
Setelah selesai acara tangis-tangisan,Rayyan mencoba mengendalikan dirinya.Lega..Itu yang Rayyan rasakan setelah dapat ia membagi kisahnya dengan sang kekasih.Beban di hidupnya seakan sedikit terangkat.
"Sweetheart,kita pergi ke tempat bunda kamu yuk?"ajak Raina.
Rayyan teringat sesuatu "Aku bahkan lupa terakhir kali kesana dear…"sahut Rayyan lemah.
Benar.. sudah berapa lama ia tak mengunjungi makam sang bunda.
"Kamu bener-bener deh.. yaudah besok kita kesana ya,jadwal kuliah aku besok gak padat kayak biasa.Jadi kita bisa ziarah habis aku pulang kuliah"ucap Rain.
Rayyan menggenggam tangan kekasihnya "Makasih mau denger semua cerita aku dan makasih kamu masih nerima aku"
Rain tersenyum "Tentu.. aku kan cinta kamu"
"Aku juga cinta banget"
"Cie..cinta banget ya"
"He'em.. pasti dong"
"Tapi sweetheart aku…."ucap Rain sendu
"Kamu kenapa?"tanya balik Ray dengan cemas
"Aku laper banget..ada cemilan gak?"ucap Rain dengan mata memelasnya.
Rayyan langsung tertawa "Kamu laper.. Astaga dear,aku udah takut kamu mau bilang gak cinta sama aku lho"sahut Rayyan memeluk dengan menggoyang-goyangkan badan mereka ke kanan kiri.
"Aku kelaparan,habis nangis tadi menguras energi lho sweetheart"
"Oke.. Oke.. kita keluar cari makan ya"
"Siap yuk.."Rain langsung berdiri dan menggandeng Rayyan tapi langkahnya terhenti saat Ray menarik tangannya membuat tubuh Rain tak seimbang hingga ia terjerembab di pangkuan sang kekasih.
Degh!
Ah… Raina mulai gugup sekarang,bahkan tangan Rayyan sudah melingkar di pinggang milik Rain dengan wajah yang tersenyum.Padahal mereka berpelukan bukan sekali dua kali,tapi jika berdekatan dengan sangat intim seperti ini perasaan gugup dan takut masih Rain rasakan.
"Kamu kenapa sih sweetheart gugup gitu?"tanya Ray dengan tersenyum
"Siapa yang gugup coba.. A..aku gak gugup kok"
"Gak gugup tapi pucat gini"ucap Ray menghapus peluh kekasihnya.
"Em.. eng...gak kok,aku cuma kurang nyaman kayak gini.. a..ak..aku turun aja"sahut Rain dengan menggerakkan badannya tapi malah ditahan oleh tangan Rayyan yang masih memeluk pinggang ramping sang kekasih.
Ray tersenyum,baru kali ini melihat wajah gugup kekasihnya.Ah.. moodbosternya memang sangat unik.
"Dear,gelang tadi.. belum kita pakai,gimana kalo kita pakai sekarang?"tanya Ray.
"Oke.. oke… tapi turunin aku dulu"
"Cium dulu baru turun"ucap Ray.
Rain membulatkan matanya,Heh.. sejak kapan kekasihnya ini minta cium seperti ini.Ini horor sangat horor pikir Rain.
"Apaan sih"sahut Rain dengan wajah yang merona.
Rayyan perlahan mendekatkan wajahnya pada sang kekasih,semakin dekat.. semakin dekat membuat Raina meremat kaos tanpa lengan kekasihnya dan memejamkan mata.
"Ini gila…. Ini gila"batin Rain ketakutan.
Nyeessss
Rain merasakan sesuatu benda kenyal menempel di keningnya membuat Rain membuka mata.Ray tengah mencium keningnya.
Syukurlah sesuatu yang ia takutkan tak terjadi.
"Cie.. dicium aja gugup gitu" ganti sekarang Ray tengah menggoda sang kekasih.
"Gak ada ya"sahut Rain langsung turun saat meresa belitan kekasihnya mengendur.
"Tunggu sini dear,aku ambilin gelang tadi"
Raina patuh dan hanya duduk di Sofa menunggu sang kekasih keluar dari kamar.
