You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Lagu Cinta



Raina mengemudikan mobil hitam milik Cecek itu dengan kecepatan penuh,bahkan ia meklakson beberapa pemotor yang mehalangi jalannya.


"Njiiirrr… minggir,ada orang sakit ini woy"teriak Raina marah membuka kaca mobil Cecek.


"Kamu tahan ya .. bentar lagi sampai"ucap pada Cecek yang masih tersengal dengan wajah semakin pucat. 


Bugh


"Ck …. Pake lampu merah"Raina memukul kemudi dan mengumpat kesal.Kakinya tak berhenti dihentakkan sambil menunggu,menandakan ia gugup sekarang. 


🌸


🌸


🌸


Cccciiiiittttt….!!!!


Suara decitan rem mobil terdengar sampai security Apartemen pun terperanjat dari duduknya mendengar suara itu.Dengan cepat Raina turun dan langsung berpindah ke pintu penumpang untuk membukakan jalan Rayyan turun.


"Pak… pak… Tolong bantu saya"teriak Raina pada seorang security.Dengan cepat security itu pun menghampiri Raina. 


"Pak tolong bantu saya,antar dia ke lantai 12 ya"ucap Raina."Dan tolong taruh mobil ini di basement"lanjutnya. 


"Lho kak Cecek kan?"tanya Security yang membopong Cecek bersama Raina. 


"Iya pak..ayo pak lebih cepat"ucap Raina,karna benar-benar penampilan Cecek sudah kacau.Bahkan matanya sudah mengeluarkan airmata. 


Sesampainya dilantai 12,kembali Raina bingung karna ia sama sekali tak tau kode pin unit milik Cecek. 


"Om… kode unit om"ucap Raina. 


Dengan tangan bergetar Cecek dan setengah sadar menekan tombol-tombol angka,tapi karna terlalu bergetar membuat dua kali ia memasukkan kode yang salah.Sampai akhirnya Raina ikut memegang tangan Cecek untuk menuntunnya menekan angka-angka itu.


Klik


Akhirnya pintu terbuka,Raina langsung meletakkan Cecek di Sofa dengan bantuan security tadi.


"Makasih ya pak udah bantu saya.. "ucap Raina lalu security itu pamit pergi.


"Tolong"ucap lirih Cecek pada Raina.


"Apa?? Om butuh apa bilang sama aku"sahut Raina menggenggam tangan Cecek yang memang masih dingin.


Ia pun menunjuk etalase yang berada dihadapan mereka.Raina dengan cepat membuka etalase itu dan didapati banyak obat.Hampir semua obat antidepresan disana sama seperti yang ia minum jika traumanya kembali kambuh.Raina menatap diam Cecek.


Lalu ia dengan cepat menyerahkan obat itu pada Cecek,tak lupa air mineral juga ia berikan pada Cecek. 


Glek


Glek


Dengan nafas terengah Cecek meminum obat dan meneguk air hingga tandas,lalu… 


Bruk 


Cecek pingsan. 


Raina menatap iba kekasihnya,ia betulkan tempat Cecek hingga Cecek bisa berbaring dengan nyaman.Ia melepaskan sneakers yang masih berada di Kaki Cecek,lalu meangkat kaki panjang itu keatas Sofa. 


"Sebenarnya om kenapa?"gumamnya menatap iba sang kekasih. 


"Maaf lancang...Aku pinjem ponsel kamu bentar ya"ucap Raina lirih merogoh ponsel Cecek yang berada di saku celana milik Cecek. 


Tut….


Tut...


"Halo ini siapa?"tanya Niko diseberang sana.


"Halo Nik,ini gue Rain.. "


"Kenapa Rain? Kenapa suara lu? Lu gapapa kan?"


"Gue gapapa Nik… Tapi Nik,ada yang aneh sama Omte..Dia pingsan Nik..dan dia mengkonsumsi obat yang sama kayak gue Nik,semua sama.."ucap Raina lirih.


"Rain lu tenang… gue ceritain yang gue tau,Mommy tadi bilang ke gue kalo Rayyan pasien mommy" 


"Apa??? Kenapa bisa?"tanya Raina sambil memandang iba kekasihnya.Ia mengalami hal sama dengannya,perlahan ia genggam tangan yang mulai menghangat. 


"Gue gak tau pastinya.. Apa trauma dia kambuh?" 


"Hhmmm.. gue harus gimana Nik?" 


"Lu tenang.. lu ngalamin hal yang sama,sama dia..Bantu dia,gue yakin lu bisa Rain..Jangan tinggalin dia,dia sendiri Rain..Oke" 


"Iya.. gue gak bakalan tinggalin dia,makasih buat sarannya Nik.. Gue matiin dulu" Panggilan mereka pun berakhir.


