You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Enak



Rayyan tampak kaget dengan tamu yang datang,Buket bunga tulip begitu besar tengah dibawa dan berjalan menghampiri kedua mempelai.Emak dan yang lain yang menyadari langsung terdiam.


"E-Elang"ucap lirih Raina tergagap saat melihat sosok laki-laki yang berjalan kearahnya itu. 


"Selamat untuk pernikahan kalian"ucap Elang berwibawa."Ini untukmu"lanjutnya menyerahkan buket bunga tulip pada Raina,bunga kesukaan Audrey.Disambut Rain buket bunga itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Rayyan yang berada disebelah sang istri melihat tatapan mata Elang yang sangat mencintai istrinya,ia hanya diam memperhatikan.


Bugh


"Brengsek apa yang lu lakuin disini"Bang Edo murka langsung memukul wajah Elang saat menyadari kehadiran lelaki itu membuat Elang langsung tersungkur.Beberapa tamu bahkan langsung histeris melihat keluarga pengantin memukul tamu. 


"Bang"teriak Raina panik.


Bapak,Niko dan beberapa bodyguard Elang menarik Edo agar tak memukul Elang kembali dan Elang..Lelaki itu dengan santainya kembali berdiri. 


"Apa yang kamu lakukan bang? Jangan membuat ribut"ucap Bapak menghampiri putranya.


"Maaf,sepertinya kedatanganku hanya membuat ribut acaramu.. Sekali lagi maafkan aku"ucap Elang membungkukkan tubuhnya.Semua para rekan bisnis bapak hampir melongo melihat pemimpin perusahaan terkaya nomor 3 di Eropa datang ke acara ini dan mendapat perlakuan tak mengenakkan tapi malah meminta maaf.Dan Sejak kapan seorang Arasie Elang Wardhana meminta maaf pada orang lain,membuat semua mata tertuju pada mereka.


Amel menghampiri sang kekasih untuk membawanya pergi,jika tidak bisa dipastikan bang Edo akan kembali memukul Elang.


"Kamu gapapa?"tanya Rain tampak cemas karna sudut bibir Elang berdarah. 


Elang tersenyum menatap wajah cemas wanita yang ia cintai,wanita itu mencemaskannya.


"Tidak,aku baik-baik saja"sahut Elang.Tapi melihat tautan tangan wanita itu dengan sang suami,Elang tampak tersenyum kecut menyadari siapa dirinya. 


"Rain,berbahagialah.. Karna kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga,Maafkan aku dulu yang pernah menghancurkanmu.. Sungguh aku menyesal atas semua itu"ucap Elang lagi sungguh-sungguh pada Raina. 


Pandangan Elang berpindah pada Rayyan "Tolong jaga Raina,cintai dia,sayangi dia.Jangan kau membuat kebodohan lagi atau Rain benar-benar akan aku ambil darimu lagi"ucap Elang lagi dengan sedikit ancaman.


Setelah memberi selamat pada kedua pengantin itu dan diawasi oleh Bapak serta Niko yang masih berada disana,Elang pun berbalik akan meninggalkan tempat acara. 


"Elang"panggil Raina akhirnya setelah beberapa langkah Elang berjalan.Elang pun menoleh. 


"Boleh aku berbicara dengannya?"tanya Rain pada sang suami.Rayyan pun mengangguk mengizinkan,ia yakin jika lelaki itu takkan berbuat yang tidak-tidak pada sang istri. 


Rain maju mendekati Elang. 


"Terimakasih.. terimakasih untuk semua yang pernah kamu lakukan buat aku saat aku hilang ingatan.Kamu menjaga aku selama itu tanpa pernah seujung kuku menyakitiku.Dan aku sudah memaafkan semua kejadian dimasa lalu kuharap kamu juga melupakan kenangan pahit itu."ucap Raina.


"Boleh aku meminta satu permintaan padamu?"tanya Elang pada Raina. 


