
Semakin mendekati hari H,semakin Rayyan dilanda kegugupan.Ia bahkan harus browsing dan melihat video-video akad nikah agar ia bisa mengucapkannya dengan sekali tarikan nafas.
Beberapa kali pihak WO menghubunginya untuk meeting acara pernikahannya.
"Hampa banget sih rasanya gak ada kabar kamu"gumam Ray melihat foto wallpaper yang tak lain foto kekasihnya.Ray masih tak tau apa salahnya pada sang kekasih,tiap ia tanya Rain tak membalas sama sekali.Ingin sekali ia menghampiri sang kekasih untuk menyembuhkan kerinduannya yang tak berkesudahan,tapi ia juga takut dengan semua ucapan emak tentang pantangan calon pengantin yang terus bertemu.Ia cari aman.Ray pun memtuskan untuk kembali menghabiskan waktu di tempat gym.
Sedangkan di kediaman Syahreza,Rain benar-benar membuat pusing kepala emak.Seperti pagi ini,saat ada topeng monyet lewat didepan rumah dengan lantang Rain memanggil untuk ditanggap di depan rumahnya.Untung para keponakannya masih banyak yang ngumpul dirumahnya membuat Rain menang banyak.
"Kak Rain,tu monyet kalo naik motor kayak kakak ya"cletuk bocah cilik berumur 10 tahun yang tak lain keponakannya cucu dari tante Luis.
Rain melirik sinis si bocah bernama Ade itu. "Iya emang itu adek kandungku.. Tanya noh sama eyang,pasti bener"sahut Raina malah meiyakan ucapan keponakannya.
"Eyang Oma,ada saudara kandung kak Rain disini"teriak Ade.Padahal Emak dan tante Luis tengah duduk bangku teras rumah,melihat tingkah calon manten dan semua keponakan asik menonton topeng monyet dengan perdebatan kecil mereka.
Emak hanya bisa menepuk dahinya.
🌸
🌸
🌸
Tak ada bedanya dengan kemarin,hari ini Rain tengah duduk di Teras menanti seseorang datang.Selang beberapa menit kemudian sebuah mobil pick up datang dengan membawa beberapa box dibelakangnya.Rain terlihat begitu sumringah.
"Mbak Rain?"tanya salah seorang yang turun dsri mobil pick up.
"Iya.. bawa masuk aja mas,lewat samping aja.Taruh di pinggir kolam"sahut Raina meintruksi.
"Man?"teriak Rain pada Kirman yang berada didalam rumah.
"Iya non"sahut Kirman saat berada di hadapan Raina.
"Anterin masnya bawa semua box ke belakang deket kolam.Inget deket kolam"titah Raina membuat Kirman hanya mengangguk patuh.Mumpung dirumah lagi sepi karna semua keluarga tengah berada di butik untuk mencoba kebaya dan gaun yang akan digunakan untuk acara pernikahan Raina.
Setelah semua rencananya berhasil,Rain duduk santai dipinggir kolam dengan memainkan gitar miliknya.Menyanyikan beberapa lagu cinta yang membuatnya terhanyut.Dengan suara gitar yang mengiringi suara merdunya ia menyanyikan reff lagu (I like You so much,You'll know it)dengan riang bahkan kepalanya meangguk-angguk sambil terus tersenyum.
...Love you every minute, every second...
...Love you everywhere and any moment...
...Always and forever I know I can't quit you...
...'Cause, baby, you're the one, I don't know how...
...I love you 'til the last of snow disappears...
...Love you 'til a rainy day becomes clear...
...Never knew a love like this, now I can't let go...
...I'm in love with you, and now you know...
...Aku mencintaimu setiap menit, setiap detik...
...Cinta kamu di mana saja dan kapan saja...
...Selalu dan selamanya aku tahu aku tidak bisa meninggalkanmu...
...Karena sayang kaulah, aku tidak tahu caranya...
...Aku mencintaimu sampai salju terakhir menghilang...
...Cinta kamu sampai hari hujan menjadi reda...
...Tidak pernah tahu cinta seperti ini, sekarang aku tidak bisa melepaskannya...
...Aku jatuh cinta padamu, dan sekarang kau tahu....
