
Seharian Job make up Rayyan yang sangat padat membuat ia tak sempat mengirim pesan pada sang istri,biasanya dia akan menyempatkan waktu sejenak untuk menanyakan kabar sang istri.
"Ah,rindu istriku.. Gak sabar mau ketemu"monolognya saat duduk di kursi kemudi,menatap foto wallpaper ponsel yang menampilkan foto sang istri yang tertidur dipelukannya. "Apa dia di Resto? Tapi dia bilang lagi males ke Resto,apa aku langsung pulang aja ya"monolognya lagi bingung.Ia pun menjalankan mobil Civic putih miliknya untuk menembus jalanan kota sore hari.
🌸
🌸
🌸
Sedangkan Raina,wanita itu tengah duduk sendiri di dalam Apartemen.Beberapa kali ia menghembuskan nafas berat.Ia menyandarkan tubuhnya di Sofa dan menutup wajahnya menggunakan lengan miliknya,entah apa yang sedang dipikirkan wanita cantik itu.
Cup
Cup
Cup
Beberapa kali ia merasakan benda kenyal mengecup bibirnya beberapa kali,ia tau siapa pelakunya.Ia hanya diam dan merasakan,sungguh ini menenangkan setelah memikirkan apa yang terjadi tadi solusinya tetap ada pada suaminya.Suaminya adalah obat baginya.
"Sampai kapan kamu terus tidur dear"ucap Rayyan yang menyadari sebenarnya sang istri sudah bangun.
Raina menurunkan tangannya "Ck.. pengen cium lagi"ucapnya manja memeluk sang suami dan menyandarkan kepalanya pada dada Ray.
"Uluh,manja banget sih istriku"sahut Rayyan menunduk mencoba meraih bibir sang istri yang wajahnya tengah mendongak.
Dan akhirnya ciuman lembut dari Rayyan kembali menyapa bibir ranum Raina,ciuman penuh kelembutan dengan l*****n penuh cinta saling mencurahkan isi hati itu pun terjadi.Perlahan Rayyan melepaskan tautan bibirnya menyatukan keningnya dengan kening sang istri menatap penuh cinta pada wanita yang berada dihadapannya.Tatapan keduanya pun saling mengunci.
"Aku mencintaimu"ucap Rayyan.
"Aku lebih mencintaimu mas"sahut Raina dengan senyum indahnya.
"Mas?"tanya Rayyan terkejut "kamu panggil aku mas?"tanya Ray lagi tak percaya.
Raina mengangguk sambil tersenyum "Manis gak sih aku panggil kamu mas"sahut Raina memandang wajah suaminya "Mamas Ray"panggilnya manja dengan badannya yang masih memeluk tubuh sang suami.
Rayyan tersenyum malu,ada sesuatu yang menggelitik perutnya.Seakan ribuan kupu-kupu tengah berterbangan disana.Dan selanjutnya ciuman bertubi-tubi Rayyan berikan pada Raina,ia bahagia melihat istrinya yang bersikap manis seperti ini.Mendekap tubuh kurus sang istri yang sekarang mulai berisi karna nafsu makan yang meningkat drastis.
🌸
🌸
🌸
Terlihat sekarang didapur kedua manusia saling bantu untuk membuat makan malam keduanya.Raina sibuk dengan wajan yang berisi udang asam manis,request dari sang suami.Sedangkan Rayyan tengah memotong buah untuk membuat salad buah request dari sang istri.Sesekali Rayyan melirik sang istri yang serius dengan masakannya,lalu tersenyum dan melanjutkan kerjaannya.
Greb
"Kamu makin cantik kalo lagi masak"bisik Rayyan selalu menggoda sang istri jika sedang memasak seperti ini.Memeluk dari belakang lalu melepaskannya kembali melanjutkan kegiatannya yang lain.
Ia selalu suka momen berdua saat berada didapur seperti ini,keduanya selalu terlihat romantis dan kompak melakukan apapun.
