
Jam menunjukkan pukul enam Pagi,lelaki yang tengah menyandarkan badannya pada ranjang itu diam memikirkan sesuatu.
"Bagaimana jika Rain nekat membatalkan rencana pernikahan ini"monolognya mengusap wajah kasar.
Ia beranjak dari ranjangnya,ia harus meluruskan masalah ini agar tak berlarut-larut lagi.Ray memutuskan untuk mandi.
Setelah acara mandinya kurang lebih satu jam lamanya,Ray pun selesai bersiap saat mendengar suara bell Apartemen yang di pencet beberapa kali.
Cklek
Saat ia membuka pintu,gadis cantik yang mengisi otaknya sampai membuatnya tak tidur nyenyak tengah tersenyum manis dihadapannya.
"Sayang"panggil gadis itu. "Aku gak disuruh masuk?"tanyanya lagi membuat Rayyan gelagapan.Ia menyingkir mempersilahkan gadis itu masuk.
Gadis itu melakukan apa yang ingin ia lakukan,seakan Apartemen ini miliknya.Ray menatap bingung melihat tingkah kekasihnya yang sangat tumben sekali rajin dan banyak bicara.
Ray mengikuti Rain ke Dapur,kekasihnya itu tengah menyiapkan sesuatu.Entah kenapa sekarang Ray jadi gugup,ia tak mendengar ocehan kekasihnya.Hanya diam,otaknya blank.
Saat pandangan keduanya bertemu,Ray semakin gugup ia memalingkan badannya untuk pergi.Tapi siapa sangka tangan kurus milik kekasihnya melingkar dipinggang Rayyan.
Degh!
Dadanya bertalu-talu,debaran didada semakin cepat dari biasanya.Perasaannya semakin besar pada gadis ini.
Samar-samar Rayyan mendengar suara kekasihnya tengah mengucap maaf padanya.
"Sayang,maafin aku.. Maaf aku terlalu egois,aku keras kepala.Maaf aku terlalu acuh selama ini,Maaf aku bikin kamu kecewa dan marah.Maaf yank.. Maafin aku"ucap Rain tulus "Please,forgive me"lanjutnya
Terdengar suara kekasihnya serak menahan tangis,Ray merasakan itu.
Tangan Rayyan perlahan memegang punggung tangan kekasihnya,meelusnya pelan.Lalu membalik badannya menatap penuh cinta pada Rain.
"Kenapa kamu nangis?"tanya Ray menghapus air mata kekasihnya.
"Liat kamu acuhin aku bikin aku sedih sayang.. Maafin aku"sahut Rain.
"Maaf juga aku udah marah-marah sama kamu,aku lakuin itu semua karna aku gak mau kamu kenapa-napa dear.Kamu tau kejadian dulu bener-bener buat aku takut" ucap Rayyan meeratkan pelukannya.
Kedua sejoli itu berpelukan sampai Rain meintrupsi Rayyan untuk mencoba masakan yang ia buat.
🌸
🌸
🌸
"Beneran ini kamu yang masak dear?"tanya Rayyan tak percaya.Jangankan masak seperti ini,ingatannya kembali saat sang kekasih membuatkannya kopi susu rasanya benar-benar membuat Ray bergidik ngeri.
Raina dengan semangat mengangguk "Aku sengaja tadi dirumah gak makan,mau sarapan bareng kamu"sahut Raina duduk dihadapan Rayyan.
"Kamu mau aku bikinin minum apa Dear?"
Raina menggeleng "Biar aku aja ntar ambil sendiri,aku mau air mineral aja" sahut Rain "Ayo makan… Aaaa…"lanjut Rain meisi sendok dengan nasi dan Beef teriyaki tadi.Dengan ragu Ray membuka mulutnya.
"Semoga habis ini gak sakit perut"rapalnya dalam hati.
Beef teriyaki dan nasi sudah berada didalam mulut dengan mata terpejam Rayyan perlahan mulai mengunyah.
"Enak"batinnya.Mata Ray terbuka dan menatap sang kekasih.
"Gimana,enak?"tanya Rain
Rayyan tersenyum lalu mengangguk "Enak Dear"sahut Rayyan,ia meambil sendok lagi lalu meisinya dengan nasi dan lauk itu.
"Gantian,sekarang aku nyuapin kamu"lanjut Rayyan mendorong tangannya yang berisi sendok tadi ke mulut Raina,dengan senang hati Rain membuka mulutnya menyambut suapan sang kekasih.
Rain mengunyah makanan nya dengan tersenyum menatap kekasihnya "Usahaku tak sia-sia"batin Rain.
"Aku gak nyangka kamu bisa masak"ucap Rayyan.
Rain tersenyum "Belajar dadakan sama Emak,demi kamu tau"sahut Rain malu-malu.
"Demi aku?"tanya Ray sambil menunjuk dirinya sendiri.
Raina mengangguk "Demi kamu… biar kamu gak marah lagi sama aku"sahutnya.
"Jadi ini sogokan?"
"Terserah lah,mau dikata sogokan atau apa.. Yang penting ini cara aku minta maaf ke kamu,ini usaha aku buat bahagiain kamu"
Rayyan tersenyum "Makasih Dear usahanya buat aku"
"Aku yang terimakasih..Terima kasih karna kamu udah mau dampingi aku selama ini.Kamu selalu usahain yang terbaik buat aku,tapi malah aku sering kecewain kamu.Sekali lagi makasih udah mau dampingi aku yang seperti anak kecil"tutur Raina.
Rayyan merentangkan tangannya dengan cepat Rain berpindah posisi dan langsung memeluk Rayyan.
"Aku bahagia punya kamu,Love you"bisik Rayyan lalu mencium puncak kepala Raina.
"Love you too Omte"sahut Raina membuat Rayyan tertawa.