"Silahkan"sahut Rain


"Izinkan namaku tersemat dalam nama anak kalian kelak.. Dan katakan padanya jika dia memiliki daddy yang sangat mencintai dirinya lebih dari apapun.Ku mohon"Pinta Elang sungguh-sungguh. 


Permintaan yang aneh menurut Rain,tapi alhasil ia pun mengangguk menyetujui.


Rain mengulurkan tangan "Berbahagialah Elang,aku tau sebenarnya kamu orang baik.Kelak akan datang wanita yang lebih baik untuk mendampingimu" 


Greb 


"Sekali saja,biarkan aku memelukmu sekali saja"bisik Elang lirih.Raina bahkan mematung melihat Elang yang tiba-tiba memeluknya,ia melirik pada sang suami dan Ray tersenyum melihatnya.Tangan Rain pun perlahan menepuk punggung Elang


Elang tersenyum,ia merasakan kembali pelukan Audrey kekasihnya "Aku tak yakin untuk itu,perasaanku tak bisa berlabuh untuk wanita lain selain kamu.Tapi terimakasih kau sudah mendoakan kebahagiaan lelaki brengsek sepertiku"lanjut Elang lalu melepas pelukannya. 


"Teman"Raina mengulurkan tangan dengan tersenyum.Lebih baik berdamai dengan masa lalu dari pada menyimpan dendam yang tak berkesudahan.


"Ya,kita berteman"sahut Elang dengan senyum mengembang.Senyum yang hampir jarang terlihat oleh semua orang. 


🌸


🌸


🌸


Rebecca melihat semua kejadian yang ada,ada urusan apa lelaki itu dengan istri sang adik? Apa mantan kekasih Raina pikiran Rebecca mulai berkecamuk,ia takut sang adik akan dikhianati seperti dulu. 


Akhirnya Rebecca memutuskan untuk mendekati Rayyan. 


"Kamu gapapa? Siapa dia?"tanya Rebecca.Rayyan menoleh lalu tersenyum.


"Gapapa,dia cuma teman Rain seperti yang lain"sahut Rayyan tanpa membuka masa lalu Rain meskipun ia tau. 


"Syukurlah.. kakak kira dia mantan kekasih istrimu,sampai lelaki itu dihajar oleh Edo"ucap Rebecca lagi.


"Mereka hanya tak menyukai lelaki itu,itu saja"sahut enteng Ray masih dengan senyum.


"Yaudah,kakak kesana dulu.. Kau sangat tampan Ray"ucap Rebecca lalu meninggalkan Rayyan yang masih menatap sang istri yang tengah bersalaman dengan Elang.


Ray masih mengembangkan senyumnya,meski tak bisa dipungkiri hatinya berdenyut sakit.Ada lelaki yang sangat mencintai istrinya,tapi ia tetap bahagia karna bisa mempersunting wanita yang ia cintai dengan caranya.


"Sayang"panggil Rain menghampiri dan tangan keduanya kembali bertautan. 


"Ya dear,kamu bahagia banget"


"Jelas lah aku bahagia,kan aku sekarang jadi istri kamu"sahut Raina manja.


Kembali suasana ballroom hotel kembali meriah dengan beberapa tamu yang menyumbang suara emasnya untuk kedua mempelai. Meskipun insiden beberapa saat lalu sempat membuat para tamu syok.


🌸


🌸


🌸


Acara resepsi Rayyan dan Raina pun selesai,kedua pengantin tengah duduk di meja bulat bersama dengan para sahabatnya.Sebagian keluarga dari kedua mempelai dan para tamu sudah pulang.


Rayyan duduk disebelah Rain dengan Raina yang terus menempel seakan dirinya tak memiliki tulang untuk bersandar sendiri. 


"Mentang-mentang pengantin baru,nempel terus"cletuk Arman yang menepuk-nepuk putranya yang tengah tertidur.


"Jelas dong,pengantin usang sirik aja"sahut Rain songong. "Nih kalo pengantin baru kayak gini nih"ucapnya lagi.


