You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Sean tengil



Jika Rayyan turun dari kamar milik kekasih ya dengan keadaan wajah yang merah padam menahan amarah,beda halnya dengan Marinca yang terus mengembangkan senyumnya.Seakan tak terjadi apa-apa tadi. 


Bahkan wanita itu tengah bergelayut manja di lengan Edo,memberitahu pada semua jika Edo miliknya. 


Rayyan mendekati mbak Ines serta mas Willy untuk memberi selamat,Lalu berpindah pada kedua calon mertuanya.


"Bapak,emak...Sepertinya Ray harus kembali"ucap Rayyan pada bapak. 


"Lho kok buru-buru?" 


"Iya.. Ray baru dapat kabar ada masalah di Salon"ucap Ray membuat semua orang disana termasuk Marinca yang tak tau pekerjaan Rayyan terkejut. 


"Calon menantu kamu punya salon mbak?" Timpal tante Dian yang tak jauh dari Emak. 


"Iya.. ingetkan yang waktu itu dandanin Ines waktu nikahan kan dia"sahut Emak.Emak sama sekali tak mempermasalahkan apapun pekerjaan calon menantunya yang penting halal. 


"Lho ini yang dulu lenggak lenggok kalo jalan itu ya.."ucap tante Dian "Ya Allah sekarang gagah gini"lanjutnya dengan mata berbinar. 


Plak 


"Tangan… tangan.. kebiasaan,gak bisa liat yang bening dikit tangannya udah nakal.."ucap Emak dengan menggeplak tangan adiknya yang ingin memegang lengan Ray membuat riuh tawa dirumah milik Raina. 


Ray hanya tertawa canggung. 


"Apa sih mbak,ini kan juga calon keponakanku"sahut tante Dian. 


"Tangan tuh tapi gak usah nakal"


"Dasar pelit"cibir tante Dian lalu mendapat sorakan dari keluarga yang lain. 


"Yaudah kalo gitu Rayyan pulang ya mak,semuanya ..Assalamualaikum" 


"Waalaikumsalam"sahut serempak yang berada disana.Tanpa Rayyan sadari sepasang mata itu terus memperhatikan dirinya. 


"Dadah calon ponakan tampan"teriak tante Dian dengan melambai.


🌸


🌸


🌸


Raina tengah bersiap dengan kedua sahabatnya untuk pergi bersama dengan Sean si brondong tampan untuk jalan menikmati harinya di Paris. 


"Mel,ganti aja gue pake baju yang lain.. bukan gue banget ini mah" keluh Raina yang tengah didandani oleh Amel.Amel memilihkan Raina baju miliknya,atasan knit warna cream dipadukan dengan dress satin warna hitam pilihan untuk Rain.  


"Diem… kalo lu gak mau,gue gak bakal ikut kalian balik ke Jakarta"sahut Amel mengancam. 


"Ish.. tapi gak gini juga pe'a.. gak cocok gue"ucap Raina lagi. 


"Udah nurut aja sih Rain,daripada Amelnya kaga ikut balik kan lu juga yang morang maring" sahut Niko yang sudah siap dengan kaos putih dan jaket jeans denim dipadukan dengan celana jeans warna hitam. 


"Lu mah enak tinggal ngomong.. gue yang ngejalanin ini" 


"Dih.. kayak orang paling teraniaya dah laga lu Rain"sahut Niko.


Brak


"Males gue.. gue gak usah balik aja"ancam Amel yang tak suka penolakan Raina.Karna ia ingin melihat sahabatnya ini tampil feminim. 


"Eh...eh… iya..iya.. udah lanjutin..gitu aja ngambek,gak asik lu"sahut Raina meambil brush yang diletakkan kasar oleh Amel dan mengembalikannya pada Amel. 


Seringai kemenangan pun terbit di bibir Amelia.Sedangkan Niko hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya. 


🌸


🌸


🌸


"Rain.. lu udah ngecek chat whatsapp?"tanya Niko tiba-tiba 


Degh!


Raina ingat sesuatu,padahal ia memainkan ponselnya tapi untuk membuka game online sama sekali tak membuka whatsapp.


"Mampus.. mampus.."rutuknya langsung meambil ponselnya. "Mel.. gue lupain janji gue sama Ray"ucapnya pada Amel. 


"Emang lu janji apaan?" 


"Gue janji kalo sampai ngabarin dia..Gue harus gimana dong"rengek Rain pada Amel. 


"Dih… segitu paniknya lu,kayak lupa ngerjain tugas dosen aja.."sahut Amel "Hubungi balik lah"lanjutnya memberi saran. 