"Mas,coba deh?"tanya Raina menyodorkan sedikit masakannya pada sang suami dan dengan senang hati Rayyan mencicipi masakan sang istri.Ia mengunyah dengan perlahan,merasakan setiap bumbu didalam masakan sang istri.
"Gimana? Kurang apa?"tanya Raina memastikan.
"Perfect dear"sahut Rayyan dengan senyum mengembang.
Cup
Raina mencium bibir sang suami,ia selalu mencium bibir sang suami jika Rayyan memberinya pujian atas keberhasilan masakannya.Hadiah yang selalu Rayyan tunggu dalam masak memasak bersama sang istri.
Beberapa masakan seperti udang asam manis,tumis buncis serta tempe kriuk sudah tersedia diatas meja.Ups.. tak lupa salad buah yang tadi Rayyan buat untuk sang istri.
Keduanya tengah duduk berhadapan untuk memulai makan malam romantis berdua.Tak perlu makanan mewah,masakan sederhana seperti ini jika menyantap berdua dengan sang istri akan terasa sangat romantis meski hanya di dalam Apartemen.
"Mas?"panggil Raina membuat Rayyan mendongak menatap Rain.
"Ya dear"
"Em.. gak jadi deh,lanjutin aja makannya"ucap Raina.Ia ragu untuk berbicara pada Rayyan.Takut nafsu makan sang suami berubah saat ia bercerita.Meski sedikit bingung,Ray hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.
Setelah makan malam selesai,sepasang suami istri itu saling bantu untuk mencuci piring.Rayyan mengungkung tubuh kecil istrinya yang tengah sibuk menggosok piring dengan sabun cuci piring.Dengan alibi membantu,Rayyan terus mencium pipi sang istri agar semangat.
"Semangat dear,cuci piringnya"ucap Rayyan.
"Ck.. katanya bantuin,tapi malah ngerusuh dari tadi"sahut Raina menghidupkan kran wastafel.
"Ini juga bantuin,bantuin kasih semangat kamu."ucap Rayyan dengan tersenyum masih memeluk tubuh sang istrinya dari belakang.
Rain terkekeh "Memberi semangat dengan terus mencium..Yang benar saja"batin Rain.
Tiba-tiba Rain berbalik,mendongak menatap sang suami.Tersenyum menatap lelaki yang ia cinta,tangannya terulur mengalungkan pada leher Rayyan.Dengan sekali hentakan Raina sudah berada di gendongan Rayyan dengan kaki yang membelit pinggang,mereka kembali menyatukan bibir.Seakan tak ada bosannya keduanya kembali berciuman,tak ada ciuman lembut lagi mereka berdua berciuman dengan menggebu dan lebih menuntut.Ciuman yang berlangsung lama itu pun terus terjadi.
Brak
Rayyan berjalan membuka kasar pintu kamar,menggendong tubuh Raina dengan tautan bibir yang tak terlepas.
Perlahan ia merebahkan Rain di ranjang sebelum kembali menerjang dengan ciuman panasnya.Dan terjadilah olahraga enak kesekian kalinya yang tak bosan mereka lakukan.
🌸
🌸
🌸
Berada didalam pelukan seseorang yang ia cinta tak pernah Raina rasakan sebelumnya.Bahkan sekarang keduanya tengah telanjang setelah olahraga enak yang mereka lakukan tadi,hanya selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya.Dulu keinginan atau membayangkannya saja tak pernah ada dibenaknya,setelah kehancuran yang ia rasa dulu yang ada di otaknya hanya cara untuk mencari kesenangan dengan terus balapan tanpa memikirkan masalah cinta atau saling menyukai lawan jenis.Tapi sekarang Tuhan memberinya hadiah terindah,suami yang sangat ia cintai dan mencintainya.
"Mas"panggil Raina,dalam pelukan Rayyan.