Cup 


Cup 


Rain mencium pipi Rayyan dua kali,membuat empunya mematung bahkan pipinya memerah bak kepiting rebus.Dengan santai setelah mencium pun Rain menyandarkan kembali kepalanya pada bahu sang suami. 


"Heh,jaga dong perasaan jomblo"timpal Amel yang melihat kelakuan sahabatnya itu. 


"Lu jomblo"tanya Raina. 


"Bukan,tapi noh"tunjuknya pada Niko yang terdiam juga melihat sahabatnya mencium pipi Ray. "Sampai syok dia liat lu sosor-sosor"lanjut Amel dengan terkikik. 


"Gak bisa nih,gue balik aja.. Pada zholim lu pada sama gue"ucap Niko meraih kunci mobil serta ponselnya lalu berdiri. 


"Eh.. jangan ngambek dong"cegah Rain ikut berdiri. 


"Cih laga lu,dari tadi pepet-pepetan mulu.. Udah lah gue balik,udah malem juga"ucap Niko lagi.Ia pun menghampiri Raina lalu memeluk sahabatnya "Selamat sekali lagi,lu bisa.. Mommy bilang lu udah sembuh,sekarang tinggal ku buktiin bikin keponakan banyak buat gue"bisik Niko membuat Raina melotot sempurna.


Plak 


"Gebleg,jomblo m***m"umpat Raina setelah menggeplak kepala belakang Niko malah membuat Niko tertawa. 


"Jangan kasar-kasar,kasian noh laki lu ntar trauma"cletuk Niko lagi.


"Pegi sono lu,besok awas tu mulut gue kasih bayclin biar bersih"sahut Raina melihat Niko berjalan menjauh dari mereka setelah berpamitan juga dengan yang lain. 


Di lanjut oleh Arman dan sang istri yang akan kembali ke Apartemen Rayyan sebelum besok harus kembali ke Kota tempat mereka tinggal sekarang. 


Tinggal Edo dan Amel serta sepasang pengantin itu yang masih duduk,terlihat wajah Rain mulai mengantuk. 


"Kamu capek?"tanya Ray sambil mengelus pipi sang istri. 


"Hhmmm.. capek banget"sahut Rain. 


"Bang,aku nganter Rain naik dulu"ucap Ray pamit pada Edo. 


"Udah masuk aja kalian,aku sama Amel mau balik juga" 


"Inget bang,anter Amel pulang..Gak usah belok"cletuk Rain tiba-tiba "Belum sah,nunggu bulan depan"lanjut Raina. 


Edo hanya memutar mata malas,adiknya ini selalu berburuk sangka padanya.Dikira ia tak tau jika belum sah,selalu saja diingatkan. 


"Bawel"ucap Edo mencubit hidung mancung sang adik dan meninggalkan sepasang pengantin baru itu. 


🌸


🌸


🌸


"Ah...sstt..pelan dong yank"rintih Raina.


"Em..iya dear,ini juga pelan banget"sahut Rayyan 


"Ah…aw sayang"kembali rintih Raina. 


"Sabar ya dear,aku juga pelan ini"


"Udah ah.. ntar aja deh dilanjut,gak suka aku" 


"Tapi dear nanggu,ya ampun.. masa aku sampai tidur kayak gini" kelih Rayyan.


"Ya abisnya sakit tau yank" 


"Yaudah aku pelan lagi nih,coba benerin posisi kamu"ucap Rayyan menyuruh Raina memposisikan agar lebih nyaman. 


Raina akhirnya duduk dipinggir ranjang agar lebih enak,karna sungguh rambutnya serasa dijambak karna tersangkut di kancing kemeja Ray.Rambut Rain yang sebelumnya di hair spray harus nyangkut di kancing kemeja Ray karna kejahilan dirinya sendiri. 


(jangan pada oleng dulu gaes,mereka masih kisruh sama rambut Rain🤣✌️🤦belum menuju enak)


...Flashback beberapa saat sebelumnya....