Rain membayangkan wajah Ray yang setiap ia menyanyi wajah macho dan super cute Ray akan merona.Rain gemas sendiri.Andai saja lelaki lemah gemulai itu tak membuatnya kesal karna bulu-bulu cantiknya yang hilang,ia takkan menghukum kekasihnya seperti ini.Saat sedang asik-asiknya bernyanyi tiba-tiba saja sepasang sejoli yang sudah seperti perangko tak bisa dipisahkan itu datang.
"Dor.. senyum-senyum sendiri lu gila"ucap Amel duduk di bangku pinggir kolam.
"Dih kalian lagi.. sepet banget mata gue liatnya,nempel mulu kayak perangko"sahut Rain meangkat kaki-kainya dari dalam kolam lalu duduk menghadap sepasang kekasih itu. "Perasaan abang kaga pernah ke Kantor deh sekarang,kasian bapak tau.Bantuin cari duit sono"lanjutnya karna memang ia sering melihat Edo di rumah.
"Abang kerja ya.. biarpun abang gak ke Kantor,sampai subuh abang juga tetep kerja dek"sahut Edo tak trima.
"Lu juga Mel,biasa juga sibuk pemotretan ngapa sekarang santuy banget idup lu?"tanya Rain sekarang pada Amel.
"Tanya nih sama abang lu,diapain kerjaan gue sama dia"sahut Amel memicingkan mata pada kekasihnya,sedangkan sang kekasih memasang wajah tanpa dosa.Rain juga melihat sang abang dengan tatapan menuntut tapi tetap Edo bungkam memilih duduk santai dengan tangan yang memelin ujung rambut Amel.
Dan Amel menceritakan kejadian beberapa waktu lalu setelah keduanya resmi menjadi sepasang tunangan.Saat Amel berada di lokasi pemotretan,tiba-tiba Edo datang dengan membawa makanan untuknya.Amel yang saat itu juga tengah melakukan pemotretan dengan lelaki yang tak lain adalah Dewa membuat Edo langsung meremat wadah makanan yang ia bawa.
Dengan melipat tangan didada Edo mencoba mengontrol emosinya.Bahkan saat tangan kekar Dewa melingkar dipinggang Amel dan meletakkan kepalanya pada perut dan mendongak menatap Amel dan Amel pun menunduk melihat Dewa.Keduanya bagaikan sepasang kekasih.Wah.. Dada Edo bagaikan kebakaran lokal saat itu juga.
Brak
Edo sengaja menendak kursi yang biasa Amel gunakan untuk duduk istirahat membuat semua kru bahkan beberapa model menatap bingung pada tingkah Edo.Tapi tidak untuk Amel,ia sadar kekasihnya tengah cemburu padanya.Mau bagaimana lagi ini pekerjaannya.
"Abang lu langsung bilang ke mbak Retno buat gak ada foto sama cowok lagi.Dan misal gue terima job gitu lagi dia bakal nyuruh gue berhenti jadi model.Ngeri gak tuh"ucap Amel setelah selesai bercerita.
"Ya wajar lah bee,aku tuh cinta sama kamu.Semua cowok bakal marah kalo liat ceweknya mesra-mesraan sama cowok lain meski itu dalam frame aja"timpal Edo.
"Itu kan perkerjaan aku dan kamu tau itu dari dulu"ucap Amel.
Rain si calon manten malah menopang dagunya dengan gitar,melihat perdebatan kedua pasang kekasih itu.Pikirannya mulai berkelana,kekasihnya sekarang tak pernah lagi cemburu meski ia dekat dengan lelaki tapi kekasihnya malah cemburu jika Rain main ps atau sibuk meotak atik motornya.
Apa dia tak menarik sampai kekasihnya tak cemburu lagi? Pikir Rain.
"Udah kalian debatnya?"ucap Rain tiba-tiba.Kedua sejoli itu langsung menoleh kearah Raina."Gini ya,kalo menurut gue sih bang Edo ada benernya.Gue pun kalo punya cewek pepet-pepetan sama cowok lain juga bakal kesel,kalo bisa gue iket aja sekalian.Jadi lu,selama abang gue masih dalam batas wajar cemburunya ke lu.Lu gak perlu kesel lah...Artinya dia tuh cinta ke lu"lanjut Rain dalam mode sok tau.
