
"Kak Cecek,sebaiknya kita harus cepat.. Klien kita sudah berada di Restoran"ucap Miya yang menyiapkan katalog untuk riasan yang akan di pakai klien mereka kali ini.
Dengan malas Ray berdiri dari duduknya,ia meraih cluth coklatnya serta kunci mobil.
"Kamu aja yang menyetir,aku mau tidur bentar"ucap Rayyan.Miya mengangguk setuju.
Miya melirik atasannya yang terlihat tak seperti dulu lagi,sekarang tampilannya begitu memprihatinkan bahkan wajahnya yang dulu selalu fresh sekarang tampak tirus dan terlihat kuyu.
🌸
🌸
🌸
"Aku sangat bosan terus berdiam diri di Mansion ini dad"keluh Audrey duduk disebelah lelaki paruh baya yang ia tau adalah ayah dari Elang."Ini sangat membosankan dan bahkan dia tak ingin membawaku pulang ke Negara kalian"rengek Audrey lagi.
"Sabarlah sayang,sebentar lagi kalian akan bertunangan disana"sahut lelaki paruh baya yang mengetahui semua yang dilakukan putranya.Elang hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan sang Ayah.
"Ceh .. Kau selalu membohongiku Elang,saat itu aku meminta kalung yang aku inginkan kau tak memberikan dan sekarang aku ingin ikut pulang denganmu kamu kembali tak meizinkan.. Terserahlah aku tak mempercayaimu lagi"rajuknya dengan membuang muka dihadapan Elang.
"Sayang,waktu itu aku lupa..Bukankah kamu sudah memaafkanku.. Kenapa mengungkitnya lagi"sahut Elang kesal sendiri.
Elang memejamkan mata sejenak,rengekan Audrey ingin ikut dia pulang bukan sekali ini saja.Bahkan sudah berkali-kali,tapi Elang masih takut jika ia membawa Audrey kembali ia takut ingatan Audrey kembali.
Ayah Elang mengodekan sesuatu pada sang putra membuat Elang dengan terpaksa mengangguk.
Ia meraup oksigen sebanyak-banyaknya lalu menghembuskan kasar.
"Baiklah.. aku akan membawamu ke Indonesia,tapi ingat sayang.. Jangan pernah percaya dengan siapapun selain aku.. Kamu mengerti"Peringatan yang Elang berikan.
Audrey berdiri dan melompat kegirangan dengan memeluk leher kekasihnya. "Benarkah.. kamu mau membawaku.. Janji?" Dengan binar dimatanya.
"Hhmm.. aku janji"sahut Elang.
"Mana kelingkingmu.."ucap Audrey,dengan santai Elang mengacungkan kelingkingnya lalu Audrey mengaitkan dengan kelingking miliknya.
Cup
"Aku menyayangimu"ucap Audrey mencium pipi kekasihnya dan langsung lari menuju kamarnya.
"Audrey.. hati-hati sayang,kaki kamu"teriak lelaki paruh baya itu menatap kepergian Audrey dengan tersenyum.
Elang hanya melongo dengan apa yang dilakukan Audrey padanya,bahkan ini yang pertama Audrey menciumnya lebih dulu.Ia sampai mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Dad,cubit aku"ucap Elang.
Dengan kuat ayah Elang mencubit lengan kekar milik putranya.
"Aw….aw… sakit dad..Jadi aku tak menghayal tadi,dia bilang menyayangiku dad.. Dia sayang padaku"teriak bahagia Elang bahkan ia melompat-lompat seperti yang Raina lakukan tadi.
Ayah Elang menatap bahagia pada putranya yang kembali mendapatkan kebahagiaan,meskipun ia tau kebahagiaan yang putranya bangun ini penuh resiko tapi ia tak dapat melakukan apa-apa lagi.Masalalu sang putra yang tega merenggut mahkota berharga seorang gadis sampai dihadiahi peluru yang bersarang di kaki putranya dulu belum seberapa sakitnya dibanding keterpurukan Putranya saat tau gadis yang dihamilinya keguguran.Calon bayi yang begitu putranya impikan hilang membuat Putranya nyaris gila.Sekarang ia membiarkan semua terjadi,biar tangan Tuhan yang mengatur jalan selanjutnya.
