You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Pertunangan Edo-Amel



Saat semburat awan berwarna orange diujung cakrawala memancarkan sinarnya dengan sangat gagah,sepasang kekasih tengah menatap langit yang akan beranjak gelap itu dengan perasaan penuh damba.


"Sayang,semua orang sibuk sama acara abang malam ini.Gimana kalau kita kabur"ide gila entah dari mana Raina dapat,padahal sedari tadi emak sudah mewanti-wanti agar ia turut hadir.


Rayyan terkekeh sambil memeluk kekasihnya dari samping "Kamu mau digerus sama emak?"tanya Rayyan.


"Gak juga sih.. kalo aku digerus sama emak,ntar kamu nikah sama siapa? Ulekan mau?"sahut Raina dengan wajah polosnya. 


Rayyan dibuat gemas sekali oleh kekasihnya ini,ia gigit hidung mancung Raina membuat empunya tubuh mengaduh. 


"Aish.. sakit tau yank,kalo hidung aku patah gimana coba"ucap Raina.Rayyan tambah dibuat gemas dengan wajah imut kekasihnya tengah memanyunkan bibirnya,Rayyan merengkuh badan sang kekasih yang tengah bersandar dikursi santai pinggir kolam renang. 


"Yank.. bisa digrebek sama emak ini,gawat"berontak Raina mencoba melepas pelukannya dari sang kekasih.


"Biarin.. biar dinikahin sama emak hari ini"sahut Rayyan tersenyum.


"Apaan.. gak mau ah,masa aku harus pake baju laknat itu hari ini.Gimana jadinya pake baju gitu naik motor"ucap Raina. 


Rayyan mengrenyit,kekasihnya masih memikirkan lingerie konyol tadi dan apa katanya tadi akan dipakai naik motor.Yang benar saja,kekasihnya ini polos apa minta dipolosin sih pikir Rayyan mulai melanglang buana. 


"Dear,kamu ngomong apaan sih? Emang baju gitu mau kamu pakai naik motor?kamu tau gak fungsinya baju laknat itu?"tanya Rayyan sungguh-sungguh,karna sepertinya kekasihnya ini perlu belajar. 


Raina menggeleng "Mana aku tau,yang ku tau tu baju kayak bikini Amel kalo mau renang.Amel juga sering pake bikininya di double sama kaos crop terus pake hotpants naik mobil.Nah kan baju laknat tuh sama kaya bikini Amel"sahut Raina panjang lebar. 


Rayyan hanya menggelengkan kepala tak habis pikir dengan otak kecil kekasihnya ini.


"Dear,kamu tau baju laknat itu gunanya dipakai kalau didepan suami cuma suami yang boleh liat.Ditambah pake parfum yang wangi biar suami makin terpesona.Supaya lebih bergairah saat melakukan kewajiban diatas ranjang"tutur Rayyan.


Pipi Raina merona mendengar kata-kata kekasihnya.


Plak 


"Dasar mwesum"teriak Raina menggeplak bahu kekasihnya dengan wajah malu-malu.


Bruk 


Yang terjadi malah Rayyan terjengkang dari kursi,tamparan kekasihnya benar-benar memakai tenaga turbo. 


"Sayang gapapa?"tanya khawatir Raina kaget melihat kekasihnya terjengkang.


"Aduh..tangan kamu terbuat dari apa sih dear,pakai tenaga turbo ya sampai aku jatuh gini"sahut Rayyan mengosok pantatnya yang mencium lantai. 


"Ya habis kamu mesum sih.. Kan jadi reflek akunya"ucap Raina meulurkan tangan membantu Rayyan untuk berdiri. 


"Kalian ngapain disini belum siap-siap?"tanya Emak yang tiba-tiba saja muncul "Lho nak Ray kenapa duduk dibawah?"tanya Emak bingung melihat bungsunya tengah membantu calon mantunya berdiri. 


"Ngejengkang dia mak Rain tabok"sahut Raina santai. 


"Astagfirullah,tega banget sih kamu dek.. Ray,emak masih kasih kamu kesempatan lho kalau mau batalin niat kamu ambil istri si Raina.Takut kamu dianiaya sama kutil perawan"ucap Emak bercanda.


