You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Lingerie



Setelah konsultasi dengan mommy Amira kedua calon pengantin itu keluar dari ruang praktek dengan raut wajah bahagia.Hanya butuh pelan-pelan,dan mengsugestikan hal-hal positif pada Raina.Pesan mommy Amira pada keduanya,bahkan mommy dari sahabatnya itu sangat bahagia mengetahui niat keduanya yang akan menuju ke jenjang yang lebih serius.


"Lega dear?"tanya Ray yang menggenggam tangan Raina.


"Iya,makasih sayang"sahut Rain.Tiba-tiba kembali,deringan ponsel terdengar membuat Rain akhirnya terpaksa mengangkat telfon yang sedari tadi bergetar di dalam kantong hoodie miliknya.


Tertera nama Amel disana "Ada apa sebenarnya,apa terjadi sesuatu sama Amel?"monolognya.Ia jadi khawatir dengan sahabatnya itu. 


"Hallo Mel"Dengan cepat Rain menjawab telfon Amel.


"Huh.. susah banget sih hubungin lu Rain,lu dimana adik ipar?"tanya Amel sambil terkekeh.Rain mendengar itu.


Raina mengrenyit "Adik ipar??? lu gak kesleo ngomong gitu"sahut Rain yang tak percaya,padahal baru tadi malam Amel memaki-maki abangnya lewat sambungan video call bersamanya dan sekarang apa yang dikatakan sahabatnya tadi membuat Raina penasaran.Tangannya di tuntun oleh Rayyan untuk berjalan keluar rumah sakit.


Amel tertawa "Mas,adik kamu kaget nih.. Dia gak percaya"terdengar Amel tengah berbicara dengan seseorang.


"Biarkan nanti juga tau sendiri"sahut lelaki yang Raina kenali suaranya.


"Woy si Setan.. kalian berdua udah akur,ya ampun kalian.Selamat ya Calon kakak Ipar gue"Rain begitu bahagia mendengar kabar dari sahabat dan abangnya. 


Terdengar suara tawa Amel kembali "Ntar dandan yang cantik ya adik ipar" 


"Buat apa?"tanya Rain bingung. 


"Nurut aja sih.. minta dandanin sama calon suami lu"sahut Amel. 


"Lu setengah-setengah banget sih ngomongnya Mel,ada apaan sih?"tanya Rain penasaran.


Dan tak ada akhlak sang calon kakak ipar langsung mematikan panggilan. 


"Orang gila"ucap Raina kesal sendiri menatap layar panggilannya berakhir.


"Kenapa dear?"tanya Ray yang bingung melihat wajah kesal kekasihnya.Ia menarik seatbelt untuk sang kekasih.


Cup 


Pipi Rain dicium oleh Rayyan membuat empunya yang langsung menoleh.


Degh! 


Jarak wajah keduanya sangat dekat,bahkan nafas Ray tengah menerpa wajah Raina.Tangan Rain meremat kuat ponsel miliknya.Pandangan keduanya bertemu,saling mengunci satu sama lain.Perlahan Rain memejamkan matanya dan.. 


Cup 


Rayyan mencium lembut penuh kasih sayang pada kening mulus milik Raina lama.


"Terimakasih sudah hadir dihidupku"ucap Rayyan melepas ciumannya.


"Relax,kita lakukan pelan-pelan..Cukup kamu percaya sama aku dear"ucap Ray lagi tersenyum teduh pada Raina.


Raina mengangguk patuh. 


Kembali perlahan Rayyan mendekatkan wajahnya pada Raina,perlahan semakin dekat hingga nafas mereka saling beradu,kembali perlahan semakin menipiskan jarak antara keduanya.


Bruk 


Rayyan terjengkit kaget mobilnya terdorong dari belakang.Tapi bibir Rain langsung menempel tepat pada bibir milik Rayyan.Kedua manusia itu malah terdiam saling pandang tanpa tau apa yang harus mereka lakukan setelahnya.Hanya saling menempel,tapi debaran jantung yang begitu cepat dari kedua anak Adam ini terdengar begitu kencang.