"Kamu masih ingat panggilan kamu ke aku?"
"Jelaslah.. kan itu udah melekat dari awal sampai sekarang dihati aku"
Kkkrruukk...kkrruukk…
Raina tersenyum sendiri mendengar suara perutnya.
"Selalu ada yang bikin suasana romantis kita keganggu"ucap Ray terkekeh.
Rain hanya nyengir kuda,memang benar jika keduanya sedang lagi asik-asiknya bermesraan selalu ada pengganggu.Keduanya pun melanjutkan makan dengan saling suap-suapan.
🌸
🌸
🌸
Dilain tempat Mr.Tak Peka atau Edo sedang duduk di dalam mobil dengan mata yang terus menatap pada pagar rumah seseorang.Siapa lagi jika bukan rumah Amel.
Ia nekat,ia tak tahan jika terus melihat Amel bersama lelaki lain.Ia harus berjuang agar Amelnya kembali.Edo meremat kotak yang ia bawa,lalu mencoba tersenyum dan menekan klakson mobilnya agar dibukakan geebang oleh satpam rumah Amel.
"Mas cari siapa?"tanya satpam rumah.
"Mau cari Amel,apa ada? Saya kakak Raina"sahut Edo.
"Oh iya..masuk aja mas"ucap satpam itu sopan.
Mobil Edo pun masuk sampai ke pekarangan rumah milik Amel.Mama Sandra yang berada di taman pun menyambut dengan tangan terbuka abang dari sahabat putrinya serta lelaki yang disukai sang putri.
"Tunggu,mama panggilkan Amelnya"ucap Mama Sandra menyuruh Edo masuk untuk menunggu sang putri.
Beberapa saat kemudian Amel menghampiri Edo dengan dandanan yang sudah rapi,terlihat gadis itu akan pergi.Edo tersenyum melihat Amel yang menghampirinya,bahkan Edo berdiri dari duduknya.
"Ada apa abang kesini?"tanya Amel ketus.
"Ini buat kamu"sahut Edo memberikan sebuket bunga yang Edo beli tadi,serta masakan yang Rain masak.
"Buat apa?"tanya Amel masih ketus.Ia duduk di Sofa single berseblahan dengan sofa yang Edo duduki.
Tiba-tiba Edo melipat kakinya dan berlutut di hadapan Amel,mengeluarkan kotak warna silver dari kantong jasnya.
"Maafin aku Mel,buat semua kesalahan yang aku kasih ke kamu selama ini.Maafkan kebodohanku"ucap Edo sungguh-sungguh.Amel terdiam tak menyangka lelaki yang menorehkan luka begitu dalam padanya sedang berlutut sekarang dihadapannya.
"Kalo kata maaf yang abang butuh.. Aku sudah memafkan abang"sahut Amel membuat senyum Edo terbit "Tapi kalau untuk melupakan apa yang abang lakuin ke Aku.. Maaf aku belum bisa lupa"lanjut Amel.Seketika senyum Edo hilang.
"Apalagi yang harus aku lakuin Mel,aku gak bisa hidup tanpa kamu… Aku mau kita kembali kayak dulu"
Amel senyum mengejek "Dulu? Dulu seperti apa yang abang maksut.. Bahkan kebersamaan kita cuma beberapa menit setelah itu abang hancurkan dengan kelakuan abang dan wanita kesayangan abang itu" sahut Amel.Ia tak berani menatap Edo,itu akan membuat hatinya kembali goyah.
Edo meraih tangan Amel "Maaf.. Maafin abang yang terlalu bodoh ini"ucap Edo
"Abang bukan cuma nyakitin aku.. tapi abang tega juga nyakitin Rain,abang tau Rain itu separuh jiwa Amel.. Dia udah kayak saudara Amel dan abang tega buat adik abang sendiri sengsara..Itu yang membuat Amel semakin benci sama abang"tutur Amel sudah berkaca-kaca.
"Iya abang tau,abang bodoh,abang tolol..Tapi please,sekarang kembali sama abang.. Abang janji gak akan buat kamu sedih kayak dulu.. Please kembali sama abang"Edo bahkan sekarang tengah memohon,ia bisa gila jika Amel menolaknya kembali.
"A-Aku…"sahut Amel.
"Selamat pagi calon pacar …"sapa seseorang dari ambang pintu membuat Amel yang akan meneruskan ucapannya terhenti.Bahkan Edo ikut menatap seorang laki-laki yang tersenyum menatap gadis pujaannya.
Edo berdiri,ia mengepalkan tangannya.Sangat benci melihat senyum lelaki muda dihadapannya ini.
"Maaf bang,Amel harus pergi"pamit Amel pada Edo.
Edo mencekal tangan Amel "Kamu belum jawab Mel"
"Kita bisa bicarakan nanti,Amel ada kelas pagi ini.. Maaf Amel pergi dulu"ucap Amel.
"Setidaknya bawa ini… Ini buat kamu,aku gak mau kamu kelaparan di Kampus"sahut Edo.Amel menerima pemberian Edo.
"Makasih bang"ucap Amel.
Cup
Tanpa disangka Edo mengecup kening Amel dengan sayang dan bukan hanya dilihat oleh lelaki yang terdiam diambang pintu.Bahkan mama Sandra dari belakang keduanya tengah melihat apa yang dilakukan oleh Edo,tanpa sadar mama Sandra tersenyum.
"Aku mencintaimu"bisik Edo lalu menutup kembali kotak perhiasan yang ia berikan pada Amel,meletakkannya di meja dan pergi keluar setelah sebelumnya menatap dengan tatapan permusuhan pada lelaki yang menjadi rivalnya.
...💜💜💜...
...Kasih maaf gak nih buat abang???...
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...
...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...
...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....
...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...