You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
"Please,forgive me"



Sudah dua tahun yang lalu ia pernah ke tempat ini,bahkan histeris seperti orang gila karna ulah kekasihnya.Dan sekarang Rayyan harus kesini lagi karna kekasihnya juga berada ditempat yang sama. 


"Apa yang sebenarnya mau kamu lakuin sih dear"gumam Rayyan menyugar rambutnya ke belakang.Rayyan yang mendengar bunyi nyaring dari dalam sirkuit pun memutuskan untuk turun dari mobil.


Ia berjalan memasuki sirkuit dan langsung terlihat dihadapannya beberapa motor tengah ngetrack di lintasan berlumpur itu.Dan saat itu juga Ray menemukan Raina tengah ikut balapan dengan motor yang tadi ia gunakan.Bahkan Raina sekarang tengah melakukan freestyle membuat mata Rayyan melotot.


"Astaga"erang Ray,harus menggunakan cara seperti apa lagi Rayyan agar Rain berhenti dari hobinya ini.Ray benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Raina.Dengan emosi yang masih meletup-letup Ray memutuskan untuk pergi dari sana dan memilih kembali ke Salon miliknya. 


🌸


🌸


🌸


Kembalinya dari sirkuit,Rain tampak masih kesal karna sama sekali Ray tak menghubunginya.Ia masuk kedalam rumah dan langsung disambut oleh emak.


"Dek,kamu habis foto prewed apa nguli? Kenapa keringat kamu sampai kayak gitu?"tanya Emak melihat Rain langsung menghempaskan dirinya ke karpet bulu.


"Bi,ambilin Rain minum dong"teriaknya pada bibi.


"Emak tanya dari tadi gak dijawab,malah minta minum ke bibi"ucap Emak lagi. 


"Apasih mak.. Adek capek"sahut Raina sambil membalik badannya tengkurap. 


"Emang foto bisa bikin capek kayak gitu? Emak liat Amel gak pernah kelihatan capek banget kayak kamu" 


"Rain kesel sama Ray,dia tuh cerewetnya sebelas dua belas sama emak.. Bikin pusing kepala Rain" sahut Raina lalu menceritakan kejadian di lokasi pemotretan yang menyebabkan keduanya kembali cekcok.


Plak


"Yaaakk… sakit mak"rengek Raina yang kesakitan karna pukulan emak di punggungnya. 


"Ray itu perhatian ke kamu dek.. bukan cerewet" sahut emak. 


"Batalin aja udah nikahnya kalo tau ribet gini.. "ucap Rain seenak jidat. 


"Husss pamali ngomong gitu... kamu ini kenapa sih dek,sampai ngomong gitu segala.Kamu marahan sama Ray?" 


"Kan udah Rain bilang tadi,Ray cerewet banget.. Rain pusing mak,kewalahan ngikutin maunya dia" sahut Rain frustasi mengacak rambutnya.


"Maunya dia apa mau kamu?" 


"Ya kan semua emang mau dia? Prewed,lamaran ulang itu kan maunya dia.Rain gak minta kayak gitu ya" 


"Dek dengerin emak"ucap emak mulai serius,Rain pun duduk menghadap emak.Emak meraih telapak tangan putrinya,lalu meelusnya pelan. "Adek..Emak tau Rain udah gede bahkan udah mau nikah..Pamali calon manten bertengkar terus..Seharusnya kamu bersyukur,gak semua orang bisa mewujudkan pernikahan yang mereka idam-idamkan dengan sempurna dan sekarang..Sekarang kamu bisa wujudkan pernikahan mewah karna kekasih kamu begitu menginginkan pernikahan ini"lanjut emak sambil tersenyum. 


