You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
"Hallo"



Kepala Audrey masih sakit merasakan kepalanya yang terus berdenyut nyeri.Ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan mendapati tubuh kekasihnya tengah duduk sambil memejamkan mata dan tangan yang terus menggenggam tangannya. 


Ia mencoba melepaskan genggaman tangan Elang.Tapi pergerakannya langsung di sadari oleh Elang,membuat mata Elang tiba-tiba terbuka.


"Sayang.. syukurlah kamu sadar"ucap Elang langsung tubuh Audrey yang setengah duduk itu. 


"Minggir"ucap cepat Audrey membuat Elang terkejut,bahkan berlari menghindari pelukan Elang. 


Badan Elang terasa lemas,apa ingatannya sudah kembali pikir Elang menatap pintu yang ditutup kencang tadi. 


🌸


🌸


🌸


"Sayang.. kamu kenapa?"tanya Audrey yang selesai menuntaskan sesuatu.Kenapa dengan wajah aneh kekasihnya saat ia tinggal ke kamar mandi untuk buang air kecil. 


Elang tersentak saat lengannya di pegang oleh Audrey,matanya menatap Audrey yang menatap bingung padanya. 


"Hey.. kamu liat apasih? Kamu ngelamun"ucap Audrey lagi melambai-lambaikan tangannya dihadapan sang kekasih. 


Greb 


"Sayang.. aku takut,aku takut kamu berubah"Elang langsung memeluk erat tubuh Audrey.


Audrey tertawa "Hey kamu kira aku spiderman bisa berubah.. Aku akan berubah.. tapi berubah jadi tunangan kamu,bukan begitu"sahut Audrey dengan senyum bahagia di wajah cantiknya. 


Elang dengan semangat menganggukkan kepala,ia bahagia sesuatu yang ia takutkan tak terjadi.


"Sayang,kenapa kamu tadi pingsan? Aku bahkan panik tau kamu pingsan dari pak Slamet"tanya Elang mengajak kekasihnya duduk di Sofa yang berada di Kamar Audrey. 


Audrey menggeleng,yang ia ingat kepalanya berdenyut dan merasa sesuatu yang menghantam kepalanya saat itu dan semuanya menggelap.Ia menyandarkan kepalanya pada lengan Elang.


"Aku gak tau.. tiba-tiba aja pingsan,mungkin karna kecapekan"sahutnya.Lalu ia ingat akan sesuatu "Sayang,cowok yang tadi.Yang jadi MUA tadi itu gimana?"lanjutnya saat bayangan wajah sedih Cecek terbayang jelas dikepalanya. 


"Kak Cecek?" 


"Namanya Cecek??"tanya Audrey memastikan. 


"Ya.. namanya Cecek,dia MUA terkenal saat ini sayang" 


Audrey manggut-manggut "Sayang,boleh aku berteman dengannya?"tanya Audrey tiba-tiba membuat Elang menoleh,menatap dalam Audrey. 


"Boleh" Kata yang baru pertama kali keluar dari mulut kekasihnya saat ia ingin berteman dengan orang lain.Bahkan 2 tahun yang lalu,saat ia masih di rumah sakit Elang melarangnya berteman dengan siapapun termasuk para perawat wanita.Dan sekarang dia memberi izin saat ia ingin berteman dengan seseorang yang berjenis kelamin laki-laki. 


Audrey meangkat tangannya dan meulurkan pada dahi Elang "Tak panas"gumamnya. 


"Sayang kamu pikir aku sakit…"sahut tak trima Elang 


Tak 


Elang menyentil dahi Audrey"Nih rasakan baru ini sakit namanya"ucapnya tertawa. 


"Aw yakk... sayang sakit,awas ya aku balas"sahut Audrey sudah berdiri untuk mengejar Elang yang terus menjulurkan lidahnya menghindari Audrey.Audrey terus berlari dan.. 


Hap


Ia meloncat digendongan Elang bak anak koala,lalu menjentikkan tangannya ke dahi Elang membalas ulah Elang. 


"Gak sakit ya"ucap Elang yang menggendong tubuh Audrey.


Tak 


Tak 


Dua kali lagi Audrey menjitak dahi itu,membuat Elang meringis karna yang terakhir itu sangat sakit.Audrey tertawa melihat ekspresi sakit Elang yang sangat lucu dan mereka pun tertawa bersama. 


"Aku mencintaimu"ucap Elang.


"Aku tau itu"sahut Audrey menyerukkan kepalanya pada leher Elang.


🌸


🌸


🌸


Dilain tempat,Rayyan tengah mengurung dirinya di ruangan pribadi miliknya.Keterkejutannya karna kehadiran sang kekasih yang sama sekali tak mengenali dirinya membuat hati Rayyan teriris.


Ia menatap foto wanitanya.


"Bahkan balasanmu sangat kejam dear.. "ucapnya pada foto itu. "Kembalilah dear.. kembali padaku"lanjutnya kembali menangisi kekasihnya yang sekarang ada di sekitarnya tapi tak dapat ia gapai. 


Ingatannya kembali saat tiba-tiba saja Audrey itu pingsan dihadapannya dengan sigap ia menjadi tumpuan badannya agar tak jatuh. 


...Flashback On...


"Rain.. dear.. bangun"ucap khawatir Rayyan,air matanya sudah meleleh melihat wanita tengah pingsan.


"Kak,kita bawa ke rumah sakit"ucap Miya meintruksi. 


Saat ia akan meangkat tubuh Audrey tiba-tiba panggilan seseorang membuat Ray meurungkan niatnya. 


"Non Audrey"panggil pak Slamet supir pribadi Audrey berlari tegopoh. 


