
Raina tampak kekenyangan dengan makan pesanan yang terlalu banyak bahkan Istri Kirman kenyang duluan melihat berbagai macam makanan di depannya.
"Eh,aku dari tadi mau nanya sama kalian..Gimana sih kalian kok punya pikiran buat nikah muda?"tanya Raina penasaran.Karna memang Kirman dan istrinya seumuran dengannya.Dan dengar-dengar Kirman dan istri menikah saat umur 17 tahun.
Istri Kirman nampak malu-malu untuk menceritakan,bahkan ia hanya tersipu.
"Ya udah cocok aja non,lagian kami gak bisa nerusin buat sekolah.. Kami yakin dengan menikah rezeki semakin nambah dan bisa saling melengkapi satu sama lain,lagian istri saya hidup cuma sama neneknya waktu itu.Jadi setelah neneknya meninggal saya langsung meminang dia"tutur Kirman.
"Keren.."ucap Raina meacungkan dua jempolnya.
"Saya juga sangat beruntung saat 2 tahun yang lalu paman saya menawarkan pekerjaan untuk menggantikan beliau di rumah non Rain,saya dan istri sangat bahagia Apalagi keluarga non baik banget sama saya dan istri"tutur Kirman lagi.
"Ini gak dalam mode nyogok kan lu Man?"Rain memicing.
"Gak lah Non,mana berani saya.. Itu jujur dari hati saya"sahut Kirman.
"Serius amat,nyantai aja lagi.Gue becanda"ucap Raina. "Istri lu kenapa gak lua ajak kerja aja dirumah.. Dari pada diem bae dirumah kan suntuk juga,kalau emak tau pasti emak bolehin kok"lanjut Rain.
"Saya gak tega liat istri saya ikut banting tulang,cukup dia dirumah nunggu saya pulang dan saat saya pulang ngasih senyum ke saya itu udah sangat membantu saya untuk lebih semangat mengais rezeki"sahut Kirman menggenggam tangan sang istri.
"Oh my God.. kalo Amel denger kata-kata lu udah gue pastiin dia histeris dah"ucap Rain terkekeh,tak menyangka Kirman begitu sweet pada sang istri. "Gue berharap pernikahan gue bakal kayak kalian"lanjut Rain benar-benar berharap.Jujur saja Rain sebenarnya sempat ragu,bahkan ia sempat akan mundur karna takut ia tak bisa membahagiakan Ray sebagai istri.Tapi ucapan Kirman membuat ia memantapkan kembali niatnya dan ia yakin dirinya dan Ray akan bisa melewati semua rintangan rumah tangga mereka karna sekali lagi menikah adalah ibadah dan anugerah dari Tuhan.
"Saya mendoakan pernikahan non sama tuan Ray dilimpahi banyak kebahagiaan non"sahut Kirman mendoakan nonanya ini.
Rain mengangguk sambil tersenyum. "Yaudah yuk,udah pada kenyang kan? Kita lanjut cari baju buat lu"ucap Raina beranjak dari duduknya.
"Non gak usah.. ini sudah terlalu banyak"tolak Kirman lagi.
"Gak ada penolakan Man,besok nikahan gue..Gue mau semua orang yang kerja dirumah gue ikut acara bahagia gue.Gak ada yang boleh kerja,gue udah bilang ke emak masalah ini.Dan sekarang gue mau lu cari baju buat besok"ucap Raina lagi.Ia berjalan lebih dulu meninggalkan sepasang suami istri yang ngintil bak anak ayam di belakang Raina.
🌸
🌸
🌸
Jangan ditanya lagi bagaimana gaduhnya kediaman Syahreza saat ini.Setelah kepergian Rain serta Kirman dan Istri,ketiga manusia itu tengah viral di sosmed karna kejadian di butik ternama itu.
Bahkan saat Rain datang ke rumah,emak langsung menyambut dengan ribuan pertanyaan.
"Kok bisa sih dek sampai kaya tadi? Terus istri Kirman gimana?"tanya Emak.Rain duduk diruang keluarga bersama keluarga besarnya.Seakan semua menanti penjelasan Rain,gadis itu malah tertawa melihat wajah tegang semua keluarga besarnya.
"Rain kesel aja mak,ada aja masih orang yang memandang orang lain dengan sebelah mata gitu.Gemes banget lah Rain"tutur Raina.
"Emak bangga sama kamu.. Gak nyangka anak emak bisa bela orang lain"
"Jelaslah,harus dong kalo ada yang ditindas selama kita bisa bela kenapa gak.. tapi tunggu deh,yang videoin siapa yah?"Rain bertanya-tanya.