Raina sepanjang naik lift terus bergelayut memeluk tubuh Ray dengan menyandarkan kepalanya pada dada Rayyan.Entah kenapa sikap anak emak ini manja sekali. 


Ting


"Ah,males jalan.. gendong aja"sahut lebih manja Rain. 


"Dasar manja" 


"Biarin,sama suami ini.. Cie suami"goda Rain mendongak menatap wajah Rayyan membuat wajah Ray kembali bersemu.Saat Rain akan meneruskan jalannya setelah puas menggoda sang suami,naas malah rambutnya yang tersangkut pada kancing kemeja Ray membuat Rain mengaduh kesakitan karna tertarik. 


Rayyan mencoba melepaskan saat dilorong hotel masih tak bisa lepas,hingga keduanya terpaksa harus berjalan bak main kereta-keretaan dengan Rain yang harus berjalan mundur dan kepala tertunduk.Oh.. sungguh memalukan. 


...Flashback Off....


"Sayang udah belum sih.. aku pegel ini"ucap Rain lagi. 


"Dikit lagi ini sabar"sahut Rayyan.


Tek 


Akhirnya rambut Rain dapat terlepas dari kancing kemeja sang suami. 


"Akhirnya"ucap Rain langsung merebahkan diri di ranjang dengan gaun pengantinnya yang masih terpasang. 


Gleg 


Rayyan meneguk salivanya susah payah melihat sesuatu sang istri yang sedikit nyembul di balik gaun pengantin itu.Dengan cepat Ray masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu. 


🌸


🌸


🌸


Membutuhkan waktu sekitar setengah jam Ray berendam dan memantapkan hatinya,sungguh jika tak ingat sang istri pernah mengalami pelecehan mungkin ia sudah menyerang sang istri dengan brutal.Apalagi melihat sang istri yang terus memancing itu membuat Ray tak tahan.


"Semangat goll bikin anak"monolognya sambil menatap cermin di kamar mandi.Ia pun keluar kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggang. 


Jederr 


Bagai tersambar petir disiang bolong,Ray yang sudah siap lahir batin harus menelan pil pahit karna kenyataan tak seindah bayangannya. 


Sang istri sekarang tengah mendengkur di ranjang dengan keadaan tengkurap dan lengan yang dibentangkan.Ray langsung berjalan gontai menghampiri sang istri. 


Ia duduk di pinggiran ranjang dengan wajah Raina yang tampak damai,padahal make up masih menempel di wajahnya dan sanggulan rambut juga belum terurai.Tapi Ray tak tega jika harus membangunkan sang istri,ia pun kembali beranjak dan mengganti celananya dengan hanya mengenakan boxer seperti biasa. 


Ray merebahkan badannya dipinggir karna ranjang King Size itu dikuasai oleh istrinya yang tidur seperti laba-laba.


"Selamat malam istriku"ucapnya lalu mengecup kening sang istri. 


Rain begitu terusik dengan apa yang sedang ia kenakan,gaunnya ini begitu menyesakkan dengan setengah sadar ia mencoba melepaskan gaunnya meski ia kesusahan dengan lampu yang redup ia berusaha untuk melepasnya. 


"Lega"ucapnya saat gaun sialan itu terlepas dari tubuh indahnya.Ia kembali merebahkan dirinya ke ranjang dan masuk kedalam selimut yang hangat. 


🌸


🌸


🌸


"Enak"gumamnya dalam hati saat memeluk guling yang terasa empuk dan pas ditangannya.Bahkan guling itu terasa hangat,Rain menyukainya.


Perlahan tangan lentik itu meelus guling itu dan ia kembali mendapatkan kejanggalan,sejak kapan ada guling berbulu seperti ini.Rain mulai tak enak hati,dalam hati komat kamit membaca doa ia takut jika ia tengah memeluk hantu. 


Wus...wus.. 


Hembusan nafas mulai menerpa wajahnya membuat Rain sudah tak karuan rasa,dengan rapalan doa.


