
Pikiran Amel buntu,ia tak tau harus mencari Raina kemana,sedangkan yang ia tau Raina hanya berteman dekat dengannya dan Niko.Sedangkan Niko,pemuda itu menghubungi teman-teman seclub Raina mungkin saja Raina berada bersama mereka.
Nihil.Raina tidak ada disana.
Kriing…
Kriingg….
Ponsel Niko berdering dan tertulis nama Tristan dilayar ponselnya.
"Hallo"
"Hallo Nik,gimana Raina ketemu?? Kok bisa ilang gimana ceritanya?? Kalian dimana,gue susulin"cerocos Tristan membombardir pertanyaan pada Niko sampai Niko tak ada waktu untuk menjawab ucapannya.
"Udah selesai lu ngomong… Ngomong kayak kereta api lu"
"Bukan waktunya buat bercanda Nik"
"Lu juga ngomong direm dikit kek"
"Oke.. gue tanya sekarang gimana Raina ketemu gak?"
"Belum"
"Kok bisa?"
"Gue juga kaga tau… Pacarnya juga nyariin ini"
Tristan diam sejenak"Gue bantu nyari sama anak-anak,pas banget gue baru keluar kantor.Ntar gue kabarin lu kalo ketemu Rain.Tapi kalo lu yang ketemu duluan sama Rain,kasih tau gue"ucap Tristan dengan nada khawatir.
"Oke"
Amel menatap Niko "Siapa Nik?"tanya Amel
"Tristan.. kalang kabut dia saking khawatirnya"sahut Niko "Heran gue,kemana sih Raina"lanjutnya.
Sedangkan Cecek,lelaki lemah gemulai yang bertransformasi untuk normal kembali itu hanya terduduk lemas.
"Kalian tau tempat yang sering Rain datengin kalo lagi sedih?"tanya lemah Cecek.
"Sering ke sirkuit sih dia.. Tapi tadi gue telfon anak-anak,dia gak liat Rain disana"sahut Niko.
Lalu Cecek baru ingat sesuatu.
"Taman"ucap Cecek
"Taman?"tanya balik bersamaan Niko dan Amel.
"Iya… aku pernah ikutin dia pas lagi berantem sama abangnya dia pergi kesana."ucap Cecek lalu berdiri.
"Rain berantem sama bang Edo? Kapan?"tanya Amel terkejut.Niko pun sama tak kalah terkejutnya dengan Amel.Karna sahabatnya itu tak bercerita pada mereka berdua.
"Nanti saya ceritakan.. kita cari Rain dulu"sahut Cecek.
"Pake mobil aku aja Om.. mobil Om tinggalin sini aja,biar enak nyarinya"ucap Niko menyarankan.
Cecek mengangguk setuju dan menitipkan kunci mobil pada pembantu rumah keluarga Syahreza.
"Bi,kalo Rain pulang.. langsung kabari saya ya"pinta Cecek oada bibi yang langsung diangguki oleh wanita paruh baya itu.
🌸
🌸
🌸
Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk menuju taman bunga yang Cecek maksut.Dengan kecepatan sedang Niko mengemudikan mobilnya membelah jalanan ibukota.
"Kak,Kak Cecek tau darimana Rain pernah berantem sama bang Edo?"tanya Amel penasaran.Ia duduk dikursi belakang sedangkan Cecek duduk di kursi muka dan Niko yang mengemudikan mobilnya.
"Udah lama,saat aku gak sengaja ketemu sama Rain di Mall sama abangnya.Abangnya gak setuju sama hubungan kami"ucap Cecek tersenyum kecut.
Amel terdiam sambil terus menyimak.Berarti itu terjadi beberapa bulan ini pikir Amel.
"Bahkan waktu itu,Raina sampai ditampar sama abangnya"lanjut Cecek.
"APA??????"Teriak bersama Niko dan Amel
Cccckkkkiiiittttttt….
Niko langsung merem mendadak saking syoknya,membuat Cecek dan Amel terseruduk kedepan.Untung Cecek menggunakan seatbelt jadi ia tak sampai terbentur dasbort beda dengan Amel yang langsung terbentur kursi kemudi.
"Om serius?"tanya lagi Niko.Baru ini ia mendengar bang Edo yang sangat menyayangi Raina sampai bisa melayangkan pukulan pada pipi sang adik kesayangan.
Amel juga sama,ia melupakan sakitnya kepala karna terbentur saking terkejutnya dengan ucapan Cecek.
"Kamu bikin kita hampir celaka"ucap kesal Cecek pada Niko.