Rain masih terdiam,hanya menatap sekilas emak "Adek tau gimana cintanya Ray ke adek kan? Emak lihat semua kesungguhan Ray selama adek gak ada.. Emak tau gimana Ray begitu cinta ke adek dan sangat kehilangan saat Adek pergi dulu,mungkin itu yang membuat Ray takut kehilangan kamu lagi.Adek ngertiin perasaan dia ya.Kamu masih cinta kan sama Ray?"tanya Emak,itu yang emak khawatirkan perasaan Rain terhadap Ray berubah.Rain menatap Emak,baru kali ini emak menanyakan perihal perasaannya pada sang kekasih.Rain mengangguk. 


Emak tau bagaimana terlukanya Ray saat kehilangan Raina dan berjanji jika kelak mereka bertemu kembali Ray akan melakukan apapun untuk membahagiakan Raina. 


Emak pun juga tau jika akhir-akhir ini kedua calon manten itu sering cekcok,bahkan tak jarang Ray mengeluhkan sikap Rain yang terlalu acuh tentang pernikahan mereka membuat Ray bingung untuk meambil sikap.


"Selama ini Rain kelewatan ya mak sama Ray?"tanya Rain akhirnya. 


"Kalo yang emak denger dari cerita kamu emang kamu kelewatan.Kamu tuh gak pekaan dek dan egois pula,coba deh sedikit aja gitu peka sama calon suami kamu sendiri.Dia juga butuh perhatian kamu lho dek"


"Gitu ya… terus sekarang apa dong yang harus Rain lakuin?"


"Minta maaf lah.. Apalagi"


"Tapi udah mau magrib mak.. Besok ajalah minta maafnya,Rain capek banget"sahut Raina berguling di atas karpet bulu ke kanan dan ke kiri. 


"Emang ada orang minta maaf pake ditunda segala" ucap Emak.


"Ada.. ini buktinya Rain ada kan"sahut Rain lagi membuat emak langsung menepuk jidatnya.Tak habis pikir jawaban sang putri seperti itu. 


🌸


🌸


🌸


Rain yang merasa badannya diguncang seseorang dengan terpaksa membuka matanya yang masih sangat mengantuk.


"Dek,cepetan bangun.. udah jam empat nih"ucap Edo mengguncang tubuh sang adik. 


"Eerrgg… Emang mau ngapain sih bang? Belum juga subuh"sahut Raina mengucek matanya,lalu meikat rambut panjangnya. 


"Kamu lupa.. kemarin kan kamu ngajak abang ke Bandung buat refreshing" ucap Edo. 


Rain langsung bangun lalu menepuk jidatnya "Oh iya,Rain lupa.. Yaudah abang tunggu bentar,Rain mandi dulu"sahutnya langsung lari ke Kamar Mandi. 


"Abang tunggu dibawah"teriak abang Edo.


"Iya"sahut Raina juga ikut berteriak dari dalam kamar mandi. 


Rain turun dari kamar dengan membawa ransel kecil yang sudah ia gantung di punggungnya,dengan senyum merekah ia menuruni tangga.Bayangannya sudah terbang kesana kemari,membayangkan dirinya akan menaklukan jalanan yang sudah lama tak ia lakukan.Tapi sampai undakan terakhir ditangga ia terdiam.Ia teringat sesuatu. 


Kembali ia menepuk jidatnya.Mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa kamu dek?"tanya Edo yang duduk tak jauh dari tangga. 


"Aku lupa bang… Ray masih ngambek"


Edo masih santai duduk dengan meneguk air mineral "Ngambek kenapa? Kamu apain emangnya?" 


Raina pun menceritakan masalahnya pada sang abang yang membuat Ray marah padanya "Kata emak sih Rain emang kelewatan,gak pekaan,egois..Terus Rain harus apa coba"rengek Raina menghampiri bang Edo dan duduk disebelahnya.


"Hayolo… batal kawin tuh ntar" goda Bang Edo.


Plak


Raina melotot "Enak aja.. ini tuh gara-gara abang,nurunin sifat gak pekaan sama egois ke aku.. hisss"desis Rain setelah menabok lengan abangnya.


