You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
My First Love



Entah sampai berapa kali Rain terus bolak balik ke kamar mandi,sampai Ray turun ke lantai bawah untuk membuatkan wedhang Jahe seperti yang istri Arman buatkan.Karna itu terbukti ampuh membuatnya tak lagi bolak balik WC. 


"Ngapain kamu nak?"tanya Emak saat melihat mantunya bingung di dapur. 


"Mau bikin wedhang jahe mak,dimana ya jahenya?"tanya Ray pada emak.


"Kamu gak enak badan.. Rain emang kemana kok sampai kamu bikin sendiri,dasar itu anak emang bener-bener ya.. Baru juga sah jadi bini udah ngelunjak..bla..bla...bla.."Emak terus nyerocos menggerutu sambil tangannya mencari Jahe didalam kulkas.


"Bukan Ray yang sakit mak,tapi Raina yang sakit perut"ucap Rayyan tiba-tiba membuat emak menghentikan tangannya lalu menoleh pada sang menantu. 


"Udah kamu garap?"tanya emak tiba-tiba membuat Rayyan bingung.


"Garap apa mak?"tanya balik Rayyan bingung.


"Ish.. maksut emak itu.."ucap emak sambil menggerakkan kedua telunjuknya membuat Rayyan langsung paham dan wajahnya kembali memanas.Astaga mertuanya ini benar-benar,ternyata bukan cuma sang istri yang memiliki sifat unik tapi juga sang mertua.


"Bu-belum mak..Eh,maksut Ray itu Rain mules pup terus dianya" sahut Ray gagap plus gugup. 


"Cih.. kira emak udah nyicil garap nya tadi.."ucap Emak seakan kecewa "Kamu tunggu di Kamar aja nemenin Rain,biar emak yang bikinin"lanjut emak mulai membuatkan wedhang jahe.


"Gak usah mak,Ray bisa kok" 


"Hih.. gak usah bantah,sana naik"ucap Emak membuat Ray mau tak mau pergi dari dapur untuk kembali ke Kamar. 


🌸


🌸


🌸


Cklek 


Ketika ia membuka pintu kamar,yang terlihat sang istri tengah duduk didepan kaca rias.Rain menoleh pada Rayyan.


Rain tersenyum,Ah.. kenapa senyumnya manis sekali,membuat kembali Rayyan lumer. 


"Sayang"panggil Rain.


"Iya"sahut Rayyan


"Bantu lepasin sanggul ini dong,berat banget"ucap Rain lagi.Rayyan mengangguk lalu berjalan menghampiri sang istri. 


Dengan telaten Ray melepaskan jepitan-jepitan kecil untuk menyangga sanggul itu.Setelah terlepas Rain langsung menegadahkan kepalanya.


"Lega"ucapnya mendongak.Matanya bersirobok dengan mata sang suami. 


Rayyan tersenyum dan menangkup pipi Raina,perlahan wajahnya mendekat pada wajah sang istri yang tengah mendongak. 


Raina yang tau apa yang akan dilakukan sang suami pun memejamkan matanya,semakin dekat,semakin dekat hingga nafas sang suami terasa menerpa wajahnya.


Hingga… 


"Rain kamu gapapa"heboh emak tiba-tiba membuat sepasang suami istri kelabakan dan salah tingkah.Bahkan Rayyan ndeprok(terduduk) dilantai.


"Emak ih,kenapa gak ketuk pintu sih"omel Raina yang tadi langsung berdiri. 


Emak yang melihat kedua anaknya salah tingkah langsung mengulum bibirnya. 


"Ups.. emak lupa"ucap emak dengan nyengir lalu meletakkan wedhang jahe di ranjang Raina. "Sok terusin aja.. emak gak liat kok beneran,yang bener ya.Jangan sampai berkali-kali,ntar malem masih ada acara.Berabe urusannya kalo gak bisa jalan ntar..Yaudah emak turun"lanjut emak memberi wejangan. 


"Emak"ganti sekarang Rain berteriak.


Apa-apaan emak ini pikir Raina melotot melihat emak yang hanya tersenyum meninggalkan kamar pengantin. 