"Anak bunda sekarang genit"monolognya pada figura foto bunda Ray.
🌸
🌸
🌸
Beberapa lama kemudian Ray keluar dengan baju yang sudah berganti dengan sweater warna abu-abu dan celana jeans pendek diatas lutut warna navy dipadukan dengan sneakers warna putihnya.Jika orang melihat mungkin Ray dikira masih anak SMA dengan style seperti itu.
"Ya Allah sweetheart bisa gak sih gak usah cakep kayak gini,aku kan jadi gak rela bagi-bagi sama orang lain"puji Rain kembali.
"Gak boleh gitu dear.. kalo punya rezeki tuh harus bagi-bagi"sahut Ray dengan tersenyum.
"Enak aja,aku aja udah usaha banget dapetin kamu..Enak aja orang mau ngambil kamu dari aku.Big No ya"
Ray terkekeh geli melihat kekasihnya,lalu ia duduk di sebelah Rain dan membuka kotak yang berisi gelang couple yang mereka beli.Ray pun mengenakan gelang yang ia beli pada tangan Raina.
"Cantik" ucapnya mengecup punggung tangan kekasihnya. "Kita foto dulu"lanjutnya setelah dirinya juga mengenakan gelang yang sama.
Ckrek.
"Udah yuk,aku udah laper" rengek Rain padahal ia tadi makan ditempat Niko.
"Bentar aku upload di Instagram..akun kamu apa sih dear,kita gak saling follow lho di instagram?"
"Ntar aja deh itu dear… mending jalan dulu ayok"tariknya pada Rayyan.
Akhirnya ia pun keluar bersama dengan Rayyan,untung saja ponsel dan kunci motor sudah ia bawa.Jadi tak usah kembali ke Apartemen Niko,hanya perlu menchat sahabatnya itu akan paham.
🌸
🌸
🌸
Amel tengah melihat penampilannya didepan kaca rias,Ah.. sepertinya ada yang kurang pikir Amel.Ia pun berjalan keluar kamar hendak menanyakan penampilannya pada Niko.
"Nik,liat ada yang ku…. "Belum selesai Amel berbicara ternyata Niko tengah duduk santai bersama Edo disebelahnya.Keduanya sama-sama menatap Amel.
Amel terdiam didepan pintu kamar,seakan tubuhnya susah untuk digerakkan ia hanya diam bak patung.
Niko yang menyadari keadaan sahabatnya pun langsung menghampiri,lalu menyenggol badan Amel.
"Pe'a kenapa gak bilang sih bang Edo udah datang?"bisik Amel dengan bibir mengatup meulas senyum.
"Makanya telinga kalo banyak coreknya itu dibersihin dulu… berapa kali gue ketuk pintu kaga lu bukain"sahut Niko juga dengan berbisik.
"Gue belum siap ini.."bisik Amel lagi membuat Niko menatap Amel.Dari segi mananya sahabatnya ini berkata belum siap.Bahkan ia sudah tampil cantik dengan blouse kerah sabrina warna putih dengan skinny jeans ripped warna abu-abu.
"Yang belum siap apanya.. udah oke kok"
"Seriusan"
"He'em"sahut Niko dan berjalan menghampiri Edo lagi yang tengah menatap Amel.
Edo hanya tersenyum,baru kali ini Amel teman adiknya itu terlihat canggung.
"Aku liat Rain gak ada kelihatan.. dia kemana Nik?"tanya Edo saat Niko duduk.
"Em.. dia tadi ke Cafe bang,mau manggung katanya" sahut bohong Niko.Mendengar cerita dari Ray membuat Niko berfikir Edo akan mengamuk jika mengetahui Rain tengah bersama Rayyan.
Edo mengangguk-angguk,ia memang tau adiknya tengah mengisi waktunya dengan bernyanyi di salah satu Cafe bersama temannya.Itu semua ia tau dari emak yang selalu menjadi tempat untuk ia memantau sang adik,meski tengah berselisih paham ia tetap menyayangi adik kecilnya.
"Bang"panggil Amel
"Jalan sekarang?"tanya Edo
Amel mengangguk.
"Nik,abang bawa Amel dulu ya"ucapnya pada Niko.
