
"Dasar pria jahat,gak tau diri,br*ngs*k,si*l*n.. Arrgg…."umpat Amel dengan kesal sambil berjalan di trotoar.Ia masih kesal dengan lelaki yang membuatnya jatuh cinta dan membuatnya patah hati itu.Kenapa harus mengganggunya lagi,padahal ia sekarang sudah mulai berdamai dengan hatinya. "Apa gak cukup udah nyakitin aku dulu.. hiks.. pengen nyakitin aku lagi hiks..hiks…"lanjutnya berjongkok dipinggir trotoar dengan menangkup wajahnya.Ah.. hati Amel masih lemah.
Setelah mencoba mengendalikan tangisannya Amel berdiri,ternyata beberapa orang tengah melihatnya aneh.
"Sialan"umpat Amel lagi,ia merogoh ponselnya yang berada dalam tas.Lalu melakukan panggilan pada seseorang.Tak lama kemudian,seorang laki-laki datang dengan menggunakan mobil HRV berwarna hitam,ia tergopoh menghampiri Amel.
"Kamu kenapa Mel?"tanya lelaki itu.
"Tak apa.. Maaf tadi ninggalin kamu.Em.. Wa,bisa antar aku pulang?"pintanya pada lelaki yang bernama Dewa itu.
"It's Oke.. Ayo aku anter pulang"sahutnya menggenggam tangan Amel lalu menggiringnya masuk kedalam mobil.
Didalam mobil milik Dewa,di sepanjang jalan Amel hanya menatap kosong luar jendela dengan beberapa kali menghembus nafas kasar.Dewa beberapa kali melirik gadis disebelahnya.
"Mel?"panggil Dewa.
"Ya.."sahut Amel menoleh pada Dewa.
"Kamu ada masalah?"tanya Dewa. "Wajah kamu….Wajah kamu terlihat begitu banyak beban disana.."ucapnya lagi.
Amel terkekeh "Keliatan banget ya.. Huh..Lupakan,aku lagi males bahas sesuatu yang menyedihkan"sahut Amel.Kembali keduanya larut dengan keheningan.
Dewa,lelaki yang dulu menjadi kakak tingkat saat kuliahnya sekarang berteman dengannya karna projek yang sering mereka ambil bersama.Dewa sendiri berprofesi sebagai model di salah satu agensi yang juga dinaungi oleh Amel.
Akhirnya mobil hitam milik Dewa sampai didepan gerbang rumah milik Amel.Sebelum Amel turun,ucapan Dewa membuat Amel menoleh.
"Aku suka sama kamu Mel"Ucap Dewa sungguh-sungguh.
Amel menatap lelaki yang sudah setahun dianggapnya sebagai partner kerja dan teman selain kedua sahabatnya.
"Kenapa?? Bukannya kamu suka sama Rain?"tanya balik Amel.
"Ya.. memang benar aku suka sama Rain.. Tapi itu dulu,sebelum dia hilang dan hatiku yang kosong mulai terisi dengan kebersamaan kita"ucap Dewa serius.
Amel tersenyum "Gak usah ngaco,kamu cuma suka sebagai teman Wa.. udahlah,aku masuk dulu sebelum kamu semakin ngaco ngomongnya"sahut Amel beranjak keluar dari mobil Dewa.
Tak tinggal diam,Dewa keluar dari pintu dan menghampiri Amel.Mencekal tangan gadis itu,lalu membalikkan badannya.
"Aku suka sama kamu lebih dari teman Mel,please pertimbangin perasaanku buat kamu.."ucap Dewa lagi memeluk tubuh Amel.Amel mematung.
Meskipun Amel tak membalas pelukkannya,Dewa harap perlahan Amel akan membalas pelukkan serta perasaannya.
Tanpa keduanya sadari didalam mobil BMW i8 warna abu-abu ada seorang lelaki yang menatap tajam kedua manusia yang tengah berpelukan tak jauh dari tempatnya berada.
Ia menghidupkan mobilnya dan berputar arah untuk pergi dari tempatnya.