Ciuman yang ingin dilakukan dengan perlahan dan menyalurkan semua perasaan berubah menjadi ciuman dadakan karna goyangan mobil. 


Saat bibir keduanya terlepas,tampak sepasang kekasih itu canggung. 


"Nanti,kita remedial ciumannya habis lamaran"cletuk Raina saat Rayyan kembali ke kursi kemudi dengan benar. 


"A-aku liat dulu keadaan mobil"sahut Rayyan gugup tanpa menggubris ucapan sang kekasih.


"Aarrgg.. kan pengennya gue yang nyium duluan,kenapa dia lagi sih.. Kan abang jadi meleleh dek"monolog Rayyan menyandarkan badannya di belakang mobil ambil meletakkan telapak tangannya pada dada sebelah kiri.Hanya alasannya melihat kondisi mobilnya,ia tak sanggup menahan debaran dada yang begitu menggebu setelah bibir Raina mendarat tepat dibibirnya. 


Sedangkan Raina didalam mobil menangkup kedua pipinya,bagai letupan kembang api tengah meledak-ledak didadanya.Sensasi geli,manis dan panas tengah menyerang badannya.Bahkan Raina merasakan seperti ribuan kupu-kupu tengah berterbangan diperutnya.Menyenangkan.


Plak


"Sadar Rain.. Sadar Rain,jangan kayak orang haus belaian gini"monolognya menampar pipinya sendiri.Bibirnya tak berhenti untuk tak tersenyum,pipinya terus merona mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. 


Saat kekasihnya kembali masuk kedalam mobil,Rain menormalkan ekspresinya agar tak terlihat gugup disebelah sang kekasih.Padahal dalam hatinya tengah jumpalitan. 


"Mobil kamu gapapa yank?"tanya Rain.


"Gapapa,cuma lecet dikit.Orangnya yang punya mobil udah pergi duluan,mungkin takut kali ya"sahut Rayyan.Raina mengangguk-angguk.


Sepasang kekasih itu pun akhirnya menjalankan mobil Ray untuk meantar sang kekasih pulang.


"Ehem"Raina berdehem,ia membuka tutup telapak tangannya.Rayyan yang melirik paham dengan kode yang ditunjukkan kekasihnya langsung menggenggam telapak tangan sang kekasih.


"Pake kode segala sih.. langsung ngomong aja dear" ucap Rayyan mengecup punggung tangan sang kekasih. 


"Kan aku pengen liat kamu peka apa gak"elak Raina.Tapi bibirnya meulas senyum yang sangat manis.


"Dih.. emang aku kayak kamu,gak pekaan"ucap Rayyan lalu terkekeh. 


"Emang gak peka banget ya aku yank?"tanya Raina.


"Banget,gak peka akut kamu tuh"sahut Rayyan mencubit hidung mancung Raina.Obrolan-obrolan sepasang kekasih itu berlanjut sampai mobil Ray belok ke P**** H** untuk memesan beberapa pizza dan minuman sebagai teman sepasang kekasih menghabiskan waktu di rumah Raina.


"Dear,kamu mau pesan apa?"tanya Ray. 


"Aku mau Meat lovers,super supreme sama Lasagna..Minumnya cola aja yank"sahut Rain. 


"Kamu tunggu sini apa ikut?" 


"Tunggu sini deh,dibawa pulang ini"sahut Rain. 


"Oke"ucap Ray,sebelum turun ia masih sempat mencium kembali pipi sang kekasih membuat Rain kembali merona dengan perlakuan Rayyan yang tiba-tiba ini.


"Belum juga remedial cium bibir,udah nyosor sama pipi terus"gumam Raina melihat kekasihnya masuk kedalam P**** H**.


Setelah lama mengantri,akhirnya pesanan miliknya pun jadi.Dengan senyum mengembang membayangkan reaksi seperti anak kecil kekasihnya jika melihat makanan membuat senyum Rayyan semakin mengembang.


