
Pagi ini menjadi pagi yang amat sangat menyebalkan bagi Raina,sejak pertunangannya malam itu setiap hari Rain harus mendekam di rumah karna harus dipingit.
Kemarin ia bahkan mencoba kabur untuk menghampiri sang kekasih tapi gagal karna ketahuan Emak.Untung saja sapu yang emak bawa tak melayang ke kepalanya,hanya teriakan 10oktaf yang memenuhi halaman mewah kediaman Syahreza.
Hari ini Rain ingin mencoba peruntungannya kembali,meski sedang kesal dengan sang kekasih yang tak kunjung meangkat panggilannya ia akan nekat keluar.Sungguh ia tak betah harus berdiam diri di Kamar seperti ini.
"Awas ya yank,kalo ketemu ku cekek kamu"monolognya kesal sendiri.
Ia berjalan menuju balkon untuk melihat situasi dan kondisi saat ini,tapi malah ia gagal fokus pada sesuatu.Tanpa pikir panjang ia urungkan niat untuk pergi kabur dan malah pergi ke halaman samping rumah.
🌸
🌸
🌸
"Raina!!!!!!"lengkingan suara emak melebihi toa masjid itu terdengar menggema ke segala penjuru rumah mewah milik Syahreza.Bahkan bapak yang tengah menyruput teh terbatuk-batuk mendengar lengkingan sang istri.
Emak turun dari lantai dua dengan wajah merah padam,bapak melihat wajah menahan amarah Emak seakan tak bisa ditutupi lagi.
"Ada apa sih sayang?"tanya lembut bapak sambil membersihi teh yang terkena di kemeja putihnya.
"Anakmu pak,anakmu kabur.. Dikamar dia gak ada,di kamar mandi tadi juga emak cek juga gak ada.Bener-bener ampun deh itu anak pak.. Beliin rantai deh pak,kita jerat dikamar pake rantai aja"sahut emak menggebu meluapkan amarah.
"Sabar dulu,emang udah dicari ke semua tempat..Barangkali dia renang dibelakang"usul bapak.Karna memang bapak sedari tadi duduk di ruang TV tak melihat Raina keluar.
"Emak aja udah manggil nama dia gak nyaut berarti ya bener dia gak ada di rumah bapak."sahut emak yang masih dengan emosinya duduk disebelah bapak. "Awas aja.. motornya emak tukar tambah sama tupperware semua"lanjut emak menggebu.
Bapak hanya bisa menggelengkan kepala.
"Man...Kirman"panggil emak pada pekerja di Rumah dengan lengkingan khas emak-emak.Telinga bapak sampai kebal dengan lengkingan memekakan itu.
Dengan tergopoh lelaki bernama Kirman itu menghampiri.
"Iya Nyah.."sahut Kirman.
"Kamu liat Rain keluar rumah?"tanya Emak.
Kirman menggeleng "Gak ada Nyah,saya di taman depan dari tadi gak liat non keluar.Garasi juga masih di tutup rapet"sahut Kirman pada Emak membuat emak semakij bingung.
"Emang dia jalan kaki?"tanya emak pada diri sendiri. "Bisa jadi,itu anak kan nekat"lanjutnya menjawab sendir ucapannya.
Bapak menggelengkan kepala,tingkah unik putrinya memang turunan sang emak yang tak kalah uniknya ini."Bapak kan udah bilang coba cari ke belakang.. Mungkin dia berenang"usul bapak lagi.
"Heh,males lah jalan ke belakang.. Coba deh kamu Kirman liat sana,dia ada gak."suruh emak pada Kirman yang diangguki lelaki itu.
"Jangan marah-marah terus,anak mau nikah masa kamu ntar mau kelihatan tua pas acara gara-gara kebanyakan ngomel"ucap bapak setelah Kirman pergi.
Emak menoleh lalu mengernyit "Bapak bilang apa? Emak tua? Iya?"tanya emak benuntut.