"Allahuakbar"teriak Rain langsung mendorong benda yang ia anggap guling tadi hingga terjerembab di lantai kamar. 


"Arggg"teriak seseorang. 


Eh,Rain mengenali suara itu.Sejenak ia terdiam,mengingat semuanya.Matanya langsung membulat mengingat kata SAH yang pagi tadi terdengar nyaring.


"Suamiku"teriak Rain kencang langsung meloncat dari ranjang melihat tubuh sang suami yang masih terjerembab di lantai,tanpa melihat kondisinya sendiri. 


"Kamu,arg… sakit dear,kamu kenapa dorong aku sih"keluh Ray dengan memegang kepalanya yang terbentur biding nakas.Ia terkejut saat tidur nyenyak dengan pelukan sang istri berakhir menjadi bencana untuknya sendiri. 


"Aku kaget.. Aku lupa kita sudah menikah,maaf aku selalu lupa akan itu"ucap lirih Rain penuh penyesalan.Jika bisa ia ingin memaki author yang membuatnya seperti ini. 


(Emang bisa.. kupecat kau jadi MC 😎)


Perlahan ia membantu Ray untuk kembali duduk diatas ranjang.Lalu ia dengan cepat menghidupkan lampu kamar yang membuat Ray susah payah kembali meneguk salivanya,apalagi burung Beonya sekarang tengah bersiul merdu untuk dikeluarkan.


"Yakk!!!!"Rain teriak menyadari penampilannya saat ini bahkan ia mencoba menutupi tubuhnya yang hanya berbalut dalaman saja.Rain langsung lompat ke ranjang lalu menyembunyikan tubuhnya dibawah selimut.


"Apa yang mau kamu tutupi lagi dear,aku sudah melihat semuanya"ucap Ray yang mulai serak.


"Ck.. dasar m***m" 


"Aku m***m pada istriku yang terus menggoda" ucap Ray lagi tanpa mealihkan tatapannya


"Ck,kapan aku menggodamu benc*ng m***m" sahut Rain tak terima.


Rayyan menyeringai,ia menatap tubuh istrinya yang hanya nyembul setengah kepala dari dalam selimut.


"Yak.. apa yang kamu pikirkan,cepat tidur m***m"teriak Rain tak nyaman dengan tatapan sang suami. 


"Benc*ng ini ingin menggodamu say"ucap Ray dengan nada kemayu bahkan lelaki itu menjilat bibirnya sendiri dengan sensual.


"Anjir… seksi woy"teriak dalam hati Rain.


"Kamyu terus godain eke,neng godain eke lagi dong"ucap kemayu Ray lagi dengan ikut masuk kedalam selimut Rain.


"Jangan macem-macem ya om.. ish,om sana-sana ih"sahut Rain yang sudah merona pipinya karna godaan sang suami. 


Tak patah arah,Ray langsung mendekap tubuh sang istri dengan sekali hentakan tubuh sang istri sudah berada diatasnya dengan kaki Ray yang mengunci. 


"Ih,lepas Om..Aku ngantuk ini"rengek Rain dengan pipi yang merona. 


"Kamyu sih say,seksi banget.. Kan eke jadi tergodah,biarin si benc*ng ini menghangatkan tubuhmu sayh"dengan mendesah sensual bisikan Ray membuat bulu kuduk Rain merinding. 


Tangan sang suami mulai memegang semua yang dapat ia pegang,bukan hanya Rain yang gugup tapi juga dirinya.Ini pertama juga untuk Rayyan. 


Cup 


Ray mencium puncak kepala sang istri.


"Percaya padaku,aku akan pelan tanpa menyakitimu"ucapnya serak menatap mata yang menyiratkan kecemasan serta gairah itu. 


"I-izin-nin a-aku bersih-bersih dulu yank"ucap Rain setelah beberapa saat terdiam. 


Dengan mengangguk Ray pun menyetujui dan melepaskan tangan dan kaki nya untuk membelit sang istri tadi.