Rayyan yang sudah memejamkan mata itu pun kembali terbuka.
"Iya dear"
"Aku mau tau tentang mas dulu?"
Rayyan menatap bingung "Dulu?"
"Ya,saat semuanya masih baik-baik aja"
Rayyan terdengar menghembuskan nafas berat "Entahlah dear,aku lupa tentang semua kenangan baik dan yang ku ingat hanya tentang kenangan buruk"sahut Rayyan.
"Dulu,bagaimana hubungan ayah dan bunda kamu mas?"
Rayyan mulai menerawang,mengingat kedua orang tuanya.
"Akan coba ku ingat(Terdiam) Dulu mereka pasangan yang begitu aku idolakan.Aku dari dulu mengidolakan ayah dan bunda berharap kelak aku memiliki keluarga yang bahagia seperti ayah dan bunda.Saling mencintai dan dicintai."ucap Rayyan dengan senyum mengenang,lalu senyum itu hilang tiba-tiba,Raina melihat itu.Mata itu terpancar kesedihan yang masih belum dapat hilang.
"Jangan di paksa kalo mas masih berat untuk mengingatnya"ucap Raina lembut.
Rayyan tersenyum,lalu menggeleng "Gak,karna ucapan kamu waktu itu aku ingin berdamai dengan masalalu..Kamu benar,mungkin bunda tersiksa dan sedih melihatku yang terus terbelenggu dalam kegelapan.Makasih,karna adanya kamu disini menjadi penerang buatku keluar dari belenggu hitam itu dear"sahut Rayyan.
Raina kembali mencium bibir sang suami. "Puji aja terus aku mas,bentar lagi bakal besar kepalaku keseringan kamu puji"ucap Raina sambil tertawa."Yaudah,kalo gitu lanjut ceritanya"ucap Raina lagi.
Rayyan pun mengangguk "Aku dulu putra kesayangan ayah dan aku sangat menghormati ayah.Ayah orang yang bijak,tegas dan berwibawa.Sampai kejadian yang buat aku gak nyangka ayah yang aku hormati bisa berbuat hal yang menjijikkan dan parahnya semua itu dilakukan dengan Marinca"dengan kekehan yang menyedihkan entah apa yang membuat Rayyan terkekeh,bahkan kata-katanya tak ada yang lucu.
"Gak usah ketawa.. Gak lucu"Raina menutup bibir suaminya yang tertawa menyedihkan itu.
"Eh,maaf… tapi dear,semua itu lucu bagiku.Aku ngerasa begitu bodoh,bodoh sampai aku gak tau mereka sedang akting setiap kali berada di rumahku.Astaga aku manusia paling bodoh"ucapnya lagi kembali tertawa,mengingat Marinca yang berlaga kalem saat dirumah Rayyan bertemu dengan ayah dan bunda.Bahkan Ayahnya juga terlihat sangat acuh jika Marinca berada disana.
"Kalau nanti ayah mau ketemu kamu? Apa yang mau kamu lakuin?"
"Kenapa kamu jadi tanya gitu?"tanya balik Rayyan mengernyit.
"Gapapa.. Tanya aja"sahut Raina "Aku juga mau kenal ayah mertuaku mas"lanjutnya.
Rayyan tersenyum kecut "Maaf karna suamimu ini tak bisa membuatmu bahagia seperti wanita lain yang memiliki mertua lengkap"
"Ngomong apa sih.. Kan aku cuma pengen kenal aja,cukup ada kamu dan aku..Cukup kita berdua,kebahagiaanku udah sempurna mas" sahut Raina.
"Belum dear,kebahagiaan kita belum lengkap"batin Rayyan mencium puncak kepala sang istri.
"Mas harus ingat,meski luka itu saat kalian bertemu kembali lagi..Merenggut kembali ingatan indahmu(Raina menatap kedua mata sang suami) ingat selalu orang yang mencintai kamu,seseorang yang selalu ada disisimu.Kita berdua,akan menjadi tempat kembali untuk satu sama lain."ucap Raina menggenggam tangan kiri sang suami erat.
