
Seminggu berlalu,kepulangan Raina dan kabar lamaran Rain membuat keluarga Syahreza kembali heboh.Mereka tengah merencanakan pertemuan keluarga dengan keluarga Ray.Tapi setelah mendengar penuturan dari sang putri tentang keluarga kekasihnya membuat Emak mengurungkan niatnya,perasaan kasihan pada sang calon mantu pun menjalar dihati emak.
Seminggu juga Raina tak menemui keberadaan abangnya,apa abangnya masih membencinya? Hingga kedatangannya Edo tak ada.
Tak
Tak
Tak
Raina tampak turun dari lantai dua sambil menenteng helm ditangannya,ia menggunakan kaos oversize warna putih serta celana jeans hitam.
"Mau kemana Dek?"tanya Emak,melihat barang yang ditenteng Raina membuat emak antisipasi. "Mau naik motor lagi kamu?"lanjut emak.
Rain nyengir,tangan dan kakinya sudah gatal ingin menunggangi kuda besinya.Tapi dari awal kedatangannya dirumah Emak melarangnya untuk menaiki motor sekalipun hanya keliling komplek.
"Please… Sekali aja"mohon Raina.
"Kamu sebentar lagi mau nikah Dek,emak gak mau ada apa-apa sama kamu"
"Was-was mah boleh emak,tapi gak boleh mendahului yang punya hidup.Kalo pun Rain kecelakaan lagi itu mah takdir namanya"ucap Raina memberi pengertian agar emaknya tak lagi khawatir. "Boleh ya ..ya.."rayu Raina bergelayut dilengan emaknya.
"Emang mau kemana sih?"tanya Emak.
"Mau jalan sama calon suami"sahut Rain tanpa sungkan.
"Yaudah emak bolehin.. Tapi hati-hati loh,inget jangan ngebut"
"Siap emak.. makasih emak Jenab sayangku"sahut Rain mencium pipi emak lalu mencium punggung tangan emaknya.
"Assalamu'alaikum"pamitnya
"Waalaikumsalam"sahut emak yang masih ketar-ketir membiarkan Rain membawa motor.
🌸
🌸
Bbbrruuummmm
Bbbrrruuuummmm
Bbrrruuuummmmmm
Suara knalpot saat Rain memanasi motornya bagai angin segar untuknya,Ah… Sudah bertahun-tahun tak mengemudikan kuda besinya membuatnya rindu.Sangat Rindu.
"Hay Leo..gimana kabarmu,Aku Rindu"monolognya memeluk motor trailnya berwarna biru langit yang dia beri nama Leo.
Rain,menaiki motornya dengan senyum mengembang ia menaikkan standart motornya.Kembali bunyi knalpot nyaring menerpa pendengarannya.Ia tak sabar memberi kejutan untuk sang kekasih,Rain mengemudikan motornya sembari bersiul.
Ia tersenyum saat tiba didepan Salon milik sang kekasih,Rain melihat penampilannya menyisir menggunakan tangan rambut bawahnya yang tertepa angin tadi lalu mencepolnya keatas.
"Semoga suka ya om"monolognya menatap bucket bunga Lily ditangannya.
Ia pun masuk,wajah terkejut nampak terlihat dari semua karyawan Cecek.
"Mbak,mbak Rain kan??"tanya Ulfa yang masih setia bekerja di Salon Cecek.
Raina tersenyum.
"Kak Cecek mana?"
"Ada di ruangannya mbak.. Mbak Rain sehat,lama banget gak ketemu mbak"ucap Ulfa lagi.
Raina mengangguk "Alhamdulillah sehat.. Aku naik dulu ya"sahut Raina melangkah ke tangga yang berada di belakang.
Raina berjalan naik dengan perasaan riang.
"Aw...aw…"tiba-tiba nyeri di kakinya terasa menusuk membuat Raina terduduk sesaat.
"Mbak gapapa?"tanya seorang karyawan yang berada diruang Spa.
Rain menggeleng "Bisa anter aku ke lantai 4?"tanya Raina.Dengan dibantu seorang karyawan wanita itu Raina menaiki kembali tangga-tangga Salon Cecek meskipun ia mencoba menahan sakit di kakinya.
"Makasih ya"ucap Raina saat berada tepat didepan tangga.
"Gak mau sampai ruangan kak Cecek mbak?"
"Gak usah.. aku bisa sendiri"sahut Raina.Sungguh kaki sebelah kirinya sangat sakit sekarang.
Tanpa mengetuk ia langsung membuka ruangan itu dan..
"Oh my God" teriak Raina.
Wuusshh….
Brak
"Aarrgg…"ringis lelaki yang mendapat lemparan maut tepat dikepalanya.
Sepatu Raina dengan cepat ia layangkan pada kedua lelaki yang tengah duduk bersandingan,meskipun duduk mereka tidak intim tetapi bagi Raina yang pernah melihat Cecek belok meanggap itu fatal.