Bapak mengulum bibirnya,merasa salah bicara.Waduh tidur malam ini bisa kacau jika singa betina ngamuk pikir bapak.
"Em.. bukan gitu,maksut bapak.. Emak jangan marah-marah ntar cepat tua,bukan emak sekarang tua.Emak masih muda,cantik,seksi lagi"sahut bapak menggenggam lembut tangan emak.
"Cih.. dasar gombal"ucap emak berdecih.
"Beneran,anak-anak kita aja kalah cantiknya sama emak"
"Jelas dong,emak selalu didepan"
"Betul"sahut bapak cari aman 😁.
🌸
🌸
🌸
Kirman yang ditunggu-tunggu tak kunjung kembali dari halaman belakang,bahkan sekarang para karyawan spa milik Cecek sudah datang untuk melakukan pijat pengantin untuk Raina.Dengan terpaksa emak menghampiri Kirman untuk menanyakan keberadaan Raina.
"Kirman"teriak Emak meedsrkan pandangan mencari keberadaan Kirman "Ya Allah kulo nyuwun ngapuro!!"teriak Emak lagi saat melihat Kirman tengah memutiki buah mangga yang jatuh dari pohon mangga yang berada di ujung dekat gudang.Dan calon manten yang membuat ribut rumah sedari tadi tengah nangkring di atas pohon dengan memakan buah mangga persis seperti monyet.
"Ya Allah… Dek,turun dek"teriak Emak saat mendekati pohon mangga harum manis yang menjulang tinggi itu.
"Sabar mak,nanggung.. Putik banyak sekalian buat rujakan"sahut enteng Raina masih menyeleksi buah mana yang layak untuk diputik.
"Kamu itu calon manten,petakilan naik pohon mangga segala.Turun gak,kalo jatuh gimana"teriak emak lagi dengan marah.
"Gak bakalan mak,ada trampolin dibawah gak mungkin sakit lah"sahut Rain kembali membuat emak tambah geram.
"Kirman… Alih trampolin itu"utus emak pada Kirman.
"Jangan Man"teriak Raina dari atas.
"Alih Man"ucap emak lagi dengan melotot dan berkacak pinggang.Membuat Kirman bingung plus takut.
"Jangan" teriak Rain lagi.
"Alih sekarang atau gaji kamu tak potong setengah"ancam emak membuat Kirman pasrah dengan berat hati menyingkirkan trampoling besar uang berada di bawah pohon mangga itu.
"Sekarang kamu turun"titah emak pada Raina.
"Bentar,tanggung" sahut Rain.
"Apanya yang tanggung,itu orang yang mau mijit kamu udah dateng.. Cepet turun,kalo gak motor kamu semua emak tuker semua sama tupperware"ancam emak membuat Raina mendelik dan terpaksa turun dengan menggerutu.
🌸
🌸
🌸
Ponsel Raina berdering saat ia mengganti kostumnya menggunakan kemben.
"Mbak,ponselnya bunyi"ucap wanita yang tak lain karyawan kekasihnya.
"Biarin aja dulu"sahut Raina dari dalam kamar mandi.
Saat ia keluar,semua ***** bengek untuk memijat tengah tertata di meja yang dibawa dari Salon.Ia meambil ponselnya yang ia letakkan diatas nakas,mencek seseorang yang menelfonya.
"Cih.. sampai kita sah,aku gak bakal angkat telfon kamu"ucapnya pada ponsel yang tengah menyala itu.Terlihat foto dirinya dengan kekasih yang tengah berfoto dengan wajah konyol.
Tanpa sadar kelakuannya dilihat oleh dua orang karyawan Cecek.
Raina merebahkan dirinya pada matras yang juga dibawa dari Salon.Saat itu pula emak dan mbak Ines masuk ke dalam kamar calon pengantin.
"Bersihin semua dakinya mbak.. sampai ke sela-sela keteknya"ucap Emak.
