You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Welcome Karma



Raina membonceng Cecek dengan sesekali bernyanyi melewati jalan kota untuk ke Mall yang ingin mereka tuju.Tangan Cecek membelit pinggang Rain posesif,ia masih tak menyangka bisa berboncengan dengan kekasihnya lagi.Bagai sepasang kekasih yabg dimabuk cinta,kedua insan itu tak peduli dengan tatapan beberapa pengendara lain terhadap mereka.Bahkan perlakuan romantis Rain dengan memegang punggung tangan Cecek saat dilampu merah pun menjadi pemandangan yang bikin iri pengendara lainnya.


Sesampainya di Mall,keduanya berjalan beriringan dengan tangan yang saling menggenggam,Ray tampak posesif dengan sesekali mencium puncak kepala Raina jika ada lelaki yang memperhatikan kekasihnya.


"Sayang,kenapa sih nyium terus?"tanya Rain mendongak menatap kekasihnya. 


"Aku gak suka tuh cowok-cowok liatin kamu" 


Raina terkekeh "Cie.. Cemburu ceritanya" 


"Jelaslah.. kalo bisa mah didahi kamu tuh dikasih tulisan 'Calon bini Rayyan,jangan berani lirik' gitu"


Raina terkekeh melihat wajah ditekuk kekasihnya.Beginikah kalau orang jatuh cinta pikir Raina.Mereka pun menaiki eskalator untuk naik kelantai dua.Raina memeluk lengan kekasihnya dan menyandarkan kepalanya pada bahu Rayyan. 


"Sayang,aku udah bilang cinta atau belum sih hari ini sama kamu?"tanya Raina


Rayyan tersenyum "Emang perlu diucapin tiap hari?" 


"Ya gak sih,karna tanpa diucapin pun setiap detik aku cinta sama kamu.. Love you Omte"ucapnya lagi menatap wajah kekasihnya. 


Ucapan Raina yang tak pelan itu membuat orang yang berdiri didepan keduanya menoleh bahkan cekikikan mendengar wanita yang menggombali lelaki. 


"Dear,malu tau diliatin orang.. "bisik Ray.


"Dih.. mulut aku ini,terserah aku lah.. Kalo mereka gak suka fixs mereka kaum jomblo pasti"Seenak jidat Raina mengatai orang.Kedua perempuan yang tadi langsung menatap Raina.Sedangkan yang ditatap hanya senyum pepsodent dengan tangan yang masih bergelayut.


Tingkah Rain membuat kedua orang yang ada didepan mereka salah tingkah sendiri.Mereka pun lanjut naik eskalator ke lantai tiga.


Tiba-tiba saja lengan Rayyan dicekal membuat keduanya menoleh kebelakang.Kedua sejoli itu menatap orang-orang yang berada dibelakangnya.


"Becca"panggil lirih Ray. 


Wanita itu sudah berkaca-kaca,berapa tahun ia tak pernah bertemu dengan adiknya ini.Bahkan hilang kontak dengan sang adik.


"Tristan"panggil Raina pada Tristan yang berdiri disebelah Rebecca dengan menggendong bocah kecil kira-kira berumur 6 tahun. 


"Hay Rain"sapa Tristan balik.


Rain hanya terdiam.Sesampainya lantai 3 Rayyan ingin mengajak pergi Raina,tapi kembali Rebecca mencekalnya.


"Yank,mantan kamu lagi?"bisik Raina pada Rayyan.Tapi kembali Ray hanya terdiam.


"Mbak,maaf.. mbak siapanya calon suami saya ya?"tanyaRaina sopan.Tumben.


"Calon suami?"tanya balik Rebecca dengan mata membulat.Ia menatap Ray yang tampak acuh dengannya. 


"Ya.. Rayyan calon suami saya"sahut santai Rain. "Sebaiknya kita duduk dulu deh.. Di resto situ gimana? Mau kan? Kakiku mulai capek nih"sahut Rain mengajak Rebecca duduk di Resto.


"Dear"Cegah Ray. 


