You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Flashback mengingat End



Tangis serta teriakannya takkan terdengar sampai lantai bawah karna kamar yang kedap suara. 


"Aaarrrgggg …...huhuhu…..aaarrggg"teriaknya kembali kesakitan.Ia mencoba menggapai nakas tapi beberapa kali terjatuh.


Bruk 


Ia pun tak sadarkan diri. 


🌸


🌸


🌸


Audrey terus melenguh serta meracau saat tidur,guncangan di tubuhnya membuatnya tersadar.Ia mencoba membuka matanya,perlahan mata itu terbuka bersamaan dengan kembalinya denyutan nyeri di kepala. 


"Eeuggghh…"lenguhnya.


Genggaman tangan seseorang ia rasakan sangat kuat,ia mencoba mengatur nafas miliknya.Manik matanya mulai mengerjap beberapa kali. 


Degh! 


Mata Audrey bersirobok dengan mata tajam milik Elang,tubuhnya kembali bergetar.Kilasan di masa lalunya kembali hadir membuat dadanya semakin bergemuruh serta badannya bergetar hebat. 


"Sayang…"panggil Elang khawatir.Jika saat menjadi Audrey ia akan langsung memeluk Elang saat sakitnya mendera.Tapi tidak untuk sekarang,ia begitu ketakutan melihat wajah Elang. 


"Sayang kamu kenapa? Apa yang sakit??"tanya khawatir Elang lagi ia mencoba melepas genggaman Elang,tapi Elang semakin meeratkan genggamannya.


"Apa yang mau lu lakuin Lang? Lu mau nyakitin gue lagi" dengan segenap kekuatan Raina mencoba menatap mata Elang. 


Elang tampak syok tapi beberapa menit kemudian seringai di bibirnya tersungging dengan jelas. 


"Kamu sudah mengingat semua Raina Putri Syahreza" ucap Elang dengan menekan kata setiap nama Raina.Tatapan mata tajam seakan menguliti tubuh Raina.Rain ketakutan,kilas balik cerita dulu saat ia diperkosa kembali hadir. 


"Ja...ja...jangan la..ku..kan.. A..aku...mo..mo...hon ja...ngan…."ucapnya terbata dengan airmata yang mengalir deras. 


Elang duduk ranjang dan tangan terulur ingin menyentuh wajah Raina,tapi langsung ditepis oleh Raina.


"Bukankah kau selalu suka jika aku bermanja denganmu.. kenapa sekarang seolah kau tak menyukainya sayang"ucap Elang. 


Ia menggenggam telapak tangan Raina,meski ada penolakan dari Rain.Wajah Elang yang miskin ekspresi masih tenang dengan memaksa mencium punggung tangan Raina. 


"Kita akan bertunangan sayang.. Jangan terlalu membenciku" 


"Bedeb*h siapa yang mau bertunangan denganmu..Jangan mimpi"desis Rain dengan mata manyalang. 


"Sejak kamu,ups.. maksutku Audrey terus merengek untuk meresmikan hubungan kami.. "sahut Elang "Sampai kemarin hubungan kita baik-baik saja sayang… kenapa kau harus mengingat semua sebelum pertunangan kita lakukan"lanjutnya terus menatap intens wanita pujaannya. 


"Brengs*k lu Elang… Kenapa lu harus balik lagi ganggu hidup gue.. Apa salah gue"teriaknya menangis.Ah.. Raina begitu benci dengan tangisan.


"Huussstt.. jangan terus berkata kasar sayang,bahkan aku tak pernah kasar padamu… Aku hanya menolongmu,aku menolongmu dari semua orang tol*l yang nyatikin kamu… apa kamu tak ingat" 


Raina terdiam,ia mulai mengingat pertengkarannya dengan sang ibu dan pengusiran dari abangnya sepulang dari Paris.Lalu kembali tuduhan dari kekasihnya ia terima saat dia rapuh.