Rayyan terdiam dengan ucapan sang istri,apa memang sudah saatnya berdamai dengan semua.Pikir Rayyan.
"Apa bunda setuju? apa bunda bahagia?"batin Rayyan.
Tiba-tiba lamunan Rayyan terpecah karna suara yang tak asing lagi terdengar.
"Ggggggrrrrrr…..Ggggrrrrrr….."dengkuran sang istri terdengar jelas ditelinga Rayyan membuat dirinya tertawa.
"Astaga habis ngomong sweet kamu langsung tidur dear,Ya Tuhan.. Istriku ini"ucap Rayyan merengkuh tubuh Raina yang sudah terlelap dipelukannya. "Selamat malam dear,mimpi Indah istriku.Aku mencintaimu"lanjutnya dan ia pun menyusul sang istri kedalam mimpi.
🌸
🌸
🌸
Paginya,Rayyan harus gelabakan karna tak menemui tubuh sang istri disebelahnya.Ia keluar setelah memakai pakaiannya dan mencari sang istri kesemua sudut rangan tapi nihil,Raina tak ada.
Sampai di dapur,tepatnya di meja makan ia melihat note yang Raina tinggalkan
"Mamas cantikku,maaf istrimu yang tampan harus pergi pagi-pagi.Sarapan udah aku siapin,semoga kamu suka..Aku berangkat ke Resto lebih dulu,kalau udah selesai langsung ke Resto ya.Aku menunggu disana,aku mencintaimu (terakhir dibubuhi gambar bibir dengan lipstik warna merah💋)
Jangan berharap Raina memakai lipstik itu,kalian akan kecewa.Ia menggambarnya menggunakan tangan.
Rayyan tersenyum melihat note itu,ia pun duduk menikmati sarapan yang disiapkan oleh istrinya sebelum berangkat ke Resto.
🌸
🌸
🌸
Tanda 'Close' dipintu Restoran membuat Rayyan mengernyit bingung,memang benar ada yang aneh bahkan motor sang istri tak ada disana.Ia mulai bingung dan mencoba menghubungi sang istri
"Mas"panggil seseorang dari belakang tubuh Rayyan dengan pintu Resto yang mulai terbuka.
Rayyan berbalik mendengar suara sang istri tengah memanggilnya ia tersenyum tapi senyum itu tak bertahan lama saat melihat seseorang yang berada di kursi roda yang Raina dorong.Bahkan tubuh Rayyan menegang.
Raina berjalan bersama tuan Arjuna,lelaki yang menghubunginya waktu itu dan meminta bantuan untuk bertemu dengan Rayyan.Meski Raina tau bagaimana terlukanya sang suami pada mertuanya tapi semua harus segera diselesaikan,hanya ayah mertua ini yang suaminya miliki.Ia tak mau Rayyan menyesal nantinya.
"Kita duduk dulu"ajak Raina.
Ketiganya pun duduk di meja yang dipenuhi hidangan makanan buatan Raina,yang berada tak jauh dari pintu masuk.Tuan Arjuna tak hentinya menatap sang putra dengan tatapan penuh kerinduan dan rasa bersalah.
Sedangkan Rayyan hanya diam tanpa kata melihat wajah lelaki paruh baya dihadapannya.Ia tak menyangka sang istri akan mempertemukan dia dan sang ayah seperti ini.Ini terlalu mendadak.
"Maafkan Ayah Ray"ucap tuan Arjuna setelah terdiam beberapa lama.
Rayyan hanya terdiam.Tiba-tiba tangan lembut dan lentik menggenggam tangan miliknya yang tengah meremat celananya,ia teringat kenangan buruk itu lagi.
