You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Meruntuhkan Pertahanan Lawan



Beberapa kali Amel menghembuskan nafas kasar,ia mencoba menguatkan imannya agar tak goyah dengan lelaki yang pernah mencampakkannya dulu.


Cklek


"Yak!! Hah… bibi mengagetakanku"teriak kecil Amel kaget melihat bibi yang berada didepan pintu kamarnya.


"Maaf non,nyonya menyuruh saya melihati lagi non Amel karna tak kunjung turun ke bawah.. Makanya saya ada disini"sahut bibi sambil tersenyum "Ngomong-ngomong nih non,mas ganteng didepan itu calon suami non..Ganteng hihihi"lanjut bibi dengan mode ghibah yang mulai aktif.


Amel memutar mata malas,ia sedang malas meladeni ghibahan sang pembantu yang biasa mengghibah dengannya.


"Bukan ya.. dia itu abangnya Raina,masa bibi gak liat wajah mereka mirip" 


"Oh.. pantesan bibi liat-liat kayak pernah liat muka tu mamas ganteng,ternyata abangnya mbak Raina tampan toh.."sahut bibi dengan wajah berbinar.Raina memang dari dulu menyuruh bibi memanggilnya tampan bukan cantik.


"Segitu terpesonanya bibi sama abang.. Bibi aja sih yang nikah sama bang Edo"goda Amel.


"Kalo si mamas mau bibi poliandri mah hayuk non.. bibi mah ikhlas"sahut bibi dengan cekikikan.


Amel menepuk jidat,terlalu sering si bibi ngumpul dengan Raina otak yang dulu lempeng sekarang sering belok dan nyleneh seperti ini.Keduanya pun turun ke lantai dasar.


🌸


🌸


🌸


"Lho,sayang kok bawa ransel segala mau kemana?"tanya mama Sandra saat Amel sudah berada bersama mereka.


"Amel mau ngajak abang pergi dulu mam,pap..boleh ya"sahut Amel yang duduk di sebelah mama Sandra.Ia enggan menatap Edo takut imannya tak kuat godaan sebesar ini. 


"Sayang,tapi Edo tadi ngelamar kamu.. Mama sama papa menyerahkan semua keputusan sama kamu"ucap mama Sandra dengan binar bahagia. 


"Maka dari itu,Amel mau membicarakan sesuatu dulu sama Abang mam"sahut Amel.


"Tapi…"ucap mama Sandra terpotong dengan ucapan papa Anton.


"Biarkan mereka berdua berbicara dulu mam,semua keputusan ada sama Amel.. Dan biarkan mereka menyelesaikannya"timpal papa Anton.


"Papa terbaik"sahut Amel meacungkan jempolnya "Yaudah,Amel pergi dulu ya"pamit Amel mencium punggung tangan lalu pipi kedua orang tuanya secara bergantian. 


Edo tersenyum melihat tingkah manja Amel sangat bahagia,ia semakin jatuh cinta pada gadis ini.


Amel hanya melirik Edo dan menyuruh Edo untuk mengikutinya. 


"Om,Tante Edo pamit mau nyusul Amel.. Nanti Edo balik kesini lagi"pamitnya pada kedua orang tua Amel dan mencium punggung tangan kedua orang tua itu.


"Iya nak Edo,semangat ya"mama Sandra menyemangati lelaki yang tengah berjuang melamar gadisnya. 


Edo tersenyum melihat tingkah mama gadis yang ia sukai. 


🌸


🌸


🌸


Terlihat mobil Mini Cooper tengah berada disebelah mobilnya,tampak Amel berada didalam mobil Mini Cooper berwarna baby pink itu. 



Tok 


Tok 


Edo mengetuk jendela mobil Amel dan diturunkan oleh Amel.


"Ikuti aku"ucap Amel dingin tanpa menoleh kearah Edo membuat Edo mendesah pelan.



Dan akhirnya mobil Range Rover milik Edo mengikuti mobil Amel dari belakang.Beberapa saat hanya mengikuti kemana Amel pergi,akhirnya mobil Amel berhenti pada satu jalan yang tampak sepi.Ini pinggiran kota pikir Edo.


Terlihat Amel turun dari mobil yang ia tumpangi.


"Apa terjadi sesuatu dengan mobilnya"gumam Edo.Melihat tak ada pergerakan Amel mendekat,akhirnya Edo memutuskan untuk turun. 


"Ada apa.. apa terjadi sesuatu dengan mobil kamu?"tanya Edo khawatir. 


Plak 


Tanpa ia sangka,gadis yang ia cinta kembali melayangkan tangannya pada pipi mulus miliknya. 


"Kenapa abang sekurang ajar ini sama aku? Apa abang kira aku hanya mainan yang bisa abang permainkan sesuka hati?"tanya Amel dengan wajah menahan amarah. 


"Maksut kamu apa? Aku gak mempermainkan kamu"sahut Edo.Ia mengabaikan rasa sakit bekas tamparan Amel,yang pasti rasa sakitnya tak sesakit saat Raina dulu menamparnya. 


