
Malam itu setelah pertemuan dengan Raina,kebahagiaan emak membuncah karna masih diberi kesempatan untuk melihat putrinya kembali.Emak tak ingin menanyakan macam-macam pada sang Putri,emak takut jika ia membahas itu kembali menimbulkan luka bagi sang putri.
Didalam mobil kedua orang tau itu duduk dikursi penumpang dengan bapak terus merengkuh tubuh sang istri dipelukannya.
"Mas,Raina kita kembali mas"ucap Emak lagi.
Bapak memusut lengan sang istri "Ya,berkat semua do'amu sayang.. Lihatlah putri kita nampak lebih cantik sekarang"
"Iya,Mas benar dia tampak cantik sekarang.. Tapi pak,kenapa sifat ajaibnya tidak berubah ya? Emak kira dari penampilannya putri kita akan lebih anggun ternyata masih sama"tutur emak lalu terkekeh.
"Itu yang menjadi keunikan dia sayang.. Bahkan kamu lihat Rayyan tak terganggu dengan segala keajaiban putri kita.Terlihat juga Ray begitu menginginkan Raina"sahut bapak. "Seperti dulu mas yang sangat menginginkan kamu,anak penjual rujak seberang kampus"lanjut bapak menggawil hidung bangir sang istri.
Emak tersipu mendengar ucapan terakhir sang suami "Iya mas,aku menyesal dulu sempat berfikir yang tidak-tidak pada Ray"ucap Emak.Memeluk pinggang sang suami diperjalanan pulang.
🌸
Jam menunjukkan pukul 12 malam,tapi emak yang begitu antusias untuk kedatangan putrinya besok terus sibuk mempersiapkan semua.Bahkan Emak tengah merapikan kamar Raina yang sudah rapi.
Emak meedarkan pandangannya melihat ranjang yang spreinya sudah diubah dengan warna kesukaan sang putri yaitu warna hitam.
Tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluk pinggang Emak dari belakang,emak tersenyum sudah bisa ditebak tangan siapa yang tengah membelit tubuhnya.Emak pun mengelus punggung tangan suaminya.
Bapak meletakkan dagunya dibahu sang istri "Belum tidur?"
"Belum mas,aku masih pengen liat apa yang kurang di kamar Rain"
"Gak ada yang kurang sayang.. Sebaiknya kamu tidur,besok Putri kita datang..Bukankah kamu ingin menyiapkan makanan kesukaannya?"
Emak mengangguk.
"Yaudah yuk kita ke kamar"ucap bapak menggiring emak untuk turun ke lantai bawah dengan badan yang masih berpelukan.
🌸
🌸
🌸
Pagi harinya,terlihat Emak sudah berkutat dengan segala macam alat dapur bersama dengan bibi.Kabar kedatangan Rain membuat seluruh rumah bahagia,bahkan dari subuh emak langsung menelfon keluarga besarnya untuk datang menyambut kedatangan Raina.
"Assalamu'alaikum"salam wanita dari luar yang disahuti emak dari dapur.
"Mak,emak… "panggil wanita itu dengan sang suami menggendong bocah berumur satu setengah tahun.
"Iya nak,emak didapur"sahut Emak.
"Mak,beneran Rain pulang..Rain dimana?? Ketemu dimana Rain mak?"tanya beruntun Ines dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Satu-satu mbak tanyanya.. "sahut emak,lalu mencuci tangannya dan berjalan menghampiri Ines lagi "Bi,lanjutin ya"ucap emak lagi pada Bibi dan diangguki oleh bibi.
"Ibra.. cucunya eyang"panggil emak pada bocah lelaki yang bernama Ibra itu,putra dari Ines dan Willy.Emak menggendong Ibra dan membawanya ke ruang keluarga.
"Gimana mak,Ines tanya kok gak dijawab.. Dan dimana Rain sekarang? Dikamar atas?"kembali Ines bertanya beruntun.