🌸


🌸


🌸


"Kamu gapapa yank?"tanya Raina meulurkan tangan pada sang suami. 


Rayyan langsung berdiri seakan tak terjadi apa-apa,ia langsung tersenyum.Rain ganti menangkup pipi suaminya


Cup


Ia mengecup bibir suaminya dengan berjinjit. "Gemes,gantengku.. Aku ganti baju dulu"ucap Raina,lalu pergi meninggalkan Rayyan yang terdiam mematung. 


Jika kadang ciwi-ciwi akan kesusahan membuka kebaya,tapi tidak dengan Rain.Bahkan dengan cepat Rain berganti dengan kaos serta celana treningnya. 


"Yank,kok masih diri disitu sih.. mau cium lagi"Raina nyembul dari belakang Ray menggoda sang suami yang hanya terdiam membisu. 


Rayyan gelagapan dan mencari kopernya yang berisi baju dan celana yang ia siapkan tadi.Rayyan ngibrit ke kamar mandi.Raina langsung tertawa melihat tingkah malu-malu sang suami. 


Lima menit menunggu,entah kenapa Ray belum juga keluar dari kamar mandi.Rain yang tengah bersantai di ranjang mendengar bunyi notifikasi.Ia meraih ponsel yang berada di Nakas. 


📩"Ray,please sekali saja.. Temui ayah" satu pesan dari Rebecca membuat Raina terkejut.Ray bertemu dengan ayahnya? Pikir Raina.


"Mertua gue"gumam Rain. 


Tanpa sadar Rayyan sudah berada disebelahnya dan langsung mengambil ponsel yang berada ditangan Raina sampai Rain pun kaget. 


"Yank,itu anu… "Rain tergagap untuk mengatakan pada Ray,tampak wajah Ray terlihat tak suka dan kesal. "Maaf,maaf aku udah buka chat kamu.. Aku gak sengaja"lanjut Rain tertunduk.Sebringas-bringasnya Rain ia akan minta maaf jika memang ia salah dan merasa salah.Kecuali jika ia tengah mengerjai abangnya,pantang untuknya minta maaf.Peace bang Edo 😁✌️.


Ray yang ikut merasa bersalah karna membuat idtrinya sedih langsung mendekati sang istri lalu memeluknya.


"Maaf aku jadi kesel sama kamu,padahal kamu gak salah apa-apa..Maaf dear"ucap Rayyan mengecup kening Raina. 


Raina menggeleng,ia tau jika sesuatu terjadi pada suaminya sikap Ray pasti berubah drastis.Ia memaklumi itu. 


"Bobo yuk.. ntar sore kita ke Hotel kan"ajak Rain lebih dulu.


(Woy kutilperawan kebalik woyy.. biasa juga cewek malu-malu dan yang ngajak biasa juga cowok.Ini kebalik markonah📢 - author tepuk jidat🤦)


"Aku capek"Setelah ia sadar ucapannya salah. 


Rain merebahkan dirinya lalu menepuk tempat disebelahnya untuk Ray tempati.Kedua manusia yang baru resmi menikah itu sama-sama tidur terlentang dengan tangan yang saling bertautan.


Keduanya menatap langit-langit kamar.


"Dear"panggil Ray tanpa mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamar. 


"Ya"sahut lembut Rain. 


"Kemarin aku ketemu dia.."ucap Ray lirih tapi Rain masih bisa mendengar. 


Rain menoleh pada sang suami,tapi pandangan Ray tak beralih. 


Tampak dada sang suami tertarik dalam lalu terdorong cepat,sangat terlihat jika begitu berat melanjutkan ucapannya. 


Rain langsung menggeser tubuhnya mendekati sang suami,sedikit terduduk dengan menyandarkan tubuhnya pada dinding ranjang lalu tangannya terulur memeluk sang suami dari samping.


Ray tersenyum,mengelus tangan mulus milik sang istri. 


"Kemarin aku sama Becca ke makam bunda dan aku ketemu sama dia disana"ucap Rayyan.