"Teganya emak.. emak mau aku jadi perawan selamanya"sahut Raina menyandarkan kepalanya pada bahu sang kekasih,dengan raut wajah pura-pura sedih. 


"Ngedrama"ucap Emak memutar mata malas. 


Rayyan tersenyum melupakan pantatnya yang sakit "Rayyan yang malah gak bisa hidup tanpa Rain mak,apapun Ray terima asal Rain bisa sama Ray selamanya"sahut Rayyan dihadapan emak dan Raina. 


Raina mengalungkan tangannya pada pinggang sang kekasih menatap dari samping dengan penuh cinta pada Rayyan.Rayyan pun menoleh menatap dengan tatapan penuh cinta juga pada sang kekasih. 


Ibu mana yang tak bahagia putrinya dicintai dengan sepenuh hati oleh pasangannya.Kembali emak meneteskan air mata bahagianya. 


🌸


🌸


🌸


Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30,seluruh keluarga besar Syahreza sudah bersiap untuk berangkat ke kediaman keluarga besar Mahardika calon besan keluarga Syahreza. 


Raina yang didandani oleh sang kekasih tadi terus menggerutu dengan dress baby pink yang akhirnya ia pakai untuk acara lamaran dadakan sang abang. 


"Aku gak mau tau pokoknya pakai sneakers aja"ucap Raina menolak untuk memakai high heels yang disiapkan oleh kekasihnya. 


"Mana cocok sih dear.."sahut Rayyan.


"Bodo amat,yang penting mah nyaman.Dari pada aku kecengklak kan gak lucu"ucap Raina. 


"Yaudah..Iya,iya.Biar aku ambilin ya"sahut pasrah sang kekasih meambil sneakers yang cocok untuk kekasihnya. 


Puluhan sneakers dan sepatu Adventure/Trail tersusun dengan rapi didalam lemari khusus.Rayyan tak menyangka koleksi sepatu milik kekasihnya akan sebanyak ini.Dan dapat dihitung dengan jari ada dua pasang flat shoes disana dan letaknya paling pinggir,artinya sepatu itu jarang dan mungkin hampir tak tersentuh lagi. 


Akhirnya Ray meambil sepasang sneakers warna putih untuk dikenakan oleh sang kekasih. 


"Done.. Kamu cantik banget dear"ucap Rayyan setelah mengenakan sneakers pada kaki sang kekasih."Udah dong cemberutnya"lanjutnya menjentikkan tangannya pada bibir sang kekasih yang masih mengerucut itu.



"Udah pasti lah aku cantik,kalo aku gak cantik emang kamu mau?tanya balik Rain.


"Maulah.. yang penting itu kamu"sahut Rayhan memeluk pinggang sang kekasih dari depan.Keduanya tampak saling pandang,mengunci pandangan mereka satu sama lain.Perlahan wajah Rayyan mendekat,semakin mendekat membuat Rain memejamkan matanya.


"Dek,udah siap?"teriakan mbak Ines yang langsung membuka kamar sang adik membuat dua insan yang akan bercumbu itu kelabakan.


Bak seperti pencuri,Rayyan salah tingkah hingga berjongkok seolah tengah mencari sesuatu.Sedangkan Rain dengan tampang sok coolnya seakan tak terjadi apa-apa pun menjawab "Brisik mbak.. Baru mau turun,ganggu orang lagi pacaran aja"sahut Raina. 


Mbak Ines yang menyadari sesuatu pun hanya cekikikan lalu "Hati-hati jangan berduaan terus,ntar yang ketiga setan lho"ucap mbak Ines masih berdiri diambang pintu.


Rain pun menunjuk pada mbak Ines "Lah berarti mbak dong setannya,mbak kan yang ketiga.Baru dateng lagi"sahut santai Rain. 


"Sialan bener juga kata dia"batin Ines melihat dirinya yang tengah menjadi orang ketiga.Tapi..


"Heh...bener-bener,kamu ngatain mbak setan.. Hih...Kalo bukan adek sendiri udah mbak timpuk kamu pake bakiak"sungut mbak Ines.