Cklek 


Ia membuka pintu mobil,ia menggelengkan kepalanya.Terlihat sang kekasih yang ternyata tengah terlelap,ia pun meletakkan pizza dan minuman di kursi belakang. 


Masuk kembali ke kursi kemudi,dengan memiringkan duduknya ia meamati wajah damai sang kekasih yang tengah bergelung dengan mimpi.Perlahan tangannya terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik kekasih hatinya.


"Kamu hadiah terindah yang Tuhan berikan buat aku dear"gumam Ray membelai rambut kekasihnya.Tatapan penuh cinta terpancar dari wajah tampan Ray saat menatap Raina.Sudah berapa kali Rayyan berterimakasih pada Tuhan,kedatangan Raina Putri Syahreza membuat hidupnya yang kelam semakin berwarna sekarang.Ia bersyukur akan itu.


Cup 


Ia mengecup kembali kening sang kekasih,lalu perlahan mengemudikan kembali mobilnya menuju kediaman Syahreza. 


🌸


🌸


🌸


Rayyan terkejut melihat rumah calon mertuanya yang tengah ramai dengan beberapa mobil terparkir di halaman rumah.Melihat Raina yang masih terlelap membuat Rayyan tak tega untuk membangunkan. 


Ia berjalan menghampiri pintu penumpang dan melepas seatbelt milik Raina,perlahan ia menggendong Raina ala bridal style untuk memasuki rumah. 


"Assalamualaikum"salamnya berjalan masuk dengan menggendong tubuh Rain.


"Waalaikumsalam… MasyaAllah calon mantu,so sweetnya"sahut heboh tante Dian jika bertemu Ray,apalagi sekarang tengah menggendong Raina.


"Waalaikumsalam.. Lho,anak perawan emak kenapa Ray?"tanya emak yang menghampiri Rayyan setelah menjawab salam. 


"Ketiduran mak dijalan"sahut Rayyan.


"Yaudah bawa ke kamar aja"ucap Emak menyuruh Rayyan meantarkan Raina ke kamar. 


"Mak,bisa minta tolong bibi buat angkatin makanan sama minuman Rain di dalam mobil,takutnya nanti pas dia bangun nyariin"ucap Rayyan saat akan pergi ke lantai dua. 


"Iya nanti emak suruh bibi ambil"sahut Emak.


Hati emak benar-benar bahagia,melihat begitu sayang dan perhatiannya calon mantunya pada sang bungsu.Apalagi dengan semua masa lalu sang bungsu yang membuat hati semua keluarga hancur,dengan lapang dada calon mantunya menerima apa adanya.


"Mbak kok nangis"cletuk tante Dian yang masih berdiri disebelah emak. 


"Mbak bahagia liat mereka berdua"sahut Emak.Tante Dian langsung merangkul bahu kakak pertamanya,tau yang kakaknya rasakan tante Dian meelus pelan bahu emak.


"Raina pasti bahagia mbak,Tuhan mempersatukan mereka"ucap Tante Dian.Emak pun mengangguk. 


"Lho gak istirahat dulu Ray"cletuk emak melihat Rayyan duduk disebelah keponakan-keponakannya.


"Raina masih tidur mak"sahut Rayyan "Ini buat apa mak,banyak banget barang"lanjut Rayyan.


"Lho kamu gak tau ya Ray,Edo nanti malam mau lamaran"sahut Tante Luis yang sibuk menyusun alat make up dengan brand ternama di dalam kotak seserahan.


Rayyan terkejut,bahkan matanya melotot. "Sama siapa mak?"tanya Ray. 


"Sama Amel Ray,emang cewek mana yang mau sama Edo kalau bukan Amel"sahut Emak sambil terkekeh. 


"Mungkin ini yang bikin Rain kaget tadi pas Amel telfon"batin Rayyan. 


Ia pun mendekat untuk membantu Emak dan yang lainnya menyiapkan seserahan.Emak pun menceritakan panggilan mendadak Edo saat menyuruh menyiapkan seserahan untuk melamar Amel.Makanya Emak dan kedua adiknya langsung cepat mencarikan semua barang yang diperlukan.