"Maaf.. tapi om,apa bener yang om bilang?" Niko memastikan kembali.
"Iya… karna setau kita,bang Edo orang yang paling sayang dan overprotektif sama Raina.Tapi dia juga gak pernah main tangan sama Rain"timpal Amel.
"Untuk apa saya mengarang semua itu.Karna memang itu yang terjadi,mungkin itu kekesalan dari abangnya karna mengetahui adiknya yang dia sayang menjalin hubungan dengan manusia tak jelas seperti saya.Kalian tau seperti apa saya dulu"tutur Cecek.
"Om serius sama Raina?"tanya serius Niko.
"Untuk apa saya menjalin hubungan jika tak ada keseriusan.Dulu saya pernah mengalami kegagalan dalam menjalin hubungan dan saya tak ingin gagal lagi sekarang.Saya ingin memperjuangkan Raina untuk saya"sahut serius Cecek.
Niko dan Amel mengamati wajah Cecek yang memang memancarkan penuh keseriusan diwajahnya.Mereka mencoba percaya dengan ucapan Cecek,jika memang berjodoh semoga Raina sahabatnya itu bisa bahagia bersama Cecek.
"Ayo jalan.. Ini udah hampir jam 8 dan Raina belum ketemu"ucap Cecek baru sadar jika mereka bertiga tenggelam dalam obrolan ini.
🌸
🌸
🌸
Mereka bertiga turun ketika sampai di Taman yang dimaksut oleh Cecek,Amel dan Niko mencari Raina di sebelah selatan dan Cecek mencari di sebelah utara.Dengan memanggil-manggil nama gadis itu mereka tak menemukan sama sekali Raina disana.
"Rain….Raina"teriak Cecek.Keadaan taman bunga ini temaram,hanya beberapa lampu yang menyala ditaman ini.Pengunjung juga sepi saat ini membuat mereka leluasa berteriak memanggil nama Raina.
Cecek mulai putus asa,ia duduk di bangku taman dengan menangkup wajahnya.
"Maafin aku udah abaikan kamu dear.. please comeback,i miss you"gumam Cecek.
Tak kalah putus asanya,Amel bahkan sekarang menangis dipelukan Niko.Ia merasa bersalah karna tadi pagi sempat marah pada Raina.
"Nik,,Rain mana? Ini salah gue ya Nik,gue nyesel..hiks...hiks...hiks…" ucap Amel dengan tangis yang semakin menjadi. Niko hanya memeluk menenangkan Amel yang terus menangis.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali,karna jejak-jejak Raina tak bisa mereka temukan.Dan saking kalutnya Cecek tak memperdulikan mobilnya yang berada di rumah sang kekasih.
🌸
🌸
🌸
Sampai pada lantai unit mereka Cecek memutuskan untuk kembali ke Apartemennya,ia bingung dan tak tau harus mencari kemana lagi keberadaan kekasihnya itu.
"Om,aku pamit dulu sama Amel"ucap Niko pamit
"Kak,Aku juga pamit ya"timpal Amel.
"Iya.. makasih kalian udah bantu saya mencari Raina,kalo dia ketemu tolong langsung kasih kabar pada saya"sahutnya lemah.
"Udah tugas kami Om,Rain sahabat kami.Bahkan dia kami anggap lebih dari sekedar sahabat..Baik Om nanti akan aku kasih kabar ke Om"ucap Niko lalu berjalan menuju unitnya diikuti oleh Amel.
🌸
🌸
🌸
"RAINAAAA……………….."Teriak menggelegar Amel melihat sahabatnya tengah tidur tengkurap di kamar tamu Apartemen Niko.Amel langsung lompat ke ranjang lalu memeluk tubuh Raina yang tengah terpejam.Ia menangis bahagia karna ternyata sahabatnya ini tengah tidur di Apartemen Niko.
"Hiks...hiks….kita kalang kabut nyariin lu,ternyata lu disini ngebo hhuuuwwwaaa…."Ucap Amel.Yang punya tubuh tak terusik dengan suara tangisan sahabatnya ini.
"Dasar kebo beneran… Kita kelimpungan dia molor,ya Ampun Rain.. Rain"timpal Niko duduk disebelah Raina membelai rambut panjang Raina yang tengah terpejam dengan badan yang diguncang oleh Amel.
"Nik,napa ni bocah kaga bangun?"tanya Amel tiba-tiba lalu duduk menatap Niko.
