
Sesampainya di ballroom Hotel berbintang,pelepasan murid SMA PERMATA NUSANTARA diselenggarakan dengan mewah.Keluarga Syahreza disambut hangat oleh keluarga Remoz yang tak lain keluarga Niko dan keluarga Mahyndra yang tak lain keluarga Amel.Mereka sama-sama baru saja sampai.
Ketiga keluarga itu bahkan dekat meski memiliki profesi yang berbeda-beda.Hanya Papa Amel dan Bapak Raina adalah rekan bisnis,sedangkan Daddy Niko seorang dokter spesialis bedah.Kalau bagian para istri jangan ditanya lagi mereka bertiga adalah teman-teman perkumpulan arisan.Hanya emak yang menjadi ibu rumah tangga,sedangkan mama Amel seorang model dan mommy Niko seorang psikiater.
Kedekatan 3 keluarga itupun tak lain karna persahabatan ketiga anak itu yang sudah dianggap sebagai keluarga.
Raina turun dengan menggerutu,entah kenapa moodnya tak baik saat ini.Ia kesal sendiri.
Sudah snag abang tak peduli lagi padanya dan sekarang kekasihnya sendiri sibuk dengan jobnya dan tak ikut diacara kebahagiaan yang ia rasakan.
Bapak Adrian menatap putrinya dengan menyunggingkan senyum.
"Kenapa putri bapak cemberut terus?? Bukannya ini hari bahagia untuk kamu?"tanya bapak berjalan menggandeng bahu sang putri.Membiarkan istrinya lepas sebentar,tapi jangan harap jika ada laki-laki yang berani ngobrol dengan emak akan bapak bunuh degan sekali tatap saja.
(Serem ya bapak-author)
"Gapapa pak"sahut singkat Raina.
"Beneran?? Gak gara-gara seseorang"pancing bapak.
"Apaan sih.. gak lah"
"Kalo gak,senyum dong.. hari ini acara kelulusan kamu,bapak bangga sama kamu sayang"ucap bapak meulas senyum bangganya pada si bungsu.
"Makasih bapak… Rain juga bangga punya orangtua sekeren bapak"sahut Raina memeluk pinggang sang bapak.
"Rain sumpah lu cantik banget"puji Amel pada sahabatnya.Padahal Amel juga cantik sekali dengan kebaya kutubaru warna Lilac dipadukan dengan selendang warna senada.Sangat anggun.
"Jangan lebay…risih gue pake baju beginian"sahut Raina sewot membuat semua geleng-geleng kepala.
"Iya lho sayang… kamu cantik banget.Tuh liat sampai anak mommy aja gak kedip liat kamu"timpal mommy Amira yang melirik putranya yang memang sedang memandang Raina tak berkedip.
Raina menatap Niko "Woy mingkem.. iler lu netes tuh"ucap Raina dengan menonyor dahi Niko. Sedangkan Niko memakai tuxedo warna hitam membuat dia terlihat dewasa.
Reflek Niko pun langsung meelap sudut bibirnya padahal tak ada apa-apa.Ya.. Raina hanya membohonginya.
"you are beautiful like an angel"puji Niko
"Pe'a si angel disebelah lu"
"Astaga gue puji elu Rain..lu cantik kayak malaikat"puji Niko lagi
'Lu kira gue malaikat pencabut nyawa"
"Bodo Rain...Bodo… Kaga bisa dipuji elu emang"sewot Niko membuat yang lain tertawa karna Niko melenggang pergi lebih dulu karna kesal oleh sahabatnya.
"Niko kenapa mom? Lagi PMS ya?"tanya Raina pada Mommy Amira.
Mommy Amira terkekeh "Mungkin.. Udah kalian samperin sana"sahut mommy Amira lalu diangguki keduanya.
"Yaudah semuanya Rain sama Amel masuk dulu ya"pamitnya pada semua orang tua disana.