🌸


🌸


🌸


"Eeuuoohhgg…"Raina mengerang meregangkan badannya,matanya mengerjap beberapa kali.Lalu sadar dari tidurnya.


"Kok gue disini"batinnya.


Ia meedarkan matanya mencari sang kekasih yang tak ada didalam kamar,lalu merogoh kantong hoodie nya dan mendial nomor sang kekasih.


"Halo dear"ucap Rayyan.


"Kamu udah pulang?"tanya Raina langsung.


"Aku di bawah dear,lagi bantuin emak" sahut Rayyan. 


"Hhmmm,,jangan pulang,aku turun bentar lagi"ucap Raina langsung mematikan telfon dan beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi.Membersihkan wajahnya agar terlihat lebih fresh.


Ia pun menuruni tangga,keningnya mengernyit melihat banyak sepupunya tengah berkumpul dan kedua tantenya pun ada disini.


"Hallo eperibadeeee… pada ngumpul mau tawuran dimana"sapa Raina sambil berteriak tiba-tiba pada semua dengan cengiran khasnya. 


"Brisik…"sahut teriak sepupu Rain yang selalu beradu mulut dengan Raina.Anak dari tante Luis.


Emak dan tante Luis menggelengkan kepala,tak menyangka dihadapan calon suami juga gak ada anggun-anggunnya Raina ini.


"Kalem dikit Rain,ada calon suami juga gak malu"cletuk tante Dian.


"Dih.. tante aja yang gak tau,tau gak karna lengkingan suara merdu Raina ini Rayyan tuh klepek-klepek sama Rain.. iya gak yank"sahut Raina meminta persetujuan dari sang kekasih. 


Dengan malu-malu Rayyan mengangguk.


"Yah,,nurut aja si Ray sama Rain"sahut Tante Dian menggelengkan kepala. 


"Namanya juga cinta"Dengan tak tau malu Rain menjawab "Cinta banget deh"lanjut Rain duduk disebelah Rayyan. Emak dan yang lainnya bergidik ngeri melihat tingkah Raina.


Rayyan tampak malu-malu dengan sikap kekasihnya yang menyandarkan kepala pada bahunya,disini ada calon mertuanya dan keluarga yang lain.Sudah dapat dipastikan jika calon mertua dan yang lainnya melihat pipinya tengah merona sekarang.


"Dear,malu ada banyak orang disini"bisik Ray.


"Biarin sih… anggap semuanya patung"sahut Raina lantang.


Emak langsung mendelik tak trima.


Bruk 


Lingerie yang tengah dilipat itu emak lempar tepat di wajah Raina. "Gak ada akhlak,emak sendiri dikata patung..Siniin"ucap Emak,meminta kembali lingerie berwarna pink itu. 


"Hih… baju laknat siapa ini"teriak Raina histeris membentang lingerie ditangannya,melempar lingerie itu ke tempat emak. 


"Heh perawan,ntar kamu juga dapet kayak gini dari suamimu.Malah kamu pake kalo udah nikah..Gak usah heboh"sahut Emak cekikikan.


"Beneran yank?"tanya Raina pada Ray.Astaga Rayyan sangat malu,saat Raina membentang baju itu ia sudah ketar ketir sekarang pertanyaan sang kekasih malah bikin panas dingin. 


Sedangkan Raina dengan otaknya yang koneksinya lancar pun bergidik ngeri kalau itu benar terjadi.


"Aduh.. Dear,aku lapar.Kita makan dulu yuk"Rayyan mencoba mealihkan pembicaraan.


Raina yang tak peka plus bila mendengar kata makanan langsung gerak cepat akhirnya ikut berdiri.Saat melangkah,langkahnya kembali terhenti lalu menoleh menatap emak.


"Bentar deh,bukannya seserahan diurus sama kak Becca yank.. Terus ini buat siapa?"tanyanya bingung sambil melihat emak dan yang lainnya. 


