You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Sesi Curhat



Dengan kecepatan diatas rata-rata Edo kalut melajukan mobilnya,ia marah,kesal pada dirinya sendiri.Ia tak rela Amel dipeluk oleh laki-laki lain.Ingin sekali dia menghampiri keduanya dan memberi pukulan membabi buta untuk laki-laki itu tapi ia takut Amel semakin benci padanya.


Tiba-tiba ponselnya bergetar di jas miliknya membuat Edo meminggirkan mobilnya dengan kasar.Terlihat nama sang emak tersayang tengah memanggilnya.


"Ehem..ehem…"Edo berdehem mencoba menetralkan amarahnya.


"Assalamu'alaikum mak"


"Waalaikumsalam.. Abang lagi dimana bang?"


"Lagi dijalan mak,habis ketemu sama klien.. Ada apa mak?" 


"Abang pulang ya.. anterin emak ke rumah bulek Dian,emak mau ngurusin buat acara Rain.Tadi emak udah izinin abang ke Bapak"


"Iya.. Edo jalan pulang ya mak.Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"sahut emak lalu panggilan dimatikan.


Edo menyandarkan kepala,ia baru ingat jika sebentar lagi adik bungsunya melakukan lamaran.Tapi hubungannya dengan sang adik masih belum dikatakan baik-baik saja.Bahkan ia selalu menghindar dari sang adik,ia takut melihat tatapan benci dari adik bungsunya.


"Gue harus minta maaf sama Rain.. Gak bisa gini terus"monolognya.Ia menghidupi kembali mobilnya menuju ke Rumah. 


🌸


🌸


🌸


Sesampainya dirumah,Edo berlari kecil untuk masuk mencari keberadaan sang adik.


"Semoga Rain ada"batinnya saat mencapai handle pintu utama. 


Cklek 


Saat ia masuk,yang dapat ia lihat tubuh adiknya tengah tertidur sambil tengkurap di sofa ruang tamu.Edo tersenyum samar,ini kali pertama setelah sekian lama tak pernah melihat adiknya yang tidur di sembarang tempat.


Edo duduk di meja ruang tamu,melihat adiknya yang nampak kelelahan.Dapat dilihat dari air liur yang keluar hingga menjadi sebuah pulau,jika emak tau sudah dapat dipastikan Sofa langsung diganti dengan Sofa yang baru.Rejeki bibi atau pekerja yang lain yang mengais rezeki di rumah ini,akan mendapat barang-barang yang masih sangat layak pakai dibawa pulang. 


"Eerrgghh… "Terdengar lenguhan dari sang adik sepertinya gadis ini mulai tersadar.


"Setan"teriak adiknya tiba-tiba seketika membuat telinga Edo berdengung.


Bruk 


Rain terjatuh tengkurap dihadapannya.Sebentar,apa yang dikatakan adiknya tadi.Setan? Yang benar saja,memang ada setan setampan dirinya pikir Edo kepedean.


"Kamu ngatain abang setan Rain?"tanyanya. 


Adiknya itu terdiam,ia mencoba membangunkan sang adik dengan meraih kedua bahu dan menariknya untuk kembali duduk. 


Mata mereka berdua bertemu,entah kenapa rasanya sangat canggung setelah apa yang terjadi pada mereka.Terutama Edo. 


Rain bingung untuk memulai percakapan.Saat mulutnya ingin mengatakan sesuatu,tiba-tiba ucapan Edo membuat Rain mengerjap beberapa kali. 


"Dek.. bantu abang dapetin hati Amel lagi"mohon Edo tiba-tiba dengan mengenggam tangannya.


Raina mengernyitkan alisnya. "Gak salah?"tanya balik Raina. 