"Sudah berapa lama kamu jalanin ini semua sendiri"gumamnya lagi.Mengingat ucapan Niko kembali,jika Rayyan hidup seorang diri tanpa keluarga.


Raina duduk dibawah sambil memandang wajah yang tengah terlelap di hadapannya,sesekali tangannya terulur untuk menghapus keringat dingin yang terus keluar. 


Beberapa menit kemudian mata yang terpejam itu mulai mengerjap,beberapa kali terus mengerjap membuat genggaman Raina semakin mengerat. 


"Om.."panggil Raina membuat empunya tubuh menoleh dan pandangan mereka bertemu.Raina tersenyum. 


Tapi beda dengan Rayyan,lelaki itu bahkan melepas genggaman tangan Rain dan langsung bangkit dari sofa.Berjalan tertatih menuju kamarnya,Rain mengikutinya dari belakang.


"Sebaiknya kamu pulang.. aku ingin sendiri"ucap Rayyan dingin. 


Rain melihat iba pada kekasihnya,saat sakitnya kambuh ada sahabat-sahabatnya yang selalu merangkul Rain.Tapi melihat kekasihnya yang bertahan sendiri tanpa saudara,Raina ikut merasakan sakitnya.


Greb 


"Aku akan tunggu disini.. Aku gak bakal pergi.Semua akan baik-baik aja,ada aku disini"ucap lirih Raina memeluk tubuh kekar Rayyan dari belakang.Tapi pelukan mereka terurai karna Rayyan melepas lingkaran tangan Rain dan masuk kedalam kamar.


Raina hanya bisa menatap nanar pintu kamar yang tertutup rapat.


🌸


🌸


🌸


Tiga jam sudah Rayyan mengunci dirinya didalam kamar,ingatan tentang kematian sang bunda kembali menghantuinya.Wanita yang telah menghancurkan keluarganya kembali dan bisa dilihat wanita itu hidup dengan tenang. 


Hanya menatap mata wanita itu,kesakitan Rayyan kembali.Semua kenangan buruk kembali.Rayyan merasa buruk sekarang,ia penyebab kematian sang bunda.Ia terus dibelenggu rasa bersalah,ia tak pantas hidup.


Rayyan bersandar pada pintu kamar,ia menangis tanpa suara.Air mata lelaki rapuh itu terus keluar.


"Maafkan Rayyan bunda" 


"Maaf Bunda" 


Ucapnya dalam hati terus dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.


Setelah merasa lebih baik,ia mulai bangkit.Menghapus jejak air matanya untuk keluar dari kamar.


Cklek 


Ia membuka pintu kamar dan siluet seseorang langsung terlihat disana tengah membelakanginya didapur.Ia sangat tau siapa yang tengah berdiri membelakanginya itu.


Perlahan ia berjalan menuju dapur,dan terlihat jelas olehnya gadis itu tengah mengaduk sesuatu.


Greb 


Empunya tubuh yang merasa dipeluk langsung menegang.


"Maaf"ucap Rayyan lirih,air matanya kembali menggenang.


Tak ada sahutan dari Raina,sepertinya gadis itu terkejut.


"Maaf.. Maaf dear"ucap Rayyan lagi.Membuat Raina perlahan membalik badannya.Ia melihat wajah kacau kekasihnya,dan apa itu… Air mata jelas akan jatuh.Raina melihat itu. 


Raina langsung membalas pelukan kekasihnya. 


"Hhmmm… Kamu gak salah apa-apa"sahut Rain lirih 


"Aku nyakitin kamu" 


"Ssstttt…. Kamu gak nyakitin aku,i'm oke sweetheart"sahut Raina lalu menghela nafas "Aku gak tau kamu kenapa dan ada apa sama kamu,Aku akan nunggu kamu sendiri nanti yang cerita sama aku.. Tapi inget,kamu gak sendiri..Ada aku sekarang hhmmm"lanjutnya lalu mendongak melihat wajah lelakinya. 


"Hiks…..hiks….."


Lelaki itu kembali menangis dipundak Rain,ia mengeratkan pelukannya pada Rain.Serapuh inikah kamu,sedalam apa luka itu pikir Rain. 


Setelah beberapa saat mereka berpelukan,akhirnya Rayyan bisa mengendalikan dirinya.Ia kembali menatap gadis di pelukannya dan Raina juga menatap netral coklat yang masih ada bekas air mata.Tangannya terulur,menangkup kedua pipi kekasihnya lalu ia sejajarkan dengan wajahnya. 


Cup 


Cup 


Raina mencium kedua netra coklat itu,lalu perlahan menjauhkan memberi jarak lagi dari wajahnya.Ia tersenyum.