"Lho kamu juga gak tau dek,emak kira abang udsh cerita..Abang Edo mau lamar Amel"


"What!!!!!!"teriak kaget Raina "Kapan mak?"lanjutnya bertanya. 


"Nanti malam"sahut Emak


"What!!!!" Teriaknya lagi.


"Jangan teriak-teriak dek,kayak di hutan aja"sahut emak mendengar lengkingan bungsunya itu,bisa berdengung telinganya kalau terus-terusan mendengar teriakan sang bungsu. 


"Dikira main rumah-rumahan apa si abang,dadakan banget"gerutu Raina tapi bibirnya tersenyum,akhirnya sang sahabat dan abang kesayangannya bersatu. 


"Bapak mana mak?"tanya Raina lagi sambil berjalan ke ruang makan. 


"Bapak di Kantor"sahut emak. 


Sepasang kekasih itu pun berjalan ke ruang makan.Dan yang Rayyan nantikan pun akhirnya terlihat dihadapannya,Raina yang kegirangan bak anak kecil saat melihat makanan dihadapannya. 


Dia duduk di kursi dengan kaki yang menghentak-hentak bak bocah.


Rayyan dengan telaten membuka semua pesanan Raina dan membagi sebagian pizza pada yang lain. 


Rayyan terkekeh geli melihat tingkah sang kekasih saat makan Lasagna itu,bahkan Rayyan beberapa kali melap mulutnya yang belepotan.


"Pelan Dear,gak ada yang rebut makanan kamu"ucap Rayyan.Rain melihat kekasihnya yang belum makan makanan itu pun terhenti,lalu menyuapkan Lasagna itu pada sang kekasih.


"Aaaaa…."ucap Raina dengan senang hati Rayyan membuka mulutnya "Maaf ya aku gak peka lagi"lanjut Rain. 


"Gapapa,liat kamu makan lahap gini udah bikin aku kenyang"sahut Ray tersenyum dengan menyangga dagunya menatap sang kekasih.


Tiba-tiba suara salam dari seseorang membuat Raina menghentikan makannya langsung berdiri dan lari menghampiri pusat suara. 


Bruk 


Raina meloncat ke gendongan Edo membuat Rayyan teriak melotot memanggil nama sang kekasih.Melihat Raina berlari dan melompat membuat Rayyan ketakutan sendiri.


"Abang nyebelin… Dadakan banget sih,untung Rain ikut bahagia kalo gak udah Rain ancurin acara abang"ucap Raina digendongan sang abang yang seperti bayi koala itu "Selamat ya abang,Rain senang akhirnya perjuangan abang gak sia-sia"lanjutnya memeluk leher abangnya.


Edo tersenyum "makasih dek,btw.. calon laki lu udah kayak mau makan abang dek,mending turun deh"sahut Edo melihat Rayyan melotot padanya.Raina menoleh menatap kekasihnya lalu tersenyum.


"Dek,udah mau nikah masih kayak bocah aja.. mentang-mentang udah akur sama abang"cletuk Emak. 


Akhirnya dengan sendirinya Raina turun dari gendongan sang abang dan menghampiri sang kekasih.Membiarkan abangnya entah melihatnya atau duduk bersama emak.


Cup


Raina mencium pipi Rayyan."Maaf,lupa yank"ucap Raina nyengir melihat kekasihnya.Ia tau karna ia berlari dan melompat tadi yang membuat kekasihnya melotot kesal.


"Jangan diulang lagi dear"sahut Rayyan luluh hanya dengan ciuman di pipinya.Bahkan sekarang tengah merona.


"Iya janji"ucap Raina mengacungkan kelingkingnya.Rayyan pun mengaitkan kelingkingnya pada kelingking sang kekasih. 


...💜💜💜💜...


..."Sebaiknya kita undur acara lamaran kita yank"ucap Raina sebelum turun dari mobil membuat Rayyan menatap terkejut dan bingung pada sang kekasih....


..."Kenapa?"tanya bingung Rayyan....


...💜💜💜💜💜💜...


...°TBC°...


...💜💜💜💜...


...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...


...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...


...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....


...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...