"Kok kamu gak ngajak aku"Rain langsung mode kesal "Ups.. lanjut aja deh dulu ceritanya,ntar ambyar lagi"lanjutnya lalu diam. 


Ray tersenyum lagi "Dia minta maaf sama aku,tapi susah banget buat aku maafin semuanya dear.Terlalu sakit disini"ucap Rayyan lagi menuntun tangan Rain pada dada kirinya. "Bahkan anak itu ada disana juga dan  memanggilku dengan sebutan kakak.Orang itu semakin tua,bahkan sekarang dia pakai bantuan kursi roda"lanjutnya.Ia pun menceritakan saat Rebecca terus membujuknya untuk sekali bertemu dengan Tuan Arjuna dan memaafkan ayahnya itu.Meski tadi terlihat keduanya baik-baik saja padahal tidak dihati mereka berdua,Rebecca dan Rayyan tak nyaman satu sama lain karna perdebatan kemarin.


"Aku harus gimana dear?"tanya Rayyan.


"Sini peluk aku,aku tau kamu butuh pelukan kan"sahut Rain membuat Rayyan menoleh,dengan sedikit naik ia menghambur ke pelukan sang istri.


Tangan Rain terulur meelus rambut sang suami "Sayang...Mungkin beliau memang benar-benar menyesal karna kebodohannya dulu dan sekarang tengah diberi hukuman yang sangat pantas,tapi sayang akan lebih baik jika kamu maafin beliau dan melepas semua dendam kamu pada beliau.Pernah gak sih kamu mikir,mungkin bunda disana sedih..Sangat sedih liat kamu yang memendam rasa sakit kamu terlalu lama.Memaafkan orang yang menyakiti kita bukan berarti kita kalah,tapi kita pemenang.Kita bisa mengalahkan semua rasa benci kita dan ikhlas dengan semua jalan takdir yang sudah digariskan Tuhan."Tutur Raina "Inget sayang,semua orang tak luput dari kesalahan dan khilaf.Termasuk kamu dan Aku duh.. kalo aku mah banyak khilafnya pasti"lanjutnya.Sungguh ia ingin sang suami terlepas dari belenggu masa lalu.Kata-kata terakhir Raina membuat Rayyan terkekeh dalam pelukan sang istri.


"Dih,malah ketawa.."cibir Rain. 


Rayyan mendongak melihat bibir Rain tengah mengerucut.


Cup 


"Aku bahagia punya kamu"ucap Rayyan setelah mengecup bibir yang manyun itu. "Aku akan coba seperti yang kamu bilang tadi"lanjutnya. 


Cup 


Rain ganti mengecup bibir sang suami.


"Aku lebih bahagia"sahut Raina."Kamu bikin aku jadi wanita paling bahagia,karna aku bisa kamu pilih buat dampingin kamu menjalani sisa waktu yang kita punya untuk menua bersama"lanjut Rain tersenyum teduh pada sang suami.


"Sweet banget sih,aku sampe meleleh dear"ucap Rayyan.


Raina terkekeh "Ngerasa gak sih,berasa kebalik deh kita.. Biasa juga cewek yang meleleh,tapi malah kamu yang meleleh sih"sahut Raina dan kedua manusia itu tertawa. 


Ray kembali mencium bibir sang istri tapi semakin intens.Ia mulai ******* dan mencec*p bibir ranum istrinya,Rain menyambutnya dengan ciuman yang sangat kaku.Bahkan Ray harus menggigit bibir bawah dan menahan tengkuk Rain untuk membuka akses bisa memperdalam ciuman mereka.


Entah siapa yang lebih dulu,Ray sudah berada diatas tubuh sang istri dengan bibir yang tak berhenti memagut.Tangan Rain pun sudah bertengger di leher sang suami.Ciuman memabukkan dan penuh cinta keduanya membuat sepasang pengantin baru itu membuat nafas keduanya memburu saat melepas ciuman mereka.


Tatapan keduanya bertemu,Rain tampak merona.Malu sendiri dengan apa yang baru terjadi. 


Cup 


Kembali Rayyan mencium bibir candu sang istri.