"Kasih suami kamu minum dulu.. Baru nanti tanya-tanya sama emak"
Ines yang kelewat penasaran hanya menyebikkan bibirnya tapi tetap melaksanakan apa yang disuruh oleh emak.Willy tersenyum lalu ikut duduk tak jauh dari mertuanya dan putranya.
"Sehat Wil?"tanya emak.
"Alhamdulillah mak.. waktu tadi emak nelfon dek Ines,kami langsung bersiap buat kesini.Dek Ines seneng banget denger Raina ketemu"sahut Willy.
Emak tersenyum.
"Nih mas diminum"Ines datang dengan secangkir lemon tea kesukaan suaminya. "Gimana.. Ines udsh siap dengerin"lanjutnya berbicara pada Emak dsn duduk disebelah Emak.
Emak pun menceritakan mulai ajakan Rayyan makan malam sampai pertemuan Emak dan bapak dengan Raina.Bahkan Emak juga menceritakan niat baik Rayyan melamar Raina dihadapan Emak dan Bapak.
Ines sangat terkejut mendengarnya,ia tak menyangka ternyata MUA belok yang dulu meriasnya benar-benar serius menjalin hubungan dengan sang Adik.
"Gimana ceritanya kak Cecek ketemu sama Rain mak?"tanya mbak Ines lagi.
"Emak belum tau,emak belum tanya sama Raina terlalu dalam.Emak seneng dia ketemu,udah cukup buat Emak.Yang penting adek kamu ketemu"sahut emak tanpa menyurutkan senyumannya.
Tanpa mereka sadari Edo mendengar semua ucapan Emak,bahkan salamnya tadi tak disahuti oleh semua orang karna sibuk menyimak cerita emak.
"Ehem" Deheman Edo membuat semua orang disana menoleh pada Edo yang berdiri tak jauh dari tempat duduk mereka.Ines tampak mlengos tak ingin melihat abangnya.Edo tersenyum getir melihat kekesalah adiknya.
"Abang akhirnya pulang"ucap emak saat Edo mengecup punggung tangannya.
"Abang naik dulu"sahut Edo lalu berdiri langsung naik ke kamaenya,tak ingin menjadi perusak suasana disana.
🌸
🌸
Emak tampak mondar mandir di teras rumah,jam sudsh menunjukkan pukul 9 pagi,tapi Raina tak kunjung datang membuat emak resah.
"Mak,tunggu didalem aja"ucap mbak Ines sambil menggendong putranya yang tengah tertidur.
"Mbak aja yang masuk,emak nungguin Rain disini"sahut Emak gelisah.
"Rain pasti pulang mak.. masuk aja yuk"ucap Ines menenangkan emak.Emak pasrah mengkuti Ines dsri belakang.
Tin Tin
Suara klakson dari gerbang meurungkan niat emak dan mbak Ines,mereka melihat beberapa mobil tampak masuk setelah pintu gerbang terbuka.
"Kok banyak banget mobil… Keluarga tante Dian?"tanya Ines.
"Bukan,itu Rain"sahut emak sambil tersenyum.
Terlihat mobil itu terparkir dengan berjejer di halaman luas kediaman Syahreza.Tampak kedua orang tua Amel turun dari mobil,lalu diikuti Amel,Niko dan Sean dari mobil sebelahnya.Dan yang terakhir Rayyan dan Raina turun dari mobil milik Rayyan.
"Selamat datang Jeng Sandra dan suami"sapa Emak cipika cipiki dengan mama Amel.
"Mbak,panggilin bapak diruang kerja"ucap emak menyuruh Ines,padahal Ines enggan beralih.Pandangannya langsung tertuju pada sang adik yang terlihat lebih dewasa dan cantik sekarang.Ia pun masuk untuk memanggil bapak dan yang lainnya.
"Ayo Jeng masuk"ajak emak pada mama Amel "Dek sini.. kita masuk"lanjutnya pada sang putri yang tampak mengamati rumah yang lama ditinggalkan.
Rain bergandengan dengan Rayyan masuk kedalam kediaman Syahreza diikuti yang lainnya.