Mereka berdua menerka-nerka apa yang terjadi pada sahabatnya.apa dia pingsan pikir keduanya.
"Gue laperr…"tiba-tiba suara seseorang memecah acara kedua sahabat yang ssling menerka itu.
Greb
Amel langsung memeluk tubuh Raina yang tengah bangun dan duduk di antara Amel dan Niko.
"Ck… nyebelin banget sih lu,kita khawatir sama lu..hiks..hiks… maafin gue"ucap Amel.
"Lu kenapa?"tanya Raina bingung lalu memeluk tubuh sahabatnya yang tengah menangis.Belum paham situasi yang terjadi.
"Gue khawatir sama lu ogeb..Kita semua khawatir sama lu Jenab"sahut histeris Amel karna temannya ini tak peka-peka.
"Gue emang kenapa dah.. gue tidur dimari dari tadi siang"
"Terus kalo lu disini,kenapa nomer lu gak biss dihubungi?"tanya Niko.
"Iya bener,kenapa nomer lu gak biss dihubungi.. Lu tau gimana khawatirnya kita nyariin lu"omel Amel.
"Tuh salahin yang punya Apartemen,Apartemen segini gedenya gak ada charger.Baterai gue lowbat,mati deh"sahut Raina membela diri.
Kkkkrrruuuukkk…...kkkrrruuukkk….
Suara bunyi perut Raina yang begitu nyaring membuat ketiga sahabat itu tertawa.Dengan gemas Niko langsung mengacak rambut Raina.
"Laper banget ya lu"ucap Niko.
"Seabad gue gak makan… kelaperan sampe ketiduran kaga ada orang..ngenes banget hidup gue"sahut Raina mendramatisir.
"Yok.. gue masakin sekarang"ajaknya pada kedua sahabatnya.
"Gendong"ucap manja Raina "gue lemes banget ini"lanjutnya memasang wajah melas.
"Najis… ngesot aja lu..wlekk"sahut Amel menjulurkan lidah lalu lari dengan menarik Niko agar ikut dia keluar.
"Kalian jahat… nyebelin"teriak Rain pada akhirnya juga turun dari ranjang dan berjalan menghampiri kedua sahabatnya.
🌸
🌸
🌸
Kedua gadis itu tengah menyangga dagunya dengan kedua tangan mereka melihat Niko yang sibuk dengan masakannya.
"Beruntung banget gak sih yang bakal jadi istri si Niko..Bakal dimasakin tiap hari" ucap Amel
Dengan cepat Raina mengangguk menyutujui ucapan sahabatnya itu.
"Andai lu bukan sahabat gue,mungkin gue bakal pacarin Niko"
"Tapi gue ogah pacaran sama lu"sahut Niko.
"Kenapa coba.. gue cantik,pinter,gue model lho"
"Tapi lu somplak" sahut bersamaan Niko dan Raina lalu tertawa.Amel hanya memasang wajah kesal yang dibuat-buat melipat tangannya didada.
Benar kata Amel,ia memang sudah jarang bisa berkumpul dan bercanda seperti ini dengan kedua sahabatnya ini.Raina tersenyum bahagia bisa kembali berkumpul dengan kedua sahabatnya.
"Aku seneng punya kalian"ucap Rain tiba-tiba.
Amel dan Niko saling pandang lalu menatap Raina.Amel langsung mehambur kepelukan Raina diikuti oleh Niko setelah mematikan kompor.Ketiga sahabat itu berpelukan bak teletubbies.
"Maaf kalo belakangan gue egois,mentingin kehidupan gue sendiri.Gue sadar sekarang,kalian sangat berharga dihidup gue"ucap Raina.
"Maafin gue juga tadi di Kampus nyakitin hati lu"sahut Amel.
"Gue sayang banget sama kalian berdua..Kalian berdua semangat gue"timpal Niko juga.
Acara berpelukan itu pun selesai dan mereka akhirnya makan masakan Niko yang Raina inginkan.Sosis pedas saus barbeque.
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Dengan berlari Niko membuka pintunya yang di tekan dengan tak sabaran.Ia tau siapa pelakunya,dengan cepat Cecek menerobos masuk membuat Niko sampai terjengkang ke dinding saking kuatnya dorongan Cecek.
Greb
"Dear maafin aku"ucap Cecek langsung memeluk Raina yang tengah makan.
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Astaga gengs... Kita nyari-nyari si Jenab ternyata molor gengs,bikin orang kelimpungan ni anak emak....
...💜...
......Ritualnya sahabat jangan lupa ya sahabat.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗......
...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...