You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Gara-gara Dewa



Di salah satu kamar Apartemen mewah tengah meringkuk wanita bergaun tipis berbahan satin yang tampak bermuram durja.Berbanding terbalik dengan keromantisan percintaan Rayyan dan Raina,wanita ini tengah bergelung dengan penyesalan.


Ia kembali dipertemukan dengan cinta pertamanya,bodohnya ia sadar saat kebejatannya terbongkar.Ternyata ia mencintai lelaki itu. 


Dan beberapa bulan yang lalu ia kembali dipertemukan dengan lelaki yang menghantui hidupnya.Bahkan lelaki yang dulu memujanya yang dulu mencintainya memandangnya datar saat bertemu.Ia kembali marah melihat lelaki itu menggandeng gadis yang tak ada bandingannya dengan dirinya.(Tak sadar diri-author😤)


Gila harta karna tak tahan cemoohan orang-orang dikampung tentang keluarganya menjadi pemicu Marinca Putri gelap mata dan merayu Arjuna Sanjaya yang tak lain adalah ayah dari kekasihnya.Menjijikan.


"Ternyata kamu udah dapet pengganti aku"gumamnya memandang foto dirinya dan lelaki itu yang sengaja ia cetak.Lelaki itu sekarang terlihat semakin tampan dan gagah.Hidup dengan bergelimang harta dari mantan suami tapi tak membuat dirinya bahagia,bahkan dirinya terus mencari kesenangan diluar sana dengan gila. 


Ia hidup sendiri karna mantan suaminya yang tak lain Arjuna Sanjaya meambil hak asuh anaknya sejak anak itu lahir didunia. 


Kematian istri Arjuna Sanjaya membuat Arjuna memutuskan menceraikan dirinya setelah anak itu lahir,ia pun ikut andil menjadi tersangka pemicu meninggalnya istri dari Arjuna.Ia sadar akan itu.


Meskipun ia sakit hati dengan keputusan sang suami,tapi ia bisa apa dirinya hanya pemuas nafsu dan hanya istri siri dari Arjuna Sanjaya.


Ia kembali memeluk bingkai foto dihadapannya,berharap lelaki difoto itu kembali kepelukannya.Meskipun mustahil ia tetap berharap lebih.


Beberapa saat kemudian ia ingat,kalau wanita yang bersama lelaki itu adalah gadis tomboy yang beberapa bulan lalu juga mempermalukannya.Marinca menyandarkan dirinya di ranjang.


Lalu ia memutuskan untuk mencari lelaki itu dan mulai meminta maaf pada lelaki itu.


🌸


🌸


🌸


Pagi ini Raina bangun lebih awal,untung sang kekasih waktu itu memberikan 4 jam weker dan mereka berdua langsung menyetel waktu Raina bangun.


"Dear,jangan tidur lagi"ucap Cecek yang ada diseberang telfon. 


"Iya...iya sweetheart,tapi aku laper sekarang"sahut Raina.


"Kamu mau aku masakin apa? Aku bikinin deh,abis ini aku anter ke rumah kamu"ucap Cecek. 


"Perhatian banget sih.. jadi cinta" 


"Aku juga cinta kamu" 


"Kamu mau apa dear?" 


"Aku pengen makan nasi goreng sosis yang pedas ya"


"Siap dear… Sekitar 40 menit tar aku sampe disana,inget .. jangan tidur lagi oke" 


"Hhmmm… iya sweetheart kamu udah ngomong berapa kali sih.. Aku mandi dulu ya" 


Setelah Cecek menyetujui akhirnya panggilan itupun terputus.


Hubungannya dengan sang kekasih semakin serius,ia menikmati jalinan kasihnya dengan lelaki lemah gemulai yang membuatnya terpesona.Raina sekarang mulai dikit demi sedikit mengubah hidupnya menjadi yang lebih baik.Wejangan dari emak waktu itu masih terngiang-ngiang diotaknya.


"Jika menginginkan lelaki yang baik,sebaiknya dari sekarang kamu memantaskan diri untuk menjadi yang lebih baik.Emak yakin Rayyan menerima kamu apa adanya"ucap emak waktu itu. 


🌸


🌸


🌸


Tok


Tok


Tok 


"Non…Non Raina.. Ada den Ray didepan"ucap bibi mengetuk pintu kamarnya. 


Raina yang sudah siap-siap pun langsung membuka dan ikut turun bersama bibi.Ia melihat kekasihnya tengah menyiapkan makanan untuknya didapur. 


"Hay sweetheart"sapa Raina langsung duduk di ruang makan. 