"Dih,dari jaman sd sampai aku mau nikah ancamannya gitu mulu,di timpuk juga kaga pernah.Cari ancaman yang anti mainstream gitu lho mbak.."sahut Raina,ia menggandeng tangan Rayyan untuk ia ajak turun. 


"Dasar adek gak ada akhlak"tonyor mbak Ines saat Raina berjalan melaluinya. 


"Ish… tonyor-tonyor,ntar kalo aku tambah pinter gimana coba"sahut Raina "Sayang,benerin rambutku dong.. Gara-gara mahmud gak cantik nih rambutku berantakan"lanjutnya berjalan cepat takut mahmud mengamuk.


"Raina!!"teriakan menggema mbak Ines membuat Rayyan terkejut,tapi sang kekasih menggiring Ray untuk cepat turun kebawah sambil tertawa.


🌸


🌸


🌸


Setibanya keluarga besar Syahreza di kediaman keluarga besar Mahardika terlihat keluarga inti serta Niko menyambut di teras rumah mewah itu. 


Raina turun bersama dengan Rayyan dalam satu mobil membawa serta sepupu-sepupu kecilnya.


"Ayo bocah-bocah kita turun.. Gandengan ya biar gak ilang"Raina meintruksi semua sepupu-sepupunyanyang berada dalam satu mobil. 


"Ck..dikira lagi ke Ragunan apa,pake pegangan tangan segala"sahut sepupunya yang memang selalu berselisih dengan Rain.


"Nurut aja sih.. gue buang lu ke tong sampah" 


"Sebelum gue,lu duluan gue lempar kesana"sahut sepupu Rain


Rayyan sampai nepuk jidat melihat keduanya adu mulut sejak akan pergi tadi,tak berhenti sepanjang jalan ada saja yang keduanya ributkan.


"Hay,kita udah sampai.. Bisa di pending ntar gak sih ributnya"ucap Rayyan mencoba menghentikan keributan mereka berdua.


"Ngak!!!"sahut mereka bersamaan sambil menoleh menatap tajam pada Ray.


Rain langsung kembali menoleh pada sepupunya "Berani banget sih lu bentak calon laki gue"ucap Rain tak trima. 


"Gak sadar lu sendiri juga bentak"


"Gue gak bentak ya.. iya kan sayang"ucap Rain mencari pembela untuk dirinya.Nihil. 


Rayyan sudah tak berada didalam mobil tanpa Rain sadari. 


Sepupu Rain tertawa "Mampus lu,ditinggal kan" 


"Lu ya… awas gue bikin perhitungan sama lu ntar" sahut Raina dengan menyalang.


"Coba aja" ejek sang sepupu.


Keduanya menatap penuh permusuhan satu sama lain,dengan mata seakan memancarkan api keduanya saling beradu.


"Brisik.. ini ditempat calon keluarga kenapa kalian masih ribut sih…. Malu tau gak diliatin orang-orang" ucap Emak menjewer anak dan keponakannya. 


Kedua gadis itu meringis kesakitan disaksikan oleh sepupunya yang masih kecil-kecil dengan cekikikan tertawa. 


"Berta tuh yang bikin aku kesel" 


"Si Rain tuh emang ngeselin tante"


"Udah cukup.. mau nih pulang kalian jalan kaki..kalo mau sok lanjut ributnya"ucap Emak dengan penuh ancaman membuat keduanya kicep.


Kembali pada calon manten yang tengah berdiri saling beradu pandang,bahkan Edo sedari tadi tak berkedip melihat betapa cantiknya calon istrinya mengenakan kebaya berbahan brokat berwarna biru laut dengan belahan dada rendah.Sangat cantik ditambah polesan make up natural dengan sanggul kecil di rambut panjangnya. 


"Kedip bang"bisik bapak melihat Putra semata wayangnya yang terpesona. 


Edo gelagapan sampai salah tingkah mendapat teguran dari bapak "Calon istriku cantik ya pak"bisik Edo balik membuat bapak menggelengkan kepala tersenyum.