🌸
🌸
🌸
Saat memasuki rumah terlihat Raina tengah menggerutu kesal pada sang kekasih yang memaksanya membeli sebuah dress warna baby pink yang membuat matanya terbakar kesilauan.Tapi kembali ingatannya saat melihat tingkah para remaja wanita yang ngibrit setelah mendengar suara sang kekasih membuat Raina terkekeh geli sendiri.Rain merebahkan badannya di Sofa ruang tamu.
Setelah pertemuan tak sengajanya dengan kakak sang kekasih,Rain dan Rayyan melanjutkan tujuannya untuk ke Timezone.Rain dan Rayyan bermain bak anak kecil dengan Raina yang selalu menang dalam permainan dibanding kekasihnya itu.
"Dear,aku mau main itu"tunjuk Rayyan pada permainan yang tak jauh dari mereka.
"Emang bisa? Ntar kalah lagi"cibir Rain.
"Kalo ini aku jagonya.. Awas kalah ya,kalo kalah harus ikut semua apa yang aku mau dalam sehari"tantang Rayyan.
"Oke.. Deal"sahut Raina menyanggupi.
Kedua sejoli pun berjalan menuju permainan Dance Dance Revolution.Dance Dance Revolution sendiri adalah permainan video musik.Pemain berdiri di atas "platform dansa" atau panggung dan memukul panah berwarna yang diletakkan di atas salib dengan kaki mereka ke isyarat musik dan visual. Pemain dinilai berdasarkan seberapa baik mereka mengatur waktu tarian mereka dengan pola yang disajikan kepada mereka dan diizinkan untuk memilih lebih banyak musik untuk dimainkan jika mereka menerima skor kelulusan.
Astaga dengan luesnya kaki Rayyan bahkan badannya mengikuti tarian contoh dilayar membuat Raina dengan mulut terbuka lebar terdiam ditempat.
Sekali permainan telak dimenangkan oleh Rayyan,bahkan lelaki itu mengejek Rain dengan menggoyangkan pinggulnya lalu tertawa.
"Dear kamu curang ya gak ikut main"
"Gimana aku mau main kalo,liat kamu udah kayak cacing kermi gitu jogetnya"sahut Raina.
Rayyan terkekeh lalu merangkul bahu kekasihnya "Kan udah aku bilang kalo aku pasti menang"ucap Rayyan bangga.Saat Rain akan membalas ucapan kekssihnya tiba-tiba segerombol gadis abegeh menghampiri mereka berdua.
"Permisi kak"ucap salah satu gadis yang tiba-tiba berada dihadapan kedua sejoli itu.Terlihat empat gadis itu menatap memuja pada kekasihnya,Ah.. Rain tau tatapan itu.
"Cih..para kimcil"gerutu Rain.
"Ya.. ada apa ya"ucap Rain mencoba ramah,meski ia benar-benar tak suka melihat cara keempat gadis itu menatap kekasihnya.Sedangkan Rayyan hanya diam saja.
"Kak,boleh gak kami minta foto sama kakaknya kakak"ucap gadis itu lagi dengan gaya malu-malu.
"Tampar nih"Teriak marah Raina dalam hati,geli dengan gadis didahapannya.
"Buat apa ya? Kakak saya bukan artis"sahut Raina meikuti alur dengan mengatakan jika Rayyan kakaknya.
"Kakak ini mirip sekali dengan Bright Vachirawit idola kami.. Boleh ya kak,sekali aja"pinta gadis itu lagi dengan tangan menangkup didepan dada.Sedangkan teman-temannya berbinar mata mereka menatap Rayyan.
Karna Raina hari ini menjadi gadis baik hati serta kalem,jadi Rain membolehkan kekasihnya berfoto dengan para gadis-gadis ini.
GUBRAKK!!
"Hay cantik kok pada lari.. ih sebel deh eke"lanjut Rayyan dengan gaya khas nya melihat para gadis yang menjauh.
Raina kembali melongo ditempat dan gadis-gadis dihadapnya langsung menarik kembali ponsel yang akan digunakan untuk berfoto bersama lalu berlari menjauh.
"Anjir…ternyata benc*ng"ucap salah satu gadis yang masih dapat Rain dan Rayyan dengar.
Rain mengerjap-ngerjapkan matanya lalu ia tertawa terbahak menyadari semuanya.Astaga penolakan kekasihnya terlalu kejam,untung keempat gadis tadi tak pingsan.
