengan mata yang mengarah tajam menatap sang adik dan lelaki disebelah adiknya itu.Tak beda jauh dengan Edo,Raina pun juga sama menatap intens Abang dan sahabatnya yang Rain pikir memiliki hubungan.Kesalnya dia lagi sahabatnya ini tak menceritakan padanya.


Beberapa kali Rayyan meneguk minumannya,karna entah kenapa tenggorokannya terasa amat sangat kering sekarang. 


"4 bulanan bang"sahut Rayyan sopan.Suara mendayu seperti pertemuan awal dulu tak terdengar lagi ditelinga Edo.


"Mesti banget ya jawab,gak perlu jawab sweetheart"timpal Rain. 


"Yang sopan dear"ucap Ray tak suka.Rain hanya memberengut kesal.


Semua itu tak terlewat dari pandangan Edo.Tangan Edo ini terus mengenggam tangan Amel,entah maksutnya apa Amel hanya terus diam tak ingin berbicara sama sekali.Ia masih belum bisa mencerna semuanya.


"Kenapa kamu semakin tak sopan Rain?"


"Buat apa Rain sopan sama orang yang tak sopan ikut campur semua urusan Raina.Apalagi orang itu lebih memilih membela wanita yang bukan siapa-siapa dibanding adiknya sendiri.Perlukah Rain sopan?"sahut Raina mengeluarkan uneg-unegnya.Rayyan menggenggam tangan kekasihnya yang mulai tersulut emosi.


Edo yang memang merasa disindir oleh sang adik ikut tersulut emosi. 


"Sejak kapan abang melajari kamu bersikap urakan seperti ini" 


"Sejak abang seenak hati menilai seseorang" 


"Raina"bentak Edo membuat pengunjung Cafe melihat ke arah meja mereka.Bahkan beberapa pengunjung tampak mulai merekam perdebatan mereka.Tak terkecuali pemilik Cafe dan Istrinya ikut menonton kejadian yang tiba-tiba itu.


"Lihat.. apa ini yang abang mau,jadi tontonan pengunjung Cafe..Memalukan"ucap Raina sinis.Ia sama sekali tak gentar.Untuk sekarang,Rain ingin melawan abangnya. 


Amel menciut mendengar bentakan Edo pada sahabatnya,ternyata yang diucapkan oleh Rayyan waktu itu benar adanya pikir Amel.


"Bang,duduk malu"ucap Amel memberanikan diri menarik lengan Edo untuk duduk. 


Edo yang tersadar pun akhirnya menuruti kemauan Amel.


"Sebenarnya apa yang abang mau? Melihat Rain hancur seperti dulu,iya… itu yang abang mau.Abang tak ingin Rain bahagia iya"ucap Rain dengan emosi. 


"Abang hanya menginginkan semua yang terbaik buat kamu" 


"Yang menjadi terbaik buat abang bukan berarti baik buat Rain...Rain udah gede,Rain tau mana yang baik dan gak.. Jangan samakan Rain seperti Raina yang dulu"sahut Rain sekarang mengakhiri kata-katanya dengan nada melemah.Amel melihat semua itu,wajah kehancuran Rain mulai terlihat.Rasa percaya diri Rain akan anjlok jika seseorang meungkit kenangan buruknya. 


Amel beranjak dari duduknya,ia tak bisa tinggal diam.Rain segalanya bagi Amel. 


Hening sesaat.


"Maaf jika saya mencela.. Tapi karna ini semua karna kehadiran saya membuat abang dan Raina bertengkar.Saya sangat minta maaf"ucap Rayyan "Tapi abang harus tau..Saya benar-benar mencintai adik abang,saya mencintai dia dengan tulus.Saya akan berubah demi diri saya sendiri dan Raina,jadi saya mohon restui hubungan kami"lanjut Rayyan dengan nada serius. 


Raina mengerjap-ngerjapkan matanya.Apa yang diucapkan kekasihnya ini sudah seperti melamar seseorang pikir Rain.


Edo hanya terdiam menatap Rayyan,ingin mengetahui kebohongan dari ucapan laki-laki dihadapannya tapi nihil.Yang terpancar malah keseriusan dari semua ucapan Ray.


"Bukan aku yang seharusnya memberi restu pada kalian tapi bapak sama emak" sahut Edo. "Jadi untuk apa kamu minta restu dariku"


"Alhamdulillah bapak sama emak lebih dulu memberi restu pada kami bang"sahut Rayyan sopan membuat Edo terkejut.Apa karna perselisihan dirinya dengan sang adik yang membuat kedua orang tuanya bahkan menyembunyikan hal ini dari Edo. "Dan abang tau kenapa saya meminta restu dari abang.Karna saya tau,kekasih saya sangat menyayangi dan menghormati abang.Jadi restu abang amat sangat penting juga untuk hubungan kami"lanjut Rayyan dengan penuh keseriusan.Edo jadi merasa bersalah.


"Maafkan abang.. maaf abang terlalu keras dan kasar sama kamu.. Maafkan abang dek"ucap Edo tiba-tiba menghampiri sang adik.Raina yang dari tadi menahan air matanya,sekarang tumpah karna ucapan maaf dari sang abang yang Rain tunggu-tunggu. 


"Hiks..hiks.. maafin Rain juga abang.."tangis Rain semakin terisak dipelukan sang abang. 