"Kalo dia ngambek gimana?Ray sekarang makin posesif dan ngambekan tau" 


"Enak dong.. berasa berarti banget jadi pasangan"sahut Amel dan membuat raut wajah Amel berubah.Sadar akan dirinya yang tak dianggap oleh Edo beberapa menit setelah jadian.


(Brengs*k emang bang Edo.. gue lelepin cobek baru tau rasa-author ngamuk) 


"Eh..eh.. ngapa jadi sedih lagi dah,udah gak usah dipikirin lagi.. Ntar gue cariin yang lebih ganteng dari bang Edo"ucap Raina saat sadar akan perubahan Amel. 


"Apaan sih.. gue gak mikirin bang Edo ya"elak Amel. 


"Gak usah pake boong segala.. kita temenan bukan sehari dua hari..Lagian dijidat lu ada stempelnya noh,lagi mikirin bang Edo.. Tuh"ucap Raina mengeja katanya dengan menunjuk kening Amel.


"Gak jelas"sahut Amel lalu pergi karna telah selesai mendandani Raina. 


"Woy pergi kemana… Bantuin gue,ini gimana"rengek Raina saat Amel menjauh. 


Raina mengigit bibirnya,berkali-kali ia menggeser icon buka pada ponselnya untuk masuk ke aplikasi whatsapp tapi ia urungkan kembali. 


Dengan semua keberanian ia membuka aplikasi whatsapp dan ternyata ada puluhan chat dari beberapa orang yaitu emak,bapak,Tristan,Dewa,chat grup clubnya dan Rayyan. 


Ia membuka chat emak dan bapak yang isinya menanyakan kedatangannya dan memberitahukan acara selamatan untuk kehamilan mbak Ines,Raina berfikir mungkin Niko sudah membalas pesan emak atau bapak bila mengirimkan pesan padanya.Untuk chat dari Tristan dan Dewa yang terus minta tanggung jawab padanya Raina abaikan karna itu bukan prioritasnya. 


Sekarang satu chat dari Rayyan yang belum ia buka,ia bergeser pada panggilan whatsapp dan ternyata puluhan kali juga kekasihnya menelfon dirinya.Raina tersenyum kecut,ia baru menyadari jika dirinya ini memang tak peka.Mungkin Rayyan tengah khawatir disana. 


📩"Dear,sudah sampai kah?"


"Dear" 


"Dear,miss you" 


"Cepat pulang dear aku rindu" 


"Love you dear.. ingat ada aku yang nunggu kamu pulang" 


"Dear jangan nakal" 


"Dear,kamu pasang status whatsapp katanya rindu tapi gak hubungin aku.Kamu jahat 😤😭"


Raina tersenyum melihat pesan-pesan Ray,lalu kembali ia mescroll. 


"Dear,dia semakin menampakan dirinya di depanku.. aku harus gimana? Aku butuh kamu"


Degh! 


Pesan terakhir dari kekasihnya membuat Rain cemas,apa kekasihnya bertemu dengan Putri lagi? Tapi dimana pikir Rain.Dengan cepat ia menghubungi kembali kekasihnya. 


Beberapa kali ia memanggil tapi tak ada jawaban,ia pun mengirimkan pesan untuk Rayyan agar meangkat telfon darinya tapi tak ada respon dari Ray. 


"Angkat sweetheart,maafin aku"gumam Rain,ia merasa bersalah meabaikan kekasihnya. 


Ia memikirkan dimana kemungkinan Rayyan bertemu dengan Putri,lalu ia tersadar jika ada acara selamatan di rumahnya.Rain menepuk dahinya kuat. 


"Bodoh… bodoh...bodoh"rutuknya. Emaknya pasti meundang Putri juga.


Kembali ia melakukan panggilan pada kekasihnya tapi tak ada jawaban lagi.Ah.. pikiran Raina buntu,mungkin sekarang kekasihnya sedang marah padanya.Tapi ia takut jika trauma kekasihnya kambuh. 


Tanpa dia sadar,tiga pasang mata tengah menyaksikan kegundahan Raina saat ini.Ya.. Amel,Niko dan Sean tengah menatap Raina.Bahkan Sean meabadikan semua kegiatan Raina,mungkin dia pikir lucu. 


🌸


🌸


🌸


"Ayolah Rain,kita berangkat sekarang"ucap Amel.Sedari tadi ia sudah mengajak Raina untuk segera pergi tapi Rain menolak karna cemas dengan keadaan kekasihnya. 


"Kenapa sahabatmu itu Mel?"tanya Sean dengan berbisik.