Rayyan menoleh,menatap wajah teduh milik istrinya.Raina memejamkan mata sejenak sambil tersenyum membalas tatapan suaminya.Ia mengingat kata-kata sang istri malam tadi,membuat ia memiliki harapan baru.Ia mengikuti kata-kata sang istri tadi malam untuk memejamkan mata saat kenangan buruk itu kembali dan benar.. Nafasnya yang tadinya terasa sesak perlahan hilang.Emosinya kembali terkontrol.
"Aku sudah memaafkan anda,seharusnya anda harus minta maaf pada bunda.Karna bunda yang lebih terluka"sahut Rayyan akhirnya berbicara,Ia masih merasa canggung jika berbicara dengan ayahnya.
"Terimakasih.. terimakasih sudah memaafkan ayah"ucap tuan Arjuna dengan senyum yang terbit dari bibirnya. "Boleh ayah memelukmu,ayah sangat merindukanmu Nak"lanjut tuan Arjuna memohon.
Rayyan tampak ragu,tapi lagi-lagi melihat wajah yang meneduhkan memberinya kekuatan.Ia beranjak,menghampiri lelaki paruh baya yang berada di Kursi roda itu.
Ia memeluk tubuh renta itu,seketika hatinya menghangat.Lebur sudah rasa sesak didada,memaafkan orang yang menyakiti kita membuat hati terasa lebih damai.Ini proses,proses untuk berdamai dan keluar dari lubang kegelapan yang selama ini membelenggunya.
Badan lelaki paruh baya itu tampak bergetar mendapatkan pelukan dari putranya yang selama ini ia rindukan,yang selama ini ia hancurkan.
"Maafkan ayah,ayah menyesal… Ayah menyesal Ray,maafkan ayah"racau tuan Arjuna,ia menangis tersedu dipelukan sang putra.Ray pun menepuk punggung sang ayah pelan.
"Seseorang pernah bilang sama aku,teruslah sehat..teruslah menjalani hidup,setidaknya ini bisa menebus semua kesalahan yang pernah kita lakukan.Jadi ayah,teruslah sehat..Dengan begini kita bisa menebus kesalahan kita pada bunda"ucap lirih Rayyan teringat kata-kata emak waktu saat Raina pergi meninggalkannya,ia masih merasa jika dirinya awal penyebab dari malapetaka keluarganya.
Setelah merasa lebih baik,tuan Arjuna kembali duduk dengan tenang.Raut wajahnya mulai yang sebelumnya terlihat sedih sekarang bisa tersenyum.
"Minumlah ayah"ucap Raina memberikan teh hijau pada mertuanya.
"Terimakasih nak"sahut tuan Arjuna dengan tersenyum.Tuan Arjuna sangat bersyukur memiliki menantu yang sangat baik ini,apalagi mendengar kata-kata yang wanita ini ucapkan padanya waktu itu membuat tuan Arjuna percaya jika Rain memang terbaik untuk Rayyan putranya.
...Flashback pertemuan sebelumnya. ...
Setelah tuan Arjuna meminta tolong pada Raina,ia pun didorong oleh bodyguardnya untuk menuju mobil.Tanpa Tuan Arjuna sadar Raina berlari menghampirinya.
Dengan ngos-ngosan wanita itu berjongkok dihadapannya lalu menggenggam kedua tangannya.
"Ayah,sebelumnya aku belum meminta restu padamu.Izinkan aku meminta restu pada ayah sekarang,restui pernikahan kami ayah."ucap Raina dengan senyum mengembang menatap manik mata tuan Arjuna.
"Apa masih pantas kalian meminta restuku nak? Bahkan Rayyan tidak menganggapku ada,aku terlalu buruk"sahut lemah tuan Arjuna.
"Tidak ayah,semua orang memiliki masa lalu dan memiliki kesalahan.Kita bahkan hanya manusia biasa,yang pantas menghakimi atas kejahatan atau kesalahan kita hanya Tuhan.Aku percaya Rayyan akan memaafkan ayah.Percaya padaku yah"ucap Raina percaya diri.