"Aku cinta sama kamu,cinta banget"ucap Rayyan 


"Aku lebih cinta Omte,cinta bangeeettt"sahut Raina lalu tersenyum menatap netra coklat sang suami. 


Rayyan berpindah ke samping,sebenarnya burung beonya tengah meronta tapi ia tak ingin melakukan sekarang.Cukup pemanasan aja,bisa-bisa nanti istrinya tak bisa jalan. 


Malam ini momen terindah untuk dirinya dan sang istri. 


Ia memeluk tubuh sang istri,Raina membalas pelukan sang suami dan membenamkan kepalanya pada dada bidang sang suami.


🌸


🌸


🌸


Entah berapa kali Emak dan yang lainnya mengetuk pintu kamar pengantin baru itu,tapi nihil tak ada respon dari dalam.


Emak dan tante Dian bahkan menempelkan telinganya di pintu.


"Kalian ngapain?"tanya bapak yang melihat tingkah aneh sang istri dan adik iparnya. 


"Sssttt.. jangan berisik bapak,ini lagi cari suara"sahut Emak.


"Suara apa?"tanya bapak lagi semakin mendekati sang istri. 


"Suara enak"sahut Emak membuat bapak geleng kepala,astaga istrinya dan iparnya ini memang benar-benar. 


"Mereka tidur,jangan diganggu"ucap Bapak lagi kembali melanjutkan jalan ke kamar Edo karna ada yang perlu dibicarakan. 


Emak perlahan menjauhkan telinganya dari pintu.


"Ish..sok tau"sahut emak kembali menempelkan telinga pads pintu. 


Cklek 


"Eh...eh….eh…."teriak emak dan tante Dian yang terdorong kedepan karna tiba-tiba pintu kamar Rain terbuka. 


"Emak.. Tante"panggil Rain dengan mata memicing "Kalian ngapain?"tanya Rain lagi. 


Emak dan Tante Dian malah cengengesan tepergok oleh pengantin baru tengah menguping. 


"Em-anu… itu"Tante Dian tergagap. 


"Emak sama tante mau bangunin kalian,ini udah jam berapa… Kali aja kalian lupa,saking enaknya"timpal emak dengan nyering.


Rain mengernyit bingung "Enak apaan?"


"Ritual enak lah"sahut Emak membuat Rain tiba-tiba sadar akan sesuatu. 


"Emak"teriak Rain membuat kedua wanita paruh baya menutup telinga mereka


"Hist.. jangan teriak dek,emak disini juga" 


"Emak kenapa sih.. Itu terus yang diomongin dari tadi" 


"Ya wajar lah,udah punya suami ini"sahut enteng emak.


"Pak,bawa istri bapak turun deh...ganggu Rain"ucap Rain pada bapak.


Dengan cepat bapak langsung merangkul sang istri untuk turun ke bawah,sebelumnya tante Dian lebih dulu turun setelah mendengar lengkingan suara Raina. 


"Jangan lanjut lagi,ntar aja habis acara lanjutnya.Kamu ntar gak bisa jalan"ucap emak lagi saat menoleh menggoda sang putri.


"Emak"rengek Raina sudah tak tahan dengan godaan emaknya sendiri.Untung saja Ray ada di kamar mandi sekarang,jika tidak sudah dipastikan suaminya akan salah tingkah mendengar ucapan mertuanya yang tanpa saringan itu. 


🌸


🌸


🌸


Ballroom hotel berbintang itu tengah ramai dengan para tamu yang menghadiri pernikahan Rayyan dan Raina.Foto prewedding keduanya terpampang jelas di depan ballroom hotel serta berbagai macam karangan bunga dari rekan bisnis bapak maupun bang Edo yang memberi selamat berjajar disana. 



Kedua mempelai yang sedang dipajang di pelaminan membalas semua ucapan selamat dari para tamu,gandengan tangan pun tak pernah Rain lepas dari lengan sang suami.Rayyan tampak gagah dan begitu tampan menggunakan tuxedo berwarna putih dengan pita kupu-kupu berwarna coklat.Sedangkan Raina tampak cantik dengan gaun mermaid wedding berwarna senada dengan sang suami ditambah mahkota di kepala membuat Raina tampak begitu cantik dan anggun.