🌸
🌸
🌸
"Sayang tunggu disini,jangan kemana-mana.. Aku kesana bentar,ada rekan bisnisku disana"ucap Elang pada Audrey.Keduanya tengah berada di Bandar Udara Paris - Charles De Gaulle.
Ya.. Audrey selama ini disembunyikan oleh Elang ditempat yang tak bisa keluarga Syahreza bayangkan.Segala akses untuk mencari keberadaan Raina diretas oleh orang-orang suruhan Elang.Bahkan semua keluarga Syahreza tak sadar seseorang yang ia utus untuk menjadi mata-mata dikediaman Syahreza.
Audrey mengangguk patuh,ia duduk di atas koper dengan mengisap minuman ditangannya bahkan beberapa orang bodyguard yang berdiri di belakang Audrey.Tiba-tiba seorang laki-laki mendekatinya dengan wajah tak percaya.Laki-laki itu bahkan mengucek matanya beberapa kali.Audrey menatap datar tanpa ekspresi.
"Rain kau kah ini??? Ya Tuhan kau mengabulkannsemua doaku.. Rainku kembali"ucap lelaki dihadapannya dengan wajah tak percaya.Bahkan lelaki itu dengan lancang memeluk tubuh Audrey.
Bruk
Audrey mendorong kasar lelaki itu sampai terjatuh,ia hanya menatap dingin dan meninggalkan untuk menghampiri sang kekasih.
Ckrek
Beberapa kali lelaki itu memotret wanita yang sangat mirip dengan Raina pada sepupunya.Meskipun penampilannya beda,tapi Raina tetaplah Raina.Sean sangat mudah mengenalinya.
🌸
🌸
🌸
Elang menatap interaksi Raina dengan laki-laki yang tak ia kenal itu,bahkan ia terkejut dengan tingkah Raina yang dingin sampai mendorong orang lain.
"Ya Tuhan"batin Elang.
Memang sifat Audrey berbeda dengan Raina,sifat Audrey sangat dingin jika berurusan dengan orang asing.Bahkan ia tak segan mengeluarkan kata-kata kasar jika tak menyukai sesuatu.Sangat berbeda dengan Raina dulu yang mudah bergaul meski dengan laki-laki Raina sedari dulu menjaga jarak.
"Tuan Axel sampai jumpa saat acara pertunangan saya.. Sungguh kehormatan bagi saya jika tuan menyempatkan diri untuk menghadiri pertunangan saya"
"Tentu tuan Elang..saya akan datang nanti"
Lalu kedua rekan bisnis itu berjabat tangan dan saling berpisah.
Elang berjalan menghampiri Audrey yang juga menghampirinya.
"Sayang"panggil Audrey memeluk tubuh Elang.
"Hey,kamu kenapa?"
"Kamu lihat,tadi ada laki-laki yang memelukku membuatku kesal."ucapnya mengadu.
"Hhmmm"gumam Elang menjawab.
"Aku kesal sayang,apa kamu tak kesal kekasihmu dipeluk orang lain?"tanya Audrey mendongak menatap wajah Elang yang terlihat datar. "Ceh… ternyata kamu biasa saja.."lanjutnya melepas pelukan mereka berdua.
"Hey.. kau marah?? Sayang kau marah padaku?"tanya Elang mengejar Audrey yang berjalan lebih dulu.
"Jangan mengejarku.. "
"Hey sayang berhenti.. kita menjadi tontonan,kau ingat kita di Bandara"ucap Elang membuat Audrey menghentikan langkahnya.Ia menutup wajahnya menggunakan slingbag yang ia pakai.
Wajah yang begitu menggemaskan membuat Elang ingin segera merengkuh tubuh kecil kekasihnya itu.Ia menghampiri Audrey dan mengaitkan jemari mereka berdua,melenggang masuk ke dalam Bandara tanpa perduli orang-orang yang menatap mereka berdua. Bahkan memoto kebersamaan mereka berdua.