"Terimakasih nak,kau memberi harapan baru untukku.Semoga.. Semoga dia bisa memaafkanku"sahut tuan Arjuna,tangannya terulur membelai rambut coklat milik Raina "Aku merestui kalian,semoga keluarga kalian selalu dilimpahi kebahagiaan dan keberkahan dari Tuhan"lanjut tuan Arjuna mendoakan dengan tulus.
Raina tersenyum bahagia,sangat bahagia akhirnya ia bisa bertemu dengan mertuanya. "Aku akan menjaga selalu Ray,aku takkan membuatnya menangis atau terpuruk lagi,aku sangat mencintainya"ucap Raina lalu berdiri.Ia pun ikut mengantar tuan Arjuna sampai ke dalam mobil.Bahkan Rain dengan sopan mencium punggung tangan tuan Arjuna.
...Flashback Off ...
Pemandangan yang begitu menghangatkan hati tuan Arjuna bisa melihat putranya tersenyum bahagia seperti dulu sebelum kebodohan yang ia lakukan.
"Ray,ada seseorang yang ingin sekali bertemu denganmu.. Apa kamu mau menemuinya?"tanya Tuan Arjuna ragu.Ketiganya sekarang tengah memakan menu andalan di restoran Raina yang telah Rain siapkan tadi.
Rayyan menatap ayahnya,firasatnya mengarah pada bocah cilik yang dulu bertemu dengannya di pemakaman.
"Apa anak itu?"tanya Rayyan balik meletakkan sendok dan garpunya.
Tuan Arjuna mengangguk,hatinya masih ragu putranya bisa menerima anak darinya dengan wanita itu.
"Ajaklah dia kemari ayah"ucap Rayyan dengan tersenyum.
Tuan Arjuna begitu bersyukur mendengar jawaban putranya,ia tak menyangka putranya mau menemui anaknya.
"Baiklah,lain kali ayah akan mengajaknya untuk menemui kalian"ucap tuan Arjuna melanjutkan makannya.
"Sebaiknya ayah kembali,karna banyak yang harus ayah urus"lanjut tuan Arjuna setelah menyelesaikan makannya
"Biar aku antar"tawar Rayyan.
"Tidak,supir ayah ada tak jauh dari sini"sahut tuan Arjuna lalu melakukan panggilan.
Rayyan dan Rain akhirnya meantar tuan Arjuna sampai kedepan.Rayyan melihat supir yang dimaksut ayahnya ia pun melambaikan tangan.
Tiba-tiba ada lelaki berlari kearah Rayyan dan meambil dompet Rayyan.
"Copet"teriak Rayyan sadar menjadi korban copet didepan resto miliknya sendiri.
Pletak
Sepatu sneakers bermerk milik Raina langsung melayang tepat ke arah copet yang belum sempat berlari itu.Copet itu pun tersungkur di trotoar jalan tak jauh dari tempat Rayyan berdiri mematung.
Rain langsung berlari dan melumpuhkan copet dengan mengunci sasarannya,tanpa ampun ia menghadiahi sentilan pada kuping lelaki hitam itu.
"Rasain lu.. berani banget nyopet hp laki gue,mau gue gebukin lu"teriak Raina dengan terus menyentil telinga copet yang bertiharap mengaduh kesakitan karna kuncian tangan dari Raina dan sentilan tangan Raina yang amat sakit di telinganya.
"Ampun.. ampun"ucap lelaki berkulit hitam itu sambil mengaduh kesakitan.
Rayyan si korban dan ayah mertuanya hanya bisa melongo melihat keberanian Raina.Padahal Rain berdiri agak jauh dari Rayyan karna Rain menjaga sang mertua.Tapi dengan sekejap wanita itu berpindah,melumpuhkan copet.Benar-benar menakjubkan.