"Dih,ketek Rain putih ya..Nih liat"sahutnya meangkat kedua tangannya memperlihatkan ketiaknya yang memang putih mulus.
"Jabang bayik.. ucap Emak menonyor kepala Raina.Emak duduk di ranjang untuk melihat putrinya yang tengah di pijit.
Tangan Raina mulai dipijit halus oleh salah satu dari mereka,lalu mulai dioleskan benda yang teksturnya seperti madu disepanjang lengannya dan setelah itu ditempelkan kertas putih panjang lalu kembali ditekan seakan memijit.
Kkkreeekkk…..
"Yyaakk!!!!"teriak Raina melengking memenuhi seluruh penjuru kamar yang kedap suara itu.
Emak dan Mbak Ines malah dengan puas menertawakan calon pengantin yang kesakitan karna di waxing.Penyiksaan Rain masih belum berakhir karna itu baru awal sebelum semua bulu badannya dibabat habis oleh waxing.
"Bulu-bulu gue"teriaknya saat selesai melakukan waxing."Siapa sih yang nyuruh babat bulu kebanggaan gue ini"teriaknya marah lagi. Ia ingin bangun tapi dengan sigap para terapis itu menahan tubuh Rain,membuat ia pasrah.
"Lah ya calon suamimu lah siapa lagi"sahut emak. "Ayo mbak kita ngerujak aja dibawah,biarin si kancil disini pijit dulu.Emak udah puas liat dia kesiksa haha…."lanjut emak malah bahagia melihat anaknya tengah disiksa dengan waxing yang baru pertama dilakukan.
Raija meremat tangannya "Omte gila"teriaknya geram pada sang kekasih.
Ditempat Lain.
"Aw..aw…"keluh Rayyan karna sedari tadi tergigit lidahnya sendiri padahal ia tak sedang makan.
"Kenapa kamu dek?"tanya Rebecca.
"Gak tau,kegigit terus lidahku"sahut Rayyan meminum minuman yang disiapkan oleh kakaknya.Lalu melanjutkan kegiatan menonton kartunnya bersama sang ponakan,tak kembali menghubungi kekasihnya.
🌸
🌸
🌸
Dua hari berlalu,hari ini kembali di kediaman Syahreza tengah ramai oleh orang yang sedang mendekor ruang tamu dan ruang keluarga untuk acara siraman serta pengajian menuju pernikahan.
Raina tampak cantik dengan kemben yang ditutupi rangkaian bunga melati,entah kenapa melihat Rain yang tampak nurut dari subuh tadi membuat semua mengernyit bingung.Hari ini Rain menjelma menjadi titisan putri Keraton.
"Udah siap?"tanya Amel yang juga berada didalam kamar Raina.
Rain menoleh menatap sahabatnya lalu tersenyum"Siap dong kakak ipar"sahutnya lembut.
"Astagfirullah.. Lu sehat kan Rain? Gue merinding sumpah liat lu senyum gitu"ucap Amel malah membuat calon manten yang tengah menjelma sebagai putri Keraton tadi kembali tersenyum.Tak ada raut wajah cemberut seperti biasanya saat dirinya diejek oleh sahabat sekaligus merangkap akan menjadi kakak iparnya itum
"MasyaAllah anak emak,cantik banget"puji emak saat masuk.Emak sudah siap menggunakan gamis berwarna biru laut senada dengan gamis yang Rain pakai nanti."Ayo turun,semua sudah siap"lanjut emak.
"Iya mak"sahut Rain masih dengan mode kalem.
Perlahan Rain bangkit dari kursinya dan berjalan pelan bak putri keraton menghampiri emak.
"Kamu tadi malem minum air yasin ya dek?"tanya Emak saat berjalan pelan menuruni tangga dengan mengapit Raina dan didepan bapak dengan baju adat jawanya berjalan dengan gagah.