"Kamu masih hubungan sama jerukmu"ucap Raina diambang pintu tanpa mau masuk.
"Dear"panggil Rayyan terkejut melihat tiba-tiba sneakers terbang di kepala sahabatnya.
Arman yang masih meringis kesakitan langsung berdiri "Eh,jelmaan kancil.. maksut lu apaan"ucap tak trima Arman.
"Gue gak ngomong sama lu"sinis Raina.
"Jelasin ke Aku"ucap Raina masih berdiri di ambang pintu.
Rayyan menghampiri Raina dan memegang lengan kekasihnya,tapi penolakan terjadi.Raina menepis tangab yang mencoba menuntunnya.
"Gak usah pegang-pegang"Sinis Rain.Dengan tertatih di duduk di sofa single yang ada diruangan Cecek.
"Dear,kamu gapapa? Jalan kamu kenapa gitu?"tanya khawatir Ray.
"Gak usah sok peduli..Jelasin"ucap Rain bersidekap.
"Astaga.. Singa kalo ngamuk serem ya"batin Rayyan memijit pelipisnya.
"Calon bini lu serem.. Lu gak takut nikah sama singa betina gitu"bisik Arman mendapat injakan kaki dari Cecek.
"Aw...aw...aw…"ringis Arman lagi "Sial.. gak laki gak bini sama"batinnya kesakitan.
Raina bersidekap "Jelasin.. Kamu masih hubungan sama Jeruk kamu? Kamu belum berubah ternyata"tanya Raina.
"Maksut kamu apa Dear"
"Perlu aku jelasin secara detail kah?"
"Ya.. aku benar-benar gak ngerti"
Raina berdecak "Kamu sama cowok itu masih jalin hubungan.. Jadi hubungan kita buat nutupin hubungan kalian"
Rayyan menahan tawa,tau kemana arah pertanyaan kekasihnya. "Dear.. dia ini sahabat aku"sahut Rayyan.
"Sekarang sahabat.. Dulu pacar.. Besok kalo ketemu lagi apa? Suami"tuturnya sewot
"Dear kamu cemburu?" tebsk Ray,meski tanpa menebak pun sudsh terlihat jelas.
"Gak ada faedahnya cemburu sama kalian.. Udah ah aku pergi aja,males dimari"sahut Raina mengelak"Lu.. awas bawa kabur calon laki gue.. Gue cincang lu"lanjutnya meancam Arman.Raina berdiri ingin pergi dari ruangan Cecek tapi tangan kekar Cecek menghalanginya,tangan itu memeluk pinggangnya.
"Jangan pergi,dengerin aku ngomong dulu"bisik Rayyan.
"Aku gak pergi.. cuma keluar aja,risih liat jeruk makan jeruk lagi peres-peresan"sindir Raina.
Rayyan mulai menjelaskan kebohongannya waktu itu yang menyatakan Arman kekasihnya dan menceritakan bahwa Arman sudah menikah dan istrinya sedang hamil.
"Dia datang kesini karna permintaanku untuk mendampingi aku buat acara lamaran resmi kita"tutur Cecek.
"Seriusan?"Raina memicingkan mata menatap Cecek.
"Aku gak mungkin bohong sama kamu"
"Makanya jadi cewek tuh jangan bar-bar.. Tanya dulu,jangan asal nimpuk aja..Sakit nih pala gue"gerutu Arman.
"Ya maaf.. kan lu juga biangnya,kalo dulu lu gak bilang lu pacar Calon suami gue.. Gue gak bakal mikir yang aneh-aneh kalo liat lu.Lagian jadi cowok lembek amat kayak ager-ager"ucap Raina membela diri sudah kepalang malu juga pikirnya.
"Kok lu minta maaf nyolot"
"Serah gue dong,mulut-mulut gue ini"
Adu mulut itupun tak terelakkan,bahkan Cecek memikit pelipisnya.
"Sudah.. stop.. stop..Kalian kenapa jadi berantem sih"lerai Cecek
"Calon bini lu tuh titisan Kancil nyolot banget"
"Eh apaan,lu cowok ager-ager bikin kesel"
Mata mereka tampak menyalang dengan saling tatap,Rayyan pun menyerah dan beranjak pergi dari ruangan tapi kali ini tangannya dicekal oleh sang kekasih.
"Lanjutin aja kalian berantemnya,kalo udah selesai baru aku kembali"ucap Rayyan dingin.
"Gak.. gak,apaan sih kamu.Aku kan cewek kalem mana suka berantem.Tadi cuma intermezo"ucap Raina cengengesan.
Melihat senyum dengan deretan gigi tapi kekasihnya saja membuat Rayyan meleleh,seketika rasa kesalnya luntur.
"Udah gak marah lagi kan.. Sini aja kita pacaran"ucapnya pada Cecek.
