
Sudah tak terhitung lagi berapa kali Ray bolak balik ke kamar mandi pagi ini,lelaki itu benar-benar gugup.Ia sekarang tengah bersiap dibantu MUA temannya seprofesi yang ia minta tolong untuk merias dirinya.
"Lu kenapa lagi sih Ray? Masih mules?"tanya Arman yang bingung sendiri melihat sahabatnya.
"Gak tau,gue makin gugup"sahut Rayyan.
"Coba tarik nafas terus keluarin pelan"ucap Arman dan dilakukan oleh Rayyan "Lakuin terus sampai lu enakan"lanjut Arman.
"Mas ini"tiba-tiba istri Arman datang dengan wedhang jahe untuk Rayyan.Arman menyambutnya lalu menyerahkan pada Rayyan.
"Coba minum nih,udah anteng duduk.. Kasian tukang riasnya"ucap Arman lagi membuat Rayyan patuh dan duduk kembali.
"Maaf ya Din"ucap Rayyan pada wanita bernama Dini yang tak lain teman seprofesinya.
"Gapapa kak,kayak sama siapa aja"sahut Dini,kembali melakukan tugasnya untuk merias Rayyan.
Setelah touch up wajah Rayyan selesai,Dini pun meminta pendapat pada Rayyan sebagai master of make up.Dini dulunya adalah murid Rayyan yang mengikuti class make up.
"Gimana kak"tanya Dini.
Rayyan pun mematut wajahnya di kaca,meskipun hanya menggunakan bb cushion dan merapikan alis serta pelembab bibir tetap harus tetap glow up dong.
"Oke sempurna"sahut Cecek seperti biasa jika ia menjadi coach di class make up.
Dini sang murid tersenyum bahagia,ini suatu kebanggaan tersendiri bagi Dini bisa ikut serta dalam pernikahan sang master of make up.
Rayyan tampak gagah menggunakan baskep modern berwarna putih dengan peci berwarna putih.
"Baca bismillah dulu,baru kita jalan"ucap Arman yang melihat sahabatnya sudah siap.
Ia pun dengan istri dan putranya sudah siap untuk mengiring sang calon manten.
"Bismillahirohmanirohim.. Aku bisa.Aamiin"gumamnya sambil menengadahkan tangan.
(Dikira mau tanding apa begimana sih om😂)
🌸
🌸
🌸
Akad nikah yang dilaksanakan di kediaman Syahreza membuat sedari tadi malam kediaman Syahreza sudah ramai oleh keluarga dari pihak bapak maupun emak.
Bahkan Dedushka(kakek) dan Babushka(nenek) Rain datang jauh-jauh dari Rusia.Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan satu jam lagi acara akad nikah Rain serta Ray akan dilaksanakan.Bapak serta yang lainnya sudah duduk di kursi depan menunggu kedatangan penghulu yang akan menikahkan putrinya dengan calon mantunya.
Setengah jam berlalu,tamu mulai berdatangan.Tak lama iring-iringan mobil mewah mulai masuk kedalam halaman rumah mewah keluarga Syahreza.
Bapak serta Dedushka dan keluarga lainnya tampak menyambut tamu berdiri untuk menyambut keluarga calon menantu nya.Begitu pula emak,Babushka dan yang lainnya juga tengah berdiri menyambut keluarga calon besan.
Keluarga besar Aldi tampak turun,Ray pun diapit oleh kakaknya dan ibu dari Aldi.
Ayah Aldi sendiri sudah berjalan lebih dulu beriringan dengan Aldi,sambutan hangat pun mereka terima dari pihak keluarga Syahreza.
Semua tamu yang berasal dari kedua belah pihak dan beberapa tetangga komplek yang diundang untuk akad nikah dan tak lupa semua anak kos di Kosan neng Amma pun tak luput dari undangan,karna untuk rekan bisnis bapak dan rekan Rayyan serta Rain diundang saat resepsi nanti malam di Ballroom hotel bintang 5 milik tuan Aris yang tak lain adalah rekan bisnis bapak dan bang Edo.