"Gak usah dipikirin,yang penting emak bangga sama kamu.. "sahut Emak.Karna emak dulu juga dari kalangan bawah,ia bahkan dulu sering dicemooh karna hidup sebagai orang miskin.Tapi semuanya berubah saat emak dilamar oleh mahasiswa blasteran yang sering membeli rujak ditempat emak berjualan saat membantu sang ibu.
Mendapat mertua yang begitu baik sekali pada emak juga bonus dari Tuhan untuk emak,berkali-kali emak terus bersyukur akhirnya sekarang memiliki hidup yang layak dan keluarga yang harmonis.
"Bentar dek,tapi tadi kamu beliin Kirman sama istrinya gak nyuruh mereka ngutang ke kamu kan?"tanya Emak menyelidik.
Rain langsung menegakkan badannya tak terima kecurigaan sang emak.
"Gak lah,gila apa Rain minta mereka ngutang.Rain tuh mau mereka besok juga dateng ke acara Rain,jadi apa salahnya sih Rain beliin mereka baju buat besok.iyakan,iyakan..Lagian mereka juga baik udah mau nemenin Rain jalan"tutur Rain lagi.
"Rain kalo gitu jajanin gue juga"teriak Berta sepupu plus musuh bebuyutannya.
"Dih,siapa lu minta duit ke gue.. Sorry sorry ulala ya"sahut Raina
"Dasar medit"
"Jelas kalo sama lu harus pelit"
"Dasar mak lampir"teriak Berta.
"Dasar grandong"sahut Rain juga dengan berteriak.
"Udah jangan pada ngatain satu sama lain..Mak lampir sama Grandong tuh satu keluarga,sama kayak kalian.Pada diem aja dah"ucap Emak menjelaskan.
Membuat kedua manusia yang tengah berdebat itu terdiam.
🌸
🌸
🌸
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam,Amel dan Niko memutuskan untuk menginap di rumah Rain karna ingin menghabiskan waktu dengan sahabatnya ini.
Tok
Tok
Suara ketukan terdengar saat Rain dan Niko tengah main ps dikamar Rain bersama dengan Amel yang menonton dari Ranjang.
"Masuk"teriak Rain dengan mata yang masih tertuju pada layar Tv flat itu.
"Rain yang mahendi kamu udah dateng,udah cukup mainnya"ucap mbak Ines di ambang pintu.
"Suruh kesini aja,aku sambil main ps"sahut Raina masih dengan menatap layar TV.
"Heh,kutilperawan.. yang namanya mahendhi mana bisa sambil ngegame sih,udah stop.. Turun sana orangnya di bawah"ucap Mbak Ines lagi lalu pergi meninggalkan ketiga sahabat itu.
"Udah ayo turun,kita matiin aja.. ntar kalo udah selesai kita main lagi,kita begadang sampai pagi"ucap Niko dengan meiming-imingi Rain bak bocah.
"Apaan sih lu Nik malah ngejerumusin dia"timpal Amel mendorong lengan Niko.Niko hanya terkekeh karna kekesalan miss perfect itu.
Dengan kesal Raina turun diikuti oleh Niko dan Amel.Saat berada di ruang keluarga ia bertemu dengan wanita cantik keturunan Arab yang tengah duduk manis berbincang dengan mbak Ines.
"Ayo mulai"ucap Rain tanpa basa basi.
Wanita itu tersenyum dan duduk di karpet bulu bersama Raina,meletakkan tangan Rain pada meja yang sudsh disiapkan.
"Mbak lagi halangan apa gak?"
"Buat apa nanya begituan"sahut Rain tak terima.
"Jawab aja sih Rain gak usah balik nanya,mbak tuh mau kuku kamu di hiasin sama pernak pernik lucu ini..Makanya dia nanya"timpal mbak Ines.
Raina pun mengangguk,memang ia tengah halangan dari kemarin lusa.
"Wah,si om bakal puasa kalo gitu"cletuk Niko dengan memeluk toples snack dan memakannya mengundang tawa semua orang yang berada disana.
Rain mengulurkan jari-jarinya dan si wanita itu pun memulai pekerjaannya.Kuku-kuku Rain yang tak pernah panjang sebelumnya dipasangi kuku palsu serta taburan mutiara diatasnya.Rain yang memang tak berminat hanya menguap beberapa kali karna ngantuk jika disuruh berdiam seperti ini.
"Rain jangan tidur..Nih makan gue suapin"ucap Amel meyuapkan Raina makanan,Amel tadi sedang menyiapkan makan juga untuk sang calon suami yang tengah bekerja di Kamar sedari sore tadi.