Rayyan dan Amel tersenyum,Amel mengelus punggung Raina yang tengah terisak. 


🌸


🌸


🌸


Sekarang keadaan semakin membaik,bahkan Edo dan Raina sudah kembali seperti dulu.


"Ehem..ini maksutnya juga apa bang? Abang jadian sama Amel?" Tanya Raina,melihat abangnya tengah perhatian pada Amel.Rain senang jika memang sahabatnya menjalin hubungan dengan abangnya. 


"Nggak" 


"Belum"sahut Amel dan bang Edo bersamaan. 


"Belum? Jadi abang lagi pedekate sama Amel nih ceritanya?"tanya Raina membuat Amel tiba-tiba merona malu. 


Edo hanya menaikkan kedua bahunya dengan tersenyum.


"Jangan mau lu Mel kalo di php doang… Mending lu jadian sama Leo yang terang-terangan cinta sama lu"ucap Rain pada Amel membuat Edo melotot tak suka.


"Apaan sih lu Rain.. mana ada si Leo suka sama gue" sahut Amel ketar ketir.


"Dih belaga ogeb lu.. yang tiap hari nyatain cinta dia ke lu tiap ke Kantin siapa?Setan?"sindir Rain kembali. 


"Rain"panggil Amel penuh penekanan mendelikkan matanya malah membuat Raina semakin suka menggoda keduanya.Terlihat juga wajah keruh abangnya mendengar seorang laki-laki yang mendekatin Amel.


"Wleekk…"Rain malah menjulurkan lidahnya pada Amel. 


"Biasa aja bang mukanya gak usah di lecek-lecekin gitu haha...haha…"ucap Raina pada sang abang. 


Rain meraih tangan kekasihnya yang tengah ikut tertawa "Coba kayak aku sama Rayyan,kalo suka bilang suka.. kalo cinta bilang cinta.. Gak pake kode-kodean gak jelas gitu.. iya kan sweetheart"ucap Rain meminta dukungan kekasihnya. 


"Binggo"sahut Rayyan.


Wah.. kedua sejoli kompak menggoda Amel dan bang Edo sekarang. 


Tiba-tiba saja seorang laki-laki datang menghampiri dengan membawa nampan berisi beberapa dessert yang menggoda mulut Raina. 


"Permisi mas Edo" 


Edo mendongak lalu berdiri "Eh iya mas Aris.."sahut Edo mencoba mengembalikan moodnya karna ucapan sang adik.


"Ini ada dessert terbaru dari Cafe kami..Silahkan dicoba,ini free buat tamu terhormat malam ini"ucap Aris meletakkan piring-piring berisi dessert di meja mereka.


"Wah… mas Aris gak usah repot-repot"sahut Edo tak enak. "Perkenalkan ini adik saya Raina"lanjutnya mengenalkan Aris pada Raina.Aris tersenyum dsn mengulurkan tangan.


"Dek,ini mas Aris..Rekan bisnis bapak"ucapnya pada Raina dan keduanya pun berjabat tangan.Siapa yang tak terpesona dengan ketampanan Aris,bahkan Raina mengembangkan senyumnay terus melihat ciptaan Tuhan yang sangat tampan dihadapannya.Saking posesifnya Rayyan,ia menarik pelan tangan Raina agar melepas tangannya yang masih bersalaman dengan Aris.


"Jangan lama-lama kalo salaman sama cowok,aku gak suka"bisiknya pada Raina.


"Otakku blank kalo liat cowok cakep sweetheart"sahut Raina ikut berbisik.


"Ck…"Ray berdecak"Ntar ku kasih kacamata kuda baru tau rasa"


Rain malah tertawa ngakak membuat yang lain melihat tingkah Rain yang tiba-tiba itu. 


"Aduh...aduh… sakit perut aku,astaga.. Cemburuan banget sih jadi sayang"ucapnya disela tawa Rain."Eh masih ada mas Aris.. maaf mas,pacar aku cemburuan..Maklum lagi pms"lanjutnya saat ada Aris tmyang tengah menatap bingung dirinya. 


"Gapapa… saya juga gitu kadang sama istri saya"sahut Aris. 


"Nah tu dengerin sweetheart,mas Arisnya udah punya istri tuh"ucap Rain pada Rayyan membuat Rayyan malu sendiri.


Bolehkah Rayyan menghilang sekarang,kekasihnya ini benar-benar membuatnya mati kutu. 


Edo dan Amel hanya mengulum bibir mendengar ucapan Raina yang blak-blakan itu. 


🌸


🌸


🌸


Tiga bulan berlalu setelah kejadian kepergok berduaan di Cafe,hubungan kakak beradik itu semakin membaik.Tapi sekarang ia tengah khawatir dengan Amel yang sangat susah dihubungi.Setiap ia bertanya pada Edo,Edo seakan tak tau kemana Amel.Rain dibuat kesal kembali oleh abangnya itu.


Dengan tergesa Rain masuk kerumah,setelah oulang kuliah.Ia sepakat dengan Niko untuk mencari keberadaan Amel.


Brak 


Rain membuka kasar kamar Edo dan terlihat Edo tengah berkutat dengan laptopnya.


"Bang… serius kek,lu gak tau Amel kemana?? Gue kerumah mama,kata bibi mereka lagi ke LN"ucap Rain dengan marah.Sebenarnya apa yang terjadi setelah malam itu. 


Rain memijat kepalanya pusing.


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...