"Ingat ada aku.. kamu gak sendiri lagi.. hhmmmm"ucapnya yang masih menangkup kedua pipi kekasihnya.Rayyan langsung mengangguk dan kali ini senyumnya sudah kembali.Ia tersenyum bahagia,Tuhan begitu baik padanya karna mengirimkan gadis unik ini dalam hidupnya.


🌸


🌸


🌸


Saat mood baik kekasihnya kembali,Raina kembali berulah dan sekarang ia tengah kelaparan karna tragedi tadi.


"Sweetheart.. kenapa kurirnya lama banget sih"rengeknya sambil duduk tenang,karna sekarang Rayyan tengah melepas tatanan rambutnya tadi.Raina sudah merengek tak betah. 


"Sabar dear..mungkin dijalan,bentar lagi sampai"sahutnya melepas perlahan penjepit kecil di rambut Raina. 


Ting… tong… 


"Nah itu datengkan.. tunggu bentar sini aku ambilin"ucap Cecek beranjak dari duduknya.


Ia pun masuk membawa beberapa bungkus makanan.Raina tepuk tangan bak anak kecil membuat Rayyan gemas sendiri. 


"Aw,.aw…"ucap Raina yang mendapatkan cubitan gemas dari kekasihnya.Sedangkan Rayyan menikmati wajah cemberut Raina karna ia cubit tadi. 


Dan dihadapan mereka sekarang ada dua bungkus nasi padang,4 plastik es teh,rujak buah,dan cireng.Tetap makanan tak bisa sedikit jika bersama neng Raina ini. 


Sslllrrruupp 


Es teh terakhir habis dan akhirnya Raina tak kuat lagi untuk memakan cireng yang tinggal satu itu. 


Rayyan terkekeh "Kamu tadi kebanyakan minum,kan udah aku kasih tau jangan minum banyak-banyak.." 


"Abis aku haus tau… Suara aku habis,gara-gara tadi dijalan teriak-teriak minta jalan"ucap Raina tak mau kalah.


"Yaudah biar aku yang makan.. Ntar dia nangis kalo gak dimakan"sahut Rayyan lalu mencocolkan cireng pada sambal rujak dan memakannya.Raina menatap nanar cireng kesukaannya hilang satu,karna masuk kedalam perut orang lain. 


"Oh ya… dear,aku punya sesuatu buat kamu" ucap Rayyan. 


"Kejutan lagi?"tebak Raina.Rayyan pun mengangguk,lalu beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar. 


"Apa tuh?"tanya Raina yang mencoba melihat sesuatu dibelakang Rayyan.Tapi Rayyan menghindar dengan memiringkan tubuhnya.


"Coba kamu tutup mata" 


"Dih.. tutup mata terus.. biar aja sih,ngintip dikit doang ini"


"Gak boleh" 


"Iya… iya.. nih merem nih"ucap Raina lalu menutup matanya. 


"Kalo ngintip bisulan ya" 


"Amit-amit dah"ucap Raina dengan mengetuk-ngetuk tangannya di sofa membuat Rayyan terkekeh. 


Perlahan Rayyan mengeluarkan sesuatu dan memasang benda itu dileher indah milik Raina.Ya.. Rayyan memberika kalung dengan satu mata yang indah untuk Raina. 


Raina membuka matanya saat merasakan tak ada lagi pergerakan dari kekasihnya. 



"Gimana suka?"tanya Rayyan.


"Kamu mau aku jujur apa bohong?" 


"Jujur lah" 


"Aku sebenarnya gak suka pakai perhiasan kayak gini.."ucap Raina,ia menatap kekasihnya tengah terdiam "Tapi makasih,aku hargai pemberian kamu.Gak akan aku lepas..Makasih sweetheart"lanjutnya sungguh-sungguh. 


Rayyan tersenyum,kekasihnya ini memang apa adanya.Ia tak pernah berpura-pura dihadapannya,karna itu juga Rayyan begitu mencintai gadisnya ini. 


"Sweetheart,aku harus pulang...Ntar malem aku sama David manggung perdana di Teman duduk Cafe.Aku udah kasih tau kamu apa belum ya... aku lupa"


Rayyan menggeleng "Aku anter ya.."sahut Rayyan berdiri dari duduknya. 


"Gak usah… kamu istirahat aja,aku bisa pulang sendiri..Ntar malem aku jemput ya"


"Beneran kamu gak mau aku anter"


"Iya sweetheart.. Aku pulang..."ucap Rain lalu berjalan keluar Apartemen Rayyan dengan melambaikan tangan. Tapi tiba-tiba kepala seseorang kembali nyembul di balik pintu "Love you"ucapnya lagi dsn menutup pintu Apartemen.


