
Proyektor yang terus menyala di ruang gelap itu terus dipandang tanpa henti oleh lelaki imut yang merebahkan dirinya di ranjang.Video yang ia rekam saat keduanya masih bersama berputar disana.Suara yang masih sangat jelas ia dengar itu berkali-kali membuatnya menyungingkan senyum.
"Sayang,untuk apa kamu merekam ini?"tanya wanita yang duduk wastafel dengan tangan yang terus membantu sang kekasih memotong bulu-bulu halus yang keluar didaerah dagu lelaki itu.
Kaki sang wanita membelit pinggang sang kekasih,ia terkekeh melihat bagian dagu sang kekasih penuh busa.Tangan lelaki itu melingkar dipinggang sang wanita.
"Kalau aku kangen kamu aku bisa liat video ini"sahutnya mata menatap wajah cantik yang serius dengan alas cukurnya.
"Ck.. emang aku mau pergi kemana,bahkan kita sering bersama"
"Kita tak tau jalan takdir Tuhan sayang,gimana kalau nanti kita terpisah..Setidaknya aku masih memiliki kenangan denganmu"ucapnya.
"Kamu mulai lagi.. aku gak suka"sahut wanita itu menurunkan alat cukur itu dsn mengendurkan belitannya.Wajah cemberut membuat sang lelaki gemas sendiri,dibelainya wajah ayu sang kekasih itu.
"Kamu marah?"tanya lelaki itu.
"Gak"sahut ketus
"Sungguh"
"Minggir,aku mau turun"dorong wanita itu ingin turun.
"Sayang jangan marah,aku jadi ingin menciummu"
"Tak usah merayu tuan Elang"
Elang terkekeh "Aku mencintaimu,jangan marah..Aku hanya tak ingin kehilangan momen bersamamu sayang..Hanya itu"
"Jangan lagi mengucapkan sebuah perpisahan"
Elang mengangguk
"Janji"
"Janji" keduanya saling mengaitkan kelingking mereka.
Elang menatap tampilan wanita yang tengah memeluknya,membiarkan busa di dagunya mengenai baju yang wanita itu kenakan.Ya.. sampai sekarang biar rasa ini Elang yang menikmatinya sendiri.Kekasihnya,Audreynya hanya miliknya.
"Sampai sekarang janji itu masih aku tepati sayang,aku takkan pergi meninggalkanmu.Meski hanya bisa melihatmu dari jauh setidaknya itu cukup untuk menepati semua janji kita"monolognya lalu tersenyum,ia kembali menghela nafas,memeluk guling berwarna pink yang tak pernah diganti semenjak wanita itu ingat kembali dengan kehidupannya.Mencium parfurm aroma vanilla yang sering Audrey gunakan,ia perlahan memejamkan matanya.
Hanya kegiatan ini yang bisa kembali membuatnya bergairah menjalani hidupnya.Hidupnya yang ia didedikasikan untuk bekerja,mengumpulkan pundi-pundi kekayaan untuk calon anak dari wanita yang ia cinta.
🌸
🌸
🌸
Dilain tempat
Binar mata pak Adrian tak bisa dielakkan,lelaki tua itu benar-benar bersemangat mendengar kedua anaknya mengatakan istrinya hamil.Meskipun masih menduga bapak berharap semua itu benar.Ia yakin keajaiban itu ada.
Semua anggota keluarga sudah bersiap untuk ke rumah sakit,memeriksakan emak dan kedua putranya untuk memastikan yang sebenarnya.
"Ayo berangkat"ucap bapak saking semangatnya.
"Cie.. bapak yang mau jadi bapak lagi uhuuyy"goda Raina melihat bapaknya yang begitu semangat dengan senyum yang terus mengembang.
"Iya dong,bentar lagi kamu bakal punya adek"sahut bapak merangkul bahu putrinya.
Tanpa bapak dan Rain ketahui,Rayyan memberengut kesal Raina di peluk oleh bapak.
"Pak,istri saya pak lepas"ucap Rayyan membuat bapak menoleh lalu terkekeh.
Bapak menggeleng lalu berdecak"Pelit banget.. suamimu marah dek,udah peluk sana ntar ngambek"sahut bapak karna memang manjanya sang menantu ini tak kira-kira,bahkan padanya pun cemburunya bikin istighfar.