"Selamat malam Tuan Anton dan keluarga"sapa Bapak pada Calon besannya yang tak lain temannya sendiri,keduanya berpelukan.


"Selamat malam Tuan Adrian"sahut papa Amel. "Mari-mari silahkan masuk"lanjut papa Amel menyuruh keluarga besar Syahreza untuk masuk. 


Semua keluarga besar Syahreza akhirnya masuk kedalam rumah. 


🌸


🌸


🌸


Kedua keluarga saling duduk berhadapan di kursi yang sudah ditata berhadapan dan kedua calon pengantin berada di tengah. 


Suara seorang MC telah membacakan kata pembuka untuk acara lamaran Leonardo Putra Syahreza dengan Amelia Angelica Mahardika.Kata sambutan dari perwakilan keluarga Syahreza pun terdengar. 


"Sayang,kenapa aku ya yang deg degan"bisik Rain pada Rayyan yang duduk di kursi belakang. 


"Aku malah membayangkan acara lamaran kita dear.Aku tak sabar menunggu minggu depan"balas Ray dengan berbisik. 


Raina merona,tangan keduanya bertautan mengikuti proses lamaran bang Edo dengan sahabatnya.Sekarang saatnya Bang Edo menyematkan cincin untuk mengikat Amel sebagai tunangannya.


Bang Edo tengah berdiri berhadapan dengan Amel di panggung kecil yang tersedia.


"Assalamualaikum...Bismillahirrahmanirrahim,Sayangku Amelia Angelica Mahardika setelah sekian lama mengenal kamu sebagai sahabat adikku aku tak tau kapan perasaan cinta ini mengisi hatiku yang kosong.Setelah kebodohanku di masa lalu maukah kamu kembali bersamaku bersama menjadi istriku,tempatku berbagi berkeluh kesah dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak? Aku ingin mendengar jawabanmu didepan seluruh keluarga kita"ungkapan hati Bang Edo dengan membawa buket bunga kecil di tangannya. 


Mata Amel berkaca-kaca menahan tangis harunya,ia tak menyangka kekasihnya menyampaikan kata-kata yang membuat hatinya menghangat.Kupu-kupu kembali seakan berterbangan di perutnya. 


"Wa'alaikumsalam..Aku akan menjawab semua pertanyaan dari kamu.Aku bersedia,aku bersedia menjadi istrimu,menjadi pelipur laramu,tempat sandaranmu dan menjadi ibu dari anak-anakmu.Tuntun aku selalu menjadi wanita yang pantas bersanding denganmu dengan segala kekurangan dan kelebihanku." Sahut Amel dengan senyum merekah sesekali menghapus air matanya yang tengah mengalir di pipinya. 


Dan penyematan cincin pertunangan untuk mengikat keduanya pun disematkan oleh keduanya secara bergantian. 


Setelah acara penyematan cincin acara foto bersama antar keluarga pun terjadi,sampai saat Raina,Niko dan Rayyan berfoto dengan kedua calon manten keributan pun terjadi karna Rain ingin berdiri ditengah dengan Rayyan.Aneh bukan,yang tunangan siapa yang pengen eksis siapa.


Emak sampai tepok jidat melihat tingkah putrinya. 


"Ruqyah aja mbak besok sebelum acara lamaran dia sama calon mantu"bisik tante Luis melihat tingkah konyol keponakannya. 


"Ide bagus"sahut Emak pada tante Luis.Karna emak juga yakin siluman monyet kembali merasuki tubuh putrinya.


Acara pun dilanjutkan dengan tamu undangan untuk makan hidangan yang sudah disiapkan oleh keluarga besar Mahardika.


🌸


🌸


🌸


Lega,itu mungkin yang bisa dirasakan oleh Amel dan Edo,akhirnya pertunangan keduanya berakhir dan semua berjalan dengan lancar dan penuh hikmat.Para keluarga dari pihak Edo sudah sebagian pulang tapi tidak untuk,Ray dan Raina pulang paling akhir.Karna Rain masih ingin berkumpul dengan kedua sahabatnya,yang biasa mereka berkumpul hanya bertiga.Sekarang bertambah dua personil,siapa lagi jika bukan Edo dan Ray.


