You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Ngedate Ala Raina



Cecek sangat bahagia,ini hari pertamanya mereka kencan setelah resmi berpacaran.Bisakah Cecek bersikap seperti remaja yang baru jatuh cinta sekarang.


Ia mengamati kekasihnya yang memakai kembali jaket miliknya.


"Sayang,bentar aku ambil kunci mobil"ucap Cecek.


"Gak usah… sekarang kita naik motor,aku udah siapin helm buat kamu pake juga"sahut Raina dengan meayun-ayunkan tangan kekasihnya.


"Tapi yank… kamu gapapa panas-panasan?"tanya Cecek yang disambut Raina sengan tawanya.


"Panas-panasan itu udah makanan tiap hari kali yank,santai aja.. Yuk berangkat sekarang" 


Cecek pun mengangguk,ia menyuruh Mita untuk tetap meambil kunci mobil dan cluth miliknya.


"Ini kak"ucap Mita saat menyerahkan cluth serta kunci mobil. 


"Ya ampun mbak,itu kaki nya kenapa?"tanya Ulfa yang tak sengaja melihat pergelangan kaki Raina membuat Cecek langsung ikut memperhatikan apa yang dikatan oleh Ulfa.


"Sayang ini kenapa? Kamu gapapa kan? Ini sakit? Kita obati dulu ya"ucap Cecek beruntun dan kembali meajak Raina untuk duduk. "Maaf,aku buka sedikit ya"lanjutnya meminta izin pada kekasihnya untuk meangkat celana jeans milik Raina.


"Hey,aku gapapa kok.. Ini gak sakit,kita jalan aja yuk..Ntar kesiangan"jawab Raina menolak untuk diobati.


"Yank please nurut.. kaki kamu berdarah lho ini,ntar kalo kelamaan jadi infeksi gimana coba.. "ucap Cecek dengan nada khawatir. 


"Kamu tuh cerewet banget ya ternyata… Gemes deh"sahut Raina terkekeh "Yaudah.. Oke kita obatin"lanjutnya dan menaikkan celana jeansnya. 


Terlihat luka yang membentang di pergelangan kaki berkulit putih seputih susu milik Raina dan luka itu masih mengeluarkan darah,sepertinya lukanya itu dalam pikir Raina. 


Ia hanya cengengesan melihat Cecek yang menggelengkan kepala sambil menatapnya. 


"Kayak gini kamu gak mau diobatin…"ucap Cecek "Mit,ambilin p3k dong sama air bersih ya"lanjutnya menyuruh Mita dan dengan sigap Mita pun meambil p3k yang berada tak jauh dari mereka dan memberikan baskom yang berisi air


Cecek meraih baskom yang ada ditangan Mita,lalu dengan telaten ia membersihkan luka kekasihnya. 


"Sakit gak?"tanya Cecek yang menekan pelan lukanya. 


"Biasa aja.."sahut Rain dengan tersenyum.


"Kenapa bisa kayak gini sih? Kamu habis ngapain?"tanya Cecek saat membelit perban di kaki Raina.


"Ngejar jambret.. tapi sialnya malah dikasih hadian sama si jambret blegug"sahut Raina dengan wajah kesal mengingat aksi kejar-kejaran dengan para jambret amatir tadi.


Semua orang yang ada diruangan menatap terkejut dengan jawaban Raina,apalagi Cecek lelaki itu bahkan melongo mendengar ucapan kekasihnya yang kelewatan berani itu. 


"Mbak ngejar jambret? Serius?"tanya Ulfa yang tak percaya.


Raina hanya mengangguk. 


"Mbak keren.. terus..terus,tu jambret ketangkep?"tanyanya lagi penasaran.


"Ya dapet lah,orang gue dorong tu orang sampai jatuh makanya dapet hadiah juga dari mereka" 


"Kamu terlalu berani yank,kalo kamu kenapa-napa gimana coba??"


"Ya kalo luka itu mah takdir,emang udah saatnya luka.. Buat nolong orang jangan tanggung-tanggung,kalo ada yang kesusahan langsung tolongin selagi bisa.Beres kan"tutur Raina. 