"Kita bawa ke Rumah sakit pak"ucap Rayyan..


"Tidak mas,terimakasih..sebaiknya nona saya bawa pulang,biar dokter nona yang datang memeriksa"tolak pak Slamet takut mendapat kemarahan dari Elang karna kekasihnya berada didekapan laki-laki lain.


"Biar saya bantu"ucap Rayyan menggendong tubuh Audrey masuk kedalam mobil SUV berwarna putih.


"Miya kamu jaga dia,aku meikuti kalian dari belakang"ucap Rayyan pada Miya dan langsung diangguki patuh oleh Miya. 


Sampai pada rumah megah yang berdiri kokoh dengan pagar besi menjulang tinggi,otomatis pagar itu terbuka sendiri saat pak Slamet membunyikan klakson.


Rayyan memarkirkan mobilnya di halaman rumah mewah itu dan dengan sigap menghampiri mobil tempat Audrey berada. 


"Biar saya yang membawanya pak"ucap Rayyan.


"Jangan mas.. Nanti tuan bisa marah,sebentar saya memanggil bibi"sahut Pak Slamet takut. Dan beberapa bibi datang,mereka bersamaan menggotong tubuh Audrey masuk ke dalam rumah. 


Tak berselang lama kemudian mobil mewah masuk ke Halaman rumah itu,dengan penumpang yang turun sambil berlari.Siapa lagi jika bukan Elang.Bahkan Elang tak menyadari keberadaan Cecek dan Miya yang masih berada di Teras rumah.


Kembali lagi,sebuah mobil masuk dengan penumpang perempuan yang turun sambil membawa tas dinas.Bisa dipastikan dia adalah dokter pribadi Audrey tadi.


Lama menunggu hampir setengah jam,akhirnya Elang keluar dari rumah bersama dengan sang dokter.Mata Elang baru menyadari jika ada Cecek dan Miya disana.


"Lho kak Cecek"sapa Elang.Rayyan tersenyum sambil mengangguk. 


"Gimana keadaan Ra… em maksut saya Audrey?"tanya Rayyan. 


"Dia pingsan.. mungkin karna syok" 


"Syok? Syok karna apa? Soalnya tadi saat pingsan Audrey berada di sebelah saya"ucap Rayyan. 


Elang mengangguk mengerti. "Mari duduk didalam,,kalian pasti kaget karna kejadian ini.Silahkan masuk"Elang mempersilahkan Rayyan dan Miya masuk.


Merek bertiga pun duduk di ruang tamu,beberapa saat kemudian bibi datang dengan membawa tiga cangkir minuman.


"Diminum kak"ucap Elang. 


Rayyan dan Miya mengangguk lalu menyesap minuman itu. 


"Audrey, beberapa tahun yang lalu mengalami kecelakaan.Bahkan dia mengalami patah kaki karna kecelakaan itu"ucap Elang membuka pembicaraan.


Degh! 


Dada Rayyan mulai bergemuruh. 


"Saat itu saya berada di lokasi kejadian dan langsung membawa dia ke Rumah sakit.Karna saat itu saya juga harus kembali ke Negara mama saya,akhirnya saya membawa Audrey dan menjalani operasi disana."Ucap Elang menghembuskan nafas kasar "Beberapa bulan setelah operasi menjadi hari-hari terberat untuk dia,kadang dia diam-diam menangis dan pingsan.Karna dokter juga mengatakan saat itu otaknya selalu menolak jika dia mengingat masalalunya.Itu membuat dia frustasi" 


Jjjeeeddeeerrrr 


Bagai disambar petir,air mata Rayyan langsung luruh seketika.Kekasihnya menderita amnesia. 


"Ah.. maaf,mungkin cerita saya terlalu menyedihkan"ucap Elang tiba-tiba,ia pun menyodorkan kotak tisu pada Rayyan.


"Wah.. iya benar,saya sampai menangis membayangkan kesakitan yang Audrey derita"sahut Rayyan menghapus laju air matanya.Dadanya merasa sesak,ia tak tahan.Bayangan kesakitan kekasihnya dulu terputar diotaknya."Lalu sekarang bagaimana keadaan dia,em.. maksut saya Audrey.. Apa dia sudah bisa mengingat?" 


Elang tersenyum lalu menggeleng "Belum.. Dan saya sudah pasrah jika memang itu yang terbaik untuk dia,Asal dia bahagia bersama saya"


Degh! 


Kenapa seolah Elang ini memberitahukan kebahagiaannya pada Rayyan.Hati Rayyan seakan diremas,ditusuk beribu jarum tepat didadanya. 


...Flashback Off ...


Brak 


Pintu ruangan Cecek dibuka kasar oleh seseorang membuat lamunan tentang kejadian tadi buyar. 


"Om"panggil Niko dan Amel yang sudah menangis juga berada disana. "Dimana Raina om.. dimana?"tanya Niko memaksa.


"Sean,sepupu Amel bertemu dengan Raina di Bandara Paris waktu itu dan sekarang.Aku melihat karyawan Om menangis dan menceritakan pertemuan Om dengan Raina"Ucap Niko "Apa itu semua benar?"tuntut Niko agar Ray menjawab.


Rayyan menyandarkan badannya pada kursi. "Iya benar.. Tapi dia sama sekali tak mengingatku"sahut lemah Rayyan"Mungkin juga dia tak mengingat kalian"lanjutnya membuat Amel ambruk.


🌸


🌸


🌸


"Hallo.. ini kak Cecek"suara wanita terdengar diseberang sana membuat Rayyan kembali meneteskan air matanya.


"Hallo.. kakak mendengarku"Suaranya lagi kembali terdengar membuat Cecek hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...