Edo meulas senyumnya,ia mendapat dukungan dari sang adik.Ia beranjak dari duduknya lalu merentangkan tangan ingin memeluk Raina,sampai sudah dekat dengan Rain.Raina malah menghindar dan mendorong tubuh abangnya.
Byurrr….
Edo nyusruk ke dalam kolam renang.
"Sialan lu dek"teriak Edo saat kepalanya sudah bisa terangkat ke atas.Tapi tunggu ia tadi seperti melihat sesuatu.
"Astaga abang… ngapain kamu renang pake jas segala,kurang kerjaan"teriak Emak dan yang lainnya yang baru datang.
Amel hanya menutup mulutnya mengulum bibirnya menahan tawa,ia sudah yakin Rain akan melakukan hal konyol.Sudah lama ia tak melihat sahabatnya ini berulah.Bukannya kasian,Amel malah terhibur dengan kelakuan adik kakak itu.
"Aaaaa….."teriak bang Edo saat merasa didalam celananya ada yang bergerak-gerak.
"It's show time"gumam Raina dengan santai menjauh membawa gitarnya.
"Abang itu apaan,keluar bang keluar"teriak Emak histeris lagi,melihat sesuatu yang menggeliat seperti ular didalam kolam renang.
"Aaaaaa…..aaaa….ini apaa...Aaaa"teriak Edo lagi,karna binatang itu semakin merambat naik.
Dengan cepat ia naik kepermukaan,dengan loncat-loncat Edo melucuti jasnya.Rain tertawa terbahak disebelah Amel melihat tontonan yang menarik ini,padahal ia akan mengerjai para sepupunya dengan mwmbeli 6 box berisi belut eh malah sang abang yang kena.
"Hahaha….hahha…."Tawa Rain pecah dengan terus merekam.Tangan Rain dengan sigap menutup mata Amel saat abangnya menurunkan celana kainnya.dsn tersisalah boxer spiderman. "Hahahhaaa… Mau jadi spiderman dimana woy"teriak Raina dengan terus tertawa.Bukan hanya dirinya saja,tapi semua orang yang berada disana menawakan tingkah Edo.
"Belut"ucap Edo saat melihat binatang yang menggrayanginya tadi.Edo masih bergidik saat beluttadi menggerayanginya.
"Sialan.. siapa yang naruh belut disini"teriak Edo.
Emak menghampiri pinggir kolam dan terlihatlah ribuan belut berada didalam kolam renang itu.
"Raina!!!"teriak Emak,sudah sangat paham betul siapa pelakunya.
"Iya mak,anakmu paling cantik kalem baik hati dan tidak sombong disini"sahut sigap Raina tanpa rasa bersalah menghampiri Emak.
"Siapa yang naruh belut disini?"tanya emak.
"Udah pasti akulah.. "sahutnya bangga.Dan...
"Aw…..aw….aw…...sakit emak"Emak langsung menjewer telinga Raina dengan tenaga super.
"Kamu tuh,ya Allah.. Kelakuanmu dek,udah mau nikah juga"omel emak."Kalo ada apa-apa sama abang kamu gimana tadi,kalo yang lain yang kena gimana tadi..Kamu mau tanggung jawab hah"lanjut emak terus mengomel.
"Ya elah.. hiburan mak,bosen tau dirumah mulu Rain..Makanya Rain cari hiburan"
"Cari hiburan..Cari hiburan.. mending serius belajar masak sana"
"Bosen,tiap hari masak mulu.Ps aku balikin dong biar Rain gak cari hiburan gini"
"Kamu tuh ya…Kalo dikasih tau nyaut terus "gemas emak karna putrinya ini terus menyahut ucapannya.
"Aw...aw….aw… Bapak"teriak Rain saat kembali telinganya dijewer dengan kuat oleh Emak.Dan senjata terakhirnya hanya bapak,tapi sayang disayang bapak tengah sibuk di Kantor.
Melihat Rain yang dimarahi snag emak,Edo seakan lupa dengan penampilannya.Amel saja sampai melongo melihat roti sobek miliknya yang terpampang nyata dengan hanya satu kain boxer spiderman yang menutupi tubuhnya.
"Astaga"Edo langsung mencoba menutupi asetnya lalu ngibrit berlari kedalam rumah.Mau ditaruh dimana muka tampannya ini dihadapan sang kekasih.