Rayyan sudah duduk di meja panjang yang tampak dihias dengan berbagai macam pernak pernik bernuansa putih.Berhadapan dengan penghulu dan saksi dari pihak Raina serta pihak Rayyan.
Setelah intruksi dari Mc,Pandangan semua orang tampak fokus pada pintu besar kediaman Syahreza menanti calon pengantin wanita yang keluar.
Tak
Tak
Tak
Suara derap langkah terdengar dengan suara iringan piano yang mengalun merdu membuat suasana semakin romantis.Raina tampak cantik dengan kebaya modern berwarna putih.Mahendhi yang akan diukir di punggung tangannya urung di kerjakan karna Raina yang tak berhenti menggoda sang wanita yang akan meukirnya punggung tangannya itu.Dengan didampingi bapak Adrian,tak hentinya bapak menoleh pada sang putri yang tengah ia antar untuk duduk bersanding dengan calon menantunya membuat mata bapak kembali berkaca-kaca.Semua tamu bahkan Rayyan berdiri menyambut calon istrinya yang diantarkan langsung oleh calon mertua.
Raina tampak cantik dan anggun,langkah yang begitu pelan serta tertata bak tuan putri.Tak ada lagi Raina si petakilan seperti biasanya.Sampai pada akhirnya Rain sampai di tempat akad keduanya.Rayyan tampak tak berkedip melihat calon istrinya yang benar-benar berubah.Rain terus mengembangkan senyum.Tapi ia tak melirik sedikitpun pada sang calon suami.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an pun terdengar setelah kedua calon mempelai duduk ditempatnya masing-masing.Lalu berlanjut kembali Raina memohon izin pada bapak untuk dinikahkan dengan Rayyan membuat tangis kembali pecah karna Raina tak sanggup lagi menahan tangis untuk meminta restu dan bapak pun menjawab dengan suara bergetar pula menahan tangis membuat para tamu ikut terharu.Bapak yang terlihat begitu tegas,berwibawa begitu mencintai putrinya sampai terus berkaca-kaca seakan belum tega melepas putri kecilnya itu.
Saat Khutbah nikah terdengar sebelum prosesi ijab qabul dimulai,senja orang tampak terdiam mendengar dengan seksama semua berisi tentang nasehat-nasehat sebagai bekal hidup untuk berumah tangga bagi calon pengantin oleh pemuka agama.Sebelumnya pembacaan khutbah nikah diawali membaca istighfar serta syahadat.
Dan momen yang paling menegangkan pun dimulai,Rayyan menerima uluran tangan bapak Adrian.
Ia beberapa kali menghirup udara sebanyak-banyaknya.Ah..ia kembali gugup.
"Tenang mas,relax"cletuk pak penghulu yang melihat kegugupan Rayyan.Rayyan hanya tersenyum.
"Bismillahirrahmanirrahim"ucap bapak "Saya nikahkan engkau Rayyan Sanjaya bin Arjuna Sanjaya dengan Raina putri Syahreza binti Andriano Syahreza dengan mas kawin satu set perhiasan berlian dan sebuah motor BMW R NineT Urban G/S sebesar 670 juta rupiah dibayar tunai"ucap Bapak Adrian mantap.
"Saya terima nikahnya Raina Putri Syahreza binti Andriano Syahreza dengan mas kawin tersebut tunai"balas Rayyan dengan sekali tarikan nafas dan mantap.
Terdengar para saksi mengatakan "SAH" membuat para tamu ikut mengucap SAH dengan suara Niko dan Amel yang paling terdengar nyaring.
"Baarakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir"ucap Penghulu.
Rayyan langsung bernafas lega setelah momen menegangkan dapat ia lalui.Jangan tanyakan ekspresi Raina saat mendengar mahar yang diberikan oleh suaminya.Ya.. sekarang ia bisa mencap Rayyan sebagai suami.Motor trail BMW R NineT Urban G/S yang tak pernah ia bayangkan untuk membeli karna melihat harganya di atas rata-rata kini ia miliki.
Dilanjutkan dengan menandatangani buku nikah lalu penyerahan mahar.Tampak disana terdapat satu set perhiasan dan yang membuat Raina fokus hanya pada kunci motor yang akan ia tunggangi sebentar lagi.