Rain kalut,ia pergi dari Apartemen milik kekasihnya.Dia ingin menyendiri,ia melajukan motornya dengan kencang entah kemana motornya itu membawanya.Rain terus menangis mengingat semua kata-kata buruk yang ditujukan untuknya. 


Bahkan untuk menggunakan barang haram itu tak pernah ia fikirkan.Dan yang membuatnya terpukul lagi sang kekasih malah menuduhnya menggugurkan bayi yang bahkan Raina sendiri tau saat kecelakaan yang menyebabkan bayi itu hilang.


"Baby"racau Rain dengan masih melajukan kendaraannya dengan kecepatan maksimal.Dadanya sesak,kepalanya berdenyut nyeri lalu tiba-tiba saja matanya mengabur.


Suara klakson serta teriakan orang-orang terdengar ditelinga Raina,seolah memperingatkannya tapi kepala Raina semakin sakit.


Terlihat samar sebuah Truk dari depan yang menglakson tiada henti semakin mendekat dan.. 


Bbbrrruuukkkk 


"Aaaaaaaahhhhhh….."teriak Raina saat semua kenangan pahit itu kembali. 


Elang langsung mendekap tubuh Raina yang bergetar hebat dan air mata gadis itu terus mengalir deras.


"Tenanglah.. aku sudah memberi balasan untuk orang yang membuatmu sengsara"bisik Elang membuat Raina tersadar dan memundurkan badannya. 


"Ma..maksut..mu ap..apa.?"tanya Raina terbata.


Elang menyamankan posisi duduknya,lalu merogoh ponselnya didalam saku. 


"Wanita ini bukan yang membuatmu sengsara"tunjuk Elang pada wanita yang berfoto seksi siapa lagi jika bukan Putri. "Aku sudah memberikan balasan yang setimpal untuknya,dia takkan mengganggumu lagi"lanjut Elang menjelaskan. 


Raina masih tak paham dengan maksut Elang,hingga Elang memutarkan sebuah video penyiksaannya pada Putri waktu itu sampai detik-detik wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya.Bahkan tangan Elang sendiri yang melakukan semua penyiksaan itu,dengan santai tangan itu mengibaskan pisau kecil membuat teriakan-teriakan kesakitan dari mulut Putri.


Raina syok,ia tak percaya Elang bisa sekejam itu melakukan penyiksaan.Terlihat jelas senyum bangga Elang terukir di wajah minim ekspresinya. 


"Apa kau senang.. aku sudah balaskan dendammu..Apa selanjutnya lelaki lemah gemulai itu serta kakak kesayanganmu itu?"tanya Elang dengan ekspresi datar. 


Badan Raina menegang "Jangan… Jangan lakukan apapun pada mereka.Ku mohon"ucap Raina mengiba,ia menangis takut sesuatu terjadi pada orang-orang yang ia sayang. 


Elang menghapus perlahan air mata Raina "Ssttt… Jangan menangis sayang,air matamu terlalu mahal untuk menangisi mereka" Tapi ucapan Elang membuat air matanya semakin mengalir deras "Teruslah menjadi Audrey.. Dengan begini aku bisa merasakan kehadiran buah hati kita"lanjutnya.


Degh! 


"Sayang.. tak ada yang tak aku tau tentangmu"Elang menyelipkan anak rambut Raina yang menutupi wajah cantiknya."Dia anakku"lanjutnya dengan mata yang menyiratkan kesedihan di mata tajamnya.


Prang 


Prang 


Tiba-tiba saja Elang mengamuk bak orang kesetanan,ia berteriak histeris dengan mata memerah menahan amarah.Raina dibuat ketakutan.


"Bukankah sebaiknya kita melakukannya lagi,agar anakku kembali?"tanya Elang tiba-tiba mencengkram bahu Raina. 


Rain benar-benar ketakutan,dia hanya bisa menggeleng kuat mencegah Elang menghancurkanya untuk kedua kalinya. 


Serangan tiba-tiba ia rasakan,dengan rakus Elang mencium paksa Raina.Elang mencengkram dagu Raina dan meraup paksa bibirnya.


