You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Raina Hilang



...Jangan terlalu dalam mencintai seseorang kecuali kau yakin orang itu sama dalamnya mencintaimu.Karna terlalu dalam cintamu hari ini mungkin akan menjadi luka terdalam bagimu nanti-LM...


... ...


Memasuki Apartemennya,Rayyan langsung memasuki kamar miliknya.Kenapa ia kembali lagi bertemu,kenapa wanita itu tak tau malu hadir kembali dihadapannya. 


Kurang menyiksakah dengan penghianatan dan kematian bundanya.Kurang puaskah wanita itu membuatnya terpuruk.Mengapa harus kembali. 


"Aaarrrrgggg….."teriak frustasi Rayyan.Terlalu dalam ia mencintai wanita itu,ternyata terlalu banyak juga luka yang ditorehkan disana.


Ia menatap foto dirinya dan sang bunda yang berada di Nakas.


"Maafkan Rayyan bunda.. Ray terlalu lemah,maafkan Ray"ucapnya lalu ia terisak.Bayangan bundanya yang terkapar dengan darah yang membanjiri tubuh sang bunda masih terbayang diotaknya. 


...Flashback On...


Dengan baju penuh darah Rayyan membawa sang bunda ke Rumah sakit untuk dibersihkan dan untuk penyelidikan polisi.Rayyan terduduk lemas di samping pintu kamar mayat.Tatapannya kosong,ia masih berharap ini semua hanya mimpi belaka.


Saat kakak bersama tunangannya serta Ayahnya datang Rayyan tak kuat lagi menahan amarah,kekecewaan serta kesedihannya.


Ia menoleh menatap wajah Ayahnya dan beranjak lalu mencengkram kerah baju sang ayah dan menatap penuh amarah.


"Untuk apa anda kesini.. Hanya untuk memastikan kondisi bunda saya sudah meninggal atau tidak hah…"teriak Rayyan.Arjuna sang ayah hanya pasrah melihat wajah merah sang putra penuh dengan amarah.


"Aaa…. Ray,apa yang kamu lakuin.Kamu gila..dia ayah kita Rayyan"Rebecca sang kakak mencoba melerai.Ia tak tau apa yang terjadi,ia pun masih syok saat diberi kabar tentang kematian sang bunda dengan sangat tragis.


Aldi mencoba meraih tubuh Rayyan dan Rebecca juga mencoba menarik tubuh ayahnya dari cengkraman Rayyan.


"Tenang Ray..."ucap Aldi mencoba menenangkan. 


"Gak bisa bang,dia sudah bunuh bunda"Teriak marah Ray"Dan dia bukan ayah ku.. Dia iblis"teriak Rayyan marah. 


Plak


"Jaga ucapanmu Ray" Rebecca menampar adiknya.


"Aaarrrrggggg….."teriak Rayyan lagi.Entah seperti apa ia harus menjelaskan sekarang.


Rayyan memukuli dinding rumah sakit sampai tangannya mengeluarkan darah,meluapkan semua amarahnya.


"Jangan tinggalin Ray bunda"ucapnya lirih.Isakannya mulai terdengar kembali. "Maafkan Ray terlalu lemah,maafkan Ray tak bisa jaga bunda"ucapnya lagi dengan terus terisak.


Rebecca melihat adiknya yang menangis terisak,membuat tangisnya semakin pecah.Ia berjalan menghampiri sang adik lalu memeluknya.


"Sebenarnya ada apa Ray,kenapa ini sampai terjadi sama bunda?"Tanya Rebecca disela tangisnya.


Rayyan hanya menangis dipelukan sang kakak.Rebecca yang sibuk dengan karirnya di LN sebagai desainer memang jarang sekali pulang,semua yang terjadi di rumah besar tak pernah ia ketahui.Segala skandal ayahnya dan kekasih adiknya pun juga tak ia ketahui. 


Hingga pada akhirnya Rayyan mulai menceritakan semuanya pada Rebecca saat pemakaman sang bunda selesai.Beberapa kali Rebecca pingsan mendengar penuturan sang adik,tak bisa ia bayangkan bagaimana sakit bundanya selama ini.Betapa tersakiti adik serta bundanya selama ini.


Lelaki yang paling ia hormati,paling ia jadikan panutan untuk mencari calon suami yang penyayang,tegas dan pekerja keras seperti sang ayah ternyata adalah sosok yang paling menyeramkan.


Pada akhirnya kedua anak keluarga Sanjaya memutuskan untuk menjauh dari sang Ayah,hanya saat pernikahan saja Rebecca menghubungi sang ayah untuk menjadi wali nikah.Tak ada lagi kehangatan di keluarga Sanjaya.Arjuna Sanjaya yang dulu dikelilingi kasih sayang dari istri dan anak sekarang harus menelan pil pahit hidup sendiri karna ulahnya. 