"Please,jiwa titisan monyet gue jangan keluar.. Calm down Rain,lu harus jadi putri hari ini"rapalnya dalam hati.Karna sungguh ia bahagia dengan pernikahannya dan ditambah lagi dengan mahar fantastis yang diberikan sang suami.
Rain pun menerima dan tak lupa semua diabadikan oleh kru photography yang disewa untuk mengabadikan momen bahagia hari ini.
Saat pemasangan cincin perkawinan mereka berdua,kedua sepasang suami istri yang baru SAH ini saling bertatapan.Entah kemana menguapnya rasa kesal Rain beberapa hari ini pada sang suami,ia tersenyum menatap penuh cinta Rayyan.
"Ganteng"cletuknya tiba-tiba sebelum Rayyan memasangkan cincin pada jari manisnya membuat si macho yang selalu baper itu blushing di waktu yang tidak tepat.Bahkan sang penghulu sampai mengulum bibir karna cletukan sang pengantin wanita.
"Masih bisa aja tu bocah ngegoda suaminya"ucap Amel pada Niko membuat kedua sahabat itu terkekeh.Emak dan Babushka pun tak hentinya terharu melihat momen sakral akad nikah Raina dan Rayyan.
Keduanya pun sudah memasang cincin pernikahan mereka dan resmi menjadi pasangan suami istri.Rayyan dengan berani mencium kening Raina sayang,meski pipi tengah blushing ia harus terlihat berwibawa sebagai laki-laki.Rain memejamkan matanya saat bibir empuk iru mendarat di kening mulusnya,lalu Rain membalas dengan mencium punggung tangan sang suami.
"Nih kalian liat.. SAH gaes,kalian kapan SAH nya"cibir Rain langsung buku nikah pada kedua sahabatnya serta sang abang saat berbalik menggandeng tangan sang suami.Cie..suami.
Membuat kembali kedua sahabat serta semua orang yang melihat kelakuan Raina hanya bisa mengelus dada.
Acara akad nikah itu pun berlanjut hingga para tamu menikmati hidangan mewah yang sudah disediakan.
"Selamat bahagia cintaku"monolognya.Ia hanya bisa mencintai dalam diam.
(Sini peluk Amma bang Elang,masih ada amma disini 😭.Gak tega liat bang Elang huuwwwa😭🤧)
🌸
🌸
🌸
Setelah acara selesai,Rain yang tengah berada di ruang tamu setelah mengantar kepergian keluarga besar Aldi dan Rebecca yang tak lain sekarang menjadi kakak iparnya dan Arman serta istri dan putranya untuk pulang dan istirahat sebelum acara lanjutan nanti malam Rain langsung menaikkan jarik yang ia pakai dan berlari masuk ke dalam kamar.
"Raina pelan"teriak emak yang syok melihat putrinya kembali menjadi titisan kancil dengan lari laju menuju kamar menggunakan high heels.Bahkan Rayyan sang suami hanya melongo tertinggal di ruang tamu bersama mertua dan para keluarga Raina yang masih berada disana.
Edo menepuk bahu sang adik ipar "Susulin.. malah diem"ucap Edo membuat Rayyan tersadar.Dengan canggung ia berpamitan dengan semua nya dan menyusul sang istri kedalam kamar.
Cklek
Rayyan tampak menyembulkan kepalanya masuk melihat kamar yang akan ia tempati bersama sang istri.Kamar yang dulu terlihat begitu berantakan dengan segala macam poster di dinding sekarang tertutup dan disulap menjadi kamar pengantin dengan nuansa warna putih.Entah kenapa Ray kembali merona.
Tapi tunggu,kemana istrinya? Pikir Rayyan.
Ray masuk,clingak clinguk mencari keberadaan sang istri tapi nihil.Istrinya tak ada,hingga suara berisik dari kamar mandi membuat Ray ternyata sang istri tengah berada disana..
Ray pun menunggu dan duduk di pinggir ranjang,setelah sebelumnya melepas pecinya.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka dan….
"Aaaaaaaa.."teriak keduanya dengan nyaring.