🌸
🌸
🌸
Acara pelepasan murit kelas XII SMA PERMATA NUSANTARA berjalan lancar.Para wali murid dan anak mereka banyak yang berkumpul untuk foto wisuda yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
Tak terkecuali keluarga Syahreza,tapi terpaksa minus sang abang yang entah kemana.Raina sudah tak peduli,ia benar-benar kecewa.
Saat Raina sibuk berfoto bertiga dengan kedua sahabatnya,teriakan dari beberapa teman perempuan kaum pecinta lelaki membuat Raina dan kedua sahabatnya itu mengikuti pandangan para gadis yang tengah histeris itu.
Tampak lelaki dengan kemeja putih,berkacamata hitam dan celana jeans hitam berjalan melangkah dengan gagah.Raina hanya melihat sekilas tanpa melihat wajah orang itu,ia kembali sibuk melihat hasil foto dari Kamera milik Niko.
"Happy graduation dear"ucap pelan laki-laki dengan suara ngebass disamping telinga Raina.
"Sweetheart"ucap Raina saat berbalik mendapatkan buket bunga berwarna pink yang sangat cantik dari kekasihnya.Saat kencan di Apartemen Cecek mereka berdua memutuskan untuk menggunakan nama panggilan untuk mereka berdua. "Makasih… Cantik banget"lanjutnya langsung memeluk tubuh kekasihnya.
"Kamu suka?"
"Suka banget.. Kamu bilang gak bisa dateng,kok sekarang malah dateng..Mana bikin heboh tuh para kaum pecinta lelaki"sahut Raina lalu menggandeng lengan sang kekasih.
"Sengaja bikin kejutan buat kamu"
"Sayangnya aku gak kaget tuh"
Cecek malah terkekeh mendengar sahutan sang kekasih.
"Eh,tapi bentar.. kok kamu tau acara aku disini? Kan aku gak ngasih tau"tanya Raina.
"Udah ntar dulu tanya-tanyanya.. Aku masih punya sesuatu buat kamu"ucap Cecek lalu mengeluarkan sapu tangan.
"Eh...Eh… mataku mau diapain ini?"tanya Raina saat matanya ditutup dengan saputangan milik Cecek.
"Diem… ikut aja,kamu pasti suka"ucap Cecek lalu menuntun Raina untuk maju beberapa langkah.
Cklek
Raina mendengar seperti suara pintu mobil dibuka dan perlahan ikatan dimatanya dibuka dari belakang.
"Tara…..kamu suka?"tanya Cecek
"Woahh coklat…. Suka banget,makasih sweetheart"sahut Raina.Ia kembali memeluk tubuh kekasihnya.
"No...No… Aku yang harus terimakasih sama kamu.Ini semua gak sebanding dengan adanya kamu dikehidupan aku..Kamu bikin aku merasa dicintai,kamu bikin hariku berwarna,kamu bikin aku bangkit untuk mencinta.. Makasih dear,kita berjuang sama-sama setelah ini.Love you"ucap Rayyan mengungkapkan semua isi hatinya dengan sungguh-sungguh pada sang kekasih.
Raina mengangguk lalu tersenyum"Love you too Omte"sahut Raina.
Tak sadarkah mereka berdua itu menjadi pusat perhatian orang yang berada di sekitar hotel.Bahkan banyak wali murid yang masih berada disana,termasuk kedua orang tua Raina.
"Ternyata gadis itu Raina"gumam mommy Amira yang merangkul lengan Daddy Arka.
"Apa maksut mommy?"tanya Niko yang juga berada disebelah mommynya.Mommy Amira pun menoleh pada putranya lalu tersenyum.
"Itu pacar Raina ternyata Rayyan pasien mommy"sahut mommy Amira.
"What!!!!! Mommy serius? Jadi namanya Rayyan"ucap kaget Niko,bukan hanya Niko..Amel pun yang mendengar juga ikut terkejut.