🌸
🌸
🌸
Hari hari berlalu,semakin mendekati hari H acaranya.Seharinsebelum akad nikah Rain tengah menonton video untuk para calon pengantin agar rumah tangga terus harmonis,ulah siapa lagi jika bukan Emak yang menyetelkan semua kaset ini.Karna ulahnya yang membuat abangnya waktu itu malu,sebagai hukuman Rain harus belajar sungguh-sungguh untuk menjadi istri yang baik.Dengan pengawasan emak.
"Mak,bosen banget tau Rain.Rain jalan ya..hari ini aja,please"pinta Rain pada emak yang berada disebelahnya.
Emak hanya menoleh lalu melanjutkan membaca majalan fashion ditangannya.Suara rengekan Rain yang terus terdengar membuat telinga emak sakit.
Bruk
Emak menutup kasar majalahnya.
"Hist… ganggu emak santai kamu tuh"ucap Emak sewot
"Emang kamu mau kemana sih?"tanya Emak.
"Kemana aja lah,asal keluar rumah dulu"sahut enteng.
"Jangan macem-macem,emak gak mau denger kalo kamu ada di sirkuit"
"Gak deh serius,gak bakal ke sirkuit deh.Suer"sahut Rain dengan membentuk jari V.
"Gak boleh bawa motor"ucap Emak.
Membuat senyum Raina padam,tapi tak apalah..Asal bisa bebas untuk hari ini pikir Raina.
"Siap.. Rain bawa mobil abang ya"sahut Rain meminta izin.
"Hhmmm.."ucap Emak akhirnya meizinkan,Rain jingkrak-jingkrak bahkan menciumi pipi emak terus lalu beranjak "Bawa Kirman buat jagain kamu"ucapan lanjutan emak membuat langkah Rain terhenti dan langsung lesu.
"Kok bawa Kirman sih?"protes Rain.
"Buat jagain kamu,gak ada alasan nolak.Kamu mau atau gak usah jalan sama sekali"ucap Emak membuat Rain terpaksa meiyakan.
🌸
🌸
🌸
"Man… Kirman"teriak Emak saat Rain sudah siap dengan menggunakan Baju kaos dengan celana trening olahraga warna hitam,serta bucket hat warna hitam juga.Jangan lupakan sandal jepit swallow yang menemaninya.
Kirman tergopoh mengahmpiri majikannya.
"Iya Nyah"sahut Kirman.
"Temenin Raina jalan,kamu awasi dia jangan sampai melakukan hal-hal aneh"ucap Emak pada Kirman membuat Kirman bingung.
"Iyain aja sih Man,cepet dah gue mau jalan"timpal Raina yang tak keberatan dengan adanya Kirman menemaninya jalan.
"Si-siap Nyah.. Tapi gapapa saya pake baju gini"sahut Kirman,karna memang ia hanya menggunakan kaos biasa dengan celana komprang pendek selutut.
"Lu liat,emang gue pake baju pesta.. Santai aja sih,yang penting jalan.Mau penampilan kayak tukang rosok kalo isi kantong tebel mereka yang liat mau apa.. Kepret aja pake ini"ucap Raina dengan memeragakan dengan tangan mengepret menggunakan dompet kartu miliknya.
Emak memutar matanya,putrinya ini memang bemar-benar bikin pusing.
"Rain jalan ya mak"ucap Rain pamit pada Emak mencium punggung tangan wanita paruh baya itu."Yok Man cepet"lanjutnya melihat Kirman yang masih diam sedangkan dia sudah berjalan menjauh.
Mobil Range Rover warna putih ini sekarang menemaninya berjalan,ia yang biasa menggunakan motor merasa aneh saat mengemudikan mobil.
"Man? Bini lu dirumah?"tanya Rain.Kirman yang berada di kursi penumpang sebelahnya menoleh lalu mengangguk.
"Iya non,jam segini mah istri saya lagi masak buat makan siang"sahut Kirman.
"Kita jemput bini lu,gue ajak shopping"ucap Rain emmbuat Kirman membulatkan matanya.
"Non-non.. eng-ngak usah non,merepotkan non Rain"sahut Kirman.
"Gak ada penolakan,lu nolak hue bilang ke emak potong gaji lu"ancam Raina membuat Kirman semakin bingung.