"Siap bang.. jangan sampai lecet,tadi mama Sandra pesen gitu ke aku minta jagain Amel"
Amel melotot tak suka pada Niko yang membuka aibnya yang masih diperlakukan bak anak bayi oleh mamanya.Ia pasti bisa menjaga diri tanpa harus di titipkan seperti itu.
🌸
🌸
Hening
Itu yang terjadi di dalam mobil range rover warna hitam milik Edo,tampak tak ada yang ingin membuka pembicaraan lebih dulu.
Amel hanya memainkan jari-jarinya yang tampak cantik dengan kutek berwarna baby pink itu,sedangkan Edo sibuk memperhatikan jalanan.
"Gimana kuliah kamu.. Lancar?"tanya Edo.
Amel menoleh pada Edo "Alhamdulillah lancar bang"
Edo mengangguk-angguk "Kalo Rain,gimana kuliah dia?"
"Lancar juga kok bang.. masih kayak dulu kalo dia mah sama pelajaran otaknya jalan lempeng kayak jalan tol"
Edo terkekeh ia memang tau sifat adiknya itu.
"Dia cerita ke kalian kalo aku sama dia lagi gak akur?"tanya Edo lagi.
"Ngapa jadi bahas ginian dah… mending bahas kita bang,kita… Adek butuh kepastian abang"jerit hati seorang Amel
"Em.. aku gak tau bang,dia sekarang jarang bahas macam-macam.Rain sekarang sibuk manggung di Cafe dan sibuk paca….maksut aku sibuk ngetrack"sahut Amel hampir saja keceplosan.
"Kamu tadi bilang apa..?"
"Hah??ngomong yang mana bang,ngetrack tadi" tanya balik Amel.
"Bukan"
"Manggung di Cafe"
"Bukan"
"Yang mana ya.. paling abang salah denger deh.. haha...haha.."sahut Amel dengan tawa canggung sambil bertepuk tangan.
"Mungkin kali ya"ucap Edo.
"Selamat-selamat"batin Amel karna Edo tak curiga.
"Ngomong-ngomong kita mau kemana bang?"tanya Amel.
"Nanti kamu juga bakal tau.. bentar lagi kita sampai" sahut Edo yang masih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Dan akhirnya mereka pun sampai pada Cafe yang terlihat ramai dengan pengunjung.
"Ayo turun.. Ini Cafe milik rekan bisnis bapak,aku dulu beberapa kali aku diajak kesini.Tempatnya enak dan makanannya tak kalah enak,kamu pasti suka"ucap Edo saat membukakan pintu mobil untuk Amel.
Perlakuan Edo membuat Amel salah tingkah,ah… dia seperti tuan putri yang dibukakan pintu oleh sang pangeran.
"Hey.."ucap Edo dengan mengibas-ngibaskan tangannya didepan Amel yang tengah melamun.
"Hah.. Apa bang,tadi ngomong apa"
"Kamu ngelamun?"tanya Edo
"Gak kok.. cuma terpesona sama suasana Cafenya"elak Amel.
Edo tersenyum "Yaudah ayo"ajak Edo membuat Amel terkejut bahkan ia sampai membulatkan matanya karna ulah Edo yang tengah menyelipkan jari-jarinya dengan jari-jari milik Amel.
Ah.. bolehkah berharap ini awal kisah mereka berdua pikir Amel.
Saat mereka berdua masuk kedalam Cafe Selepas Hujan,keberuntungan datang pada Edo.Saat ia mengedarkan pandangannya terlihat rekan bisnis bapaknya tengah berada di Cafe dengan sang istri.
"Selamat malam Mas Aris"Sapa Edo sopan.
Empunya tubuh yang dipanggil pun berbalik badan lalu tersenyum "Wah… Mas Edo,selamat malam Mas"sahut tak kalah sopan dari Aris pada Edo.Lalu mereka berjabat tangan.
Terlihat wanita cantik yang tengah duduk disebelah Aris sekarang ikut berdiri.
"Kenalkan ini istri saya.. Jovanka"ucap Aris
"Sayang,kenalkan ini Mas Edo anaknya pak Adrian itu lho yang kamu suka banget kalo ketemu sama istrinya..Ini anak dari beliau"tutur Aris pada istrinya dan Jojo pun tersenyum sopan meulurkan tangan untuk bersalaman dengan Edo.