Mommy Amira pun mengangguk "Pantas tadi malem dia datang ke tempat mommy dan bilang kalau dia mau berubah… Dia ingin membuka hatinya lagi buat wanita bahkan dia ingin serius sama wanita itu dan ternyata calonnya Raina..Gagal jadi mantu mommy malah jadi istri pasien mommy"tutur mommy Amira lalu pura-pura sedih.
"Mom"tegur Niko.Membuat Amel yang berada di sebelah Niko ikut terkekeh.
"Iya… iya.. mommy tau kalian sahabat"sahut mommy lalu mengacak gemas puncak kepala putranya dan Daddy Arka hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggoda putra mereka.
"Si omte kalo gitu kayak laki banget ya Ko"bisik Amel lalu terkekeh.Niko mengangguk setuju.
"Tapi lu denger gak… suara dia berubah Mel"
"Hooh.. gue denger juga,makanya tadi gue sempet kaget"
"Semoga mereka memang jodohlah.. Siapapun jodoh Rain,yang pasti gue bahagia"ucap Niko tulus
"Gue juga sama"sahut setuju Amel.
Tak beda jauh dari keluarga Niko,keluarga Amel pun tampak terkejut karna yang mereka tau Raina tipe wanita yang tak mudah didekati lelaki.Bahkan sekarang yang mereka lihat Raina memeluk lelaki itu.
"Sekali punya cowok si Raina dapetnya yang yang mateng plus ganteng ya Pa.Mama seneng liatnya"ucap mama Sandra pada sang suami.Dan disambut anggukan oleh suaminya.
Kembali lagi pada kedua sejoli,mereka berdua tengah memakan coklat pemberian Cecek.Bukan mereka karna dari tadi yang makan hanya Raina.
"Pelan makannya sayang… Kita ketempat emak sama bapak,aku mau pamitan ngajak kamu jalan"ucap Cecek meelap sudut bibir kekasihnya memakai jempol jarinya.Karna sungguh kekasihnya ini selalu belepotan kalau makan.Heran.
"Eh bentar… tadi belum dijawab,kamu tau acara aku disini dari siapa? Dan sejak kapan kamu panggil orang tua aku emak bapak?"
"Sejak tadi pagi aku minta restu ke mereka"
"Restu?? Maksutnya?? Emak sama bapak udah tau hubungan kita? Bukannya omte bilang kalau mau rahasiain dulu hubungan kita"tanya beruntun Raina.Karna ia ingat saat ia akan pulang dari Apartemen,Cecek mengatakan bahwa ia ingin merahasiakan hubungan mereka berdua dan ditolak oleh Raina karna Raina tak ingin menyembunyikan sesuatu dari keluarganya lagi selain masalah penyakit mentalnya.
Cecek malah menggiring tubuh Raina untuk mengikuti langkahnya menghampiri emak dan bapak yang berdiri bersama Mbak Ines.
🌸
🌸
🌸
Setelah selesai mendandai emak Jenab,Cecek memberanikan diri untuk meungkapkan perasaannya yang ia punya untuk Raina.
"Tante… maaf sebelumnya,saya mau bicara sama tante dan Om sekarang bisa?"tanya Cecek membuat emak menatap bingung.
"Bisa… bentar saya panggil bapak dulu"sahut emak dan menelfon sang suami dan ternyata suaminya tengah duduk di ruang tamu dengan membaca koran.Emak pun mengajak Cecek untuk kesana.
Sedangkan sang kekasih,diam didalam kamar untuk ngegame daripada harus menunggu emak dan mbak Ines selesai didandani.
Masih aman pikir Cecek.
"Sebelumnya saya minta maaf sama Om dsn tante udah ganggu pagi kalian…"ucap Cecek memberanikan diri,meskipun peluhnya sudah mulai berkucuran dan ja hanya bisa meremas celananya untuk mengurangi kegugupannya.
"Saya suka sama Raina putri Om dan tante..Dan kami sudah menjalin hubungan satu minggu belakangan."lanjutnya.Membuat emak tak bisa berkata-kata lagi.Bukan seorang benc*ng yang ia lihat sebelumnya,tapi lelaki matang dan macho yang sedang berbicara meminta izin padanya serta suami untuk menjalin hubungan dengan putri bungsu mereka.Emejing.