Pertanyaan balik dari Rain membuat Edo tersadar,alih-alih meminta maaf pada sang adik kenapa ia malah meminta tolong,ia benar-benar menjadi orang bodoh jika bersinggungan dengan cinta.Seperti gilanya ia sekarang mencintai Amel"Maaf sebelumnya...Maafin abang karna abang udah bikin kamu menderita selama ini dek.. Abang tau kesalahan abang gak layak buat kamu maafin.Tapi dek,abang putus asa.. "ucapnya masih menggenggam tangan sang adik.


"Abang ngomong apa.. Rain gak paham,otak Rain masih ketinggalan dilantai.. Bentar Rain ambil"sahut Rain langsung menunduk seakan meambil sesuatu lalu mengetukkan ke kepalanya.Hais,sudah berapa lama ia tak melihat tingkah nyeleneh adiknya ini.Edo tersenyum gemas sendiri.


"Udah..Rain nyimak omongan abang.Buru curhat lagi"ucap Rain lagi melipat kedua kakinya diatas sofa.Bukankah Rain sudah pernah bilang jika ia memaafkan semua kesalahan orang yang menyakitinya.Karna Raina lebih suka hidup damai tanpa permusuhan.Hidup damai. 


Edo dibuat salah tingkah,betapa baiknya adik bungsunya ini seakan melupakan kesalahannya dan kembali bersedia menjadi teman curhatnya. 


"Amel.."ucap Edo "Amel dekat sama cowok.. abang sakit hati liatnya,abang gak rela Amel sama lelaki lain" 


Rain terkekeh "Rain boleh ngomong sebagai sahabat Amel gak bang?"tanya Raina. 


Edo mengangguk. 


Rain menyeringai. 


Plak


Plak


Dua tamparan mendarat kembali di kedua pipi Edo,Edo terkejut mendapat tamparan sang adik yang ternyata amat sangat cukup keras.


"Ini yang pengen Rain lakuin ke Abang saat tau apa yang abang lakuin sama Amel sahabat Rain.Dan ini mewakili para readers yang dendam ke abang"ucap Raina dengan tersenyum puas.


(Mantap Rain-Author tertawa jahat) 


"Mau nambah lagi bang?"tawar Raina sambil tersenyum jahil.Sedangkan Edo memegangi kedua pipinya yang masih terasa panas karna tamparan sang adik.


Edo mendelik kesal "Sakit banget dek" 


"Gak seberapa dengan apa yang abang lakuin ke Amel.. "sahut Raina santai. "So,kenapa sekarang menginginkan Amel lagi.Bukannya dulu abang yang ninggalin Amel?"lanjutnya bertanya. 


"Abang menyesal dek.. Abang nyesel udah nyakitin Amel"ucap Edo penuh sesal.


Puk...puk… Raina menepuk bahu sang abang "Penyesalan emang datangnya terakhir bang.. Kalo datangnya awal pembukaan namanya bang"sahut Rain dengan wajah serius.Heh.. gadis ini emang selalu ada saja jawabannya yang pasti nyleneh.


"Dek.. abang serius" 


"Iya.. aku juga jawabnya serius bang,aku bumbui perumpamaan sekalian biar abang pinter dikit"sahutnya. "Emang apa sih yang buat abang dulu sampai tega nyakitin Amel?"tanyanya lagi. 


Edo pun menceritakan tentang yang sebenarnya terjadi versi darinya pada Raina.


...Flashback...


Saat Edo dan Amel resmi menjalin hubungan,tiba-tiba saja ia  mendapatkan panggilan dari Putri.Terdengar tangisan pilu dari Putri membuat Edo khawatir,ia pun mengemudikan mobilnya ketempat Putri berada.


Putri menceritakan pada Edo bahwa ia baru bertemu dengan mantan suami serta putranya,Putri ingin memiliki waktu sebentar dengan sang buah hati ditolak mentah-mentah oleh mantan suami membuatnya sedih dan merasa sendiri.Saat Putri memintanya berjanji untuk tak meninggalkan wanita itu dan selalu ada untuknya dengan cepat Edo iyakan tanpa sadar ada gadis yang baru menjadi kekasihnya.Meski tingkah Putri membuat kekasihnya memberengut kesal di kursi belakang tapi Edo membiarkan,mungkin karna wanita ini sedang sedih jadi bertingkah seperti ini.Ia akan menjelaskan pada kekasihnya nanti.