Mereka tengah berkumpul di taman depan milik Amel dengan duduk di bangku taman.


"Mel,baju gue ada kan disini? Gue mau ganti baju ya"ucap Rain yang tak nyaman dengan menggunakan dress.Ia tak leluasa duduk.


"Ada,ambil aja di kamar.Tempatnya masih sama"sahut Amel.


"Dear"Cegah Rayyan.


"Gak nyaman sayang,risih akunya gak bisa duduk leluasa.Boleh ya??"sahut Rain meminta persetujuan pada sang kekasih.


Dengan mata mengiba pada sang kekasih akhirnya Rayyan luluh tak tega melihat iris mata coklat yang tengah memohon padanya itu.


"Iya deh boleh.. "ucap Rayyan.


Yang disambut girang oleh Raina,bahkan reflek Rain langsung mencium pipi Rayyan membuat empunya tubuh mematung dengan pipi merona.Bukan hanya Rayyan yang kaget melihat tingkah Rain,abang serta kedua sahabatnya melongo melihat Rain mencium Rayyan.


Dengan cepat Raina berlari masuk kedalam rumah Amel.


"Main nyosor aja sekarang si Kancil"cletuk Niko "Gak ngehargain hati gue sebagai jomblo"lanjutnya lirih.


"Eh,lu tadi ngomong apa?"tanya Amel yang duduk bersebelahan dengan Edo.


"Gapapa"sahut Niko lalu mengotak atik ponselnya. 


Kembalinya Rain dia sudah berganti kostum dengan memakai kaos oversize serta celana trening berwarna hitam.Ia pun juga mententeng dress yang tadi ia pakai.Rain duduk kembali di sebelah Rayyan dengan kaki yang ikut nangkring diatas.


"Leganya"ucap Rain.


Rayyan melihat tingkah kekasihnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala,seunik ini memang calon istrinya ini.Rain tersenyum karna perlakuan mesra sang kekasih.


"Rain,ada jomblo ngenes disini.. Jangan umbar kemesraan deh"ucap Amel sambil tertawa. 


"Heh? Siapa jomblo?"tanya Rain mengrenyit bingung.Belum sadar. 


"Tuh"sahut Amel menunjuk lelaki yang sibuk dengan ponselnya.Entah apa yang dilakukan oleh Niko. 


Rain langsung berdiri dan berpindah duduk disebelah Niko,langsung merangkul bahu ssng sahabat. "Gue lupa ada jomblo abadi dimari"ucap Rain.Amel pun duduk disebelah Niko juga membuat Niko diapit oleh kedua sahabatnya.


"Gerah gue.. ya ampun kalian"Niko risih jika seperti ini pasti keduanya akan mengintrogasinya.


Edo dan Rayyan hanya tersenyum,tak ada rasa cemburu dari keduanya melihat interaksi para calon istrinya pada lelaki yang tengah diapit itu. 


"Jamu kemarin masih belum goll Nik?"tanya Raina. 


"Apaan sih lu"elak Niko tak mau menjawab. 


"Bilang ke gue apaan,tapi masih mandangin poto mbak Jamu di hp"sahut Raina yang tak sengaja melihat Niko ternyata tengah melihat foto wanita cantik dengan hijab berwarna hijau botol tengah memakan kentang goreng. "Kalo gue cowok,gue bakal klepek-klepek sih kalo ceweknya bening gini.Cakep banget njir"lanjut Rain heboh sendiri. 


"Gue juga setuju"timpal Amel yang memang tau dari awal.Bahkan saat Raina hilang dulu,Niko sering bertemu dengan wanita dan anak dari wanita itu untuk sekedar makan bersama.Amel tau itu,tapi memang akhir-akhir ini ia tak tau lagi kelanjutan hubungan Niko dan mbak Jamu cantik karna kesibukannya. 


Niko membuang nafas kasar "Kapan-kapan lah gue minta saran lu pada"ucap lemah Niko. "Gue balik ya,mau nginep rumah mommy"lanjutnya berdiri. 