Emak lihat ekspresi bapak hanya diam sambil sesekali menyesap air lemon dihadapannya dengan menatap lelaki yang tengah gugup itu.
"Apa kamu bisa saya percaya? Apa kamu bisa membuat putri saya bahagia? Karna putri saya begitu berharga untuk saya,bahkan dia lebih berharga dari semua kekayaan yang saya punya"
"Saya serius Om,saya tak ingin main-main.Apalagi umur saya yang tak muda lagi,karna dari itu saya meminta restu pada Om dan Tante untuk menjalin hubungan dengan putri kalian"
"Kak Cecek tau sendiri sifat Raina itu seperti apa.. Apa tak masalah dengan sifat Raina yang lain dari wanita kebanyakan?"
"Saya tak peduli dia lain dari wanita yang ada diluaran sana.Karna saya mencintai dia karna dia Raina"
"Sudah cukup.. saya mengerti,saya akan mengizinkan kamu menjalin hubungan dengan putri saya.Tapi ingat.. Jangan pernah membuat putri saya sedih atau menangis,karna dia salah satu yang berharga dihidup saya.Jaga dia seperti kamu menjaga nyawamu sendiri dan jangan pacaran kelewat batas.Kamu tau maksut saya"ucap bapak Adriawan memberi restu serta nasehat pada Cecek.Membuat Cecek tersenyum lalu mengangguk.
Akhirnya Cecek bisa bernafas lega karna ia sudah mengantongi restu dari orang tua sang kekasih.Ia sangat berterima kasih dengan kedua orang tua kekasihnya dan pamit untuk undur diri.
...Flashback Off...
🌸
🌸
🌸
"Duh… Duh… gandeng terosss"cletuk emak pura-pura melihat sinis.
"Syirik aja sama anak… lagian tuh bapak ada dianggurin aja,gandeng juga dong mak"sahut Raina serang balik sang emak.
"Lah nyolot"
Raina malah tertawa.Rayyan hanya melihat dengan senyuman pertengkaran emak dan anak itu.Ia berjalan lebih dulu menghampiri bapak lalu mencium punggung tangan lelaki paruh baya itu dan beralih ke emak lalu melakukan hal yang sama.
"Om,Tante… Rayyan mau aja Rain pergi boleh?"
"Emak Ray… Dan ini bapak.. Jangan manggil tante om,katanya mau jadi mantu"sahut emak tak trima dipanggil tante.Aneh memang.
Rayyan hanya tersenyum.
"Rayyan? Sejak kapan nama kamu di publish sweetheart?"tanya Raina dengan memicingkan matanya.
"Gue gak salah denger? Lu tadi ngomong apa dek sweetheart?? Buahahahhahaaaa……."pecah tawa Mbak Ines mendengar Raina berkata manis seperti tadi.Bukan hanya mbak Ines,emak pun juga tertawa.
"Sirik aja sih kalian pasangan kadaluarsa.. Mana tau sih panggilan sayang anak muda.iyakah sweetheart?"ucap Raina meminta dukungan kekasihnya.
Rayyan mengangguk sambil tersenyum.
"Udah cepet kalian jalan sana.. Gak berhenti ketawa emak kalo gini.."cletuk emak yang masih tertawa.
"Iya mak.. kalo gitu Ray sama Raina pergi dulu"pamit Rayyan lalu kembali meraih tangan kedua orang tua Raina bergantian ia cium punggung tangan mereka.
"Bawa duit banyak-banyak Ray,anak emak makannya banyak… "goda emak pada Rayyan yang langsung dapat pelototan mata dari sang putri.
"Bikin aku malu aja emak ih.."ucap Rain lirih saat menyalami emaknya.Emak hanya tertawa.
"Hati-hati nak Ray"ucap bapak lagi.
"Siap pak"sahut Rayyan.
Mereka berdua pun berjalan beriringan dengan jemari ayng terus mengait satu sama lain.