Sampai pada Apartemen Putri,Edo meantar wanita itu sampai ke lobby dan pernyataan cinta Putri yang tiba-tiba membuat Edo blank.Ia tak mungkin menjadikan Putri kekasihnya karna ia sudah meanggap Putri seperti adiknya sendiri.Tapi dilihat dari keadaan Putri sekarang membuat ia tak tega untuk menolak.Apalagi wanita itu memohon padanya,mengingat memang hanya dirinya yang Putri punya karna yang ia tau keluarganya berada jauh di kampung.Sejenak Edo melirik kekasihnya yang berada didalam mobil.Karna kaca hitam mobilnya membuat ia tak tau apa yang kekasihnya lakukan.Ia hanya berharap kekasihnya tak mendengar atau melihat kearah dirinya.Dengan terpaksa Edo meiyakan ajakan Putri dan berjanji tak akan meninggalkan wanita itu,tanpa aba-aba..Tiba-tiba saja Putri langsung mengalungkan tangannya ke leher miliknya dan mencium bibirnya.Edo dengan cepat meraih pinggang Putri untuk memundurkan wanita itu.Ia takut kekasihnya melihat adegan itu yang akan membuat kesalahpahaman diantara mereka berdua.


Setelah Putri masuk,Edo dengan merapalkan doanya berharap Amel akan mengerti dan tak marah dengannya tapi saat membuka pintu mobil membuat Edo mengusap wajah kasar.Kekasihnya tak ada disana,Amel tak ada didalam mobil.Ia menjenggut kepalanya kasar,pasti Amel melihat saat Putri mencium dirinya.Edo berteriak marah pada dirinya sendiri,membenturkan beberapa kali kepalanya ke stir mobil.


Berhari-hari Edo mendatangi ke rumah Amel,tapi nihil gadis itu tak memberi akses untuk masuk dan bahkan ponselnya tak dapat dihubungi lagi.Edo menyerah,ia sadar jika terlalu menyakiti Amel dan ia merelakan Amel pergi dari hidupnya. 


...Flashback Off ...


Rain mengangguk-anggukan kepalanya seakan mengerti semua cerita Edo.


"Pait...Pait...Pait…"ucap Rain "Abangnya juga jadi cowok lemah banget.. Brengs*k lagi"ucapnya lagi terang-terangan. 


"Rain.."ingatkan Edo pada Rain yang tengah mengumpat. 


"Ups.. gapapa lah,ini kan sesi curhat.. Anggap aja kita temen kalo pas lagi curhat bang,jadi mengumpat gitu diperbolehkan"ucap Raina seenak jidat.


Edo jadi berfikir,ada faedahnya gak sih dia curhat dengan adiknya ini pikir Edo kenapa dari tadi adiknya hanya menyiksa dirinya dengan menampar serta terang-terangan mengumpat padanya.


Tapi entah kenapa juga Edo tak bisa membalas ucapan adiknya ini karna adiknya ada benarnya juga.Nah.. itu nyadar 🙄.


"Jadi gimana.. Kamu mau bantu abang kan buat baikan sama Amel?"tanya Edo.


"Kalo menurut aku ya bang.. Abang ikhlasin aja deh Amel buat cowok lain,Karna sakit yang abang torehkan buat Amel itu dalem banget.Rain ragu Amel bisa buka kembali hati dia buat abang.Amel itu anaknya paling rapuh kalo masalah hati bang"tutur Raina memberi saran.Karna ia juga tak mau jika sahabatnya kembali sakit hati.Rain kerpet siapa saja yang bikin sahabatnya sedih meskipun orang itu abangnya sendiri.