"Iya.. aku capek yank mau duduk.Rugi kalo ada orang cantik dianggurin gak diajak ngobrol"sahut Raina membuat Tristan terkekeh,sifatnya masih seperti dulu.


"Yaudah ayo pergi.. " tarik Rayyan pada Raina.Entah kenapa sampai sekarang ia malu untuk bertemu dengan kakaknya.Karna dirinya keluarganya hancur,itu masih menghantui dirinya.


Plak


Raina menggeplak lengan Rayyan"Gak sopan kamu.. gak boleh gitu tau"ucap Rain.Entah dari mana Raina tampil kalem sekarang berubah menjadi Audrey. 


Raina mengabaikan Rayyan dan menggiring Rebecca dengan menggandeng tangan wanita itu ke Restoran yang Rain tentukan. 


Rain duduk di kursi yang berhadapan dengan wanita itu,Tristan duduk disebelah wanita itu masih dengan menggendong bocah yang tampak tenang dengan menonton video di ponsel.


"So.. kakak cantik kok kenal calon suami aku sih?" Entah kenapa Rain terbius kecantikan Rebecca. 


Tristan hanya menatap bingung melihat semua kejadian yang mengejutkan.


"Tan,kaka cantik ini pacar lu?"tanya Raina membuat Tristan mendelik tak suka.Dih.. siapa yang mau punya kekasih seperti kakak iparnya yang super galak ini pikir Tristan.


"Yaelah Rain,gue kalo mau cari cewek juga liat-liat kali..Cewek modelan dia gak masuk kriteria gue"sahut Tristan.


Plak 


"Ngomong apa kamu" Rebecca mendelik tak suka menggeplak kepala belakang adik ipar.


"Maaf mbak hehe…"Tristan nyengir kuda. "Dia kakak ipar gue Rain"lanjutnya pada Raina. 


Rain hanya meangguk-angguk tersenyum


"Dan mbak,ini Raina adiknya bang Edo sahabatnya abang Aldi"Tristan mengenalkan Raina pada Rebecca. 


"Sayang.. kamu belum ngomong dari tadi,kakak cantik ini kenal sama kamu..Dia siapa kamu?"tanya Raina lagi pada Rayyan "Biar aku tebak.. Dia kakak kamu benar?"Tebak Raina karna setelah duduk berhadapan seperti ini Raina bisa melihat kemiripan antara Rayyan dan Rebecca. 


Rayyan mengangguk lemah. 


"Wah.. aku gak nyangka kakak kamu cantik banget,pasti dulu jadi rebutan ya"cerocos Raina. "Aku minta nomer kakak ya.. Catat sini deh"lanjutnya menyodorkan ponsel miliknya.


Kenapa kekasihnya ini pikir Rayyan bingung melihat Rain dengan sifat anehnya yang tiba-tiba cerewet.


Rebecca dibuat salah tingkah oleh calon istri adiknya ini.Kenapa gadis ini aktif sekali pikir Rebecca,tapi dilihat dari penampilan gadis ini terlihat jauh dari kata feminim.Rebecca meneliti penampilan Rain dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Kak,dua minggu lagi acara lamaran resmiku dengan Ray.. Kakak dateng ya sama keluarga"ucap Rain meundang Rebecca membuat Rayyan melotot. 


"Dear.." 


"Apasih sayang… Aku undang kakak kamu,apa salahnya sih"ucap Raina.


"Tapi dear.. "sahut Rayyan.


"Stop gak ada penolakan sayang.. "telunjuk Raina menutup mulut Rayyan.Rayyan auto kicep melihat ucapan sang kekasih dengan wajah imutnya yang dibuat-buat.Ah...Membuat Rayyan tak kuat ingin cepat-cepat halal.


Rebecca pun dibuat terdiam dengan tingkah Raina.


"Tristan lu juga dateng ya.. Kalo bisa mah bawa pasangan ya,takutnya baper disana"ucap Raina lagi pada Tristan.Tak tau kah Raina jika Tristan menyimpan rasa padanya dulu. 


"Dih.. ada orang ngundang kayak gitu"cibir Tristan.Raina hanya terkekeh.


