
Disaat Raina tengah berbahagia karna pagi ini mendapat ribuan kebahagiaan,beda hal nya dengan Cecek.Lelaki lemaj gemulai itu bahkan hanya sibuk berendam di bathtub yang dipenuhi busa.Kepala nya pening mengingat wajah gadis yang terus terbayang dikepalanya.
"Lu tau gak sih kecil… gue gak bisa sama lu,please enyah dari pikiran gue"monolognya sambil menengadahkan kepalanya.Cecek ingin bersikap cuek dengan gadis itu,tapi itu bukan sifat dirinya.
"Kalo gue buka hati buat lu,apa lu yakin gue gak akan sakit hati lagi...Gue gak bakal bikin orang lain menderita… hahahaha… gue gila,fixs gue gila beneran.. Aaarrggg"terusnya meracau.
Ia menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam bathtub.
Setelah sejam lamanya berendam,Cecek berjalan ke arah balkon dan hanya menggunakan boxer warna pink miliknya.Totalitas tanpa batas menjadi bencong katanya 😁.
Ia meremat air mineral yang dibawanya sejenak,karna sekali lagi ia teringat tingkah Raina bak spiderman malam itu.
"Aarrrggg… gue gak bisa gini terus,mending jalan aja lah daripada gue gila"monolognya dan masuk kembali kedalam untuk meambil baju didalam lemari.
Cecek menggunakan kaos hitam polos dengan dilapisi kemeja berwarna broken white dan memakai jeans berwarna hitam.Cecek tampak menawan,tapi dibalik style nya yang maskulin tetap jika dihadapan orang banyak ia akan bertingkah lemah gemulai.
Ia pergi ke Mall hanya untuk merefresh otaknya yang tengah terkontaminasi sesuatu yang berbaya,bahkan bisa tiba-tiba meledak jika tak segera ia refresh otaknya.
Mobil berwarna abu-abu tengah terparkir di lantai dua Mall,perlahan ia masuk kedalam Mall untuk mencari tempat nyaman untuk sekedar nongkrong.
Cecek duduk di Starbucks dan memesan iced coffe white mocha,lalu ia duduk di kursi paling ujung dekat kaca besar yang menampilkan view ibukota.Suara-suara anak remaja baru saja masuk ke tempat ia bersantai sampai terdengar di telinganya.
"Kenapa semua suara yang gue dengar jadi kayak suara dia semua ya"batin Cecek.
Ia pun memasang airpods dan menyetel music di aplikasi music miliknya.
"Astaga… kenapa lagu ginian sih"geram dirinya sendiri.Lagu yang ia putar bahkan tentang kisah cinta membuat Cecek menggeram frustasi,dengan kasar ia melepas airpods nya.Sumpah si Cecek kayak orang gila.
"Kenapa gue gelisah gini sih… apa gue samperin ke Sekolahannya? Tapi buat apa? Alasannya apa?" monolognya.Tanpa ia sadar banyak mata yang tengah menatapnya heran.
Ia merasa seseorang tengah toel-toel bahunya lalu ia menengok ke belakangnya.
"Kak....kakak gapapa?? Kok ngomong sendiri"ucap gadis berseragam SMA dibelakangnya.Masih...ia sangat yakin ia masih jijik pada wanita,contohnya gadis ini.Ia tiba-tiba bergidik dan merasa muak padahal jika dilihat dia gadis yang manis.
"Eh.. maaf ya say,eke lagi kesel makanya jadi gitu hihihihi"sahutnya dengan nada mendayu lalu terkekeh geli sendiri.
Gadis itu bringsut kebelakang,alisnya menungkik tajam tak habis pikir lelaki tampan dihadapannya belok.
"Emm.. iya gapapa,yaudah saya permisi ya kak"ucap sopan gadis itu pergi di tempat ia dan teman-temannya duduk.Dan sudah bisa dipastikan para gadis itu tengah mengghibah dirinya.
*
*
*
...SMA PERMATA NUSANTARA...
Kejadian Raina yang terlalu terpesona dengan motor pemberian abangnya membuat ketiga pemuda pemudi itu terlambat ke sekolah.Untung hari ini hanya pengumuman kelulusan,jadi dapatlah toleransi oleh satpam di Sekolah.
