You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Histeris Ray



Rayyan yang mengemudikan mobilnya sampai pada rumah besar yang tengah ramai oleh orang yang tengah sibuk dengan motor-motor trail. 


Ia meedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang berputar dipikiran dan hatinya sampai saat ini. 


"Calon bini lu disini?"tanya Arman.


Rayyan mengangguk "Dilihat di GPS sih bener disini..Tapi gue gak liat batang idungnya" 


"Kita masuk aja"ucap Arman ingin membuka pintu mobil tapi dicekal oleh Rayyan.


"Apaan sih lu,kita tunggu disini aja..Gue yakin dia disini,tapi gue gak enak kalo nyampurin urusan dia.Gue pengen mantau aja" 


"Astaga Ray,lembek banget sih lu.Lu tuh punya hak buat nyamperin calon bini lu.Jangan lembek gini lah,lu kan udah berubah"ucap Arman.


"Ini hobi dia Man,apapun.. Apapun asal dia bahagia gue bakal turutin"sahut Rayyan.


"Termasuk pertaruhin nyawa dia gitu maksut lu"


"Ngomong apa sih lu?"kesal Rayyan akhirnya. 


"Ya..lu kan tadi bilang sendiri,meskipun dia lagi balapan bertaruh nyawa lu biarin gitu aja..Lu gila"ucap Arman lagi. 


Rayyan yang mendapat puluhan umpatan dari sahabatnya seakan tuli,yang penting kekasihnya bahagia.


Setelah beberapa saat menunggu,terlihat beberapa motor trail itu dinaikkan keatas mobil pick up barulah Ray melihat motor yang tak asing baginya,ia yakin itu milik kekasihnya. 


Tapi mana Raina pikir Rayyan,dia masih belum melihat Raina keluar dari rumah itu.Apa ia salah pikirnya lagi.Tak berselang lama kemudian tampak Raina keluar dengan membawa ransel mulai mengenakan helm dan menaiki motor trail warna hitam hijau miliknya. 


"Tu dia"ucap Ray mengembangkan senyum saat Raina dan beberapa motor mulai keluar dari rumah megah itu. 


"Astaga calon bini lu Ray"gumam Arman hanya bisa menggelengkan kepala melihat seorang gadis tengah mengendarai motor besar dan tinggi itu. 


Mobil Civic putih itu pun mulai mengikuti kemana arah mereka pergi,sekitar 20 menit berlalu mereka tak kunjung berhenti dan terus melaju meski hari sudah tampak muram dan rintik air pun mulai membasahi jalan yang mereka lewati. 


"Ray,hujan"ucap Arman tapi Ray tak menghiraukan,ia hanya menatap jalan rombongan kekasihnya yang tampak santai membawa kuda besinya. 


"Tolong jaga dia Tuhan"rapal Rayyan dalam hati. 


Dan kurang lebih satu jam perjalanan mereka pun sampai pada sirkuit yang dituju.Jalanan masuk yang begitu berlumpur membuat Rayyan yang tak mahir mengemudikan mobilnya di area berlumpur sedikit kesulitan,tapi demi sang kekasih hati apapun ia lalui. 


🌸


🌸


🌸


Deru suara knalpot menggema milik beberapa peserta tengah memanasi motor mereka seakan bersahutan dengan derasnya hujan yang mengguyur seluruh lintasan berlumpur itu,para penonton sudah banyak yang berteduh pada tenda-tenda yang disediakan oleh panitia.Begitupun Ray dan Arman,kedua manusia itu tengah berdesakan dengan para penonton yang lain.Mata Ray masih mencari-cari sosok bidadari tanah berlumpur yang mengisi hatinya.


"Pacar lu mana?"tanya Arman ikut menajamkan matanya mencari kekasih dari sahabatnya. 


"Gak tau,gak kelihatan" 


"Jelas lah gak kelihatan,hujan deres gini.."sahut Arman.


Suara panitia yang mengumumkan acara dimulai setelah hujan reda membuat rasa khawatir Rayyan sedikit berkurang.Tapi matanya terus memindai mencari sosok yang dikhawatirkan saat ini,sampai hempasan rambut berwarna coklat dengan kuncir kuda terlihat bergoyang kesana kemari mengikuti sosok tubuh yang membelakanginya berjalan jauh dari tempatnya berada.Ray yakin bahwa itu kekasihnya.


"Itu dia"ucap Ray dengan senyumnya menunjuk kekasihnya yang tak melihat keberadaannya.Arman mengikuti arah telunjuk Rayyan yang mengarah pada gadis yang tengah membelakangi mereka tampak asik mengobrol dengan beberapa temannya.Mereka tampak berkumpul membentuk lingkaran untuk berdoa bersama,terlihat dari tempat Ray dan Arman berada. 


"Gue geleng kepala liat calon bini lu Ray,beneran dah..Amit-amit lah,lu harus ucapin itu terus kalo dia hamil biar anak lu ntar kelakuannya gak kayak emaknya"ucap Arman.Ray tak peduli,ia hanya tersenyum melihat dari belakang saja ia sudah bahagia.Apalagi dari depan bisa-bisa dirinya sudah meleleh. 