"Tapi non,saya gak punya uang buat gantinya"
"Eh oncom,corekan ya lu.. Gue bilang gue yang beliin,ajak bini lu.Udah telfon dulu sono biar siap-siap"ucap Rain lagi membuat Kirman tak lagi menjawab dan menurut ucapan Raina.Rain tersenyum bangga karna Kirman nurut,jujur saja Rain juga tak tau mau kemana.Ia hanya ingin jalan keluar dari rumah.
Akhirnya Rain dan Kirman pun menjemput istri dari Kirman.
🌸
🌸
🌸
...Mall...
Istri Kirman sungguh tak menyangka jika majikan dari suaminya begitu baik,bahkan sekarang mereka tengah berada didalam Mall mewah.Istri Kirman terus berdecak kagum melihat wanita yang bersds didepannya mengoceh tentang semua hal.Karna istri Kirman mengatakan pada Rain bahwa ia belum pernah masuk ke dalam Mall,lebih tepatnya si Kirman tak pernah mengajak sang istri jalan ke Mall tapi ke pasar tradisional.
Rain masuk kedalam butik "Ze Choice" ,terlihat dress-dress cantik terpajang didalam butik itu kembali membuat istri Kirman melongo.
"Pilihin buat bini lu Man,terserah mau yang mana ambil aja"ucap Raina duduk di Sofa panjang menyuruh sepasang suami istri itu memilih dress.
Mata istri Kirman yang melihat lihat dress itu langsung melotot saat melihat bandrol harga sebuah dress.Suaranya seakan tercekat,ia bahkan harus menoleh pada sang suami untuk melihat apa yang ia lihat.Teejadilah sepasang suami istri itu kehabisan nafas melihat bandrol harga.
Beberapa karyawan butik tengah menatap cemas,mereka tak yakin jika ketiga orang itu memiliki uang untuk membeli sebuah dress disini.
"Permisi mbak mas mau cari apa ya?"tanya sopan salah satu pegawai.
Rain meamati dari Sofa.
Sepasang suami istri itu tampak bingung.
"Maaf mbak,kami mau liat-liat dulu"sahut Kirman yang memang bingung sendiri.Senyum ramah sang pegawai yang tadi terpancar seakan langsung hilang dan berganti dengan senyum mengejek.
"Liat-liat aja,kalo gak ada duit mending liat-liatnya dari depan sana aja gak usah masuk"gerutu sang pegawai menjauh dari Kirman dan istri.Jangan dikira Kirman dan istri tak mendengar gerutuan pegawai,mereka berdua mendengar jelas ucapan pegawai tadi.Bahkan istri Kirman sampai menundukkan kepalanya.
Rain memasukkan tangannya ke kantong,dengan santai ia berjalan menghampiri Kirman dan istri.
"Lu mau yang mana?"Rain biasa
Istri Kirman mendongak lalu menggeleng "Gak usah non,disini terlalu mahal"sahut Istri Kirman.
"Lu nolak,gaji laki lu bakal gue potong"ancam Raina. "Lu mau yang ini?"tunjuk Raina pada dress motif bunga selutut dengan bahan sifon berwarna coklat.Lalu kembali meambil beberapa dress yang tertutup dengan panjang selutut juga dan memberikan pada istri Kirman.
"Size lu apa?"tanya Rain lagi.
"Em-S nona"sahut takut-takut istri Kirman setelah mendapat persetujuan dari sang suami melalui anggukan istri Kirman berani berucap.
"Lain kali,kalo ada orang yang ngerendahin lu kayak tu orang,jangan pernah lu tundukin kepala lu.Kita beli disini gak nyolong,apa yang lu takutin.Derajat kita semua sama,belum tentu tu gaji pegawai lebih besar dari gajih laki lu.Kita kepret bentar lagi tu pegawai"tutur Raina dengan senyum smirknya menatap pegawai yang tampak masih menatap dengan meremehkan. Rain berjalan bahkan memilihkan flat shoes dan tas untuk istri Kirman.
"Mas gapapa?"tanya istri Kirman berbisik pada sang suami.
"Tenang.. non baik kok,semoga aja gak bikin ulah habis ini"sahut Kirman sebenernya ketar ketir dengan apa yang akan dilakukan Raina.
Rain lebih dulu berjalan ke Kasir.