...Flashback Off...


Setelah lama ia mengingat kenangan pahit keluarganya dulu,kepala Rayyan mulai berdenyut nyeri lagi dan akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat sejenak agar sakit dikepalanya berkurang.


🌸


🌸


🌸


Sedangkan ditempat lain,asisten Cecek tengah kebingungan mencari bosnya yang tak kunjung datang.Sudah lebih satu jam bosnya ini tak memberi kabar. 


Miya juga menelfon nomer kekasih sang bos tapi nomer yang dituju sedang tidak aktif.Ia meneguk saliva susah payah melihat wajah masam pasangan calon manten dihadapannya.


"Mbak,gimana? Kak Ceceknya bisa dihubungi?"tanya sang calon pengantin wanita. 


"Iya mbak,maaf sebentar ya.. Sepertinya bos lagi ada urusan sedikit jadi susah untuk dihubungi."sahut Miya tak enak. 


"Ini benar-benar membuang waktu,seharusnya pihak kalian harus on time.Bahkan aku harus meluangkan waktu kerjaku untuk mengurus ini.Ayo beb,kita cari MUA lain." Timpal sang calon pengantin pria kesal dan berdiri dengan menggandeng calon istri.


Miya sudah ketakutan sendiri melihat wajah kesal dari klien mereka.


"Maafkan saya… sekali lagi saya minta maaf mewakili kak Cecek"Miya berdiri lalu membungkuk meminta maaf. 


"Beb,tapi aku ingin makai jasa kak Cecek..Semua temen-temen aku recomenin dia jadi MUA buat pernikahan kita"sahut sang calon istri memasang wajah melasnya. 


Sang calon pengantin pria pun yang tak tega melihat wajah melas calon istrinya mengalah dan memutuskan untuk meatur kembali jadwal pertemuan mereka. 


"Baik.. kalo begitu,atur kembali dan bilang pada bosmu untuk On Time.Kalo tidak saya bisa dengan mudah menghancurkan karirnya"ucap Ega sang calon pengantin pria dengan penuh ancaman. 


"Beb,jangan gitu"sahut Rania tak suka ucapan Ega seakan meancam itu.


"Maaf… aku jadi emosi lagi,ayo sekarang kita pergi.Abang kamu pasti udah ngomel kita terlalu lama meninggalkan istrinya yang bunting itu"ucap Ega lagi pada calon istrinya. 


"Perasaan ngomel terus deh kamu beb.. Aku kasih tau abang nih"sahutnya meancam sang kekasih.


"Eh .. jangan-jangan beb,bisa-bisa gak jadi nikah kita.Terus gimana nasip aku kalo masih bujang udah jadi duda"ucap memelas Ega.


"iddddiiihhh......"batin Jomblo meronta melihat kedua calon manten.Siapa lagi kalau bukan Miya.


"Mbak Miya,kami pamit dulu ya.Maafin ucapan calon suami aku.. Kasih tau kak Cecek buat atur kembali pertemuan kita.Aku permisi"ucap Rania pada Miya dengan tersenyum.


Miya tersenyum maklum dan mengangguk "Iya mbak gapapa… Sekali lagi saya minta maaf atas ketidakhadiran kak Cecek hari ini" 


Rania tersenyum lalu mengait lengan sang calon suami untuk pergi dari restoran tersebut.Tingkah romantis kedua calon manten itu kembali membuat hati jomblo Miya iri.


Wajah senyum Miya yang sedari ia pajang berubah drastis saat kedua calon pengantin itu pergi. 


Miya terus mengumpat kesal dengan memasang wajah sangar,sampai beberapa orang melihat tingkahnya bak orang gila yang ngomel sendiri. 


"Untung si cewek baik.. kalo sama emosian kayak yang cowok bisa-bisa udah di cut tuh kak Cecek"gerutunya sambil meneguk jus yang tadi ia pesan.Sayang jika tak dihabiskan. "Ck… sebenernya mereka kemana sih… nyebelin"gerutunya lagi. 


🌸


🌸


Jam menunjukkan pukul 6 sore,Rayyan mulai mengerjapkan matanya.Tubuhnya terasa sakit karna terlalu lama tidur.


Ia merenggangkan badannya dan duduk bersandar pada dinding ranjang.Matanya menatap hampa kamar benuansa putih itu.Ingatannya mulai berjalan kembali,mengingat yang tadi terjadi.


Deg


Ia melupakan sesuatu.Kemana kekasihnya?


Rayyan langsung loncat dari ranjang,mengingat ia meninggalkan kekasihnya sendiri di basement Apartemen. 


"Bodoh...bodoh"rutuknya pada diri sendiri. 