🌸


🌸


🌸


Turnamen yang diselenggarakan itu mempunyai beberapa kelas untuk diperlombakan dengan peserta mencapai kurang lebih 100 orang.Sampai pada kelas MX s/d 250cc terlihat motor sang kekasih berjejer di garis start bersama dengan para peserta yang lain yang berjenis kelamin laki-laki. 


Rayyan sudah tegang sendiri melihat disana sang kekasih tampak menaik turunkan gasnya dengan tatapan muka yang tak lagi menengok kanan kiri tapi fokus ke lintasan.


Brak 


Bunyi palang start yang dibuka membuat semua peserta menaikkan gas mereka melaju dengan kencang,saat itu juga Rayyan sudah berteriak dengan kencang sekencang laju motor yang tengah melaju di hadapannya.Suara Rayyan yang terus berteriak melihat beberapa peserta jatuh tersungkur pun membuat heboh di tempat penonton berada.


"Aaaaa…aaaaaaa…."teriaknya terus tak ayal menjadi tontonan orang banyak karna teriakan nya yang melengking melebihi suara wanita,menjadi penampakan yang menarik selain adu balap yang tengah terjadi. 


Sampai tepukan dari orang disebelah Ray membuat tubuh Ray yang tak kuat lagi untuk melihat adu balap itu pun limbung dan akhirnya.


Bruk 


Ia pingsan. 


🌸


🌸


🌸


"Hu...hu...hu…" Suara tangisan tampak terdengar samar,tapi Ray dapat menangkap suara itu.Pelan matanya mulai mengerjap,wangi pengharum mobilnya sangat menyengat di penciumannya.


Saat matanya terbuka tampak wajah sang kekasih terlihat tengah menangis diatas kepalanya.Tapi kenapa pikir Ray.Ia masih mengerjapkan matanya sampai ia ingat bahwa tadi ia pingsan.Seketika matanya kembali terpejam,astaga dia malu jika kekasihnya tau apa yang tadi terjadi. 


Tapi ia merasa juga ada kaki seseorang tengah menendang-nendang kakinya membuat Ray semakin penasaran.


"Udah bangun dia.. Kaga usah nangis,sembur pake aer.Sini gue bantu"ucap lelaki dapat Ray kenali suaranya siapa lagi jika bukan Arman. 


"Ogeb,dia pingsan main sembur-sembur.Sini gue yang nyembur muke lu biar waras"sahut Rain seperti biasa dengan nada tingginya jika berbicara dengan Arman. 


"Gak bisa dibiarin"batin Ray,sebentar lagi pasti perang dunia jika ia tak menengahi. 


"Isshh… "Dengan pura-pura meringis Ray bangun bahkan sampai memegang kepalanya. 


"Sayang,akhirnya… kamu gapapa?"tanya Rain khawatir,membalik paksa badan Ray serta menangkup kedua pipinya.


"Ah,aku gapapa kok Dear.. emang aku kenapa?"tanya linglung Ray. 


"Emm… Kamu tadi tuh pingsan tau,bikin aku takut aja"sahut Rain dengan nada sedih. 


"Masa? Aku lupa dear" 


"Diem lu urap!!!"bentak Raina. 


"Apa lu oncom"sahut keras juga tak trima Arman. 


Kembali keduanya tengah menatap penuh permusuhan sampai Ray kembali melerai keduanya. 


"Aku masih lemes lho ini kalian ribut terus sih"drama Ray kembali. 


"Maaf ya… maaf.. Emang kenapa sih kamu sampai pingsan gitu yank?"tanya Raina. 


"Itu..em-aku liat kamu kebut-kebutan gitu bikin jantungku mau copot,badanku sampai panas dingin apalagi pas motor kamu terbang diudara udah gak kuat aku liatnya makanya aku sampai pingsan"tutur Rayyan menunduk malu. 


"Yank,tapi aku gak ikut tanding lho"sahut Raina.


"Apa???"teriak Rayyan menoleh kaget dengan melotot. "Lha terus tadi siapa?"tanya Ray lagi. 


"Dia Kriss temen aku"sahut Rain.


"Cewek?" 


Rain mengangguk "Iya cewek.. Dia gantiin aku,makanya aku pas liat di tempat kamu berdiri ada orang teriak-teriak heboh aku samperin lah ternyata kamu.Pas aku terpuk malah oleng kamunya" tutur Raina karna memang ia berdiri tak jauh dari tempat Rain untuk memantau temannya.


"Kok bisa? Bukannya subuh tadi kamu bilang" 


Rain tersenyum "Ntar deh dirumah aku ceritain,untung tadi aku dapet ilham di toples krupuk"sahutnya. 


"Makanya lu jadi cowok jangan lemes kebangetan gitu,ditepuk pacar sendiri aja letoy lu sampai pingsan gimana mau ngadon" timpal nyeleneh Arman membuat mata Ray membulat sempurna.Mulai sahabatnya ini mencari masalah. 


"Ngadon apaan yank?" tanya Raina bingung.