"Aku pacaran sama wonder woman? Kenapa pacarku seberani ini"batin Cecek menatap kekasihnya yang malah senyum-senyum membalas tatapannya. 


Acara tatap-tatapan itu pun berakhir karna deheman dari beberapa karyawan Cecek yang masih jomblo.Mereka tak tahan melihat adegan romantis yang membuat jiwa jomblo mereka meronta. 


"Yuk jalan"ajak Raina langsung menggandeng lengan Cecek.


"Pelan jalannya kaki kamu sakit"Cecek meingatkan karna Raina jalan dengan cepat.


🌸


🌸


🌸


Cecek menggaruk tengkuknya yang tak gatal,ia bingung kekasihnya memberikan helm motocross berwarna hijau hitam padanya.Dan apa yang akan mereka naiki membuat Cecek kembali terkejut.Mereka akan menaiki motor trail,yang benar saja ia bahkan tak bisa mengendarai motor matic apalagi motor berkopling seperti ini. 


"Em.. yank,aku gak bisa naik motor"ucap Cecek.


Raina mengrenyit "Kamu takut item?" 


Cecek menggeleng 


"Terus"


"Nyetirnya...aku gak bisa nyetir"ucap Cecek membuat Raina langsung meledakkan tawanya sampai diujung matanya berair saking kerasnya tertawa. 


"Yang nyuruh Om nyetir siapa coba… Aku yang bakal nyetir,Omte dibelakang aja.."sahut Raina.


"Kebalik sayang,seharusnya aku yang nyetir.Kan aku cowok dan kamu cewek aku" 


"Sekarang gini…Omte gak bisa nyetir kan?"tanya Raina dijawab gelengan lagi oleh Cecek "Nah jadi biar aku yang nyetir,Omte duduk manis dibelakang sambil peluk aku..Kan romantis"lanjutnya dengan tersenyum menatap kekasihnya membuat Cecek salah tingkah sendiri karna malu.Sudah bisa dipastikan jika sekarang pipinya tengah memerah,ah kenapa aku selemah ini sih pikir Cecek yang sering salah tingkah dan saling tersentuh jika berurusan dengan sang kekasih. 


Dan akhirnya Cecek pun pasrah dibonceng oleh kekasihnya. 


Beberapa kali Cecek dibuat teriak histeris dan mengeratkan pelukkannya pada sang kekasih karna Raina tengah mengebut dengan menyelip-nyelip di jalanan yang tengah padat. 


Didepan mereka terdapat mobil yang tengah melaju dengan kencang,Raina dengan cepat menyalip tetapi dari depan ada Truk yang juga tengah melaju. 


"Aaaakkkhhhhhhh"teriak Cecek dipunggung Raina dengan menutup matanya.Akhir hidup ku pikir Cecek pasrah. 


Dengan cepat Raina meliukkan dengan lihai motornya untuk menyalip dijalan yang begitu sempit karna diapit oleh mobil dan Truk yang berselisihan.


"Gapapa om santai"teriak Raina dengan memegang punggung tangan kekasihnya yang sudah dingin. 


🌸


🌸


🌸


Bukan hanya perjalanan yang memacu adrenalin Cecek saat ini,tapi penampakan didepan matanya membuat Cecek kembali terkejut dan mengerjapkan matanya beberapa kali. 


"Kita ngedate disini"ucap Raina saat melepas helmnya. 


Cecek yang sudah membayangkan sebelumnya akan ngedate berdua dengan sang kekasih dalam suasana yang romantis pun hanya tersenyum getir.Kenyataanya acara ngedate mereka berdua,bukan hanya mereka berdua tapi rame dengan teman-teman Raina yang juga ada di sini.


Raina menggandeng Cecek untuk menghampiri teman-temannya yang tengah berkumpul.Mereka pun bersalaman layaknya anak laki-laki.


"Wow...wow… gandeng trus Rain,siapa yang lu bawa?" Tanya Robbin.


"Cowok gue"sahut Raina dengan bangga. 


Cecek pun ikut bersalaman ala laki-laki seperti yang Rain lakukan pada mereka. 