Ia mengganti bajunya,lalu meraih ponsel.Mencoba menghubungi kekasihnya.Tapi suara wanita tapi bukan suara sang kekasih,memberitahu bahwa nomer yang dituju sedang tidak aktif. 


Cecek dibuat panik sekarang,meskipun ada beberapa panggilan tak terjawab dari asistennya tapi ia tak peduli.Yang ia pedulikan sekarang sang kekasih.


"Dear… maafin aku,kamu dimana sekarang"gumamnya merasa bersalah.Ia terus mondar mandir dengan ponsel yang terus menelfon nomer sang kekasih.Pada panggilan ke sepuluh tetap tak ada jawaban.Cecek pun memutuskan untuk pergi. 


Srek 


Sesuatu seperti telah tertendang kakinya,ia pun melihat dan meambil paper bag kecil yang ia tendang tadi.Ia buka dan isinya adalah gelang yang ia beli dengan kekasihnya tadi. 


Tambah kalut lagi Cecek dibuatnya,pasti kekasihnya tengah kecewa dengannya.Itu yang ada dipikiran Cecek. 


Ia menyimpan paper bag itu di Apartemennya dan berlari menuju lift. 


Dengan kaki yang terus bergerak,Cecek menunggu lift yang tak kunjung sampai. 


Ting


Lift terbuka dan nampak kedua sahabat sang kekasih berada didalam lift. 


"Kak Cecek"sapa Amel. 


"Eh kamu… Em.. kalian ada liat Raina gak?"tanya Cecek.Diwajahnya sudah sangat terlihat raut wajah khawatir.Niko yang peka pun alngsung bertanya. 


"Ada apa sama Rain?"tanya Niko. 


"Aku hubungi dari tadi nomernya gak aktif"ucapnya khawatir membuat kedua sahabat Raina itu saling pandang dan ikut panik seketika. 


Apalagi Amel,ia merasa bersalah karna perselisihannya dengan sahabatnya saat di Kampus tadi.Ia mencoba menelfon nomer Raina ternyata benar nomer Raina tak aktif. 


"Nomer dia beneran gak aktif Nik"ucap Amel pada Niko. 


"Lo jangan ikutan panik.. calm down oke"sahut Niko menenangkan. "Om.. kita ikut cari Raina bareng Om"lanjutnya berbicara pada Cecek. 


Akhirnya mereka turun untuk mencari Raina ke kediamannya. 


Selama diperjalanan,tak hentinya Ray merutuki kebodohannya.Tak putus ia mencoba menghubungi nomer kekasihnya dan masih wanita lain yang menjawab panggilan itu. 


Mobil Ray mengikuti mobil Niko dari belakang,saling ngebut untuk segera sampai kekediaman Raina.


🌸


🌸


🌸


"Lho Den Niko,Den Ray sama Non Amel barengan datengnya"sapa bibi di depan pintu. 


"Bi,Rain udah pulang?"tanya Ray langsung. 


"Belum Den,dari berangkat ke Kampus.Sampai sekarang belum pulang"sahut Bibi mulai memiliki firasat tak enak. 


Bruk


Rayyan terduduk lemas,sedangkan Niko dan Amel hanya berdiri tengah berfikir.Mengingat tempat dimana yang sering Raina datangi.


"Den Niko, Non Amel.. ada apa sama nona?"tanya khawatir bibi menatap kedua sahabat anak majikannya yang tengah terdiam.Ia takut jika kemalangan yang menimpa anak majikannya kembali terjadi.


"Bibi tenang ya… Rain gapapa kok,kita bakal cari dulu.Tapi bibi jangan cerita dulu sama Emak Bapak,aku takut mereka khawatir"Amel menenangkan pembantu yang sudah lama ikut keluarga Syahreza itu. 


Sedangkan Niko,mulai berfikir bukan hanya masalah dengan Amel.Sepertinya Raina juga tengah bermasalah dengan kekasihnya.Melihat dari tingkah Rayyan yang kebakaran jenggot karna kehilangan Raina.


"Lu bener-bener bikin kita khawatir Rain"batin Niko


"Harus aku cari lagi kemana kamu dear"gumam Rayyan frustasi.


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Woy... siapa yang nyembunyiin neng Rain ayo balikin...


...Neng Rain,jangan ngambekan napa..Balik dah,kasian noh Omtenya nyariin...


...Kira-kira Neng Rain kemana yak???...


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Hay semua sahabat Ra-Ra couple...


...Gimana yang puasa hari ini?? Masih semangat kan???...


...Aku kasih satu part nih buat nemenin puasa kalian...


...Semoga suka ya 😁🥰...


...Jangan lupa like,komen,love dan share ke temen-temen kalian ya 🥰😍💜...


...💜😍🥰Salam sayang Amma,Omte dan Raina 😍🥰💜...