Edo menghembuskan nafas kasar,ternyata sang adik tak memberi dukungan padanya.Ia meraih wajahnya yang mengusap kasar. "Tapi abang gak rela Amel dimiliki cowok lain dek… Abang beneran cinta sama Amel" 


"Abang nyesel.. abang nyesel udah nyia-nyiain Amel" 


"Harus.. harus nyesel,apalagi yang disia-siain cewek cantik plus baik kayak sahabat aku itu.. Pantaslah kalo abang nyesel"


"Terus abang harus gimana?"tanya Edo lagi. 


"Usahalah bang kalo gak ya ikhlasin" 


"Abang bakal usaha,tapi bantu abang dek"pinta Edo. 


Rain menggeleng "Abang usaha sendiri lah.. Rain gak bisa bantu,kecuali emang Amelnya masih ada rasa sama abang.Tapi kalo gak,Rain angkat tangan"tutur Raina meangkat kedua tangannya. 


Belum sempat Edo membalas ucapan adiknya,suara emak dari arah belakang mereka membuat pembicaraan mereka berdua terputus.


"Udah akur?"tanya Emak berjalan ke arah mereka dengan menenteng tas brandednya. Keduanya menoleh kearah emak. 


Mata emak membulat melihat sebuah noda besar di Sofa ruang tamu. "Ya Allah siapa yang tega nodain ini sofa"teriak emak dramatis. 


Raina pura-pura tak mendengar,tiba-tiba emak melirik tajam ke arahnya.


"Kamu ngiler dek?" Tanya emak


"Hah.. eng-enggak kok"sahut Rain gagap.


"Heleh.. gak percaya emak,pasti kamu nih.. siapa lagi yang bisa bikin Sofa penuh dengan pulau kalo bukan kamu.Emak kan udah pernah bilang kalo mau tidur jangan di Sofa,di karpet sana atau di kamar.Rugi lagi kan kalo gini,mana mau ada acara lagi"omel emak. 


"Gak usah digantilah mak kalo gak mau rugi mah"


"Gak usah diganti kamu bilang?? Bikin malu aja kalo para tamu liat tu noda" 


"Ini kan satu noda,biar kelihatan kayak corak sofa gimana kalo ntar Rain tambahin biar banyak kan pas tuh jadi corak Sofa"ide gila Raina dengan nyengir kuda. 


Astaga gadis ini benar-benar banyak memiliki ide nyleneh membuat emak menggelengkan kepalanya. 


"Man…. Kirman"teriak emak memanggil pekerja yang ada dirumah. 


Lelaki seumuran Edo datang dengan berlari kecil. 


"Iya Nyah.."sahut Kirman saat berada dihadapan emak.Rain dan Edo menjadi pendengar disana. 


"Kamu dirumah udah punya sofa?"Tanya emak.


"Gak ada Nyah.. boro-boro sofa,kasur aja masih pake tikar"sahut Kirman. 


Emak kasihan pada pengurus taman dirumahnya ini,lelaki seumuran bang Edo ini sudah menikah dan tinggal di rumah peninggalan orang tua sang Istri,karna hutang kedua orang tuanya yang terlalu banyak membuat dirinya meskipun mendapat gaji banyak dia harus mencicil tiap bulannya untuk melunasi utang orang tuanya.Itu yang emak tau dari pembantu yang sering mengghibah bareng emak didapur.


"Kamu bawa sofa ini pulang.. Ini sofa empuk banget bisalah buat kamu sama istri dusel-duselan kalo tidur.. Kan tambah ramantis tuh kalo tempatnya sempit"ucap Emak cekikikan.Meskipun bukan penganten baru pasti suka pepet-pepetan bukan begitu,apalagi belum ada anak.Emak ini berbicara dihadapan jomblo,semakin tak karuan saja hati Edo beda dengan Rain yang mendapat ilmu baru dari emak.Ia seyum-senyum sendiri. 


"Benar Nyah.. Sofa ini buat saya"sahut Kirman tak percaya. 


Emak mengangguk tersenyum.


"Terima kasih Nyonya terimakasih.. "ucap Kirman sambil menundukkan kepala. 