🌸
🌸
🌸
"Sayang,ikutlah dengan supir.. Kita bertemu di Restoran"pesan yang dikirimkan oleh Elang di aplikasi whatsapp untuk Audrey membuat senyumnya terbit.Dari kedatangannya kemarin di Indonesia,Elang terus disibukkan dengan kerjaannya yang membuat tak ada waktu untuk dirinya.
Dirinya memandang dress yang ia kenakan di depan cermin,dress putih dengan motif bunga lily membuat seorang Audrey tampak anggun dan cantik.
"Oke Audrey.. kita akan menuju ke tempat pangeran berada"monolognya dengan senyum mengembang meraih tas mini dan ponsel miliknya.
...De La Resto...
Restoran mewah dengan gaya eropa itu terlihat megah,ia menatap kembali penampilannya di Kaca mobil agar terlihat cantik dihadapan kekasihnya.
"Pak.. apa aku sudah cantik?"tanyanya masih tak percaya diri.
Supir yang ditanyainya pun meangkat kedua jempol menandakan bahwa dirinya sangat cantik.Itu sudah cukup bagi Audrey tampil percaya diri dihadapan sang kekasih.
Ia masuk kedalam restoran yang langsung disambut oleh para pelayan.Lambaian tangan dari Elang membuat Audrey melangkahkan kakinya cepat menuju sang kekasih.
"Sayang"panggilnya manja pada kekasih yang tengah berdiskusi dengan dua orang dihadapannya.Elang menyambut pelukan kekasihnya.
"Sayang kenalkan mereka yang akan merias kamu saat pertunangan kita"ucap Elang membuat Audrey menoleh.
Kedua pasang mata menatap Audrey terkejut,bahkan sang wanita menutup mulutnya seakan syok melihat dirinya.
"Ada apa dengan kalian?"tanya Audrey datar. "Kenapa menatapku seperti itu"lanjutnya masih dengan ekspresi tak suka dengan tatapan mereka berdua.
"Sayang yang sopan"ucap Elang menegur Audrey.
"Ups.. maaf,aku tak suka dipandang seperti itu"sahut Audrey sengaja nyaring hingga dapat didengar oleh Miya dan Cecek.Elang menggelengkan kepalanya,kekasihnya ini memang sangat tak sopan.
Krriingg.. Kkrriinngg..
Bunyi ponsel Elang terdengar membuat Elang meambil ponselnya diatas meja dan melihat bahwa rekan bisnisnya tengah menghubunginya.
"Sayang ku tinggal sebentar,rekanku menelfon"
"Ceh.. selalu begitu"gerutunya "Baiklah.. aku akan disini,jangan terlalu lama.Aku tak suka menunggu"lanjutnya.
"Baiklah"sahut Elang mencium kening Audrey. "Kak Cecek silahkan berdiskusi dengan kekasih saya.. Saya tinggal sebentar"ucapnya lagi sekarang pada Cecek.Tapi tak ada jawaban dari Cecek.Cecek terus menatap intens wanita dihadapannya.
"Baik pak"akhirnya Miya menjawab.
Hening.
"Baiklah.. look seperti apa yang bisa aku pilih untuk make up pertunanganku kelak"ucap Audrey membuka pembicaraan.
Karna atasannya yang mendadak bisu,Miya menggantikan atasannya untuk menjelaskan beberapa look yang cocok untuk Audrey.
Saat Miya menjelaskan,sesekali Audrey melirik lelaki yang tengah menatapnya intens.Terlihat begitu banyak kesedihan dan kerinduan dimata itu.Sangat terlihat jelas,bahkan lelehan air mata tak terelakkan dari mata sang lelaki.
"Maaf"ucap Audrey menyodorkan tisu pada Cecek.
Dengan tangan bergetar Cecek menerima tisu pemberian dari wanita yang sangat mirip dengan kekasihnya.Miya menatap ikut sedih pada atasannya.
Elang menghampiri Audrey dengan tergesa "Sayang,maaf aku harus ke Kantor sekarang.Ada sesuatu yang terjadi di Kantor dan para staf menunggu kedatanganku.. Kau tinggal gapapa kan?"ucap Elang penuh sesal.