Raina pun menghampiri sang suami dan benar saja Rayyan langsung membelitkan tangannya pada pinggang sang istri lalu mengendus puncak kepala Raina seperti biasa.
"Kayak anjing deh kamu mas,suka endus-endus"
"Abis kamu wangi sih.. kan jadi suka"sahut enteng Rayyan.Saat mertuanya berencana akan ke rumah sakit padahal ingin sekali Rayyan mengatakan pada sang istri bahwa ia ingin sang istri program hamil,tapi mengingat waktu itu Raina mengatakan belum siap ia hanya bisa pasrah.
Berpindah pada emak dan bapak yang melakukan hal yang sama,saling berpelukan sebelum pergi.Bahkan bapak terus menciumi pipi sang istri yang awet muda itu.
"Senyum terus kamu dari tadi mas"ucap Emak.
"Aku seneng,apalagi kalo nanti hasilnya positif.Bakal lebih seneng lagi aku"sahut bapak.
"Tapi kalau hasilnya gak seperti apa yang kamu inginkan gimana mas? Jangan sedih ya" ucap Emak.Emak khawatir jika melakukan pemeriksaan malah membuat bapak kecewa karna tak seperti yang bapak harapkan.Meski memang seminggu ini emak mengalami perubahan hormon dan tak kunjung datang bulan.
"Ya berarti bukan rezeki,mas gak bakal sedih.. Tapi apa salahnya diperiksakan biar dapat kepastian yang jelas"sahut bapak terus mengembangkan senyum pada emak.
🌸
🌸
🌸
Dokter Zidan sempat kaget karena mendapat telfon keluarga Syahreza akan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan,biasanya juga dirinya yang akan datang ke kediaman Syahreza.
"Pagi Dokter"sahut emak
Emak pun menjelaskan keluhan anak serta menantunya,menjelaskan jika keduanya dalam waktu seminggu ini mengalami muntah setiap pagi.Keduanya pun akhirnya bergantian melakukan pemeriksaan.Selama pemeriksaan pun keduanya diberi pertanyaan oleh sang dokter karna keduanya dalam keadaan sehat.Dokter Zidan pun menghampiri Bapak,Emak dan Raina lalu tersenyum.
"Keduanya sehat Tuan,Nyonya"ucap Dokter Zidan.
Emak pun mengungkapkan dugaan suami serta anaknya meskipun sebenarnya emak malu sekali diumur yang mendekati 50 tahun harus menceritakan hal yang mungkin hanya khayalan bapak membuat dokter Zidan kembali tersenyum.Lalu Dokter Zidan pun melakukan panggilan pada dokter Clara yang tak lain adalah dokter spesialis kandungan.
"Mari saya antar ke ruangan dokter Clara"ucap Dokter Zidan sopan.Mereka pun beranjak,menuju ruangan Dokter Clara.
🌸
🌸
🌸
Binar mata yang memancar begitu jelas dari mata bapak terlihat redup saat dokter muda itu mengatakan bahwa emak sudah mengalami gejala menopause.Meskipun tak ada yang mengamati dengan jelas,tatapan sedih itu terpancar dari mata bapak dan hanya emak yang melihat jelas itu semua.
"Dek,sebaiknya kamu juga periksa deh.. Feeling emak kamu malahan yang isi"bisik emak pada putrinya yang tengah mengelus punggung sang suami karna mengeluh sakit.
"Hah? Rain,gak mungkin lah mak"sahut Raina setengah terkejut.
"Periksa aja,apa salahnya sih"ucap emak yang melihat Rain yang enggan untuk diperiksa.Emak pun yang tengah ngobrol dengan dokter muda itu menyuruh dokter muda itu agar memeriksa Raina juga.
Wajah Rain yang sebelumnya biasa-biasa saja tampak mulai memucat,bahkan keringat dingin mulai bercucuran dari keningnya.Rayyan mengelus punggung tangan sang istri,lalu menggenggam tangan sang istri agar menuruti ucapan emak.Padahal dalam hati Rayyan tengah bersorak gembira.
"Mas"panggil Raina lirih.Ia ketakutan.
"Ada aku disini,gapapa"sahut Rayyan membimbing sang istri menuju ranjang pasien.