"Lah,kenapa abang yang disalahin coba.. Jadi gimana nih jadi gak berangkat?" Tanya Bang Edo. 


Raina menggeleng pelan,hubungannya lebih penting daripada touring dadakan ini.


"Hahaha… ternyata si keras kepala ini bisa takluk juga sama cowok lemah gemulai yang lagi ngambek"ejek bang Edo mengacak rambut Raina. 


"Ish… daripada ngejek aku,mending bantuin deh gimana caranya minta maaf sama dia"ucap Raina menyandarkan badannya ke Sofa. 


Seringaian licik pun keluar dari bibi Edo,menyelam sambil minum air pikirnya. 


"Oke abang bantuin… Tapi kamu juga harus bantuin abang buat deketin Amel lagi,gimana?"penawaran bang Edo pada Rain.


"Ih,abang nyebelin.. Kan yang bikin Amel jauh dari abang tuh karna ulah abang sendiri.. Kenapa minta tolong ke Raina sih" 


"Lah kan kamu juga sama,yang bikin Ray ngambek kan kamu.. Kenapa abang harus bantuin kamu" Edo membalik kata-kata Rain.


"Dasar abang peritungan" rajuk Raina


"Win win solution dek"sahut santai Edo. 


Raina tampak berpikir,ia memejamkan mata sejenak.Edo pun asik melihat laporan dari asistennya melalui email menunggu jawaban dari Raina.


"Ggrrrr….gggrrrr….ggrrr…"


Terdengar suara dengkuran dari sebelahnya membuat konsentrasi Edo terpecah,ia menoleh dan benar adiknya sudah pergi melayang didunia mimpi. 


"Masih sempet tidur lagi… Ya Allah"ucap Edo tak habis pikir.Ia pun menuju lemari besar yang berisi bedcover dan beberapa selimut,lalu meraih salah satu bedcover dan menutupi tubuh adiknya yang tidur sambil duduk diatas sofa.Waktu subuh tinggal beberapa menit lagi,tapi ia membiarkan Rain tidur.Biar emak saja yang membangunkan pikir Edo. 


Ia pergi melangkah ke kamarnya untuk bersiap pergi ke Mushola untuk menunaikan sholat subuh. 


🌸


🌸


🌸


Gara-gara ia ketiduran tadi membuat Raina mendapat kembali omelan beruntun dari Emak karna penampilannya yang sudah siap untuk pergi.


"Bapak bantuin Rain,cuma bapak yang bisa redam omelan singa betina"bisik Raina pada bapak yang duduk disebelahnya.


Bapak terkekeh mendengar ucapan putrinya,tadi saat ia dan Edo pulang dari Mushola pemandangan yang sekarang jarang terjadi kembali terjadi lagi.Emak tengah mengomel dengan Raina yang terduduk di Sofa dengan kepala menunduk.


"Emang kamu ngapain sampai emak ngomel?"bisik balik bapak.


"Bang Edo ngajakin aku jalan tadi"sahut Raina,kesal abangnya tak membangunkan dirinya untuk pindah ke kamar agar tak ketahuan emak jika ia akan pergi.Tapi abangnya itu malah membiarkan dirinya tidur di Sofa dan mendapat omelan dari emak. 


"Kok abang? Kan kamu yang ngajak touring ke Bandung"ucap Edo yang membuat Emak kembali melotot. 


"Bandung? Kalian mau ke Bandung"teriak emak. "Kamu gak inget apa yang emak bilang kemarin?"tanya Emak lagi pada Rain. 


"Gak jadi emak.. Rain juga mau ke tempat Rayyan kok ini" sahut Rain. "Rain tuh bingung gimana caranya minta maaf sama Ray"lanjutnya meutarakan kegundahannya.Ia menyandarkan kepalanya pada bahu bapak. 


Emak mulai berpikir,anaknya ini belum pernah menjalin hubungan dengan seseorang.Mungkin karna ini juga yang membuat Raina tak pernah peka. 


"Bapak setuju"timpal bapak. 