Mata Amel berkaca-kaca "Abang pura-pura bodoh sekarang didepanku.. Abang amnesia dengan semua yang dulu abang lakukan sama aku.. iya"teriak Amel tertahan dengan luapan emosi. "Aku udah bertahun-tahun hilangin rasa ini ke abang.. kenapa abang harus kembali,membuka luka yang lama bahkan masih belum kering.. Kenapa abang dengan lancang mempermainkanku,bahkan di hadapan orang tuaku.. Apa menyakitiku dulu kurang puas buat abang hah"lanjutnya lagi. 


Edo mencoba meraih tangan Amel tapi langsung Amel tepis "Dengerin abang.. Abang ngaku abang salah,abang bego,abang bodoh.. Harus berapa kali abang harus minta maaf sama kamu tentang semua kebodohan abang Mel.. Abang benar-benar cinta sama kamu,abang serius dengan ucapan abang didepan Om dan Tante tadi"tutur Edo.Hatinya sakit melihat air mata gadis mengucur deras dihadapannya. 


"Hiks….hiks...hiks…."Tangis Amel pecah,ia tak tahan lagi.Mencintai lelaki yang ia benci bukan hal yang mudah untuk ia lakukan,Ia berjongkok dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.Tangisan pilu yang Edo dengar membuat Edo menyalahkan dirinya sendiri yang menjadi biang masalah untuk gadis cantik ini.


Edo berjongkok dan meraih tubuh kecil dihadapannya untuk ia dekap. 


"Maaf.. maafin kebodohan abang"ucapan maaf kembali Edo berikan pada Amel.


"Kenapa a-abang.. kenapa abang harus memberi harapan sama Amel kalau akhirnya abang pergi… hiks...hiks…"ucap Amel disela tangisnya "Dua tahun,dua tahun yang lalu Amel masih berharap abang kembali pada Amel,meminta maaf pada Amel..Tapi semua itu gak abang lakuin.. Bahkan abang menjalin hubungan dengan wanita itu..Abang cuma mempermainkan Amel,lalu sekarang ..sekarang untuk apa abang kembali? Apa abang belum puas"lanjutnya mengutarakan semua yang ia rasa.Semua yang ia pendam.


Tangis Amel semakin menjadi saat Edo mendekap erat dirinya. "Sialan… kenapa wanginya memabukkan"batin Amel masih sempat mengendus aroma musk dari parfurm milik Edo.Ia takut goyah. 


(Sempet-sempetnya sih lu Mel - Author tepok jidat)


"Maafkan abang sayang.. Please,kasih kesempatan sekali buat abang.Abang janji akan bahagiakan kamu.Abang cinta sama kamu"ucap Edo sungguh-sungguh.


Degh!


Prang! 


Brak! 


Dugh! 


Bermacam-macam suara bantingan,tabrakan seakan menghantam dada Amel.Runtuh sudah benteng pertahanannya,ia sadar masih mencintai lelaki tampan tapi brengsek blasteran Indo-Rusia ini. 


Amel membalas pelukan bang Edo,ia tak tahan untuk tak membalas pelukan orang yang mati-matian ia benci ini. 


Cup 


Cup 


"Percayalah sama abang sayang,abang janji tak akan menyakiti kamu lagi.. hhmmm"ucap lembut abang Edo dengan mencium puncak kepala Amel. 


Amel mendongak dengan mata sembab ia menatap manik coklat milik Edo,melihat kesungguhan Edo dari kedua matanya.Terlihat jelas kesungguhan dan rasa cinta terukir disana.


"Aku mencintaimu"ucap Edo lalu tersenyum menyeka lelehan air mata yang masih mengalir di pipi Amel.


"Amel juga cinta sama abang"sahut Amel yang tak lagi menutupi apa yang ia rasakan selama ini. 


Cup 


Cup 


"Maaf buat air mata kamu keluar"Edo mencium kedua mata Amel secara bergantian. 


Debaran dari dada keduannya pun terdengar bertalu-talu disana.Edo mengajak Amel berdiri,memapahnya untuk duduk di kursi kemudi milik Amel tapi denagn keadaan miring dengan kaki yang masih menjuntai diluar.


Cup 


Edo kembali memberikan kecupan pada kening Amel dengan sayang,sesaat membuat Amel memejamkan mata.


Edo pun kembali berjongkok lalu menggenggam kedua tangan Amel "Izinkan abang memiliki kamu seutuhnya sayang.. Izinkan abang menikahimu"ucap Edo sungguh-sungguh.


Amel menatap lama Edo,wajah serius dan tatapan memuja dari Edo membuat bibir Amel kelu.Ia tak tau harus menjawab apa.


Dan akhrinya hanya anggukan yang Amel tunjukan pada Edo bahwa ia menyetujui ajakan menikah dari Edo. 


"Makasih sayang"ucap Edo bahagia langsung memeluk tubuh kecil Amel.Mendekapnya dengan penuh cinta.Ciuman bertubi-tubi pun Edo layangkan pada Amel saking bahagianya. 