🌸
🌸
🌸
Nyess
Dingin menyeruak saat gell itu dioleskan oleh suster cantik yang tengah membantunya melakukan pemeriksaan.
"Relax ya bunda,saya mulai ya"ucap lembut dokter muda itu.
"Bunda..bunda.. emang gue keliatan tua apa"batin Rain menggerutu.
Jemari tangannya saling bertautan dengan jemari sang suami,keduanya terus menggenggam hingga ucapan dokter muda itu membuat Rayyan langsung berteriak sambil menangis.
"Alhamdulillah… Alhamdulillah hiks ..hiks,makasih dear"tangis Rayyan tumpah tanpa bisa dihalau.Ia sangat bahagia,yang ia nanti akhirnya hadir.
"Kandungannya berumur empat minggu,anda lihat ini.. Ini calon bayi kalian."ucap dokter muda itu tersenyum diarahkan panah dimonitor menunjukkan gambar putih sebesar biji kacang hijau terlihat jelas di sana.
Suster serta dokter muda itu menatap kedua calon orang tua itu dengan tersenyum ikut bahagia.Tak bisa dielakkan kebahagian Rayyan saat ini.
Tiga manusia yang menunggu di sofa pun tadi langsung melihat ke tempat Raina di periksa,terlihat Rayyan tengah menangis sambil memeluk tubuh Raina tak peduli dirinya tengah ditatap oleh beberapa pasang mata.
"Selamat nyonya,sebentar lagi jadi nenek"ucap dokter muda memberi selamat pada emak saat beranjak dari duduknya kembali ke kursi prakteknya. "Kandungan nona muda berjalan 4 minggu,Karna trimester awal rentan terjadinya keguguran jadi tolong dijaga pola makan serta lebih banyak beristirahat jangan terlalu melakukan aktifas berat ya dan terpenting untuk calon bunda jangan terlalu stres atau banyak pikiran karna itu juga mempengaruhi kehamilan"lanjutnya dokter itu memberi penjelasan pada seluruh keluarga.
"Anak saya tak mengalami morningsickness dok,malah suaminya yang mengalaminya"sahut emak terkekeh.Raina sudah duduk bersama emak mendengar penjelasan dokter "Tapi dok,putra saya juga mengalami hal yang sama seperti yang mantu saya alami.Penyebabnya apa ya?"lanjut emak bertanya..
Dokter muda tak bisa menahan senyumnya,dari sekian banyak calon orang tua.Baru ini yang hamil dan yang ngidam bukan hanya calon ayah tapi pamannya juga mengalami hal yang sama.Bolehkah ia ngakak saat ini juga.
"Ikatan batin calon bunda sama keluarga kuat sekali ya.. Sampai bukan calon ayah yang mengalami sindrom couvade atau kehamilan simpatik tapi pamannya juga."tutur dokter muda itu. "Tak ada yang perlu dikhawatirkan karna ini sifatnya sementara,biasanya hanya pada trimester pertama dan trimester tiga.Nanti saya resepkan untuk pereda mualnya buat tuan-tuan dan vitamin buat calon bunda"lanjut dokter itu,pandangannya menatap lelaki tampan yang duduk lemas tanpa menggubris penjelasannya.Terlihat lelaki itu begitu tersiksa dengan apa yang dialaminya membuat dokter muda itu kembali ingin tertawa melihatnya.
Akhirnya semuanya lega setelah mendengar semua penuturan dokter Clara.Bapak yang tadinya kecewa sekarang kembali bahagia karna ia akan memiliki cucu lagi,meski sudah memiliki cucu dari Ines tapi karna Ines yang tinggal di beda kota dengan keluarga besar membuat bapak jarang bertemu dengan cucunya satu itu.Mereka akhirnya berpamitan pada dokter cantik itu untuk keluar,sebelumnya Rayyan pergi lebih dulu untuk menebus resep yang diberikan oleh dokter.
Bruk
"Rain"teriak semua orang diambang pintu saat melihat tubuh Raina sudah tergeletak di lantai dingin.
...💜💜💜...
...°TBC°...
...💜💜...
...KOMEN...
...LIKE...
...VOTE...
...VOTE...
...VOTE...
...JANGAN LUPA YA 🤗🥰...