Edo menyeringai,ini juga bisa ia gunakan untuk memperbaiki hubungannya dengan Amel. 


"Tapi Rain gak bisa masak mak.. "sahut lemah Raina.


"Makanya belajar..Jangan mainin motor mulu"ucap Emak menggebu.


"Sayang,ingat jangan marah-marah"ucap bapak lembut meredam emosi emak. 


Emak langsung terdiam,lalu tersenyum menatap bapak "Ayo cepet sini ikut emak ke dapur.. Kita bikin masakan yang gampang aja,kamu bantuin emak"ucap Emak berjalan ke arah dapur diikuti oleh Raina dengan berjalan gontai. 


🌸


🌸


🌸


"Huhuhu….huhuhu…."tangis Raina pilu sambil memegang pisau ditangannya.Ia tengah mengupas bawang bombai tapi tangisannya seperti sedang di putuskan sang kekasih.


"His.. kupas bawang aja sampai nangis gitu kamu dek"ucap Emak melihat tingkah bungsunya.


"Pe-pedih banget tau mak.. huhuhuhu…. Huhuhu...Rain gak tahan.. huhuhu"sambil menangis ia menjawab ucapan emak. 


Emak hanya bisa menggelengkan kepalanya,setelah proses membersihkan bawang bombai.Emak kembali menyuruh Rain memotong daging berbentuk dadu. 


"Ya ampun mak,nafas dulu kek adek.. Baru juga selesai ngupas bawang,ini ingus juga masih meler tau"ucap Rain setelah kembali dari kamar mandi membersihkan mukanya. 


"Jadi cewek kok klemar-klemer tinggal masak gini doang udah nyerah,justru kalo kamu pinter masak itu bikin suami betah dirumah lho dek.. Contohnya bapak,kamu tau kan bapak mana bisa jauh dari emak.Kemanapun bapak pergi,bapak gak bakal ninggalin emak karna yang tau masakan kesukaan bapak cuma emak dan bapak gak suka kalo masakan kesukaannya dimasakin dari tangan orang lain"tutur Emak. 


"Bener juga.. Semangat Rain,kamu bisa"batin Raina menyemangati dirinya sendiri.Ia mengepalkan tangannya ke udara.Seakan hidayah turun padanya,ia langsung cekatan mengikuti arahan dari emak,dengan serius ia mengikuti intruksi dari emak. 


Diam-diam emak tersenyum,karna putrinya mau mengikuti semua arahannya.Setelah beberapa saat berkutat di Dapur,akhirnya beef teriyaki olahan Raina pun tersaji. 


"Yeayy!!!! Akhirnya pertempuran selesai"teriak Raina dengan senyum bangganya. 


"Coba bapak rasa dulu"ucap bapak menghampiri emak dan Raina yang berada di dapur.


"Ambilin bapak nasinya dek"suruh emak pada Raina.


"Siap"sahut Rain dengan cepat,entah kenapa ada rasa bangga melihat hasil masakannya sendiri.


"Silahkan bapak dicoba"ucap Raina meletakkan piring dengan isian nasi didalamnya.


Dengan harap-harap cemas Raina menunggu reaksi bapak saat menyuap nasi dengan beef teriyaki masakannya.



Binar mata bapak membuat Raina mengembangkan senyum "Enak banget dek"ucap bapak.Raina dengan cepat mencari kotak makan milik emak untuk membuat beef teriyaki dan nasi di wadah. 


"Dek,ambilin wadah juga buat abang.. "ucap Edo,Raina pun meambilkan dua kotak nasi.


Raina mengrenyit "Buat apa bang?" 


"Buat ngasih calon pacar dong" 


"Idih.. emang Amel mau sama abang,kepedean banget deh" cibir Raina


"Kasih semangat kek,malah ngatain.. "sahut Edo. 


"Semangat abang,kalo patah hati jangan lupa rayain sama Rain ya"ucap Raina sambil mengepalkan kedua tangannya.