"Dih… bahagia banget dah lu"
"Iya dong.. lu harusnya ikut bahagia kayak gue dong"
"Heh,kita nih masih nunggu hasil kelulusan..Gimana mau bahagia,yang ada masih ketar ketir ini"sahut Amel.
Raina pun merangkul sang sahabat "Tenang Amel cantikku,lu bakal lulus kok… Meski ya...nilainya gak sebagus kayak nilai gue… ha...ha...ha…"
"Kepedean… kalo nilai lu dibawah gue,lu harus neraktir gue sama Amel balik Sekolah..Gimana Deal"tantang Niko.
Raina dan Niko memang selalu bersaing untuk nilai terbaik di Sekolah.Setiap semester selalu nama mereka bergantian untuk menjadi siswa terbaik di Sekolah,meski dengan kelakuan Raina yang lain dari yang lain.Tapi untuk pelajaran otaknya lempeng bak jalan tol.
Mereka tengah duduk di bangku panjang depan kelas,menunggu guru mengumumkan kelulusan mereka di mading.
"Rain,setelah lulus lu mau nerusin ke universitas mana?"tanya teman sekelasnya bernama Dea.
Raina yang sibuk dengan gamenya pun mendongak lalu tersenyum.
"Gue maunya sih ngikut abang gue ke Singapore,tapi ni dua kunyuk gak bisa jauh dari gue"sahut Raina sambil menunjuk kedua sahabatnya.
"Eh Jenab,,,lu kali yang gak bisa jauh dari gue"tak trima Amel.
"Jangan panggil nama emak gue.. horor,ntar orangnya nongol dimari"
Amel menggeleng melihat Raina yang menggusuk kedua bahunya.Dikira emak Jenab dedemit apa.
"Raina tuh gak bisa jauh dari kita De,nyari kampus juga bakal nempel sama kita"tambah Niko lalu merangkul bahu sahabatnya.
Dea,dan para gadis yang duduk menunggu seperti dirinya tersenyum.Mereka sangat suka melihat persahabatan ketiga temannya itu,jauh dari masalah percintaan dan selalu kompak dalam segala hal.Bahkan untuk dihukum mereka selalu bersama.
"Nik,lu pernah jatuh cinta gak sih sama Amel atau Raina??? Kan kalian nempel terus tuh bertiga"tanya gadis berambut bob bernama Suci.
Niko tersenyum lalu menggeleng "Mereka punya tempat tersendiri dihati gue yang lebih dari sekedar cinta.Jadi kalo lu tanya gue pernah cinta apa gak sama mereka jawabannya gak pernah"
"Uuhhh… Niko gue.lope double double lah"Amel langsung memeluk Niko dari samping.
"Gue gak bisa ngomong lagi.Lu emang kesayangan gue"Raina ikut memeluk Niko juga dari samping.
Niko tampak seperti Raja dengan dua selir.Nikmat mana yang kau dustakan🤣.Tampak beberapa siswa yang menaksir pada Amel dan Raina,memandang iri pada Niko.
Seorang gadis pun menghampiri mereka bertiga yang tengah berkumpul.
"Kak Niko,boleh ngomong bentar?"tanyanya dengan malu-malu.
Raina dan Amel pun menoleh,melihat gadis yang berdiri tampak menunduk malu dihadapan kakak kelasnya.
"Samperin Nik,jangan diem bae"ucap Raina menyenggol lengan Niko yang tampak diam.
Niko mengangguk lalu beranjak dari duduknya dan mengikuti gadis berambut panjang hitam legam.
"Ini buat kakak"ucap gadis itu menyodorkan sebuah kotak pada Niko.Dia dan Niko tengah berdiri ditaman kecil belakang kelas.
"Ini buat apa? Gue gak ulangtahun"sahut Niko meambil pemberian gadis berkulit putih dengan mata sipit itu.Tampak gantungan kunci berbentuk puzzel warna coklat ada ditangannya.
"Em… buat kenang-kenangan,kan kakak bakal lulus dan aku gak akan ketemu lagi sama kakak."
"Gue masih gak ngerti"
"A...aku suka sama kakak"ucap gadis itu memberanikan diri.
Niko tersenyum "Makasih lu udah suka sama gue.. "sahut Niko membuat gadis itu mendongak melihat lelaki uang tingginya melebihi tubuhnya.
Gadis itu ikut tersenyum "Jadi"
"Tapi maaf,gue gak minat buat pacaran"ucap Niko lagi membuat senyum gadis itu hilang lalu menunduk.