Rayyan yang ada didapur tak jauh dari ruang makan langsung berbalik dan tersenyum dengan tatapan penuh cinta juga pada kekasihnya. 


"Tunggu disitu.. Bentar lagi selesai"sahutnya.


Raina mengetuk-ngetuk sendok dan garpu ditangannya seperti anak balita saat diberi makan.Ray sangat menyukai binar bahagia di mata kekasihnya saat ia membawakan makanan untuknya.Beberapa bulan ini memang Orang tua Raina sering menginap dirumah mbak Ines karna kehamilan wanita itu yang bermasalah membuat mbak Ines harus didampingi terus.Jadi orang tua Raina menitipkan gadisnya pada sahabat-sahabat Raina dan kekasih putrinya ini tentunya.


"Nasi goreng sosis ala chef Ray udah siap.. Silahkan tuan putri menikmati" 


Rain berdecak "Gak suka dipanggil tuan putri.. kan udah bilang berapa kali jangan panggil tuan putri ish…"sambil mengomel mulut mulai menyuap nasi goreng yang wanginya menggoda untuk dicicipi. 


Rayyan hanya tersenyum mendengar omelan sang kekasih.


"Masakan kamu selalu enak sweetheart.. lebih enak dari masakan Niko"ucapnya lalu kembali menyuap nasi goreng itu. 


Rayyan tersenyum,bukan sekali ini dia mendapat pujian dari kekasihnya.Hampir setiap dia masakan gadisnya selalu memuji hasil masakannya.


"Pelan dear.. ntar kamu kesedakan kalo makannya cepet-cepet gitu"sahut Rayyan lalu meraih tisu dan meelap bibir kekasihnya. 


Kembali gelenyar aneh dan desiran halus didadanya tengah menggetarkan tubuh Raina.Ia merona dibuatnya.


"Dear..Kamu blushing??"tebak Rayyan meneliti dengan jelas wajah Raina.


Raina hanya diam,entah kenapa ia susah mengeluarkan kalimatnya.Ia terlalu malu untuk mengakui.Tumben.


"Gimana pembelian ruko untuk resto kamu sweetheart? Berjalan lancar?"tanya Raina mengalihkan obrolan.Rayyan mengulum bibirnya,geli sendiri melihat tingkah malu-malu kekasihnya yang ternyata sangat imut. 


"Semua sudah beres dear.. Berkat do'a kamu,mungkin tiga bulan lagi bisa mulai pembukaannya"


"Syukurlah.. aku senang dengernya,Aku yakin pasti banyak pelanggan buat resto kamu.Apalagi chefnya tampan dan mempesona kayak kamu"ucapnya kembali menggoda kekasihnya.Lalu mengedipkan matanya sebelah. 


Rayyan hanya tersenyum mendengar godaan kekasihnya.Tapi memang benar Raina selalu bisa memberi energi positif padanya,sampai ia punya keberanian untuk membuka sebuah restoran karna usulan dari Raina.Kata Raina sayang jika memiliki keahlian tidak disalurkan.


🌸


🌸


🌸


Rayyan dan Raina berada didepan rumah milik Raina,ia harus kembali karna kekasihnya akan berangkat ke Kampus tapi menolak saat ia akan meantar menggunakan mobil.


"Dear.. aku pulang,kamu beneran gak mau aku anter?"tanyanya memastikan.


"Iya sweetheart.."sahut Raina menangkup pipi kekasihnya.Dengan cepat Rayyan memeluk pinggang kekasihnya,lalu ia mengecup penuh kasih sayang kening Raina.Raina sempat terdiam,bahkan perlahan tangannya yang berada dipipi kekasihnya mulai turun.Ia memejamkan matanya.


 "Hati-hati ke Kampus jangan ngebut dear"ucap Rayyan melepas ciumannya. 


Mata Raina perlahan terbuka lalu tersenyum.Ia mengangguk.


Setelah kepergian Rayyan,entah kenapa wajah Raina terasa panas,dadanya bergemuruh,bahkan ia merasakan kupu-kupu tengah berterbangan di perutnya.Ia masih ingat bibir kekasihnya mengecup lembut kenjngnya. 


Ia menangkup kedua pipinya lalu bergoyang ke kanan kiri dan tertawa malu-malu. 


🌸


🌸


🌸


Dewa tengah bersandar pada kap depan mobilnya,ia memandang motor yang berlalu dihadapan ia dan teman-temannya.Ia mengikuti arah motor itu tuju,sampai pada parkiran motor.Keberaniannya ia kumpulkan,sudah cukup lama ia hanya bisa memandang dari jauh gadis itu.Bukankah sekarang waktunya pikir Dewa.