"Eh Tan,masukin gue di grup lagi dong.. Kapan lagi kita ngetrack,gue rindu bau tanah"ucap Raina menyodorkan ponselnya pada Tristan.


"Dear.. "Sela Rayyan lagi.


"Ups.. lupa ada satpam emak disini"sahutnya nyengir.


"Kakak mau waktu berdua sama Ray,biar aku pergi dulu sama Tristan… Kakak ngobrol aja"ucap Raina pada Rebecca yang hanya diam "Yuk Tan,ajak ponakan lu"lanjutnya berbicara pada Tristan.Tanpa menunggu jawaban Ray,Raina berdiri.


"Dear.."panggil Ray lagi.


"Aku tau banyak yang pengen kalian bahas.. Udah cukup hukum diri kamu sendiri,bukankah lebih indah jika berdamai dengan masalalu.Seperti aku"bisik Raina lalu mengelus punggung Rayyan.Mencium sekilas pipi Ray,membuat lelaki itu merona,tak menyangka kekasihnya melakukan hal yang aneh seperti ini.Sedangkan Raina yang mencium kekasih nya tadi tampak malu-malu setelah melakukannya dengan menutup mulutnya menggunakan tangan.


Sedangkan Rebecca mengerjap kaget dengan tingkah gadis dihadapannya yang mencium pipi adiknya didepan umum.


Raina pun berpindah duduk dengan Tristan dan bocah cilik itu.


🌸


🌸


🌸


Lama hanya saling diam,akhirnya Rebecca memutuskan untuk bicara lebih dulu.


"Gimana kabarmu Ray?"tanya Rebecca.


Rayyan menatap wanita dihadapannya lalu tertunduk kembali " Aku baik" 


Rebecca tersenyum kecut,adiknya begitu dingin sekarang. "Aku tak tau apa yang harus aku katakan sekarang.. Semua seakan canggung"ucapnya lalu terkekeh.


Rayyan merasakan hal yang sama,sudah sangat lama tak bertemu dengan kakak kandungnya ini terakhir saat meninggalnya sang bunda yang membuat Rayyan benar-benar menghilang dari keluarga Sanjaya.


"Maafkan aku"ucap Rayyan setelah sekian lama.Rebecca yang tengah meaduk minumannya terhenti,menatap sang adik. "Maafkan aku,karna aku.. kita kehilangan bunda"lanjutnya. 


"Kau masih memikirkan itu,bahkan itu sudah sangat lama Ray.Aku sudah meikhlaskan kepergian bunda,seharusnya kamu pun juga"sahut Rebecca.


Rayyan menggeleng "Aku masih mengingat semua masalalu itu kak.."ucap Rayyan. 


Mata Rebecca berkaca-kaca,ia berpindah duduk disebelah sang adik dan memusut pelan lengan sang adik.


"Jangan terus terpuruk dengan masa lalu Ray,semua sudah berakhir"sahut Rebecca.


"Dia ingin kamu dan dia bersatu kembali?"


Rayyan meangkat bahu "Aku tak tau,yang pasti wanita itu membuat aku kehilangan kekasihku karna ulahnya"


"Gadis tomboy itu?"tanya Rebecca.


Rayyan mengangguk.


"Kamu terlihat begitu mencintainya Ray?" tanya Rebecca dengan senyumnya.


"Sangat… Aku sangat mencintainya,dengannya membuat aku berani menjalin hubungan lagi dan hanya dengannya aku tak pernah merasa jijik dengan wanita"


"Maksut kamu?" tanya Rebecca penasaran.


"Dulu karna kejadian menjijikkan itu aku mengalami trauma,apalagi saat kehilangan bunda trauma itu semakin parah.Aku memutuskan buat psikoterapi ke psikolog,beberapa saat semua berhasil trauma itu seakan hilang.Tapi semakin lama trauma itu kembali dan semakin membuatku jijik jika melihat wanita yang mendekati aku.Sampai aku memutuskan untuk menjadi pribadi lain."tutur Ray. "Cuma gadis tomboy itu yang bikin aku perlahan kembali seperti aku yang dulu"lanjutnya dengan senyum terpatri di wajah tampannya. 