"Khawatir sama kekasihnya" 


"Dia memiliki kekasih?"tanya Sean terkejut memastikan.


Amel menoleh "Tentu saja.. kau pikir dia jomblo?" 


Sean mengangguk "Padahal aku baru memutuskan kekasihku..Aku pikir dia tak memiliki kekasih dan aku memiliki kesempatan untuk mendekatinya" 


Plak 


"Sadar diri kau Sean,kau masih kecil" ucap Amel menampar kepala belakang sepupunya yang tak waras ini. 


"Apa salahnya aku menyukai dia.. Kau tau sendiri aku lebih suka dengan wanita berumur lebih tua dariku Mel" 


"Semakin gila kau Sean.. tapi jangan sekali-kali kau menggoda sahabatku,kalau kau tak ingin ku bunuh" 


"Ancamanmu ngeri Mel.. baiklah dia akan kua anggap sebagai kakakku saja,lagipula aku tak suka merebut milik orang"tutur Sean. 


"Anak pintar"sahut Amel menepuk kepala Sean.


"Kalian membahas apa?"tanya Niko tiba-tiba..


"Sean terpikat sama anak emak"sahut Amel.


Niko terkekeh lalu menggelengkan kepalanya. "Bilang pada sepupumu agar tak berharap terlalu tinggi,karna Rain sudah cinta mati sama Ray" Amel mengangguk setuju.


Raina mendongak menatap ketiga manusia yang tengah menunggunya. "Sampai kapan kau duduk gelisah disana Rain.. sebaiknya kita bersenang-senang sekarang sebelum kembali ke Jakarta"ucap Amel. 


"Serius.. lu mau balik ikut kita kan?"Raina memastikan.


Amel pun mengangguk "Gue tau lu khawatir kan sama Omte,jadi sebaiknya kita cepet balik ke Jakarta" 


"Uhhh… makasih sayangku"Raina memeluk Amel erat. 


"Apa mereka berdua memang seperti itu"bisik Sean pada Niko. 


Niko mengangguk dengan senyum tersungging indah dibibir seksinya. 


🌸


🌸


🌸


Padahal Amel ingin mengajak kedua sahabatnya ke Kedai kopi milik Bara,tapi sepupu tengilnya ini memaksa untuk pergi ke Cafe yang terkenal di Paris.Cafe Le Deux Magots tujuan mereka saat ini. 


"Cafe yang cantik,sepertinya akan mengasikkan jika kita duduk disana"ucap Raina yang ingin duduk di outdoor daripada masuk ke dalam Cafe.Menikmati hidangan dengan melihat orang lalu lalang disekitarnya lebih menarik untuk saat ini. 


"Gue setuju"sahut Niko. 


Raina menggandeng tangan Amel untuk memasuki Cafe dan duduk di tempat yang ia mau.Sean memesan hidangan yang populer di Cafe ini karna Amel,Raina dan Niko tak ingin memilih hidangan. 


"Mel,menyingkirlah sedikit,aku ingin ngobrol dengan Raina"ucap Sean pada Amel membuat Amel mendelik kesal tak ayal dia berpindah duduk disebelah Niko. 


Sean menyangga dagunya dengan tangan,menatap Raina yang sibuk dengan ponselnya untuk menghubungi Rayyan tentunya. 


"Katakan padaku,seperti apa kekasihmu sampai kau khawatir seperti ini Rain?"tanya Sean.Raina menoleh tak suka.


"Mel,kasih tau pada sepupu lu ini bicara lebih sopan..Gue lebih tua dari dia,sebaiknya dia manggil gue kakak"omel Raina tak trima.


Sean langsung ditegur oleh Amel tapi Sean malah terkekeh.


"Baiklah,kalo gitu aku akan memanggilmu sissy.Oke"ucap Sean tiba-tiba pada Rain. 


"Eemm.. lebih baik.Oke" 


"Thanks Sissy"ucap Sean tiba-tiba memeluk Raina.Raina yang terkejut pun spontan menarik tangan Sean dan diplintir ke belakang.


"Aw...aw...aw.. sakit Sissy"keluh sakit Sean.


"Lain kali jaga tanganmu.. kalau tak ingin ku patahkan jadi dua" 


Sean bergidik ngeri dengan ucapan Raina yang ia anggap seperti kakaknya sendiri. 


🌸


🌸


🌸


"Aku kecewa sama kamu dear"gumam Rayyan melihat foto yang berada di ponselnya. 


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Jangan jadi readers bayangan ya,paling gak kasih jempolnya aku udah seneng kok 😘...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...