Dewa menegakkan badannya,lalu mulai beranjak. 


"Mau kemana lu Wa?"tanya Leo.


"Bentar ada urusan"sahutnya lalu pergi meninggalkan teman-temannya. 


"Dewa mau kemana?"tanya Yeyen yang baru datang ikut berkumpul.Leo hanya menaikkan bahunya tanda tak tau.


Dewa menepuk bahu seseorang dihadapannnya beberapa kali,saat empunya tubuh menoleh dengan melepas helm.Bagai gerakan slow motion Dewa terpana melihat wajah natural dibalik helm warna merah itu. 


"Ada apa ya?"tanyanya langsung angkuh. 


Dewa tersenyum "Lu inget gue?"tanya balik Dewa sambil tersenyum 


"Ketua BEM"sahut singkat Raina. 


"Sebelum itu,kita pernah ketemu" 


"To the point aja.. lu mau apa?"tanya Raina masih dengan nada santai. 


"Tanggung jawab"ucap lelaki itu "Karna lu waktu itu udah nabrak gue dan lu sendiri kan yang bilang kalo ntar aja gue bisa minta tanggung jawab dari lu.. Sekarang gue tagih"lanjutnya dengan senyum mengembang menagap Raina yang tengah terdiam.


Seketika ingatan Raina kembali saat beberapa bulan yang lalu ia menabrak seseorang saat tiba di Kampus.Pantas saja ketua BEM waktu itu langsung mengenalinya. 


"So… lu mau gue tanggung jawab gimana? Perasaan waktu itu lu gak kenapa-napa dah.Cuma gue tabrak emang lu langsung bunting?" 


Dewa memasukkan tangannya didalam saku celana lalu terkekeh "Hhmmm...lu harus tanggung jawab sama dada gue,ada yang aneh didada gue"sahut Dewa. 


Raina mengrenyit bingung "Lu mau gue anter ke dokter gitu maksut lu?" 


Dewa hanya tersenyum 


"Lu gila dari tadi perasaan senyum terus.. Aneh"ucap Raina lagi.Saat matanya melihat kedua sahabatnya menghampirinya,Raina memutuskan untuk pergi dari hadapan Dewa. 


Tapi dengan cepat Dewa menahan pergelangan tangan Raina.Raina yang kaget langsung menyentak tangan Dewa.


"Apa-apa sih lu"ucap kesal Raina.


Ia menyodorkan ponselnya "Nomer hp lu,,gue yang nentuin kapan lu harus tanggung jawab"sahut Dewa.


Dari pada ia harus meladeni terus ucapan Dewa,dengan cepat ia menuliskan nomer ponselnya.Dan pergi meninggalkan Dewa sendiri. 


🌸


🌸


🌸


Ketiga sahabat itu tengah bersantai menunggu pesanan mereka di Kantin.Niko dan Amel yang penasaran tentang ketua BEM yang tadi ngobrol dengan Raina sudah tak bisa menahan penasaran mereka. 


"Ada urusan apa lu sama kak ketua BEM Rain?"tanya Amel.


"Oh.. itu,gapapa..basa basi doang"sahut Rain.Lalu ia mengeluarkan ponsel dan sibuk dengan ponselnya. 


Merasa tak puas dengan jawaban Raina,Amel kembali bertanya.


"Seriusan gue tanya ada urusan apa lu sama dia?"tanya Amel lagi.


"Gak ada apa-apa gue bilang Mel.. napa dah lu,lu naksir sama dia.. Gercep dah daripada si duluin orang"sahut Raina meskipun dengan nada candaan.Amel merasa tersinggung dengan jawaban Raina.Tak taukah Rain,jika Amel masih memiliki perasaan dengan abangnya.Tak taukah Raina jika abangnya itu membuat Amel sahabatnya ini patah hati sepatah-patahnya.Amel hanya diam tanpa membalad ucapan Raina.


"Rain,lu gapapa?? Dari tadi gue liat senyum-senyum terus.."cletuk Niko yang duduk dihadapan Raina.


Rain mendongak sejenak lalu kembali tenggelam dalam dunianya sendiri.


"Paling juga chatan sama si Om"timpal Amel menyesap minumannya."Berasa jadi kacung dia gue… Dianggurin mulu,cuma diajak ngomong kalo dibutuhin doang"cletuk Amel lagi.


Deg


Raina langsung menatap kedua sahabatnya bergantian.Ia baru sadar jika sekarang jarang sekali ada waktu mereka bertiga seperti dulu.Perlahan ia meletakkan ponselnya.