🌸
🌸
🌸
Adiknya yang selalu bertingkah ajaib dulu sekarang ketemu.Meski ada yang tampak aneh pada Raina,dia tetap mengembangkan senyum seolah tak terjadi apa-apa.Entah apa yang gadis ini takutkan.
"Udah mbak lepasin adek kamu engap kalo dipeluk gitu terus"cletuk emak yang membawa macam-macam makanan.
Ines tampak enggan,bahkan putranya kini dibiarkan berceloteh ria dengan mama Amel.
"Repot-repot banget sih Jeng"ucap Mama Sandra.
"Lah ini gak seberapa dibanding keluarga Jeng Sandra yang jagain Rain selama ini"sahut Emak.
"Gak usah sungkan Jeng.. Rain udah kami anggap anak sendiri,lagian juga dia baru beberapa hari tinggal dirumah dan itu bikin Amel seneng karna ada temen di rumah."ucap Mama Sandra.
Disana Amel terlihat nampak kalem dan acuh,ia lebih senang berbincang dengan Sean yang terus kepo mengajaknya ngobrol.Sedangkan Niko,lelaki itu ngumpul dengan Ray serta papa Amel,Bapak Adrian dan Mas Willy.
Setelah lama berbincang kedua orang tua Amel lebih dulu berpamitan,sedangkan Amel,Sean dan Niko tinggal disini lebih lama.
🌸
🌸
🌸
"Dek,apa sih sebenernya yang terjadi sama lu?"tanya Ines yang sangat gatal untuk bertanya.
Rain tampak tersenyum tipis "Dari mana nih aku ceritanya.. dari awal kecelakaan?"tawar Rain meanggap ucapan kakaknya hanya guyonan.Karna sebenarnya dia enggan untuk berbagi luka pada orang lain.
"Waktu itu Rain ngebut dijalan,sampai kecelakaan itu terjadi motor Rain nabrak truk.."ucapnya.Membuat Mbak Ines meringis ngilu. "Pas Rain bangun,Rain gak inget apa-apa.."lanjutnya mengingat kejadian naas itu.
Emak mengelus lengan putrinya,ada rasa sesak yang menjalar didada Emak.
Raina tersenyum lagi,tiba-tiba ia teringat Elang.
"Siapa yang bantu kamu waktu itu dek? Dan kamu kemana? Apa benar di Singapore?"tanya Ines lagi.
Raina menoleh pada sang kakak "Elang… Kakak ingat Elang"
Degh!
Emak dan mbak Ines terdiam,bahkan badan mereka berdua menegang mendengar nama yang dulu menghancurkan Raina.
"Elang yang selamatin aku.. Dia bawa aku ke Paris dan rawat aku disana"sahut Raina sambil tersenyum tipis mengingat. "Dua tahun dia rawat aku sampai aku bisa jalan kembali,meskipun aku tak ingat semua dia perlakukan aku dengan baik"lanjutnya tapi saat mengibgat perpisahannya yang menyakitkan tiba-tiba raut wajah Raina berubah sedih.
"Apa kamu yang sering Elang panggil Audrey?"Tiba-tiba bapak datang dan langsung menebak nama itu.
Raina mendongak dan matanya bersirobok dengan bapak,ia pun tersenyum "Iya.. Zivana Audrey Calista,nama yang Elang beri buat aku"
Bapak memejamkan mata sejenak,kenapa dia tak pernah curiga tentang itu semua.Padahal empat kali pertemuan dengan Elang untuk meeting,lelaki itu selalu meminta waktu agar bisa menceritakan tentang kekasihnya yang bernama Audrey yang begitu dia cinta.Bahkan bapak turut senang karna Elang bisa menghilangkan obsesinya pada sang Putri tapi bodohnya dia ternyata Audrey itu putrinya sendiri.Begitu cerdiknya Elang menutupi semua.