Ia merenggangkan pelukannya dan menatap sang kekasih dengan penuh cinta.Perlahan tangan Edo membelai pipi yang merona merah karna tangisannya tadi dan saat ini tersipu. 


Jari-jarinya pun turun membelai bibir yang sedikit bengkak karna tangisannya tadi,ia usap perlahan tanpa menyakiti empunya.Amel menikmati dengan memejamkan mata.


Mata Edo terpusat pada bibir menggoda milik kekasihnya,membuatnya perlahan mendekatkan diri dan menempelkan bibirnya dengan bibir sang kekasih.


Mata Amel terbuka dan membulat sempurna,tak menyangka Edo mengambil ciuman pertamanya disini.Di pinggiran kota yang sepi. 


Keterkejutan Amel tak bertahan lama karna akhirnya ia memejamkan mata dan mengikuti alur bibir Edo yang menggoda dirinya.Mereka berdua saling mencec*p,******* meskipun dengan ke kakuan Amel yang baru merasakan rasanya ciuman. Amel meremat sweater milik Edo.


Sampai Amel merasa pasokan oksigennya menipis,karna menahan nafas akhirnya membuat Amel menepuk bahu Edo beberapa kali untuk menghentikan aksinya. 


"Huh..hah...huh...hah…."Amel ngos-ngosan seperti orang yang habis lari maraton.Edo tersenyum gemas melihat tingkah lugu kekasihnya yang ia ajari ciuman,Edo bisa merasakan jika ini yang pertama bagi Amel dari caranya yang kaku saat beradu bibir.


Ia mengacak gemas kepala sang kekasih "Ayo pulang,kita harus kasih kabar bahagia ini buat Om dan Tante.Lalu nanti malam Bapak sama Emak akan datang ke rumah kamu buat lamar kamu"ucap Edo menggenggam kembali tangan sang kekasih. 


"Apa tidak terlalu cepat bang? Bahkan Rain sama kak Rayyan mau nikah juga"sahut Amel. 


"Bukankah semakin menyenangkan jika kita dan Rain melakukan pernikahan secara bersamaan.Budgetnya bisa kita tanggung separo-separo sama mereka"ucap Edo.Entah ia serius atau melucu.Tapi Edo tertawa.


"Gak lucu bang"sahut Amel.


"Aku serius..Sayang,jangan panggil aku abang lagi.Panggil aku mas"ucap Edo.Ia seperti berbicara dengan sang adik jika Amel terus memanggilnya abang. 


"Mas"panggil Amel "Menggelikan… aku belum terbiasa"lanjut Amel bergidik lalu tersenyum.


"Pelan-pelan,nanti juga terbiasa sayang"ucap lembut Edo. 


"Cepat masuk.. kita pulang,aku akan mengikutimu dari belakang"ucap Edo lagi membimbing kaki sang kekaih untuk masuk kedalam mobil.


Cup 


"Jangan ngebut"ucapnya lagis setelh mengecup bibir kekasihnya membuat Amel merona. 


Bruk


Edo menutup mobil Amel dan berjalan kearah mobilnya.


"Aaarrrgggg….."teriak Amel dari dalam mobil membuat Edo langsung kembali menghampiri sang kekasih. 


"Ada apa sayang?"tanya khawatir Edo.


Wajah Amel sudah memerah,lalu menggeleng "Gapapa bang Eh.. Mas"sahut Amel.


"Serius?"tanya Edo memastikan.


"Iya mas,udah yuk jalan"sahut Amel,ia tak mungkin mengatakan dihadapan Edo.Membuat dirinya semakin malu saja.


"Astaga dragon.. kaya gini penampilan gue tadi,Hiss.. memalukan"Amel mengacak sendiri rambutnya.Ia terkejut saat tadi melihat penampilannya yang acak-acakan dengan bekas air mata di pipinya.Bahkan make upnya sudah amburadul. 


🌸


🌸


🌸


Emak dibuat kelimpungan sekarang oleh sang sulung yang mengatakan akan melamar Amel malam ini.Dan Edo meminta tolong pada Emak untuk menyiapkan semua yang harus dibawa untuk melamar Amel.


Seketika rumah keluarga Syahreza kembali heboh.Bahkan dengan cepat Emak menelfon kedua adiknya tante Luis dan Tante Dian untuk bertemu di Mall dan mencari seserahan yang harus dibawa.


"Kenapa suka banget sih Pak anak-anakmu mendadak-dadak gini"rengek emak pada bapak yang asik membaca koran.


Belum selesai semua ***** bengek yang dibutuhkan untuk acara Raina,sekarang tambah lagi dengan acara Edo yang mendadak dangdut eh sala mendadak lamaran seperti ini. 


"Minum vitamin kamu dulu sayang biar stabil"ucap bapak menyodorkan vitamin yang ibu konsumsi dengan air mineral.


"Makasih suamiku"sahut Emak langsung luluh dengan segala perhatian bapak.


...°TBC°...


...💜💜💜💜...


...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...


...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...


...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....


...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...