"Perhatian banget ya sama calon adik ipar"cletuk tante Dian yang duduk bersama Emak dan saudara yang lain tak jauh dari calon manten.
"Tante bisa aja,tante tuh gak tau aja dia emang suka banget minta disuapin.. Bukan sama aku aja,sama Niko juga"sahut Amel.Niko pun mengangguk setuju karna Rain memang begitu manja pada kedua sahabatnya itu.
Tante Dian tersenyum.
"Suka banget nyusahin orang lain"timpal emak.
"Gapapa mak,itung-itung belajar punya anak.. Ntar kalo udah nikah gak canggung lagi"sahut Niko senyum pepsodent.
Rain langsung mendelikkan matanya menatap Niko "Gaya lu.. Emang ada calonnya,sama Jamu aja gak tau lanjutannya gimana.Dasar jomblo"cibir Rain pada Niko.
"Ck.. gak usah buka kartu juga,mulut lu gue lakban baru tau rasa"gemas Niko membuat yang lain tertawa.Bahkan Niko benar-benar mencubit bibir Raina yang tadi mencibirnya.
🌸
🌸
🌸
Setengah jam berlalu,dengan segala ocehan calon pengantin bersama para sahabatnya ditambah dengan Edo yang datang dan mendapat bullyan lagi dari sang adik karna boxer spidermannya tak terasa acara mani-pedi Nail Art Bride Raina sudah selesai.
"Udah selesai..Lanjut henna ya kak"ucap wanita yang mulai menyiapkan alatnya untuk memahendhi tangan Rain.
"Astaga kuku gue.. kenapa begini"ucap Rain heboh."Mak,liat deh.. nih begimana caranya Rain ntar cebok kalo pup coba"Lanjut Rain meangkat kedua tangannya menunjukkan pada emak.Membuat gelak tawa kembali menggema.
Plak
"Hist.. berisik dek,ya usaha lah begimana caranya.Bikin malu aja,udik gak ketulungan"mbak Ines mendaratkan pukulannya pada lengan Rain.
"Ya kan aku terkejoet mbak"ucap Rain "Kak,btw ini berlian bisa dijual gak,mayan nih buat tambahan modal beli motor"lanjut Rain bertanya pada wanita yang memahendhinya.
Wanita itu hanya tersenyum kikuk bingung harus menyahut seperti apa pada calon pengantin yang paling unik ini.Baru kali ini ada customernya seperti ini.
Emak semakin dibuat geleng kepala karna tingkah Rain.
"Stop… stop"sahut Rain sebelum wanita itu membubuhkan hennanya membuat wanita itu kembali mendongak "Request gambarnya naga sama singa bisa"ucap Rain membuat semua orang melotot tak percaya,bahkan Niko yang sedang minum langsung tersedak hingga terbatuk-batuk.Tak beda jauh dengan Edo yang langsung terjengkang lepas saat berpegangan di kursi mendengar cletukan adiknya.
"RAINA DIEM!!!"teriak Emak sudah tak tahan ucapan putrinya ini memang bikin pusing. Rain langsung melipat bibirnya mengdengar lengkingan emejing dari emak.
Selanjutnya tawa semua orang pecah,membayangkan mahendhi bentuk naga dan singa nemplok disana.
🌸
🌸
🌸
Jika di kediaman Syahreza tengah heboh dengan cletukan-cletukan Raina beda halnya di Apartement milik Rayyan.Meski sang kakak menyuruh dirinya untuk menginap di kediaman kakak iparnya tapi Rayyan menolak karna sekarang Arman dan istrinya tengah menginap di Apartementnya.
Arman bingung melihat sahabatnya yang mondar mandir seperti setrikaan dan bolak balik ke kamar mandi.
"Lu kenapa si Ray?"tanya Arman.
Rayyan menoleh "Gak tau juga,perasaan gue nano-nano gini.. Gundah gulana gue"
"Apa yang bikin lu gundah?"tanya Arman.
"Gak tau juga,besok gimana ya kalo gue salah ngomong"
"Paling juga dipecat jadi calon suami sama titisan Kancil"sahut Arman terkekeh,ia pun merangkul sang sahabat untuk duduk di Sofa bersama "Gini...Gini.. Darimana lu gundah masalah ijab qabul,mending lu belajar sama gue masalah ngadon.Lu pasti belum tau yang baik dan benar kan"lanjut Arman dengan menaik turunkan alisnya.
Rayyan melotot dan langsung menonyor kepala sahabat koplaknya "Dasar setan.. otak lu ngadon mulu,tanpa dilajarin juga insting gue bakal jalan"ucap Rayyan lalu terkekeh.