"Widih…ternyata ada yang mau juga sama lu Rain" 


"Sialan lu kebo" 


Disambut tawa oleh Robbin dan teman-temannya.


"Pj kek Rain,udah punya gebetan diem-diem..Masa gak ada Pj pula"cletuk Rio yang juga teman satu club dengan Raina. 


"Pj apaan emang?" Nah si udik kaga tau PJ apaan gaes 🤣.


"Elah… pajak jadian pe'a"ucap Rio lagi. 


"Emang harus ya"sahut Raina.


"Harus lah"sahut mereka serempak lalu tertawa bersama. 


Cecek pun ikut tertawa yang merasa lucu dengan kekasihnya jadi bulan-bulanan teman-temannya.


"Oke… oke..Karna gue punya temen para rakyat jelata.Besok malem gue manggung sama si David di Cafe Teman duduk,so kalian bisa kesana gue traktir."ucap Raina dengan gaya kerennya yang di acungi jempol oleh teman-temannya yang rata-rata kaum lelaki. "Ngomong-ngomong David sama Tristan mana belum dateng?"lanjut tanya Raina saat matanya tak menemukan kedua temannya itu. 


"Masih dijalan.. "sahut Robbin yang kembali sibuk dengan ponselnya.


🌸


🌸


🌸


"Sayang kamu mau ngapain pake ginian segala?"tanya Cecek yang mencekal tangan Raina saat gadis itu akan pergi ke lintasan. 


Uhuk….uhuk….. Teman-teman club Raina bahkan tersedak saliva mereka sendiri saat Cecek mengeluarkan suaranya.Bahkan mata Robbin melotot sampai tak sadar menjatuhkan ponselnya saking terkejutnya.


"Benc*ng"batin Robbin.


"Lu pada kenapa sih?"tanya Raina menatap bingung teman-temannya dan mereka hanya diam dengan saling pandang. 


"Yank…"panggil Cecek lagi. 


"Aku mau ngetrack sama temen-temen Om,cuma 4 putaran doang kok.." 


"Apa?? Kamu mau balapan?" 


Raina mengangguk. 


Cecek melihat sikuit yang penuh medan berlumpur,tikungan tajam dan beberapa gundukan yang menggunung.Ia takkan sanggup melihat kekasihnya kebut-kebutan. 


"Nggak… kamu disini aja,kita kan ngedate yank .Kenapa malah kamu balapan sih,lagian kaki kamu kan sakit.Udah diem disini aja sama aku"sahut Cecek yang mengeratkan pegangannya pada Raina.


"Gak bisa lah,masa' aku gak ikut" 


Cecek mengangguk. 


"Please ya.. boleh ya,ini kan kencan kita yang pertama..Aku mau ngetrack ditemenin Omte"mohon Raina.


"Kaki kamu sakit yank" 


"Gapapa… kan aku udah bilang kalo udah biasa luka kaya gini." 


"Tapi yank…"


"Please percaya deh… ya..ya… Aku gak bakal kenapa-napa asal Omte disini hhmmm…."pinta Raina menyela ucapan Cecek. 


Dengan terpaksa Cecek merelakan kekasihnya kebut-kebutan untuk sekarang yang Rain katakan sebagai acara ngedate mereka.


Anggukan serta helaan nafas dari Cecek,Raina anggap sebagai persetujuan dari kekasihnya.Dengan manja Raina menghambur kepelukan kekasihnya lalu mengecup punggung tangan lelaki berumur 30 tahun itu.Luluh sudah hati Cecek karna sikap Raina yang manis ini. 


Tanpa mereka berdua sadari ada dua pasang mata yang menatap tajam pada mereka.


"Woy.. udah pacarannya,waktunya ke start woyy"twriak Robbin yang geli sendiri melihat tingkah pasangan baru yang sangat aneh itu. 


Kembali Raina mencium punggung tangan Cecek saat ia akan turun kelintasan.


🌸


🌸


🌸


Mereka pun akhirnya berada digaris start saat Tristan dan David datang,tak lama kemudian acara pun dimulai.


"Aaaaaaa……"teriak Cecek setiap kali melihat Raina yang menikung tajam ditikungan.Ia seakan frustasi sendiri melihat kekasihnya yang tengah melajukan kendaraan,apalagi ia dibuat ketar ketir saat Raina melakukan Block Pass pada lawan-lawannya. 