"Ti...ti...tidak...Ja..ja...ngan"Ia menggeleng kuat mencoba melawan Elang,tapi kekuatan lebih kuat dibandingkan dirinya.Raina mencoba menggapai apapun yang ada didekatnya hingga ia mendapatkan benda yang tak lain lampu tidur.


Prang 


Raina memukulkan lampu tidur pada kepala Elang sampai kepala itu mengeluarkan darah.Seketika kesadaran Elang kembali,saat ia lengah Raina dapat keluar dari kungkungan tubuh Elang.


"Pergi… Pergi dari sini Rain"ucap Elang menekan setiap katanya tanpa melihat wajah Raina,ia tak ingin melukai gadis yang ia cinta. "Cepat pergi"teriaknya karna tak ada pergerakan dari Raina.


Raina yang mendengar itu pun dengan susah payah bangun dari duduknya berjalan tertatih mencoba keluar dari kamar itu.


Brak 


Suara dentuman kembali terdengar,Raina tak berani menengok kebelakang.Ia hanya terus berlari sampai lantai dasar.


"Non...nona kenapa?"tanya bibi khawatir saat melihat penampilan Raina yang berantakan.Ia tak menjawab,ia hanya bisa terus berlari untuk keluar dari rumah itu. 


Bahkan para penjaga di rumah itu seakan juga membiarkan Raina untuk pergi dari rumah itu.


🌸


🌸


🌸


"Aaaaarrgg…"teriak Raina menutup kedua telinganya.


Saat Raina terus berlari tiba-tiba ada mobil yang hampir saja menabraknya,untung pengemudi itu merem dengan cepat hingga tubuh Raina tak sampai tertabraknya. 


"Hey,kamu gapapa?"tanya pengemudi itu turun melihat Raina yang jongkok didepan mobilnya. 


Raina mendongak membuat pengemudi itu terkejut. 


"Raina"panggilnya memastika.


"Tristan"sahut Raina yang juga mengenali laki-laki yang meunduk dihadapannya. "Tristan tolong gue… antar gue ke tempat Amel" 


Dengan cepat Tristan meraih bahu Raina untuk ia giring naik ke dalam mobil. 


Tristan sama sekali menanyakan apapun padanya,ia hanya melirik sesekali melihat Raina yang tengah melamun dengan menatap keluar Jendela.Sampai akhirnya mobil milik Tristan sampai di pekarangan rumah mewah milik keluarga Amel.


Tangis haru menyambut kedatangan Raina ditengah malam itu.Mama Sandra bahkan terus mendekap tubuh Raina bersama Amel.


...Flashback Off ...


Cecek nampak mengerjabkan mata mendengar cerita panjang kali lebar kali tinggi kekasihnya,bahkan Raina terus menangis menceritakan apa yang ia alami.


Cecek menggenggam tangan Raina,ia mencium punggung tangan itu penuh kasih sayang.Betapa mengerikannya kejadian yang menimpa kekasihnya,Cecek benar-benar tak menyangka jika laki-laki yang tampak menyayangi Raina memiliki kepribadian yang mengerikan seperti itu.


"Maafkan aku dear.. aku janji takkan membuatmu sedih lagi..Aku mencintaimu"ucap Cecek sungguh-sungguh memeluk tubuh Raina. 


"Sweetheart.. aku kekenyangan jangan terlalu memelukku erat.. aku mau pup"ucap Raina berbisik dengan sesegukan.


Seakan tuli Cecek tak mendengarkan ucapan Raina dan terus mendekap kekasihnya.


"Ayolah... sudah diujung tanduk ini"rengek Raina mencoba melepaskan diri dari sang kekasih dan...


Bbbbrrruuuupppp


"Oh my God"teriak Raina ngacir ke Kamar mandi karna suatu gas keluar dari tubuhnya.


...💜💜💜💜...


...Ada yang kangen gak sih sama Omte dan Raina...


...Kalo kangen kasih yuk jempol kalian buat like dan komen untuk mereka berdua...


...Salam sayang Amma,Omte n Raina 😘🥰...