"Maaf kalo gue jarang ada waktu buat kalian" Raina merasa tersindir dengan ucapan Amel.


"Nyadar juga"sahut sewot Amel. 


"Mel"tegur Niko


"Jangan lu belain terus dia Nik… Lu juga ngerasa kan kalo dia berubah,dia jarang ada waktu buwt kumpul sama kita.Meskipun kumpul juga dia sibuk sama pacarnya"ucap Amel. 


"Mel...maafin gue"sahut Raina. 


Tapi lebih dulu Amel berdiri untuk pergi "Kita gak ada kelas lagi kan.. Gue balik"ucap Amel menyampirkan tas brandednya dibahu pergi meninggalkan Raina dan Niko. 


"Lu tenang aja,Amel cuma lagi sensi… gue kejar dia dulu"ucap Niko mengelus rambut Raina lalu pergi untuk mengejar Amel.


Raina menatap nanar kedua sahabatnya yang menjauh darinya,ia merasa bersalah karna memang semenjak dia dan Cecek menjalin hubungan.Waktu bersama sang sahabat berkurang. 


Ini yang Raina takutkan,sahabatnya menjauh.Ia tak mau.Raina meletakkan kepalanya kembali di meja kantin,kepalanya mulai berasap karna terlalu berfikir. 


Nnyyeeeeessss 


Tiba-tiba benda dingin ditempelkan didahinya membuat Raina yang tengah terpejam itu terperanjat.


"Dia lagi"batin Rain.Ah.. tambah pusing saja kepalanya. "Tau gak sih gara-gara lu Amel marah sama gue..Pe'a"lanjutnya dalam hati.


"Ada paan?"tanya cuek Rain kembali menempelkan kepalanya di meja. 


Dewa duduk dihadapannya "Gapapa.. gue kasian aja liat lu sendirian"sahut Dewa.


"Mending lu pegi dah… Pala gue tambah puyeng"sahut Rain.


"Ini meja kantin.. terserah lah gue mau duduk dimana juga bebas,bukan lu yang punya ini" 


"Kok lu ngeselin sih"


Kring…


Kring… 


Suara dering ponsel Raina membuat Dewa urung untuk membalas ucapan Raina.


"Halloo"ucap Raina menempelkan ponselnya ditelinga.


"Are you oke dear?"tanya Cecek.


"I'm not oke sweetheart"sahut lemah Rain.


"Kenapa? ada masalah lagi,kayaknya chat sama aku tadi kamu baik-baik aja" 


"Ah.. malas aku bahasnya,kamu dimana? Udah selesai meetingnya?"


"Masih didalem resto,baru selesai meetingnya..Ini mau balik ke Salon" 


"Kamu sama Mita kan? Aku jemput ya" 


"Oke dear… "


"Shareloc ya… bye sweetheart"sahut Raina.Mendengar suara kekasihnya membuat mood Raina kembali membaik.Ia harus memikirkan bagaimana caranya agar sahabatnya tak lagi marah dengannya. 


Saat ia akan pergi,matanya berserobok dengan mata Dewa yang tengah menatapnya.Ya...ia lupa jika ada lelaki yang tengah duduk dihadapannya. 


Dewa hanya diam sembari tersenyum menatap Rain.Jika banyak wanita di Kampus yang meleleh hanya dengan senyumannya tapi beda dengan Raina,bahkan gadis ini hanya menatapnya datar. 


"Gue cabut.." 


"Tadi pacar lu?"tanya Dewa 


"Bukan urusan lu"sahut sewot Rain lalu melenggang pergi dari hadapan Dewa.


"Ngapain sih tu bocah dari pagi bikin esmosi jiwa aja... Perasaan beberapa bulan ini tentram dan hidup gue"gerutu Raina sambil terus berjalan menuju parkiran motor.


Dewa hanya bisa melihat pungung gadis yang berlari kecil penuh semangat. 


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Selamat malam penggemar Ra-Ra couple,maaf baru bisa on sekarang.Beberapa hari ini job di RL lagi full dan persiapan bulan puasa jadi Amma fokus ke RL dulu kemarin....


...Tapi tenang,malam ini Amma akan fokus buat kelanjutan cinta Omte sama Raina.....


...Siapa yang rindu sama mereka??? Cung ☝️...


...Amma kasih double up malam ini ya 🤗...


...selamat menikmati kisah cinta Ra-Ra couple 💜...


...Btw Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan Mohon maaf lahir batin 🙏 Family Online 🤗...


...💜💜💜Salam sayang,salam,cinta,Salam Rindu dari Amma,Raina dan Omte 💜💜💜...