"Kakak akan dukung semua keputusan kamu Ray"sahut Rebecca "Em… kamu pernah mendengar kabar tentang Ay…"belum selesai Rebecca berbicara Ray langsung memotong pembicaraannya.


"Aku harap kakak tak pernah menyebutkan nama orang itu dihadapanku"ucap Ray dingin.Rebecca hanya diam,ia tau mungkin luka itu masih ada dihati adiknya hingga saat ini.Rebecca menghembuskan nafas kasar.


"Jika kamu siap.. Kakak akan menceritakan sesuatu padamu,kakak harap kamu memaafkan dia"sahut Rebecca tanpa mau memaksa sang adik. "So.. kakak boleh ikut serta dalam persiapan lamaran kamu?"lanjut Rebecca bertanya dengan raut wajah gembira.


Rayyan menatap kakaknya,lalu mengangguk "Terimakasih.. terimakasih kakak masih meanggapku sebagai keluarga.Terimakasih juga sudah memaafkanku" 


"Isshh.. masih saja.Sampai kapanpun kamu juga tetap keluargaku,adik tersayang aku dan sampai kapan kamu meminta maaf padaku Ray."desis Rebecca tak suka.


Ray tersenyum "Sampai hatiku merasa lega" 


"Apa sekarang sudah lega?" 


"Lumayan kak"sahut Ray dengan tersenyum


Melihat senyum adiknya yang meneduhkan membuat Rebecca ikut tersenyum dengan mata beekaca-kaca"Berbahagialah.. hanya itu yang kakak inginkan dari kamu"ucap Rebecca.


Ray tersenyum "Aku akan terus berbahagia kak"sahut Ray menggenggam tangan sang kakak.


Dilain meja Raina tengah asik mengobrol dengan Tritan tentang club yang dulu Rain ikutin.Hingga suara bocah kecil itu akhirnya terdengar.


"Om Entan.. hp na ati"ucap bocah kecil berjenis kelamin perempuan itu.Tristan pun meambil ponsel itu dan menghidupkannya kembali.


Rain langsung tertawa mendengar ucapan bocah cilik itu "Sejak kapan nama lu berubah jadi Setan"ucap Rain pada Tristan.


"Sialan lu.. Dia belum bisa mengeja nama gue kali Rain.. Padahal udah gue ajarin,tapi tetep ni bocah manggil Entan..Entan"sahut Tristan.


"Omongan lu,ada bocah nih"ucap Rain marah karna Tristan berkata kasar dihadapan anak-anak. 


Raina mealihkan pandangannya pada bocah cilik yang anteng duduk disebelah Tritan.


 "Hay cantik,nama kamu siapa sih? Cantik banget"ucap Rain pada bocah yang kembali memainkan ponsel.Bocah cilik itu mendongak. 


"Bica ante"sahut bocah cilik itu sambil tersenyum menghadap Rain. 


"Bica ya.. cantik banget sih mirip kayak tante"ucap Rain mentoel dagu Bica.


Tristan malah cengengesan "Sejak kapan lu cantik?"cibur Tristan "Nama dia Bianca tapi sering dipanggil Bica.. Eh Rain,pacar lu beneran adik kakak ipar gue?"tanya lagi Tristan.


Rain mengangguk pasti "Mulai orok juga udah cantik gue mah.."sahut Raina "Tadi kan udah dijawab sama pacar gue berarti bener dan lu masa' gak bisa liat sih wajah mereka hampir mirip.. Kan lu adik iparnya"sahut Raina lagi.


"Gak tuh "ucap Tristan. "Lagian pas nikahan abang gue sama mbak Becca cuma Om Arjun aja yang dateng.. itupun sebentar pas akad nikah doang"lanjut Tristan. 


Raina mendengar nama ayah dari kekasihnya pun langsung menajamkan pendengarannya. "Lu tau dimana calon mertua gue tinggal?" 