"Harus,lu harus cerita sama kita kalo masih mau gue anggap belahan ketek gue"sahut Raina.


"Najis"ucap Niko membuat Raina dan lainnya tertawa.


"Kita juga balik yuk dear"ajak Rayyan diangguki oleh Raina.


"Gue balik juga ya Mel"pamit Rain lalu memeluk tubuh sahabatnya "Sekali lagi selamat atas pertunangan lu,gue harap lu selalu dilimpahkan kebahagiaan sama bang gue.Tapi kalo abang gue balik brengsek kayak dulu.Jangan segan ngomong ke gue,gue yang bakal bikin peritungan sama dia"lanjut Rain dengan mata melirik penuh ancaman pada abangnya.Niko pun melakukan hal yang sama mengucapkan selamat dsn memeluk sahabatnya itu. 


"Gak bakal dek"sahut Edo.


"Cih.. aku pegang omongan abang ya"ucap Raina diangguki oleh Edo. 


Niko,Rain dan Rayyan pun berjalan beriringan pergi dari,tapi tiba-tiba Raina berbalik dan berkacak pinggang.


"Woy,belum sah tuh.. Main kecup-kecup,awas ntar ada setan lewat"teriak Raina menggoda sepasang kekasih itu.Ia tak sengaja melihat abangnya tengah mencium pipi Amel padahal mereka bertiga belum pergi.  


Amel langsung berancang-ancang melempar minuman botol pada sahabatnya yang tengah berteriak itu.Disambut tawa oleh Raina dan melenggang pergi bersama sang kekasih. 


🌸


🌸


🌸


"Sayang,sebaiknya acara lamaran kuta diundur"ucap Raina saat mobil berhenti tepat di halaman rumahnya.


"Maksut kamu apa Dear?"tanya khawatir Rayyan,tiba-tiba saja kekasihnya mengucapkan kata-kata yang mengejutkan seperti ini.


Rayyan memiringkan tubuhnya,menatap lamat sang kekasih. "Dear jawab? Kenapa kamu mau nunda acara kita? Kamu gak mau nikah sama aku?"tanya Rayyan kembali beruntun.


"Apaan sih yank,kok mikirnya gitu?"


"Lah tadi juga maksut kamu apa?"tanya balik Rayyan 


Raina membuang nafas kasar,ia bingung merangkai kata agar sang kekasih mengerti.


Terlihat jelas raut wajah Rayyan yang keruh,terlihat sangat khawatir dan cemas akan apa yang Raina katakan.


"Sayang,maksut aku.. Acara lamaran kita ditunda malam aja ya,kesannya lebih romantis gitu kalo malem"ucap Rain pada Rayyan. 


"Serius karna itu?" 


"Iyalah.. Emang karna apa coba?" 


"Kamu gak ada niat macem-macem kan dear?"Rayyan sekarang dengan wajah curiga menatap Rain.


"Em.. sebenarnya"sahut Raina ragu,bahkan ia tengah memilin kaos oversize yang ia pakai "Sebenarnya aku ada turnamen paginya yank"lanjut Rain memberanikan diri. 


Rayyan tampak memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali.


"Maaf yank,tapi aku peserta..Aku gak mungkin batalin itu"ucap Rain lagi. 


"Kalo itu yang bikin kamu seneng,aku ikut aja.. Tapi janji sama aku kalau kamu gak bakal kenapa-napa"sahut Rayyan yang pasrah,ia tak ingin cekcok lagi.Ia mencoba mempercayai ucapan Raina agar ia tak khawatir lagi. 


Raina menerbitkan senyumnya dengan menangguk cepat,ia menghambur ke pelukan sang kekasih. 


"Makasih sayang.. makasih banget kamu udah ngizinin aku" 


"Hhmmm...Tapi kamu harus hati-hati dan janji sama aku kamu gak bakal kenapa-napa"ucap Rayyan.


"Iya.. aku janji"sahut Raina membenamkan wajahnya pada dada sang kekasih. 


...💜💜💜...


...Kasih selamat yuk buat bang Edo sama Amel 🎊🥳...


...💜...


...°TBC°...


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...