Audrey menatap sedih pada kekasihnya tapi ini bukan hal pertama yang Elang lakukan.Inilah resikonya memiliki kekasih seorang CEO.
"Baiklah"
"Jangan cemberut"
"Tidak..aku tak cemberut"
"Sungguh?"
"Iya.. Asal satu buket bunga Lily harus ada dihadapanku saat kamu kembali"sahut Audrey.
"Baiklah.. Aku tinggal duluan,hati-hatilah saat pulang...Telfon pak Slamet untuk menjemputmu"
Hanya di sahuti dengan anggukan oleh Audrey.Elang kembali mencium puncak kepala kekasihnya dan memeluk erat seakan,ia akan pergi jauh.
🌸
🌸
🌸
Apakah ini karma yang harus ia terima karna ulahnya dulu menyakiti sang kekasih.Apakah kekasihnya tengah bercanda dengannya,ingin membalas semua ucapannya dengan pura-pura menjadi orang lain pikir Rayyan.
Ia terus menatap wanita dengan wajah berbinar menyimak semua yang di tawarkan oleh Miya.Meskipun dengan penampilan yang berbeda 180 derajat dari kekasihnya yang dulu tomboy selalu menggunakan kaos serta celana kulot sekarang menjadi wanita anggun dengan menggunakan dress serta jepit permata di rambut panjangnya tak membuat Rayyan goyah.Hatinya yakin jika ini kekasihnya.
Degh!
Mata keduanya bersirobok dan saling mengunci,desiran seperti dulu kembali ia rasakan.Ingin sekali ia merengkuh tubuh wanita dihadapannya ini.Ia yakin jika ini Raina kekasihnya yang telah hilang dulu.
Mengapa Tuhan jahat kepadanya,mempertemukan dirinya dengan wanitanya dengan keadaan seperti ini.Bahkan ia harus menyaksikan lelaki lain mencium kekasihnya dihadapan matanya.Dan lagi wanita yang ia yakini kekasihnya ini akan bertunangan.
Satu jam berlalu,akhirnya Audrey memilih Soft Galm make up Look untuk acara pertunangannya.
Sekarang ketiga manusia itu tengah berdiri di trotoar jalan,karna Audrey yang keukeh ingin menunggu supir pribadinya di trotoar jalan.Karna Cecek yang juga tak ingin berpisah,ia pun menemani sang wanita berdiri di samping trotoar.
Sayup-sayup suara nada dering milik Rayyan terdengar,suara rekaman seseorang terdengar jelas disana.Sampai Audrey yang berada disebelahnya menoleh menatap Cecek. Reef lagu Afgan -Bawalah pergi cintaku terdengar mengalun disana.
...Bawalah pergi cintaku...
...Pada ke mana pun kau mau...
...Jadikan temanmu...
...Temanmu paling kau cinta...
...Di sini ku pun begitu...
...Trus cintaimu di hidupku...
...Di dalam hatiku...
...Sampai waktu yang pertemukan...
...Kita nanti...
Pandangan mereka bertemu,sesaat Audrey menyelami tatapan lelaki disampingnya yang juga menatapnya.Rayyan mengabaikan panggilan,membiarkan ringtone ponselnya terus berputar.
"Suara yang bagus.. siapa penyanyinya?"tanya Audrey memutus pandangan keduanya.
"Ini.. suara kekasih saya,kekasih yang sangat saya cintai" sahutnya dengan sedih.
"Wanita yang beruntung.. Terlihat begitu banyak cinta dari mata anda"ucap Audrey.Jelas terlihat di manik mata lelaki ini begitu banyak cinta dimatanya
"Tapi sayang dia tak lagi disisi saya"ucap Rayyan lagi.
"Kemana dia?"tanya penasaran Audrey.
"Kecelakaan membuatnya hilang dari pandangan mata saya" sahut Rayyan.
Degh!
Mata Audrey menggelap,kepalanya seakan dipukul sesuatu yang besar.
Bruk
Audrey pingsan dihadapan Rayyan dan Miya.
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...
...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...