"Anjir.. beneran udah normal balik lu"sahut Arman yang percaya sekarang jika sahabatnya sudah kembali normal.
"Lu masih belum percaya?"tanya Rayyan memicing.
"Ya,percaya gak percaya lah.. Lu kena cium sama titisan Kancil aja udah lemes gimana kalo pas MP" semakin tanpa filter saja Arman berbicara.
"Gak usah lu bayangin juga"tonyor Rayyan kembali.Membuat tawa Arman pecah,Rayyan sudah blushing sendiri.
Setelah Arman bisa menormalkan kembali tawanya,ia menanyakan kejadian tadi siang.Ekspresi Rayyan langsung berubah drastis.
...Flashback On ...
Siang hari saat Rain tengah asik shopping bersama dengan Kirman dan Istri,beda halnya dengan Rayyan.Sekarang Ray tengah berada didalam mobil bersama Aldi dan Rebecca serta putrinya.
Mobil Alphart melaju dengan kecepatan sedang menuju ke TPU yang lumayan jauh dari Apartement Rayyan.Sampai pada gerbang TPU itu,Rayyan tampak menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan kasar.
Setelah kematian sang bunda,ini kali pertama Ray berziarah.Setiap Ray mencoba untuk datang ke makam sang bunda,perasaan yang mengganjal serta sesak didada membuat ia meurungkan niat.Karna desakan sang kakak untuk meminta restu pada bundanya meski beliau sudah tiada membuat hati Rayyan luluh dan nekat pergi bersama.
"Ayo dek"ajak Rebecca yang sudah turun lebih dulu dengan membawa buket bunga tulip kesukaan sang bunda.Suami Rebecca sendiri tengah menggendong putrinya yang sibuk memainkan bonekanya.
Rayyan menoleh pada Rebecca lalu mengangguk.Keempat manusia itu berjalan masuk kedalam TPU dengan Rebecca yang memeluk lengan Rayyan.
Sangat terasa lengan Rayyan terus bergetar dengan keringat dingin mulai keluar,Rebecca merasakan itu.Ia memaksakan senyumnya melihat sang adik.
Sampai pada sebuah nisan dengan nama yang tak asing bagi mereka,Inge Maheswari nama sang bunda yang tertera disana.Keadaan makam yang tak terawat membuat Rebecca sedih dan merasa bersalah,tapi yang mengundang penasaran Rebecca ada beberapa buket bunga yang layu disana.Entah kenapa tak dibersihkan oleh pihak pemakaman.
Ketiga manusia itu bersimpuh disamping makam sang bunda,Rayyan langsung menangis.Hatinya kembali hancur,kenangan dulu saat melihat detik-detik kematian sang bunda berputar dikepalanya.
"Bunda maafkan Ray"ucapnya lirih.
Rebecca meelus punggung sang adik menguatkan "Sabar,bunda sudah tenang.Kita kasih doa buat bunda ya"ucap Rebecca lembut.
Rayyan yang sudah bisa mengendalikan tangisnya mulai menatap dalam peristirahatan terakhir bundanya dan ketiganya pun memanjatkan doa untuk bunda Inge.
"Uncle,mommy tenapa nanis daddy?"tanya bocah cilik yang berada di gendongan Aldi.
Aldi menatap putrinya yang masih belum paham dengan keadaan yang ada,ia pun tersenyum "Mommy sama uncle rindu grandma sayang"sahut Aldi.
"Lindu? Emang glandma dimana dad?"tanyanya lagi.
"Grandma udah di Surga sayang"
"Call glandma daddy,glandma kan punya hp"ucap lucu bocah cilik itu membuat Aldi terkekeh.
"Disurga sana gak ada hp sayang,kalo kangen cuma doa aja yang bisa di kirimkan buat glandma.Kamu juga doain glandma ya"
Dengan serius bocah cilik itu mengangguk lalu menengadahkan kedua tangannya "Bismillahirrahmanirrahim.. Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar.Aamiin"ucap bocah cilik itu malah mengundang tawa sang ayah yang mendengar.Aldi dengan cepat menutup mulutnya sendiri.
GUBRAKKK
"Hey,itu bukan doanya.. itu doa sebelum makan,ayo kakak ikut daddy kesana Kita biarin mommy sama uncle disini dulu"sahut Aldi sudah tak tahan untuk tertawa karna doa sang putri yang malah membaca doa sebelum makan.
Untung saja Rebecca serta Rayyan tak mendengar cletukan putra Rebecca itu,jika mendenger bisa dipastikan momen sedih jadi ambyar.
🌸
🌸
🌸
Setelah selesai memanjatkan doa untuk sang bunda,Ray dan Rebecca hanya duduk diam memandang nisan sang bunda.