Cup 


"Jangan tidur"masih saja dengan gugup Rain menggoda sang suami bahkan mengedipkan mata.Rain langsung lompat dan berlari menuju kamar mandi.Astaga istrinya ini membuat Ray kembali mendesah pelan. 


🌸


🌸


🌸


Empat pulih menit berlalu Rain masih belum menunjukkan batang hidung,membuat Ray sedikit khawatir.Ray yang tengah push up itu menegakkan kembali badannya,lalu menghampiri pintu berwarna putih itu lalu mengetuknya.


Tok tok


"Dear.. kamu gapapa?"tanya Ray.


"Gapapa yank,tapi boleh gak aku minta tolong.. ambilin koper aku dong"teriak Rain dari dalam membuat Ray terkikik geli.Pasti istrinya tak keluar karna ia malu ingin ganti baju. 


Ray pun kembali dengan koper dan menyerahkan pada sang istri walau hanya tangan putih seputih susu itu saja yang nyembul dari dalam kamar mandi.


Ray kembali push up,dengan senyum mengembang menanti sang istri. 


Tanpa Ray sadari kaki dengan beralaskan sendal hotel sudah berada di jarak terdekat,sampai ia tak sadar karna keasikan dengan pikirannya sendiri. 


Gleg


Bruk 


Bahkan badan Ray lemas melihat sang istri,tubuhnya bagai agar-agar hingga terjerembab dan beberapa kali meneguk susah salivanya. 


"Sayang,kenapa liat aku gitu sih"tanya bingung Rain.Rain menatap penampilannya,ia mengutuk siapa saja yang memasukkan beberapa baju haram ini didalam kopernya.Rain tampak seksi dengan lingerie berbahan brukat berwarna hitam itu.,meskipun ada kimono yang menutupi tapi tak ada bedanya karna semua tampak terlihat jelas.


Ya Tuhan,bahkan dada Ray ingin keluar saking tak kuat menahan degupan kencang detak jantungnya. 


"Aku aneh ya?"tanyanya lagi saat sang suami tak juga menjawab.Dengan mulutnya Rain langsung mengomel,mencaci dan memaki siapa saja dalang dari masuknya baju laknat bin haram ini masuk kedalam kopernya. 


Rayyan langsung berdiri dan menubruk tubuh istrinya lalu m*****t bibir yang tengah mengomel yang membuatnya giginya gemletuk tak kuasa menahan lagi.Keduanya berciuman dengan panas dan penuh dengan gelora,saling mencecap dan trus me****t.


Sepasang pengantin baru itu tengah bergelung dengan segala gelombang cinta yang mereka salurkan,saling menggapai,saling meraba,sampai Rain pasrah dengan sengatan gairah yang diberiakan oleh sang suami hanya tergeletak diatas ranjang menanti apa yang akan suaminya lakukan setelah berhasil melucuti pakaiannya. 


Perlahan tapi pasti Ray mendekatkan wajahnya pada sang istri,menatap penuh damba pada wanita yang resmi hari ini ia nikahi.Nama gadis unik yang sudah beberapa tahun ini menggelayuti hatinya. 


"Aku mencintaimu,sangat mencintaimu.. Aku akan menjadikan kamu milikku,my Rain"ucap Rayyan lalu kembali mencium bibir bengkak sang istri karna ulahnya tadi dan terjadilah enak yang dari siang mertuanya katakan. 


Suasana kamar hotel president room itu penuh dengan suara decapan serta desahan yang menggelora dari sepasang manusia berbeda kelamin itu. 


...💜💜💜...


...°TBC°...


...💜💜...


...CUMA MAU BILANG KASIH KOMEN,LIKE DAN VOTE BUAT OMTE YA 😍🥰...


...KALO KURANG PANAS BESOK AKU PANASIN LAGI DIATAS KOMPOR BIAR TAMBAH ENAK🤣...


...SALAM SAYANG AMMA 😘...