"Aaaaaaaa……."teriak Cecek lagi.


Ia sampai lelah untuk berteriak karna tenggorokannya terasa kering karna keseringan berteriak.Kembali Cecek dibuat frustasi saat Raina saling beriringan dengan motor disebelahnya seakan motor disebelah Raina ingin menabrak motor Raina membuat kembali mulut Cecek berteriak histeris.


"Bisa gila gue lama-lama"batin Cecek memandang nanar kekasihnya.


Bahkan wanita yang bernama Mayang yang tak lain adalah istri dari Robbin menahan tawanya karna tingkah Cecek yang kelewat super duper lebay untuk seorang lelaki. 


"Gue yang dampingin laki gue ngetrack udah bertaun-taun gak seheboh dia deh perasaan"gumamnya yang tak jauh dari tempat Cecek duduk. 


3 putaran sudah dilalui,1 putaran lagi dan sekarang Raina berada dibelakang Robbin.Keduanya bahkan saling salip menyalip dan diikuti oleh Tristan lalu David dan teman-temannya yang lain dibelakang.Pada gundukan terakhir yang tak jauh dari garis finish Raina malah melakukan sesuatu.


Dan kali ini Cecek sampai menjenggut kepalanya sendiri saat kembali Raina melakukan aksinya dengan melakukan freestyle di udara badan yang melambung dengan tangan yang sebelah kanan memegang gas dan tangan kiri berpegangan dudukan motor.Tapi dengan hebatnya Raina dapat mendarat dengan baik dan terus melajukan motornya kembali.



Bukan hanya Raina yang melakukan itu,bahkan Robbin melakukan freestyle lebih ekstrem lagi daripada Raina.


Sampai pada garis finish dimenangkan oleh Robbin,lalu Raina dan yang menjadi pemenang nomer 3 adalah David.Ya...David dapat menyalip Tristan di detik-detik terakhir. 


🌸


🌸


🌸


Raina dengan senyum bahagianya menghampiri Cecek yang tengah meneguk air mineral Begini rasanya jika ngetrack didampingi oleh orang yang dicintai.Raina mengerti sekarang maksut dari kata-kata yang sering diucapkan oleh Robbin. 


"Sayang"panggil Raina membuat Cecek menengadahkan kepala nya melihat gadisnya tersenyum bahagia.


Cecek langsung menghambur kepelukan gadisnya yang penuh dengan peluh keringat sama sekali tak membuatnya jijik.


"Hey kenapa"tanya Raina. 


"Hampir aja aku kena serangan jantung liat kamu kebut-kebutan tadi…Kamu bikin aku takut"sahut Cecek yang masih membelit tubuh Raina. 


"Seru tau Om" 


"Kamu bilang seru nantang maut kayak gitu.Kamu liat,aku sampai habis 4 botol air mineral saking takutnya" lanjutnya menunjuk 4 botol kosong yang teronggok dibawah kursi malah disambut tawa oleh Raina.


"Mana ada sih nantang maut.. ini tuh olahraga tau" 


"Olahraga apaan?"


"Olahraga senam jantung hehehe… "sahut nyleneh Raina.


"Kamu nyebelin" 


"Aku juga cinta Om" 


"Dih siapa yang bilang cinta" 


"Aku juga cinta banget sama Om" 


Dan mereka berdua tertawa dengan tingkah Raina yang mengungkapkan rasa cintanya.


🌸


🌸


🌸


Meskipun Robbin dan lainnya mengajak Cecek serta Raina untuk nongkrong dulu,tapi Raina harus menolak karna hari ini hari pertama ngedate mereka berdua. 


Ngedate ala Raina yang memacu adrenalin sudah dilalui,sekarang Raina memberi kesempatan untuk kekasihnya memilih acara ngedate untuk mereka berdua. 


🌸


🌸


🌸


"Ggggggrrrrrr…..Ggggrrrrrr….." bunyi yang terus terdengar di gendang telinga Cecek. 


...💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜...


...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...


...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....


...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...