"Woy mentang-mentang punya cowok lu ya,lupa sama kita"cletuk Amel dan Niko dari belakang membuat keduanya menoleh.
Raina malah nyengir "Eh.. lu masih pada disini,kirain tadi dah balik"
"Lah si gebleg gak nyadar.. lu sama om ini jadi pusat perhatian semua orang gak nyadar"timpal Niko.
Rain hanya meangkat bahu acuh. "Kaga mikir kesono gue"
"Lu mau kemana?"tanya Amel lagi.
"Gue… Em"Raina bingung karna dia sendiri tak tau akan oergi kemana "Kita mau kemana sweetheart?"tanyanya pada sang kekasih.
"Ngedate"
"Ngedate lagi… "
Rayyan mengangguk "kamu kan ketiduran waktu itu.. Sekarang gantinya buat yang kemarin"
"Oke deh… asal sama kamu"sahut Raina laku mengedipkan mata sebelah.
"Hoek…."entah kenapa mendengar itu membuat Niko dan Amel tiba-tiba ingin muntah.
"Njjiirr… gue geli sumpah"timpal Amel.
"Gue juga"timpal Niko juga.
Lalu mereka tertawa,tapi tawa Amel tiba-tiba langsung surut karna dua orang yang berjalan kearah mereka dari belakang tempat Raina dan Rayyan berdiri.
Raina dan Niko yang sadar akan perubahan dari sahabatnya pun ikut menoleh kebelakang.Ternyata...Oh ternyata bang Edo datang bersama dengan Putri yang bergelayut dilengan bang Edo.
Deg.
Genggaman jemari Rayyan tiba-tiba semakin erat Raina rasakan.Ia menatap kekasihnya,apa ia takut dengan bang Edo pikir Raina.
"Selamat atas kelulusanmu dek"ucap Edo memberi selamat dan memberikan buket bunga pada sang adik .Sedangkan wanita disebelah abangnya entah kenapa terus menatap kekasihnya dengan pandangan yang sulit diartikan yang membuat Raina tak suka.
"Makasih bang.. Tapi Rain mohon,jangan lagi bawa cewek ini kalo ketemu sama Rain"sahut Raina terang-terangan dengan wajah datar.
"Dek… kenapa kamu semakin tak sopan,ayolah.. Sudah abang gak mau kita bertengkar kaya gini lagi"ucap Edo yang memang tersiksa karna pertengkaran dengan sang adik.
"Rain permisi"pamitnya pada Edo.
"Nik,bawa Amel pergi… jangan bikin dia sakit hati liat orang gak punya hati"ucapnya lagi pada Niko yang diangguki oleh Niko untuk membawa Amel pergi.
Sedangkan ia sudah membawa Rayyan masuk kedalam mobil lelaki itu.Bahkan Raina harus menggiring Rayyan untuk duduk di kursi penumpang,karna terlihat wajahnya memucat dengan peluh dingin yang terlihat begitu banyak.
"Hey… kamu kenapa?? Om...Sweetheart"panggilnya.Raina duduk dikursi kemudi.Ia melihat mobil keluarganya pergi dari area hotel diikuti kepergian mobil yang lainnya.Milik Amel serta Niko.
"Segitunya kamu takut sama bang Edo ya"ucapnya lirih,lalu membersihkan peluh dikening kekasihnya dengan tisu.
Greb
"Anter aku ke Apartemen"ucap lirih Rayyan dengan nafas tersengal.Rain panik.
"Sayang… kamu kenapa?? Hey"sahut Raina langsung membalas pelukan Rayyan yang tampak melemah.Ia pun mererai pelukannya untuk melajukan mobil kekasihnya ke Apartemen.
Untung saja ia juga bisa menyetir mobil,kalau tidak..Entah pada siapa ia minta tolong.
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Amma sad banget akhir-akhir ini yang komen dikit huhuhu 😭😭😭,jejak kalian selalu ku tunggu men-temen 😭😭...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...