"Total semua"ucap Rain meletakkan tiga dress yang harganya setengah juta untuk sebuah baju.Belum lagi sepatu dan tasnya.
Rain menyandarkan badannya melihat pegawai yang tampak meneliti dirinya.Kirman berada dibelakang Rain dengan sang istri.
"Mata lu gak keder liatin gue terus"ucap Rain pada pegawai yang terus melihatnya. "Gak usah takut,gue bisa bayar ini semua"lanjutnya sombong.
Sang pegawai yang merasa langsung mealihkan pandangannya salah tingkah.
"Menager lu ada?"tanya Rain pada sang kasir.
"Maaf ada perlu apa ya sama manager butik?"tanya sang kasir takut.
"Nih gue mau laporin tingkah pegawai butik yang gak ada sopannya"sahut Raina lantang."Lu tau,gue dari tadi merhatiin lu dan omongan lu gak pantes ngeremehin customer kayak gitu."lanjut Rain dengan menatap pegawai yang tak berani menatapnya.
"Em-Ma-maafkan teman saya nona,dia pegawai baru disini"sahut Kasir itu sambil menundukkan badannya.
"Bukan lu yang seharusnya minta maaf,tapi tu orang yang minta maaf sama sodara gue.Untung sodara gue baik,kalo gak udah dari tadi gue kepret lu"ucap Rain bahkan dengan menunjuk pegawai yang tampak terdiam itu.
"Gue minta nomor manager butik,meski lu hapus rekaman cctv.Tapi gue punya bukti lebih jelas di hp gue.So tunggu aja ntar"lanjut Rain menatap sang pegawai tadi mulai menunduk.
Tiba-tiba pegawai itu bersimpuh dihadapan Kirman dan sang istri.
"Maaf.. Maafkan ucapan saya,saya tak akan mengulaginya lagi.Tolong jangan laporkan saya ke Manager,saya baru sebulan bekerja"ucap pegawai itu dengan menangis.Suasana butik yang ramai membuat beberapa pelanggan melihat kejadian itu.
Istri Kirman kikuk sendiri "Berdiri aja mbak,saya sudah memaafkan mbak"sahut istri Kirman.
Raina meneruskan pembayaran,tanpa minat melihat drama pegawai yang meremehkan tadi.Setelah selesai melakukan pembayaran ia melipat kembali tangannya didada,masih melihat pegawai yang menangis mem bersimpuh itu.
"Ini pelajaran buat lu dan semuanya.. Jangan pernah lu liat orang dari luarnya doang,bukan cuma orang yang berpakaian mewah yang perlu lu hormati tapi orang yang berpakaian biasa aja juga perlu lu hormati,apalagi umur lu masih muda.Seharusnya lebih pintar besikap sama orang yang lebih tua dari lu,apalagi tugas lu kerja dimari buat melayani bukan buat nyinyirin costumer."tutur Raina,ia membuka dompetnya lalu mengeluarkan 3 lembar uang dan memberikan pada pegawai yang menangis dengan bersimpuh itu. "Buat lu,inget jangan lu ulang lagi"lanjut Rain lalu pergi diikuti oleh Kirman dan Istrinya.Pegawai itu hanya bisa menunduk malu dengan menangis.
🌸
🌸
🌸
"Nih buat lu"ucap Rain menyerahkan belanjaan tadi pada istri Kirman.
Istri Kirman berkaca-kaca tak menyangka sungguh tak menyangka sebaik ini majikan suaminya "Makasih nona makasih"
"Rezeki dari Allah,gue cuma perantara.. Gak usah terimakasih sama gue"ucap Raina tersenyum teduh. "Aduhduh kaga usah nangis,Lu tau gak sebenernya gue tadi mau nge cut acara minta maaf tu pegawai.Lu kurang greget aktingnya,seharusnya lu marah-marah dulu biar tambah panas adegannya"lanjut Raina saat melihat istri Kirman sudah menangis.Dikira dia lagi akting sinetron men temen 🤦.
Ucapan Rain membuat istri Kirman tertawa dan mwnghentikan tangisnya.
"Gue laper.. Kita makan dulu lah,habis itu cari baju buat lu.Man"ajak Rain berjalan lebih dulu,tanpa mendengar penolakan Kirman.Rain berjalan menuju restoran yang berada di lantai yang sama.
...💜💜...
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...
...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...
...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....
...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...