Emak memeluk Raina dari samping "Maafin emak.. semua karna emak kamu ngalamin semua hal buruk itu . Maaf dek"tangis emak pecah.Membayangkan kesakitan sang Putri yang tak dapat berjalan dan tak bisa mengingat.
"Raina sudah gapapa mak,semua itu takdir..Emak gak usah merasa bersalah lagi"ucap Raina.
Raina melihat bapak yang mengepalkan tangan,ia pun beranjak dari duduknya untuk menghampiri sang Ayah."Rain harap Bapak tak melakukan sesuatu yang buruk pada Elang.. Karna demi Raina Elang melakukan kesalahan lagi Pak.."ucap Raina dihadapan Bapak "Elang membunuh Putri untuk membalas semua yang Putri lakukan pada Rain"lanjutnya menggenggam tangan lelaki paruh baya dihadapannya.
Semua orang menatap terkejut pengakuan Raina,bahkan Amel,Niko dan Rayyan yang tau cerita Raina tak tau tentang kejahatan yang Elang lakukan pada Putri.
Bapak merengkuh tubuh Raina,memberi kekuatan.Ia bangga pada Raina yang berfikir dewasa.Bapak mencium puncak kepala sang Putri.Emak dan mbak Ines pun mendekati dan ikut memeluk Raina,si bungsu yang begitu mereka sayangi.
Lalu kembali mbak Ines menanyakan bagaimana bisa dia bertemu dengan Cecek dan Raina dibantu oleh Cecek menceritakan semua.Emak bahkan sedih mendengar penuturan Cecek yang mengubah dirinya seperti dulu agar bisa bertemu dengan Raina.
Tanpa mereka sadari seseorang menatap nanar dari lantai atas,Edo yabg merindukan sang adik tak bisa melakukan apa-apa.Ia sangat takut untuk turun.Mengingat semua kesalahan yang ia buat pada sang adik.Apalagi melihat Amel yang tadi asik sendiri dengan lelaki yang berada di sebelahnya membuat Edo kembali dihujam beribu jarum tepat di dadanya.
🌸
🌸
🌸
Acara semakin ramai saat adik emak yaitu tante Dian datang bersama keluarga,beberapa kali tante Dian memeluk gadis yang sering berperang mulut dengannya.Gadis yang selalu meanggap dirinya lelaki.
"Ni lho bulek bawakan sumpia udang buat kamu.. Dihabisin ya"ucap bulek memberikan cemilan olahan tante Dian yang Raina sukai.
"Lah tumben lek Dian ngasih.. biasa aku juga harus nunggu lebaran baru ada ini"
"Hih.. ndak usah banyak omong,mumpung bulek baik hati ini"ucap bulek lagi.
Raina terkekeh langsung memasukkan sumpia itu ke dalam mulutnya,kedua jempolnya pun diangkat keudara menandakan ia menyukai.Ia pun menyuapkan sumpia itu pada Rayyan yang duduk disebelahnya.
"Enak"ucap Rayyan.
"Tentu dong,buatan bulek Dian paling the best"sahut Raina tersenyum.
"Rain gue mau ke toilet dulu"ucap Amel pada Raina tiba-tiba.
"Naik aja ke atas"sahut Raina diangguki oleh Amel.
Saat Amel keluar dari kamar Raina setelah menyelesaikan urusannya tanpa sengaja kamar disebelah ikut terbuka dan seseorang yang Amel benci juga keluar dari kamar itu.
Beberapa detik pandangan mereka beradu,sampai Amel tersadar lalu membuang muka pada Edo.Ia pun turun tanpa mau menoleh ke belakang.
"Aku pantas mendapatkannya"batin Edo sambil meremas tangannya sendiri melihat tubuh gadis yang dia cintai menjauh.
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...Cie bang Edo,si Karma perlahan nyamperin tuh bang.....
...Siapin hati ya bang.....
...Takut bunyi kkrreett ntar😁...
...#RayyanRainamenujuhalal...
...💜💜💜💜💜...
...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...
...Ada yabg bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...
...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....
...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...