"Hey.. kalo kita jodoh bukannya ntar bakal ketemu lagi"ucap Niko sambil memegang dagu gadis itu untuk menatapnya "makasih buat hadiahnya.Gue suka"lanjutnya lalu memeluk gadis yang tengah berkaca-kaca.
Gadis cantik itu terkejut mendapat pelukan dari seorang Nicolas Remoz,sungguh penolakan yang sangat Indah.
*
*
*
Ia berloncat-loncat dengan Amel dan Niko.
"Selamat ya Rain.. Gue gak nyangka lo bakal jadi yang terbaik,gue kira bakal si Niko yang lengserin lu.Ternyata lu masih bertahan aja"ucap lelaki yang bernama Lukman,teman sebangku Niko.
Mereka pun saling memberi selamat untuk teman seperjuangannya,teman ribut,teman ningkrong di kantin.Semua kegembiraan tengah dirasakan seluruh murit kelas 3,karna memang 100 persen murit SMA Permata dinyatakan lulus.
Ketiga sahabat itu tengah gembira dengan nilai mereka yang memuaskan,tak sia-sia mereka belajar selama ini meski harus begadang karna waktu belajar mereka yang kurang dengan kesibukan diluar sekolah yang juga padat.
Setelah melihat hasil ujian,mereka pun berkumpul dikelas masing-masing karna wali kelas akan menyampaikan acara pelepasan murit kelas 3.
"Lo harus siapin banyak duit buat traktir kita-kita Nik"ucap Raina setelah keluar dari kelas.
"Cuma lu sama Amel mah hayuk...duit gue gak bakal abis"sahut enteng Niko.
"Ngapa lu Rain,senyum-senyum sendiri"timpal Amel melihat Raina senyum-senyum sendiri.
"Gapapa… liat aja ntar"sahut enteng Raina lalu menyeringai licik membuat Niko susah payah meneguk salivanya.
"Balik yuk…"ajak Raina
"Kenapa tu anak senyum terus sih Mel,merinding gue…"bisik Niko pada Amel saat berjalan di belakang Raina.Amel hanya menyahuti dengan menaikkan bahu acuh.Sedangkan Raina sibuk dengan ponselnya,sambil stalking calon imam.
"Ada surprise buat lu"ucap Raina pada Niko.Niko hanya ketar ketir menunggu kejutan apa yang akan ia dapat dari sahabatnya ini.
Mereka bertiga pun berjalan menuju parkiran disamping sekolah,karna Niko dan Amel membawa mobil ia berbeda jalan dengan Raina.Raina lebih dulu memakai celana olahraganya diparkiran lalu mulai menyalakan motornya.
Mata Niko terbelalak,ia menelan salivanya susah payah melihat apa yang ada dihadapannya.
"Tara…. Pasukan dateng"ucap riang Raina menghampiri teman lamanya.
"Mampus... ngerampok ini mah judulnya"batin Niko merana.
*
*
*
"Aaarrrgggg .. kenapa beneran kesini sih"ucapnya sambil membenturkan kepalanya pada setir mobil.
Ya,Cecek tengah berada didepan gerbang SMA Permata Nusantara tempat Raina sekolah.Darimana dia tau?? Sudah pasti ia stalking di instagram mbak Ines untuk mencari akun milik Raina.Gadis tomboy yang memporak porandakan hati,jiwa dan raganya.
Ia meedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang berlarian dikepalanya,tapi nihil gadis itu belum terlihat ujung rambutnya.Dengan setia ia menunggu dengan menempelkan kepalanya pada setir mobil.
Bbbbrrrruuuuuummmm
Bbbbrrrruuuummmmmm
Bbbbrrruuuuummmmm
Suara nyaring knalpot terdengar ditelinganya,ia menengadahkan kepalanya melihat siapa yang lewat dihadapannya.Ternyata beberapa motor trail yang dinaiki segerombolan pemuda tapi tak mengenakan seragam sekolah masuk kedalam SMA Permata.
Terlihat dari gerbang 4 motor trail tengah terparkir disebelah pos satpam dengan para pemuda yang duduk santai bersama satpam yang Cecek yakin mereka adalah alumni dari sekolah itu.Tapi untuk apa mereka kesini.Bodo amat lah pikir Cecek.