Selang beberapa saat polisi pun datang dan membawa copet serta barang bukti.
"Ayah gapapa?"tanya Raina melihat mertuanya terdiam.
Tuan Arjuna belum menjawab,ah.. ia baru ingat suaminya masih terdiam dipinggir jalan.Ia pun menghampiri sang suami.
"Mas gapapa? Gak ada yang luka kan?"tanya Raina meneliti tubuh suaminya.
"Ah.. eh… gak,aku gapapa"sahut Rayyan.
"Pasti kaget ya.. Tu orang dari tadi udah ngincer kamu,untung aku sadar"ucap Raina memeluk lengan sang suami menggiring ketempat tuan Arjuna.
Tak berapa lama supir tuan Arjuna pun datang.
"Makasih sudah mau menemui ayah dan maafkan ayah"ucap tuan Arjuna benar-benar bahagia. "Kamu wanita pemberani nak"puji tuan Arjuna pada Raina.
"Ayah bisa aja,jangan memujiku yah..Nanti kepalaku semakin membesar karna sering dipuji"sahut Raina sambil tersenyum.
Tuan Arjuna ikut tertawa.
"Sudah ayah,tak perlu membahasnya lagi.Aku sudah memaafkan ayah"sahut Rayyan dan anggukan dari Raina.
"Ya sudah,ayah pergi dulu.Sekali lagi terima kasih"ucap tuan Arjuna sebelum menyuruh supirnya untuk menjalankan mobil.
Rayyan dan Raina pun melambaikan tangan kearah mobil yang sudah melaju itu.
Raina merengkuh tubuh sang suami lalu mendongak.
"Mas bahagia?"tanyanya pada Ray.
"Aku selalu bahagia sejak memilikimu dear"
"Ah,aku jadi terhura lagi"
"Terharu dear,jangan dibalik-balik"
"Nah itu maksutku hehe"sahut Raina sambil tertawa "Gimana perasaan mas saat ini.Lebih baik?"tanya Raina lagi sambil berjalan bergandengan.
"Sangat..sangat melegakan,rasanya seperti paku yang ada dikepalaku seakan tercabut"sahut Rayyan.
"Ih.. mas kuntilanak,pake ada paku dikepala segala"ucap Raina terkekeh.
"Perumpamaan dear"sahut Rayyan tersenyum melihat istrinya yang tertawa karna perumpamaannya.
"Emang ada perumpamaan kayak gitu"
"Gak tau,kalo gak ada ya adain aja.Beres kan"sahut enteng Rayyan membuat Raina terkekeh.
"Ah.. aku laper,padahal tadi udah makan"ucap Raina yang mulai kelaparan meelus perutnya.
"Masih lapar?"tanya Rayyan.
"Ya.. tenagaku terkuras habis karna copet tadi"
"Siapa suruh kamu kasih pelajaran tu copet"
"Biar pinter,gak nyopet lagi.. Lagian juga aku cuma menyentil telinga dia,gak hukum dia kayak penjahat-penjahat yang dulu pernah ketemu aku kok."sahut Raina ia pun masuk ke mobil Rayyan dan duduk tenang di kursi penumpang.
Rayyan menggelengkan kepala "Baiklah,kalo gitu kita ke kantor polisi dulu baru cari makan ya"ucap Rayyan mengenakan sabuk pengaman milik sang istri.
Cup
Raina mencium pipi Rayyan "Baiklah.. Let's Go"teriak Raina yang tak sabar bertemu si copet untuk ia beri wejangan lagi.
Jangan ditanya bagaimana wajah Rayyan,sudah pasti ia merona jika mendapat serangan dadakan dari sang istri.
...💜💜💜...
...°TBC°...
...💜💜...
...KOMEN ...
...LIKE...
...VOTE ...
...VOTE ...
...VOTE ...
...JANGAN LUPA YA 🤗🥰...
...SALAM SAYANG AMMA NADA 😍...