"Bunda,ini bunga kesukaan bunda.Maaf Becca jarang sekali kesini"ucap Rebecca dengan meletakkan buket bunga itu didepan nisan sang bunda.Tangannya pun kembali membersihkan rerumputan yang tumbuh dipingiran makam."Bunda,Becca mengajak Ray kesini.Ray kita kembali bun,Becca harap bunda tenang disana."lanjutnya menggenggam jemari sang adik.
Air mata Ray kembali meleleh,sekuat tenaga ia mencoba untuk tak menangis di hadapan pusara sang bunda.Tapi air matanya terus mengalir seperti kran yang tengah dibuka.
"Bunda"panggil Rayyan. "Ini Ray bunda"ucapnya lagi,ia melepas genggaman sang kakak dan memeluk nisan bundanya.
"Bunda maafin Ray yang masih terbelenggu dengan kejadian dimasa lalu.Ray belum bisa damai dengan semua bunda,Ray rindu bunda.. hiks...hiks…"racau Rayyan dengan menangis,Rebecca kembali memusut pelan punggung sang adik.
"Kakak tinggal kesana ya dulu ya,gapapa kan?"tanya Rebecca ingin memberi waktu sang adik bersama dengan bunda.
Rayyan mengangguk lemah.
Rayyan kembali menghapus air matanya "Bunda,Ray punya kabar baik buat bunda.. Ray besok akan menikah dengan wanita yang sangat Ray cinta,dia gadis yang unik yang pernah Ray temui.Restui pernikahan Ray bunda,karna hanya restu bunda yang Ray inginkan"ucap Rayyan mencoba untuk tersenyum.Hari yang mendung dan sebelumnya berangin mendadak Ray merasa tubuhnya menghangat.Ia merasakan kehadiran sang bunda bersamanya membuat hati Ray menghangat.
Setengah jam Ray terus bercerita sambil membersihkan makam sang bunda,Ray pun memutuskan untuk kembali.Ia menghampiri sang kakak dan kakak ipar serta keponakannya yang berdiri di pendopo tak jauh dari tempatnya.
"Ayo kak kita pulang,kayaknya mau hujan.. Kasian Bianca"ucap Rayyan,wajahnya sudah kacau karna menangis.
Rebecca pun kembali menggandeng sang adik lalu. berjalan beriringan dengan suami serta putrinya.
Degh!
Jantung Rayyan berpacu dengan cepat,dadanya terasa sangat sesak melebihi perasaanya tadi saat datang di pemakaman.Keempatnya berdiri mematung menatap orang yang berjalan masuk ke pemakaman dengan memakai kursi roda,serta bocah cilik yang berjalan bergandengan dengan lelaki tegap yang berada disebelah bocah itu.
Mata mereka bersirobok.
Manusia yang duduk di kursi roda itu pun ikut mematung,tak menyangka akan bertemu dengan Ray serta Rebecca disini.
Cletukan bocah cilik yang berada disebelah membuat keempat manusia itu menoleh kehadapannya.
"Kakak"panggil bocah itu,bahkan ia berlari menghampiri Rebecca dan Rayyan. "Akhirnya aku bisa bertemu kalian"ucapnya lagi membuat Rebecca dan Rayyan saling pandang.
Denyut nyeri didada Rayyan semakin terasa saat bocah cilik itu menyebutnya dengan sebutan kakak.
Ya.. yang berada dihadapan mereka adalah tuan Arjuna Sanjaya yang tak lain ayah dari Rebecca dsn Rayyan.
Tanpa membalas sapaan bocah cilik itu Rayyan langsung menarik tangannya yang dipegang oleh bocah itu dan pergi lebih dulu dari sana.
"Maafkan ayah Ray"ucap Tuan Arjuna saat Ray berjalan disampingnya.
Rayyan menghentikan langkahnya lalu menoleh "Saya tidak mengenal anda dan saya tidak memiliki ayah"ucapnya lalu berlalu untuk masuk kedalam mobil lebih dulu.
Hatinya yang sempat tenang karna bisa menghampiri makam sang bunda sekarang kembali hancur karna bertemu dengan ayahnya yang tak pernah Rayyan inginkan.
...Flashback Off ...
...💜💜💜...
...°TBC°...
...💜💜...
...Yang tanya Visual emak udah ada ya di part visual...
...💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...
...Boleh juga lho kalo kalian mau share cerita ini ke temen,saudara kalian biar novel Omte makin Rame 🤗🥰...
...Sekali lagi ya,jangan lupa votenya men temen.Bantu Amma naikin rank 🤗🤗...