"Ngadon tuh….emmm"sela Arman menyahut tapi langsung dibekap oleh Rayyan. 


"Gak usah kamu dengerin orang gila ngomongnya suka ngelantur gak jelas"ucap Rayyan membekap masih membekap mulut Arman. 


"Lepasin yank,pingsan anak orang"ucap Rain pada sang kekasih,mau tidak mau Ray melepaskan bekapannya pada sahabatnya. 


"Huh...hah...huh...hah.. lu mau bikin gue mati Ray"ucap marah Arman mendelik dari kursi depan.


"Lebay"cibir Rain.Melihat Arman yang akan menyahuti ucapannya kembali Rain langsung memalingkan pandangannya "Sayang,kamu udah sehatan kan? Kita pulang ya..aku ambil motor dulu"ucapnya pada sang kekasih,dengan menurut Rayyan mengangguk melihat senyum indah dari kekasihnya. 


🌸


🌸


🌸


Menunggu Raina yang tengah meambil motor Ray memperingatkan Arman agar omongannya jangan terlalu vulgar karna Raina penafsiran Rain terlalu ekstrem.Masih ingat di kepala Rayyan saat menjelaskan masalah lingerie waktu itu,bahkan ia kena imbasnya tabokan tangan dengan kekuatan turbo mengenai lengannya.Arman yang diceritakan kejadian waktu itu malah tertawa terbahak,mungkin jika ia disana Arman akan ikut mentertawakan kepolosan atau kebodohan wanita sahabatnya itu.Kelewat polos apa minta dipolosin itu yang Ray pikirkan pada kekasihnya waktu itu🤣.


Bbrruummm


Bbrruummmm


Ray membuka jendela mobil,melihat kekasihnya yang sudah siap nangkring diatas motor dengan tas ransel yang tadi ia bawa lengkap dengan helm.


"Ayo yank,kita kemana?"tanya Rain tanpa turun dari motor. 


"Kamu naik motor? Biar Arman yang bawa,kamu sama aku aja sini"sahut Rayyan. 


"Apaan gak-gak males gue"tolak Arman.


"Gue juga gak mau motor gue didudukin sama ****** lu Urap"ucap Rain. 


"Ngeselin banget sih lu Oncom"sahut Arman.


"Lu duluan bikin gue emosi" ucap Rain lagi sudah meninggikan suaranya.


"Udah-udah.. ntar aja deh berantemnya,kita ke Apartemen aku aja ya dear.Aku kenalin sama istri Arman dia bawa anaknya juga lho."lerai Rayyan "Aku ikutin kamu dari belakang"lanjutnya mendapat anggukan dari Raina.Dan akhirnya motor Rain melesat lebih dulu dari pada mobil Rayyan. 


Sepanjang jalan perjalanan Raina tampak beberapa kali mensejajarkan motornya pada mobil sang kekasih membuat Arman beberapa kali mengomel karna yang dilakukan Raina itu bahaya karna ini di jalan raya. 


Tiba-tiba Rain meminggirkan motornya dan memungut sesuatu,saat Rayyan juga meminggirkan mobilnya.Rain malah tancap gas.


"Ada barang orang jatuh,aku mau ngejar orangnya"teriak Raina pada sang kekasih. 


Untung Ray yang belum sempat keluar akhirnya mengikuti laju kendaraan Raina yang tampak berleok-leok mengejar seseorang sampai masuk kedalam gang terus Ray ikuti. 


Terlihat didepan Ray,Raina tengah membungkukkan badan dihadapan lelaki paruh baya dengan tersenyum.Entah apa yang keduanya bicarakan tak dapat Ray dengar dari dalam mobil.Setelah beberapa saat Raina kembali menaiki motor lalu putar balik.


"Lah ngikut sampai kesini"ucap Rain kaget ternyata ada kekasihnya tak jauh dari tempatnya tadi berada.


"Kan aku ngikutin kamu,lagian kamu kembaliin apa sih?"tanya Rayyan. 


"Wig bapak-bapak tadi terbang,makannya aku balikin"sahut Rain santai "Yank,aku duluan ya ke Apartemen kamu.. aku kebelet pipis"lanjutnya dan..


Wuusss……


Secepat kilat Raina sudah hilang dari hadapan matanya.


"Beneran titisan kancil"gumam Rayyan menggelengkan kepala.Sedangkan Arman yang mendengar sahutan Raina tadi sudah tertawa karna yang Rain antarkan ternyata wig milik bapak-bapak.Astaga air matanya bahkan hendak meluncur saking mulutnya tak mau berhenti tertawa.


...💜💜💜💜...


...Bosen ya partnya terlalu flat...???...


...Maaf deh kalo partnya garing😅...


...cus yuk menuju lamaran uhuk nya 😁...


...💜💜💜💜...


...°TBC°...


...Tetep ya sayang-sayangnya Omte jangan lupa Ritualnya,Kasih like,pencet Fav,vote,tinggalin komen kalian.. Dan omte akan seneng banget kalo kalian mau ngasih hadiah ke dia😁🤗 Ngarep 🤣...


...Salam sayang Amma,Omte n Raina 🥰🤗...