Edo hanya tersenyum kecut,adiknya saja sama sekali tak memberi semangat padanya.


"Rain berangkat ya"ucap Raina bersalaman pada Emak,Bapak dan Bang Edo


🌸


🌸


🌸


Tak membutuhkan waktu lama bagi Rain untuk memacu kuda besinya hingga sampai di Apartemen milik sang kekasih.Ia tengah menatap cermin sambil membenarkan ikatan rambutnya.Ia menatap cermin lalu tersenyum.


"Tampan"monolognya. 


Dengan berlari riang gembira,Raina menaiki lift. 


Ting 


Liftnya terbuka sampai di Lantai 9.


"Hay brother"sapa Rain pada laki-laki tampan di hadapannya yang sudah siap akan berangkat kuliah,siapa lagi jika bukan Niko. 


"Ngapain lu masih pagi udah dimari?"tanya Niko.


"Biasa,ngasih rantang buat calon suami biar kerjanya makin semangat" 


"Dih.. kayak bisa masak aja"cibir Niko tak percaya. 


"Bisalah.. apa sih yang gak Rain bisa"ucap Raina percaya diri.


"Palingan juga emak yang masak"sahut Niko lagi. 


"Enak aja lu bilang,tanya noh sama emak Jenab siapa yang masak"ucap Raina.Tanpa sadar ia kembali ikut turun sampai lantai 1. 


"Lah,kenapa gue turun lagi"ucapnya.


"Mana gue tau,lu ngikut gue turun"sahut Niko terkekeh.


"Lu sih ngajak gue ngobrol mulu.. "ucap Rain.


Niko hanya menaikkan bahunya"Gue berangkat"ucap Niko sebelum lift tertutup Rain tersenyum melambaikan tangan pada sahabatnya. 


🌸


🌸


🌸 


*Ting Tong


Ting Tong* 


Cklek 


"Sayang"panggilnya dengan tersenyum masam saat melihat wajah datar kekasihnya dihadapannya. "Aku gak disuruh masuk?"tanyanya pada Ray yang terdiam.


Ray menggeser tubuhnya memberi jalan untuk kekasihnya masuk kedalam Apartemennya.Dengan santai Rain masuk langsung menuju dapur. 


"Sayang,aku buatin kamu ini.. Sini deh cobain"ucap Rain pada Rayyan yang menatapnya bingung.Ray berjalan menghampiri kekasihnya,melihat Rain dengan cekatan membuat masakannya itu ke dalam piring dan meambil sebuah piring lagi untuk tempat nasi. 


Ia menyajikan di meja makan beef teriyaki dan nasi tak lupa tomat ceri untuk pencuci mulut. 


Ray benar-benar dibuat bingung dengan sikap tiba-tiba kekasihnya yang begitu perhatian padanya.


"Sayang kenapa bengong? Kamu gak suka?"tanya Rain dengan raut wajah sedih melihat Ray yang hanya diam tanpa mau mendekat pada meja makan. 


Tiba-tiba saja Ray malah memutar tubuhnya untuk pergi dari tempatnya berdiri membuat hati Raina sakit,apa dia benar-benar marah pikir Rain. 


Greb 


Rain memeluk Rayyan dari belakang,menyandarkan kepalanya pada punggung lebar Rayyan.


"Sayang,maafin aku.. Maaf aku terlalu egois,aku keras kepala.Maaf aku terlalu acuh selama ini,Maaf aku bikin kamu kecewa dan marah.Maaf yank.. Maafin aku"ucap Rain tulus bahkan matanya sudah berkaca-kaca. "Please,forgive me"lanjutnya.Air mata Rain mengalir,entah kenapa hatinya sakit melihat Rayyan meacuhkannya.


...💜💜💜💜...


...Kira-kira dimaafin gak nih sama Omte???...


...💜💜...


...°TBC°...


...💜💜💜💜...


...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...


...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...


...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....


...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...