Sampai pada akhirnya penjahat kecil yang ia tunggu tengah berlari dan disusul oleh lelaki yang bertemu Cecek saat penjahat kecil itu loncat ke balkon apartemennya dan satunya gadis cantik yang bersama penjahat kecil itu ke Salon Cecek.
Mereka tengah menghampiri para pemuda yang menaiki motor trail dan bersalaman layaknya laki-laki dengan gaya kerennya.Sial bahkan dengan gaya tengil penjahat kecil itu tampak menawan.Penjahat kecil itu menaiki motor trail berwarna tosca lengkap dengan helmnya.
"What??? Sekolah pake motor laki? Ini yang bener aja"monolog Cecek lagi.Ia melihat Raina memakai celana olahraga dan bersiap untuk pergi dari Sekolah.
Cecek yang sibuk mengamati penjahat kecilnya dari balik mobil,membuat hatinya terus berdesir.Entah sihir apa yang dibuat oleh penjahat kecil itu sampai ia rela melakukan hal konyol seperti ini dan rela meninggalkan Salonnya.
Cecek bisa melihat Raina tengah tertawa dengan lepas bersama lelaki yang disebelahnya juga memakai motor trail.Kenapa hanya dengan melihat senyuman penjahat kecil itu seakan ribuan kupu-kupu tengah berterbangan diperutnya.Kenapa ada yang berdesir didalam dadanya melihat senyuman itu,tapi ia juga tak suka jika penjahat kecil itu tertawa bersama lelaki asing itu.
Cecek sangat bingung dengan perasaannya sendiri.
*
*
*
...Teman Duduk Cafe...
Cafe yang bernama Teman Duduk itu menjadi tujuan Raina dan teman-temannya untuk merayakan kelulusan mereka.Niko hanya pasrah melihat ternyata Raina membawa pasukannya,Ya...mereka Tristan dan kawan-kawan.Meskipun Tristan pernah menyukai Raina,tapi ia tak ingin memaksakan perasaannya pada Raina.Ia lebih bahagia sekarang ia bisa dekat dengan Raina meski hanya sebatas teman.Teman ngetrack,teman nongkrong.Tristan cukup bahagia akan itu.
"Gaess… lu bisa pesen sepuasnya disini,karna hari ini bos Niko bakal bayarin kita semua.Dan yang gak kalah penting lagi,dia baru nolak cewek lagi gaes… yeay"ucap Raina tanpa rasa bersalah.Emang modelan Raina macam itu.
Tristan dan yang lain menyambut dengan sorakan dan tepuk tangan.
Niko hanya menggelengkan kepalanya,melihat tingkah konyol sahabatnya.
Mereka tengah memesan sandwich,hamburger dan beberapa puding untuk menemani acara kelulusan Raina dan kawan-kawan.
"Mas,boleh karaoke gak sih?"tanya Raina pada pelayan yang meatarkan pesanan mereka.Raina sempat melihat ada panggung kecil di sebelah bar cafe.
"Oh iya.. silahkan kak,itu emang disediakan buat pelanggan yang mau karaoke"
"Rain,emang lu bisa nyanyi?"tanya Tristan.
"Sama kaleng rombeng aja masih bagusan suara kaleng rombeng Tan"timpal Amel dengan tertawa yang diikuti oleh tawa teman-temannya.
"Kejem banget sih lu Mel sama gue"sahut Raina dengan wajah yang ia buat-buat sedih.
"Dih baper.. kok gue jijik ya liat muke lu kayak gitu"
"Sama,gue merinding juga eh"timpal Niko.
"Lagian sih lu Rain,pake segala acara mau nyanyi.. Emang lu mau nyanyi buat sapa?"tanya Tristan pada Raina.
Wajah Raina memanas,sudah bisa dipastikan sekarang wajahnya tengah merona.Ia menangkup kedua pipinya sendiri
"Aish… cantik banget"batin Tristan menatap Raina tengah malu-malu. "Boleh gak sih berharap lagu yang dinyanyiin buat gue"batinnya lagi.
Masih tanpa segerombol remaja itu sadari,lelaki dewasa tengah meawasi kegiatan mereka.Bahkan saat Raina tersipu malu ia melihat dan sialnya membuat ia menahan kesal setengah mati.
"Eerrrgg… kecil"geramnya lirih sambil terus menatap tajam gadis yang tengah tersipu.
🌸
🌸
🌸
...Hay semua,para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...