"Love you too dear"sahut Rayyan sambil menyunggingkan senyumnya lalu menggelengkan kepalanya karna tingkah lucu kekasihnya tadi.


🌸


🌸


🌸


Dug dug dug dug 


Kaki Raina tai berhenti menghentak dibawah meja,kenapa ia gugup sekali. 


"Cih… biasa aja ih lu Rain"ucap Niko. "Semangat lu pasti bisa"lanjutnya memberi semangat. 


"Sialan.. ngomong doang mah enak,gue yang ngejalanin gugup Nik.Ini pertama buat gue"tutur Raina. 


"Minum dear"Rayyan dengan setia menemani sang kekasih malam ini.Dengan sweater warna navy dan celana cino pendek Rayyan tampak terlihat mempesona. 


Ssllrruupp


"Ah… seger"ucap Raina meneguk jus mangga milik Rayyan. "Kenapa si Amel gak ikut sih?" 


Niko memutar mata malas "Lu lupa,dia sakit hati gara-gara liat abang lu tadi" 


Raina menepuk jidat "Eh,iya gue lupa.. Gue tadi dirumah juga gak ketemu sama bang Edo,padahal gue pengen bikin peritungan sama tu orang"ucapnya dengan kekesalan yang tiba-tiba datang.Niko mengangguk setuju sedangkan Rayyan hanya menyimak. 


"Jam berapa sih ni Rain.. Kenapa si David belum dateng?"tanya Niko lagi. 


"Tau tu bocah.. molor banget dah"ucap Raina melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan tinggal lima menit lagi. 


"Lah bundadari udah dateng… Gue telfonin lu dari sore kaga lu angkat-angkat,gue kira li kabur"ucap David yang baru datang.


"Heh… kaum micin,kalo dateng tuh salam dulu kek..Nyrocos aja" tegur Raina. 


"Eh lupa.. Assalamulaikum bundadari"salamnya. 


"Waalaikumsalam"sahut sewot Rain. "Lu manggil gue bundadari terus.. gue cekek lu Dav"lanjutnya kesal. 


Sedangkan David hanya tertawa melihat kekesalan temannya. 


"Tristan sama yang lain mana Dav?"tanya Niko menimpali.


"Bentar lagi dateng..  dia sama Robbin sama yang lainnya juga" 


Niko mengangguk setuju. 


🌸


🌸


🌸


"Lu bisa Rain"gumamnya menyemangati dirinya sendiri.Ia tengah duduk di kursi kayu dengan ditemani oleh David di kursi sebelahnya membawa gitar. 


"Selamat malam semua pengunjung Teman duduk Cafe...Saya mau menyanyikan beberapa lagu untuk menemai malam kalian.Semoga kalian terhibur"ucapnya membuka kata agar tak gugup. 


Prok… prok … 


Suara tepuk tangan dari teman-temannya serta acungan jempol dari sang kekasih membuat senyum Raina semakin mengembang.Ia menoleh pada David untuk memulai lagu pertamanya.Dewa 19-Lagu Cinta menjadi lagu pertama ysng ia nyanyikan.


...Aku jatuh cinta, tuk kesekian kali...


...Baru kali ini ku rasakan cinta sesungguhnya...


...Tak seperti dulu...


...Kali ini ada pengorbanan...


Pandangannya bertemu dengan sang kekasih,lalu ia tersenyum.


...Cinta bukan sekedar kata-kata indah...


...Cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan...


...Samudera cinta dari palung hati...


...Tak terukur dalamnya...


...Hingga saat perpisahan tiba...


...Mengundang air mata...


...Atau hanya secuil penyesalan...


...Cinta bukan sekedar kata-kata indah...


...Cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan...


...Cinta adalah ruang dan waktu...


...Datang dan menghilang...


...Semua karunia sang pencipta...


...Mungkinkah kau sedang menatap bulan...


...Bulan sabit yang sedang kupandangi...


...Mungkinkah kamu menangis...


...Diatas bintang khayalku...


...Cinta bukan sekedar kata-kata indah...


...Cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan...


...Maafkanlah cinta...


...Atas kabut jiwa...


...Yang menutupi pandangan kalbu...


...Cinta bukan sekedar kata-kata indah...


...Cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan...


...Cinta adalah ruang dan waktu...


...Datang dan menghilang...


...Semua karunia sang pencipta...


Sampai lagu pertama habis ia nyanyikan,langsung disambut tepuk tangan oleh teman-temannya.Lanjut ia menyanyikan lagu Tere - Awal Yang Indah.Sorot dua pasang mata juga tengah menatap Raina dengan intens.


"Saatnya kamu kembali",gumam seseorang yang tengah duduk disudut ruangan lalu menyesap minumannya. 


...💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜...


...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...


...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....


...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...