"Bener-bener tega kamu yank"ucap Raina setelah bisa mengendalikan tawanya.
"Biarin,abisnya aku gak suka kalo ada orang yang genit gitu"sahut Rayyan.
"Aku sering genit juga ke kamu,kenapa kamu gak gitu juga ke aku?"tanya Rain.
Rayyan memeluk bahu kekasihnya kembali "Heh,kamu gak inget.. Dulu pas pertama kita ketemu,bukannya aku lebih parah ngondeknya dari pada ini dan kamu malah nekat deketin aku..Gak inget"sahut Rayyan meingatkan.
Rain cengengesan "Eh iya ya.. Aku hampir lupa kalo dulu jatuh cinta sama benc*ng"ucap Rain. "Love you Omte"lanjutnya.
"Love you too tomboy"sahut Rayyan mencubit gemas hidung mancung kekasihnya. "Nah sekarang karna kamu kalah.. Kamu harus ikut semua kemauan aku ya"lanjut Rayyan merangkul bahu kekasihnya untuk diajak kesuatu tempat.
Mata Raina membelalak melihat baju-baju dihadapannya,Apa-apaan kekasihnya ini mengajak ke salah satu butik yang ada didalam Mall.
"Mbak,aku mau yang ini size S buat kekasihku"ucap Ray pada salah satu pegawai butik.Rayyan ingin membelikan dress cantik warna baby pink yang akan terlihat indah jika kekasihnya yang mengenakannya.
"Sayang,daripada disini gimana kalo kita pindah ke distro yang disana"ucap Rain menggandeng kekasihnya untuk ia ajak ke Distro yang tak jauh dari butik itu.
"No...no...no… Kamu udah deal tadi dear"sahut Rayyan meingatkan,menarik pelan tangan Rain yang ingin membawanya keluar dari butik.
Rain hanya dapat pasrah menunggu dress menyilaukan yang akan ia kenakan.
"Ini kak,silahkan di coba dulu"
"Coba pake deh dear,aku yakin kamu pasti cantik pakai ini"ucap Rayyan menyerahkan dress sabrina motif bunga diatas lutut berwarna pink pada Rain.
"Iya.. pasti pas lah,gak usah dicoba deh"tolak Rain.
"Dear…"panggil Ray dengan tekanan.
"Hah… iya iya bawel ih"gerutu Rain masuk keruang ganti.Tak lama kemudian ia pun keluar dengan dress yang dipilih kekasihnya tadi.
Wah.. sungguh Rain sangat cantik dengan dress itu,tapi sayang wajahnya tengah ditekuk sekarang.
"Dear,liat aku.. senyum dikit" ucap Rayyan membidik Raina dengan kamera ponsel.Rain yang ingin segera berakhir drama ini pun langsung tersenyum terpaksa dihadapan sang kekasih.
"Cantik dear.. Love you"ucap Ray setelah memoto Raina.Tanpa menjawab Raina langsung mengganti bajunya.
🌸
🌸
🌸
Entah berapa jam setelah Raina mengingat kejadian di Mall tadi lalu ia tertidur tengkurap di Sofa,bahkan air liurnya sudah membentuk sebuah pulau disana.
"Eeerrgghhh…"Lenguhnya saat ia terbangun.Ia mengucek matanya lalu menghapus sisa air liur dibibirnya.
"Setan"teriaknya
Bruk
Ia pun terjatuh ke Lantai saat matanya menangkap seseorang tengah duduk dihadapannya.
"Aw… setan sialan"makinya karna melihat sosok besar dihadapannya.
"Kamu ngatain abang kamu setan Rain"ucap seseorang yang Rain tau siapa pemilik suara itu.
Degh!
Jatuh dengan tengkurap dilantai membuat Raina mematung saat mendengar suara itu.
"Bang Edo"panggilnya Lirih lalu perlahan Edo membantu Rain untuk duduk kembali.
Pandangan mereka bertemu membuat sama-sama canggung.
"Dek.. bantu abang dapetin hati Amel lagi"mohon Edo tiba-tiba dengan mengenggam tangannya.
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...
...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...
...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....
...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...