Rain gelagapan menutupi bagian bawahnya yang tersingkat keatas dan Rayyan pun dengan cepat menutup matanya bahkan ia sampai tengkurap.
"Om ngapain dikamar aku sih?"tanya Raina sedikit kesal.
"Em-ak-aku em-disuruh abang tadi nyusulin kamu"sahut Rayyan gagap.
Otak cerdas Raina yang sempat belum nyambung akhirnya kembali berjalan dengan baik.Ia lupa jika beberapa menit yang lalu sudah SAH menjadi istri seorang Rayyan Sanjaya.
"Maaf,Rain lupa kalo kita udah Sah"ucap Raina menampilkan deretan gigi putihnya.
"What!!"batin Rayyan dengan mata yang terkejut langsung menatap sang Istri.Istrinya tak mengingat kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu,yang benar saja pikir Rayyan lagi.
Alih-alih menanyakan kenapa sang istri melupakan momen sakral keduanya,Ray lebih terfokus dengan tangan Rain yang terus memegangi perutnya.
"Kamu kenapa dear?"tanya Ray khawatir.Ia menghampiri Rain yang masih berdiri dan menggiringnya ke pinggir ranjang.
"Aku dari pagi beol mulu,ini aja perutku masih sakit"sahut Raina,padahal ia sudah meminum obat sakit perut tapi entah kenapa perutnya masih saja tak dapat diajak kompromi.Untung saja saat akad nikah tadi ia tak mengeluarkan gas beracunnya.
Tiba-tiba Ray tertawa,entah apa yang membuatnya tertawa sampai sudut matanya berair.
"Waras(sehat) yank?"tanya Rain menempelkan tangannya pada kening Rayyan.
Rayyan mengangguk masih dengan tertawa.
"Yang lucu apaan sih?"tanya Rain kebingungan.
"Kamu tau gak kita tu sehati"ucap Rayyan dengan tersenyum.
Rain malah menarik tubuh Rayyan dan mendekap tubuh tegap sang suami sampai benda kenyal pun bersentuhan.
Degh
Degh
Dada Rayyan berdebar,astaga baru kali ini bersentuhan seintens ini dan sialnya sang istri malah santai saja.Jangan lupakan pipinya yang sudah memerah bak kepiting rebus.
"Jelas dong kita sehati,gak liat nih nempel gini..Ah,lope lope lah"cletukkan yang keluar dari mulut Rain.
Tak taukah Raina jika sang suami tengah menahan nafas karna terlalu nempel seperti ini.
"Ya Tuhan tolong hambamu yang terlalu lemah ini"rapal Rayyan dalam hati.
"Bu-bu-bukan i-itu yang aku maksut"Rayyan mencoba berbicara meski tergagap,pelukan Rain pun mengendur membuat Ray bernafas lega.Rain mendongak meminta penjelasan.
"Ma-maksut aku,dari subuh tadi aku mengalami hal yang sama kayak kamu sampai tadi mau berangkat kesini.Kan sehati kan"tutur Rayyan membuat Raina tersenyum.
Rain menggangguk "Iya kita sehati"ucap Rain "Biar semakin sehati,gimana kalo kita pup bareng.. Aku sakit perut lagi"lanjut Rain langsung ngibrit ke Kamar mandi.
Wussshh 🌪️🌪️
Seperti angin,sekejap mata Rain sudah hilang dari pandangan Rayyan.
"Dasar istriku"monolog Rayyan sambil tersenyum bahagia "Istri"monolognya lagi,tanpa sadar kembali pipinya merona.Ia menangkup kedua pipinya lalu kembali tersenyum malu-malu.
...💜💜💜💜...
...Gimana jadinya ntar sih om kalo lemah gitu dihadapan Rain🤦🤦...
...Senggol dikit aja udah lumer kayak eskrim...
...💜💜...
...°TBC°...
...💜💜...
...Yang tanya Visual emak udah ada ya di part visual...
...💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...
...Boleh juga lho kalo kalian mau share cerita ini ke temen,saudara kalian biar novel Omte makin Rame 🤗🥰...
...Sekali lagi ya,jangan lupa votenya men temen.Bantu Amma naikin rank 🤗🤗...
... ...