"Mana gue tau.. Mbak Becca jarang ceritain tentang keluarga dia kalo lagi kumpul keluarga."


Stop,Raina berhenti bertanya pada Tristan karna tak ada gunanya.Lelaki itu tak tau menahu tentang keluarga kekasihnya.Ia menatap kedua orang yang tengah mengobrol berdua itu,terlihat sesekali kakak Ray memusut lengan sang adik.


"Kira-kira apa yang mereka obrolin ya"batin Raina menatap kedua kakak beradik dari meja belakang keduanya.


🌸


🌸


🌸


Welcome Karma,kalimat itu mungkin yang pas diucapkan jika melihat lelaki tampan dengan tatapan dingin itu.Setelah apa yang dilakukannya pada gadis yang ia cinta sekarang malah dia yang terus merasakan sakit hati.


Edo tengah duduk di Restoran mewah setelah pertemuannya dengan salah satu kliennya.Saat ia hendak pergi dari Restoran,kembali ia bertemu dengan gadis yang dulu ia cinta.


Lelaki itu menatap Amel yang tengah makan dengan seorang laki-laki,dapat Edo pastikan jika lelaki itu salah satu model yang tengah diidolakan para remaja.Terlihat kedua orang manusia itu saling tertawa dan melempar senyum.


Krekk…


Kreekkk.. 


Mungkin terdengar seperti itu bunyi dada Edo yang tengah patah hati.Dua tahun berlalu ternyata rasanya masih sama,ia masih mencintai gadis ini.Sahabat adiknya. 


Ia melihat Amel beranjak dari duduknya,sepertinya gadis itu ingin ke Toilet.Dengan cepat Edo pun mengikuti Amel. 


"Yakk…"teriak Amel saat merasa tangannya dicekal oleh seseorang saat keluar dari toilet. 


"Abang"ucap Amel lirih. "Lepas"ucapnya lagi dingin mencoba melepas cekalan Edo tapi Edo malah meeratkan genggamannya. 


"Lepas aku bilang… sakit bang"ucap Amel terus meronta,sedangkan Edo malah menyeretnya keluar Resto melalui pintu samping Restoran. 


Brak 


Edo menutup pintu mobilnya setelah memaksa Amel masuk meski gadis itu tetap memberontak.Edo pun melajukan mobilnya.


"Maksut abang apa sih?"tanya Amel marah dengan mata menyalang.


"Cuma membawa pergi kekasihku dari lelaki lain"sahut Edo tanpa melihat Amel disebelahnya. 


"Kekasih?? Lucu sekali.. "ucap Amel tak menyangka lelaki disebelahnya ini mengatakan hal yang sangat konyol.


"Ya.. karna memang kamu kekasihku"ucap Edo lagi dengan penuh penekanan.


Plak


Satu tamparan mengenai pipi tampan Edo.


Cccciitttt… 


Seketika Edo menghentikan mobilnya mendadak,tak menyangka ia akan mendapatkan tamparan dari seorang gadis yang ia cinta. 


"Jangan lagi menggunakan kalimat yang begitu menggelikan..Aku tak pernah memiliki kekasih pecundang sepertimu"ucap dingin Amel dan langsung keluar dari mobil Edo tanpa melihat ke arah Edo.


Brak 


Dengan kencang Amel menutup pintu mobil milik Edo.


"Aaarrrgggg….."teriak Edo.


Bugh


Bugh 


Bugh 


Ia memukul-mukul setir mobilnya dengan amarah yang membuncah. 


...💜💜💜💜💜...


...Hay para kesayangan omte... Ada yang rindu omte,Raina dan yang lain??? ...


...Maaf ya amma slow update untuk beberapa hari,persiapan lebaran di Rumah jadi super sibuk hehhe...


...Semoga temen-temen mengerti....


...💜💜💜💜...


...Jangan lupa terus ikutin kisah cinta mereka ya,, Kasih dukungan terus buat mereka.,tinggalin komen buat Amma ya semua.. ...


...Like,komen dan hadiah dari kalian berarti banget buat Amma,Omte dan Raina... ...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina🥰🤗😍...