"Iya iya.. yaudah nanti pas pulang kamu bawa sekalian ya,bawa sama mejanya juga"sahut Emak.Emak meambil sesuatu di tasnya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang "Ini buat beli kasur"ucap emak lagi menyerahkan uang pada Kirman. 


Kirman melongo,ini majikannya tak salah kan.Ia mengerjap beberapa kali. 


"Sofa ini sudah cukup Nyah"


"Takutnya ntar kamu jual nih sofa.. Jangan dijual inget" 


"Saya gak akan jual Nyah"sahut Kirman.


"Makanya ini ambil,beli kasur.. Barang kali ada keluarga kamu datang bertamu jadi kan bisa tuh buat mereka istirahat."tutur emak "Tapi kalo kamu sama istri,saya saranin di Sofa aja..biar tambah anget"lanjut emak dengan tersenyum geli karna ucapannya sendiri.


Astaga emak,malah ngulang kalimat dia.Semakin tersiksa saja si Jomblo.Mamam tuh jomblo. 


Kirman malu-malu meambil uang yang majikannya berikan.


"Terimakasih atas semuanya Nyah… Kalo begitu saya pamit melanjutkan pekerjaan lagi"pamit Kirman diangguki oleh emak sbil tersenyum.


Pandangan emak berpindah pada sang bungsu yang tengah senyum-senyum sendiri. 


"Dek,kamu kenapa? Kesambet?" tanya Emak


"Hah.. eh-kenapa mak?" Raina tersadar malah tanya balik ke emak.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri kesambet?"tanya emak lagi.Raina menggeleng tersenyum.


"Yuk bang jalan.. "ucap emak lagi mengajak Edo pergi. 


"Emak sama abang mau kemana?"tanya Rain. 


"Kerumah bulek Dian.. ngurusin acara kamu ini" 


Raina tersenyum "Yaudah.. hati-hati emak,abang jangan ngebut.Galaunya ditunda takut ntar oleng dijalan"peringatkan Rain sambil tertawa.


"Abang kamu galau kenapa dek?"tanya emak kepo.


Edo melotot,memperingatkan sang adik agar tak membuka aibnya dihadapan emak.Tapi Rain malah menyeringai jahat disana. 


"Abang galau mak ditol..hhhmmmmpptt"belum selesai Rain berbicara mulutnya sudah dibungkam Edo dengan tangan nya.Sialan memang adiknya ini.


"Bang,Rain gak bisa nafas.. Lepas"ucap Emak membuat Edo terpaksa melepaskan tangannya dari mulut Raina.


"Hist.. Jorok dek"saat melihat tangannya ada air liur Raina.


"Siapa suruh bungkam mulut aku.. Mamam tuh iler" ucap Raina berdiri dari duduknya dan meraih paper bag miliknya. 


Melihat emak dan bang Edo yang juga berdiri akan berangkat,tiba-tiba lengkingan suara Raina membuat emak dan Bang Edo menoleh padanya.Bahkan Edo sudah melotot. 


"Bang Edo galau ditolak Amel mak"teriak Raina langsung lari. 


Emak menoleh pada anak sulungnya,menminta penjelasan tapi lagi-lagi suara Rain membuat keduanya menoleh pada Raina.


"Semangat abang naklukin hati Amel… Si Karma datengnya tunai ya bang"ucap Rain lagi dengan berteriak.Kepala Rain nyembul ditangga menuju lantai atas yang masih terlihat dari ruang tamu.


Edo memejamkan mata,menahan rasa malu karna ulah adiknya yang membuka aib dirinya dihadapan emak.


...💜💜💜💜...


..."Ya ampun Dear"teriak tertahan Ray melihat tingkah sang kekasih....


...💜💜💜💜...


...Apalagi ya kira-kira ulah Raina yang bikin Omte geleng-geleng kepala...


...°TBC°...


...💜💜💜💜...


...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...


...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...


...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe...


...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...