"Lalu ini?"tanya Jojo melihat gadis disebelah Edo hanya diam tapi tangan mereka berdua tengah masih tertaut.
"Oh kenalkan dia… Amellia kekasihku"ucap Edo membuat Amel kembali terkejut.
"Astaga apalagi ini… "jerit Amel dalam hati.Ingin sekali ia menanyakan maksut dari ucapan Edo tadi.
"Wah cantik sekali.. Tapi aku kayak familiar deh sama wajahnya..Bukan begitu yank..kayak familiar kan yank"ucap Jojo pada Aris.Memang siapa yang tak kenal dengan Amellia,model terkenal yang wajahnya tengah memenuhi beberapa majalah fashion ternama.
Namanya bumilkan ya,Jojo yang penasaran langsung membuka sosial medianya.Ia sangat yakin ia pernah melihat wajah cantik gadis disebelah Edo.
Sedangkan Aris hanya bisa menepuk jidat melihat tingkah istrinya yang tengah hamil muda ini.
"Mohon dimaklumi,lagi hamil muda.. "ucap Aris pada Edo. "Silahkan duduk mas Edo mbak Amel"lanjutnya mempersilahkan keduanya duduk bersama pasutri itu.
"Wah gapapa ni mas Aris… saya jadi gak enak ganggu waktu kalian"sahut Edo tak enak.
"Gapapa.. ayo duduk sini,istri saya semenjak hamil tiap malam ngajak ke Cafe.Maunya makan disini terus"ucap Aris.
Tanpa melepas tautan tangan mereka Edo mengajak duduk Amel ditempat Aris dengan sang istri.
"Nah kan yank… liat deh bener kata aku,aku kayak familiar gitu lho sama dia ternyata bener dia model yang lagi hits putri Sandra Wijaya" bak mendapat lotre Jojo sangat senang bisa memecahkan rasa penasarannya.
Amel hanya tersenyum canggung.
"Senang bisa ketemu sama model ternama"ucap Jojo pada Amel dengan tersenyum.
Aris pun memesankan minuman serta cake untuk Amel dan Edo lalu mereka pun larut dengan obrolan yang menyenangkan,tapi tidak dengan Amel.Gadis itu tengah memikirkan semua perkataan Edo tadi.Maksutnya apa pikir Amel.
Edo tengah tertawa melihat Aris yang mendapat capitan dari istrinya karna mengeluh ulah ngidam istrinya yang aneh.
Tapi saat ia menyeka matanya karna tertawa,tiba-tiba siluet seseorang membuat Edo menajamkan matanya.
"Mas Aris dan istri saya permisi sebentar… Sepertinya saya melihat seseorang yang saya kenal"ucapnya dan berdiri dari duduknya. "Sayang ayo.."ajaknya pada Amel membuat Amel dengan cepat mengikuti Edo berdiri.
"Iya silahkan mas Edo,maaf sudah mengganggu kencan kalian"ucap Aris.
"Wah.. tidak mas,justru saya yang mengganggu waktu kalian"sahut Edo
🌸
🌸
🌸
Amel yang tak tau diajak kemana lagi oleh Edo hanya menurut saja,karna tangannya tengah digenggam oleh Edo.
"Tega banget sih kamu bang bikin hati aku porak poranda gini"batin Amel melihat terus tautan tangan mereka berdua.
"Rain,apa yang kamu lakukan disini?"tanya Edo dengan nada dingin melihat adik bungsunya yang tengah mengobrol mesra dengan laki-laki yang tak Edo suka.
Amel yang mendengar nama sahabat nya tengah disebut pun langsung mendongak dan benar ada Rain dan Rayyan dihadapan mereka berdua.
"Mampus… mampus"rutuk Amel dalam hati sambil memejamkan matanya.
...💜💜💜💜...
...Lah.. Ada pasangan hits bang Aris sama Neng Jojo yang lagi hamil...
...Hey.. ngomong-ngomonh udah bunting aja si eneng....
...Bang Edo bisa banget ya bikin hati si Amel kayak rollercoaster🤣...
...Hayolhooo..... si Rain ketahuan 😫 kok jadi takut yak...
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...