Raina tampak nyaman dan terus mengembangkan senyum meski sempat berdebat saat make up tadi karna ia keukeuh ingin menggunakan sneakers alih-alih menggunakan high heels seperti pengantin pada umumnya.Tapi kembali,Ray mementingkan kebahagiaan sang istri hanya bisa menuruti keinginan Rain.Dan Edo serta Amel menjadi kacung kedua mempelai karna harus pergi membelikan sneakers Rain lebih dulu sebelum sampai ke Hotel.


Nuansa ballroom hotel yang diubah menjadi warna putih dengan hiasan beribu bunga pun membuat suasana acara semakin romantis,ditambah lagi dengan iringan lagu-lagu romantis yang mengalun indah mengiringi acara resepsi kedua mempelai.Membius semua tamu ikut dalam keromantisan sang pengantin. 


"Sahabatku,selamat atas pernikahanmu ya cantikku tampanku.Anggun banget ya.. pertahanin sampai acara selesai"ucap Amel mengingatkan dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.Edo disebelahnya meelus punggung kekasihnya yang terus melow dari acara akad nikah pagi tadi. "Semoga Tuhan selalu menjaga pernikahan kalian,terus bahagia bersama hingga akhir hayat dsn cepet nyetak ponakan buat gue"Doanya tulus mendoakan sang sahabat.Bahkan Amel sudah menangis dipelukan Raina.


"Aamiin"sahut Raina membalas pelukan sang sahabat dengan keadaan yang sama tengah berkaca-kaca.


Berpindah pada Rayyan,Amel mendoakan hal yang sama dan memperingatkan agar tak membuat sahabatnya itu sedih.


Edo pun memberi selamat pada sang adik "Selamat adik abang,akhirnya sekarang abang tenang udah ada yang akan jagain kamu terus 24 jam.Bahagia selalu dek,cuma itu yang abang inginkan"ucap bang Edo lalu mengecup kening sang adik.Raina pun langsung menghambur kepelukan bang Edo.


Berganti sekarang Niko "Cih.. gue males banget ini padahal,gue udah kena bully dari tadi malem gara-gara lu"ucap Niko "Tapi selamat ya anak gue,akhirnya lu sold out..Bahagia selalu,semoga pernikahan lu dilimpahi keberkahan."lanjutnya memeluk sang sahabat yang sudah ia anggap bagai saudara kandungnya sendiri. Rain menangis,Niko lelaki yang paling tau dirinya.Ia yang selalu menemani dirinya saat dia terpuruk.


"Om,jagain anak gue ya.. kalo bandel kasih tau biar gak bandel lagi,ini bocah masih perlu bimbingan.Kalo lu kesel sama ni bocah,gue mohon jangan keluarin kata-kata kasar ke dia.Dia berarti banget buat gue dan gue paling tau dia paling mudah sakit hati karna ucapan.Jaga dia,cintai dia sepenuh hati lu.Semoga pernikahan kalian langgeng sampai akhir hayat memisahkan"pesan Niko pada Rayyan.Karna ia benar-benar menyayangi Raina.


Dan kedua sahabatnya itu akhrinya turun setelah sesi foto-foto bersama.


Saat Mommy Amira dan Daddy Arka naik ke atas pelaminan membuat histeris Raina.Rain begitu menyayangi kedua orang tua sahabatnya itu seperti ia juga menyayangi orang tua Amel. 


"Mommy"panggil Rain langsung menghambur memeluk tubuh wanita paruh baya yang masih tampak sangat cantik.


"Aduh,anak mommy.. Selamat ya sayang,semoga pernikahan kalian dilimpahkan beribu kebahagiaan"ucap mommy Amira dengan tulus mendoakan.Rain pun meaminkan doa mommy. 