Arman baru kali ini melihat rona jatuh cinta sang sahabat pada wanita lagi membuat ia diam-diam tersenyum lega.Meskipun ya,wanita yang membuat sahabatnya klepek-klepek bukan wanita biasa.Cecek sudah menceritakan semua pada Arman tadi.
"Gue pergi aja Ray,ntar hubungin gue kalo butuh apa-apa"ucap Arman beranjak dari duduknya.Rayyan oun mengangguk.
"Bagus kalo nyadar.. Gak perlu disindir udah pergi sendiri"gumam Raina yang masih didengar oleh Arman dan Cecek.
"Dear"panggil Ray berat.
"Ups.. kedengeran ya,padahal tadi membatin aja lho"kilahnya dengan wajah tanpa dosa.
"Boleh gak sih geplak tu pala titisan kancil"batin Arman geram sendiri.
Rayyan menggelengkan kepalanya mendengar semua kata-kata tanpa filter kekasihnya itu.Ray meantarkan Arman sampai di depan ruangan.
"Mulut calon bini lu kayak rujak cingur karet dua pedes banget"
Rayyan terkekeh "Itu juga yang bikin gue jatuh cinta"
"Susah lah kalo ngomong sama orang jatuh cinta.. Yaudah,gue balik.. Acaranya dua minggu lagi kan,ntar gue sama Arum bantu lu cari seserahan"
"Makasih Man,lu emang sahabat gue banget"
"Iye.. iye.. gue balik"Arman menepuk lengan Ray lalu pergi dari Salon Cecek.
🌸
🌸
🌸
Saat Rayyan kembali masuk keruangannya,ia melihat Raina tengah memejamkan mata sambil bersandar pada Sofa.Ia melihat ada yang aneh pada kaki sebelah kiri yang tampak bergetar.
"Dear...Dear…"panggil Cecek mengelus punggung tangan sang kekasih.
"Iya.."sahut Raina membuka matanya.
"Aku kira kamu tidur.. Dear kamu beneran gapapa?? Kaki kamu getar terus aku liat dari tadi"tanya Cecek.
"Gapapa kok.. cuma kecapean aja"sahut Rain santai karna memang sakitnya sekarang sudah lumayan berkurang. "Ambilin sepatu aku tadi yank"lanjutnya dengan menampilkan deretan giginya kembali.
"Makanya lain kali jangan asal nimpuk orang dear,takutnya salah sasaran kayak tadi.Untung tadi sahabat aku yang kena.. Kalo orng lain yang kena belum tentu dia maafin kamu lho" tutur Rayyan sambil memakaikan sneakers pada kaki Raina.
"Aku bisa sendiri yank.. Ya maaf,kan aku kaget.Keinget waktu dulu kita ketemu malah kamu pelukan sama dia.."
"Iya aku maafin..Tapi jangan gitu lagi ya"
"Iya calon suami bawel"sahut Raina "Kita jalan yuk"ajaknya pada Ray.
Rayyan mengangguk "Kamu mau kemana?"tanya Rayyan.
"Ke Mall aja yuk main di timezone"sahut Rain.
"Kamu suka main di timezone? Kayak anak kecil"
"Suka banget.. Gak cuma anak kecil lagi yang main disana,orang dewasa juga banyak"sahut Raina."Yaudah ayok… "ajaknya lagi menarik tangan Rayyan.
"Eh,sampai lupa.. Ini buat kamu"ucap Raina lagi baru ingat jika dia membawa bunga untuk kekasihnya.
"Lily.. buat aku"
"Iya buat kamu… Kamu suka?"
Rayyan mengangguk "Kamu tau darimana aku suka bunga Lily..?"tanya Ray dengan mata berbinar.
"Insting aku yang bilang kalo kamu suka sama bunga Lily"sahut nyleneh Raina,padahal saat beli ia ingat Elang sering membelikan bunga Lily.
🌸
🌸
🌸
Kembali Rayyan melongo melihat Raina yang ternyata membawa motor,kenapa ia tak menanyakan sedari tadi pikirnya.
"Dear kamu serius bawa motor? Pake mobil aku aja ya"pinta Cecek.
Raina menggeleng "Aku udah ngerayu emak dari tadi buat bawa motor,masa harus pake mobil sih.. Gak ada ah"tolak Raina.
"Tapi Dear ka…." Belum selesai Rayyan berbicara,ucapannya dipotong oleh sang kekasih.
"Kaki aku baik-baik aja,sehat wal afiat.. Udah gak usah lebay deh,semua cemasin ini kaki dah perasaan"sahut Raina yang tau kemana arah ucapan sang kekasih.
Tanpa bisa menolak akhirnya Rayyan menyetujui menggunakan motor asal kekasihnya tak kebut-kebutan.
...💜💜💜💜...
Saat kedua sejoli menaiki eskalator tiba-tiba tangannya dicekal oleh orang dibelakang mereka membuat kedua sejoli itu menatap orang-orang yang ada dihadapannya.
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...
...Ada yabg bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...
...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....
...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...