Raina hanya menoleh sambil tersenyum pada emak "Gini aja terus dek,jangan berubah jadi siluman monyet lagi"sahut emak dengan berbisik.
Dan akhirnya acara siraman dengan adat jawa menurut dengan adat emak yang keturunan asli Jawa pun dimulai dengan lancar dan penuh haru,entah kenapa bapak sangat melow saat acara siraman putri bungsunya ini.
Setelah acara siraman selesai dilanjut dengan acara pengajian yang tak lain para ibu pengajian teman-teman komplek emak.Raina sekarang tengah menggunakan gamis berwarna biru laut senada dengan gamis yang digunakan oleh emak dari salah satu desainer terkenal.
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an dari salah satu qori' terdengar merdu lalu dilanjutkan dengan Tausiyah dari ustadzah dengan petuah-petuah atau nasehat pada calon pengantin untuk bekal berumah tangga.
Raina yang masih dalam mode menjelma sebagai putri Keraton tampak menyimak dengan baik,bahkan kamera yang meabadikannya hari ini mendapat senyuman tercantik dari putri bungsu keluarga Syahreza ini.Acara berlangsung dengan penuh khidmat.
Sampai saatnya pada calon pengantin yang meminta restu kepada kedua orang tua.Raina dituntun untuk duduk bersimpuh didepan kedua orang tuanya.Emak sudah tampak berlinang air matanya melihat putrinya yang sedari tadi menunduk,entah kenapa tapi ia melihat pundak sang putri bergetar.
Salah seorang ibu-ibu memberikan mikrofon dan tisu pada Raina.
"Bismillahirrohmanirrohim..Bapak,Emak yang Raina amat sangat cintai.Raina mohon kepada Bapak dan Emak untuk merestui dan menikahkan Rain dengan pria pilihan hati Raina,Rayyan Sanjaya.Rain, terima kasih atas segala bimbingan dan kasih sayang yang telah bapak dan emak berikan sama Rain sejak dalam kandungan hingga terlahir dan dewasa saat ini.
Rain juga mohon maaf atas segala kesalahan yang telah Rain perbuat,Rain minta maaf atas semua kelakuan Rain yang pernah membuat bapak dan Emak kecewa baik sengaja maupun tidak di sengaja. (Rain teringat masa kehancurannya membuat tangis Rain semakin menjadi) Rain mohon ridho dan keikhlasan Bapak menikahkan ananda dengan Rayyan Sanjaya."ucap Raina.Dengan tangis yang sudah tak bisa dibendung,Rain sesegukan dengan kepala bertumpu pada lutut sang bapak memohon ampun,serta restu pada lelaki paruh baya itu.Cinta pertamanya.Hampir semua keluarga dan para tamu yang hadir pun ikut terharu dengan ucapan Raina saat meminta restu.Tak menyangka gadis yang begitu petakilan itu menangis tersedu di hadapan bapak dan emaknya.
Bapak meelus puncak kepala sang putri yang tertutup dengan hijab berwarna biru laut itu,lalu memusut pelan punggung sang putri yang terus bergetar karna tangis.
"Putriku tersayang (Bapak menyeka air matanya yang meleleh) Bapak dan Emak dengan ridho dan ikhlas telah memaafkan semua kesalahanmu dan merestui pernikahanmu.Jadilah istri yang sholehah,berbaktilah pada suamimu karna ridhonya suami ridho orang tua juga.Jangan lupa shalat lima waktu dan dekatlah selalu kepada Allah Swt serta mintalah selalu petunjuk-Nya.
Kami akan selalu berdoa untuk kalian berdua, semoga rumah tanggamu menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah, diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah.Aamiin."ucap bapak merestui dengan air mata yang terus mengalir dari wajah lelaki paruh baya keturunan Rusia yang masih gagah itu.