Mommy Amira pun pindah ke tempat Ray dan memeluk Ray juga,sudah menganggap Ray seperti putranya sendiri "Selamat Ray,akhirnya bisa halalin dia ya.Semoga pernikahan kalian berlimpah kebahagiaan"ucap mommy lagi pada Ray dan langsung diamini oleh Rayyan.


Daddy Arka pun memberi selamat juga pada keduanya.Sama seperti mommy,daddy pun mendoakan kebahagiaan selalu menyertai pernikahan keduanya.


Waktu pun terus berjalan,para tamu pun sebagian menikmati hidangan yang ada.Kedua sahabatnya tengah ngumpul dengan teman-teman Rain yang lainnya.


Teman-temannya Rain di club pun memberi selamat pada sepasang pengantin dan saat Robbin memberi wejangan nyeleneh pada sepasang pengantin baru itu langsung mendapatkan tabokan dari sang istri dan langsung menyeretnya turun.Sepasang pengantin baru itu hanya bisa tertawa melihat tingkah teman-temannya.Emak,Bapak serta keluarga yang lain sibuk menyapa para tamu undangan yang lebih dari 500 tamu undangan.


Sepasang pengantin itu turun dan menyambut para rekan bisnis bapak dan bang Edo. 


"Perkenalkan Tuan Aris,ini putri saya Raina dan ini menantu saya Rayyan."ucap bapak memperkenalkan pada Arista Andriawan beserta istri dan putra kembarnya. 


Rain dan Rayyan bersalaman bergantian pada sepasang suami istri yang tampak begitu romantis itu. 


"Ih gemesnya,siapa namanya sih ganteng"ucap Raina gemas melihat dua bocah yang digendong mama dan papanya itu.


"Ini Darwin dan Ini Darren"sahut wanita cantik dan elegan dengan dress panjang tanpa lengan berwarna peach yang menggendong putranya yang tampan dengan tuxedo berwarna maroon seperti kembarannya dan sang papa.


"Saya pernah bertemu dengan mereka,kira-kira dua tahun yang lalu di Cafe saya.. Benarkan bunda?"ucap Aris lalu menanyakan pada sang istri bahwa ingatannya tak salah. 


"Iya benar"sahut lembut istri Aris yang tak lain Jovanka.


"Kak Cecek"tiba-tiba wanita dengan perut buncit datang menghampiri dengan mengaitkan tangannya pada lengan lelaki disebelahnya. 


"Kak Rania.. Mas Ega"sahut Cecek sempat terkejut dan mengenali kliennya dulu. 


"Astaga,aku gak nyangka.. Yang nikah ini kakak,pantes aku kayak ngenalin orang di foto depan"ucap Rania yang tengah hamil itu.Kedua suami istri pun memberi selamat,karna mereka baru saja tiba.


"Bisa banget ya kak Cecek milihnya,cantik banget kayak boneka"cletuk ibu hamil itu lagi saat melihat Raina yang kalem saat ini. "Boleh dong dielusin perut aku,biar cantiknya nular"lanjutnya meminta Rain meelus perut buncitnya.


Ega dan Egy memutar mata jengah,ibu hamil ini terus merepotkan sang suami dan kembaran sang suami untuk memenuhi semua keinginannya pas hamil. 


Aris dan Jovanka hanya tersenyum melihat kembali kelakuan sang adik yang mulai aneh karna kehamilannya.


Rayyan ketar-ketir,tak tau saja ibu hamil ini bagaimana kelakuan sang istri.Astaga kenapa dia jadi gugup sendiri. 


"Dengan senang hati"sahut Raina mendekatkan tangannya pada ibu hamil itu dan meelusnya pelan "Semoga baby tumbuh dengan sehat,jadi kebanggaan mama papa ya baby"ucapnya lagi. 


"Aamiin"Rania meaminkan doa sang pengantin wanita itu.


Jovanka dan Rania pun tersenyum,wanita dihadapannya yang terus mengembangkan senyum itu sangat cantik,anggun dan baik hati.Bapak yang melihat putrinya sendiri tak menyangka putrinya bisa akrab dengan orang lain seperti ini. 


Kembali lagi sepasang pengantin itu menyapa para tamu,sekarang Ray mengajak Raina bertemu dengan para teman seprofesinya.


"Sayang,aku ke toilet bentar ya"izin Rain pada Rayyan.


Rayyan yang sedang mengobrol dengan teman-temannya meizinkan Rain pergi. 


Tiga menit berlalu,Ray mulai cemas sang istri tak kembali dari toilet.Ia pun berpamitan pada teman-temannya untuk mencari sang istri.


Hingga tiba-tiba lagu cinta yang sebelumnya mengalun tanpa jeda itu terhenti,berganti petikan gitar akustik mengalun merdu.Rayyan mulai mempercepat langkahnya. 


Degh! 


Ia melihat sang istri tengah duduk di kursi berwarna putih yang berada tengah ruangan. 


...Everyone can see...


...There's a change in me...


...They all say...


...I'm not the same kid I used to be...


Rain menghayati lagu yang ia nyanyikan,Ray bahkan tak menyangka jika Rain memberi kejutan indah seperti ini untuknya.Suara merdu Raina berhasil menghipnotis semua tamu hingga pandangan semua tamu menyorot padanya.


...Don't go out and play...


...I just dream all day...


...They don't know what's wrong with me...


...And I'm too shy to say...


...It's my first love...


...(Pandangan mereka beradu,Rain menatap penuh cinta pada sang suami)...


...What I'm dreaming of...


...When I go to bed...


...When I lay my head upon my pillow...


...Don't know what to do...


...My first love ...


...Thinks that I'm too young...


...He doesn't even know...


...Wish that I could show him what I'm feeling...


...Cause I'm feeling my first love...


...Mirror on the wall...


...Does he care at all?...


...Will he ever notice me...


...Could he ever fall?...


...Tell me, teddy bear...


...Why love is so unfair...


...Will I ever find a way...


...And answer to my pray...


...For my first love...


...What I dreaming of...


...When I go to bed...


...When I lay my head upon my pillow...


...Don't know what to do...


...My first love...


...Thinks that I'm too young...


...He doesn't even know...


...Wish that I could show him what I'm feeling...


...Cause I'm feeling my first love...


...My first love...


Rain tampak menikmati lagu yang ia nyanyikan khusus untuk cinta pertamanya,sang suami tercinta.Rayyan masih terpaku berdiri tak jauh dari sang istri hingga pandangan mereka beradu. 


Saling mengunci satu sama lain. 


Rayyan merentangkan tangannya,perlahan Rain meletakkan gitarnya pada kursi lalu berlari kecil menghampiri sang suami.


Greb 


"My first love,my husband.I love you Omte"ucap Raina membuat Rayyan tersenyum bahagia.


"Love you more my wife"sahut Rayyan dan pandangan keduanya kembali beradu dan ciuman manis diantara mereka terjadi disana,sepasang pengantin saling memagut dengan penuh cinta.Ditengah acara membuat teriak histeris para tamu terjadi,sorak Emak,Tante Dian,Tante Luiz dan Amel paling nyaring,apalagi para penghuni kos neng Amma yang turut diundang berisikan para jomblowan dan jomblowati disana meronta melihat hal romantis yang membuat mereka terhanyut,baper dan nyaris pingsan.


🌸


🌸


🌸


Setelah kejadian tadi yang membuat histeris para tamu,kembali suasana romantis semakin terasa saat lagu cinta kembali mengalun. 


Sepasang suami istri itu entah kapan selesainya acara menyapa tamu yang semakin membludak. 


Degh! 


Netra coklatnya menatap lurus pada tamu yang baru masuk ke Ballroom hotel dan sekarang tengah berjalan ke arahnya.Tamu itu bahkan tersenyum dari kejauhan padanya.


...💜💜💜...


...°TBC°...


...💜💜...


...Cuma mau bilang jangan lupa like,komen please.. komen kalian itu penting banget buat Amma....


...Dan lagi jangan lupa kasih hadiah boleh buat mereka biar amma makin semangat upnya 😍🥰💜...


...Salam Sayang dari Amma dan sepasang suami istri yang sudah SAH😅...