Berpindah pada sang emak,Rain juga menucapkan kata maaf dan meminta restu pada sang Emak.Ia sadar sudah terlalu banyak membuat salah serta kecewa pada sang emak.Bahkan beberapa hari lalu ia masih bertingkah seperti siluman monyet.
Tangis Raina berubah menjadi tangisan seperti bocah,sampai emak harus beberapa kali menyadarkan putrinya jika sekarang masih dalam acara.
"Dek,udah nangisnya malu"bisik emak.
"Ya ampun lupa,tadi kan mode putri keraton"sahut Raina dengan berbisik juga.Ia langsung menghentikan tangisnya meski masih sesegukan,ia kembali duduk setelah selesai meminta restu pada sang emak. Untung saja make upnya waterproof jadi eyeliner serta maskaranya tak mleber saat ia tadi menangis menggraung bak macan kejepit.
Setelah acara penuh haru itu akhirnya sekarang acara makan-makan,para tamu disajikan dengan makanan prasmanan dengan berbagai macam masakan nusantara.
Rain tengah duduk bersama Amel dan Edo,hari ini acara tak dihadiri oleh Niko karna pria itu tengah sibuk dengan Cafe miliknya.Rain memaklumi itu.
"Dek,coba buka hp lu.. Ray bilang ke gue lu gak ada jawab telfon dan chat dia"ucap Edo.
"Bilang sama calon adik ipar abang,Rain gak akan jawab semua chat bahkan telfon dari dia sampai nanti SAH"Sahut Raina sinis.
"Lah kenapa? Kalian berantem?"tanya Amel sekarang.
Rain menggeleng "Karna tu orang,bulu-bulu indah aku kecabut semua.Awas aja kalo udah nikah,bakal bulu dia aku babat habis"ucap Rain menggebu.Mode Putri Keraton telah usai berubah menjadi jelmaan singa betina.
Edo meringis,otaknya malah travelling membuat kedua wanita didekatnya melihat mimik wajah Edo dan reaksi tangan Edo yang memegang pangkal pahanya mendapat tabokan dari Amel dan Raina.
Plak
"Abang mesum"teriak Rain dan Amel bersamaan.
🌸
🌸
🌸
Dilain tempat,Ray tengah menyaksikan siaran langsung dari Instagram milik Amel.Keluarga besar kakaknya datang ke acara siraman serta pengajian di kediaman Syahreza sedangkan ia tinggal sendiri di Apartemen.
"Kok kamu nangis sih Dear,jadi pengen peluk kamu"gumamnya saat melihat Raina menangis meminta restu.
Rayyan yang memiliki hati selembut sutra itu pun tak kuasa menahan tangis juga saat melihat sang kekasih menangis.Akhirnya lelaki yang sudah mancho itu sesegukan sendiri sambil menatap video yang tengah berlangsung ditemani tisu yang sudah tercecer kemana-mana.
"Jadi gak sabar pengen cepet nikah"gumamnya lagi.Ia tengah gundah gulana juga karna sang kekasih sampai sekarang tak mau menjawab telfon serta chat darinya.Sampai Ray harus menghubungi calon iparnya meminta tolong agar menanyakan pada sang kekasih karna tak membalas chatnya.
📩"Siap-siap malam pertama lu gak berjalan lancar,titisan kancil berubah jadi singa.. 🙀"
Chat masuk dari sang calon kakak ipar membuat mata Ray melotot,bahkan ia langsung gusar takut dengan apa yang akan terjadi nanti.
"Aku emang salah apa"monolognya dengan mondar mandir seperti setrikaan. Ray belum sadar kesalahannya membuat singa betina bangun dari tidurnya.
...💜💜💜💜...
...Maaf ya Amma baru bisa up hari ini,dari kemarin sibuk bebersih rumah setelah ditinggal begitu lamanya😁.Maafkeun ya semua🙏...
...Yuk cus yuk si siluman Monyet udah mau nikah tuh,siap-siap terima undangan ya 😁...
...💜💜💜...
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...