You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Nasehat Mayang



...Hay sahabat Omte dan Raina......


...Makasih sebelumnya buat kalian semua yang udah kasih doa buat amma dan anak-anak,alhamdulillah Amma sekarang udah sehat tinggal anak-anak masa pemulihan....


...Kangen omte sama Raina gak sih?? Rindu mereka gak sih???...


...Cung dong yang Rindu???? 😁😁...


...Sama Amma juga rindu mereka,kita lanjut yuk kisah mereka 🤗...


...💜💜💜💜💜💜💜...


Sehari sebelum pertunangan Rayyan dan Raina diselenggarakan,lelaki yang dulunya lemah gemulai yang sekarang nampak macho itu tengah bergelung di atas Sofa menunggu kedatangan sahabat serta istri dari sahabatnya.Setelah seharian ia mempersiapkan acaranya untuk besok diselenggarakan ditempat yang membuat Raina bahagia,tempat yang mereka idam-idamkan.


Saat bell Apartemen berbunyi Rayyan mempersilahkan keluarga sahabatnya untuk masuk. 


Sesaat kedua sahabat itu berpelukan melepas rasa rindu,lalu terlihat wanita yang tengah menggendong bayi kecil itu tersenyum padanya membuat Rayyan membalas senyumannya. 


"Ceritain gimana ceritanya lu ketemu sama Becca?"tanya Arman saat duduk di Sofa bersama sang istri dan anaknya.


Rayyan melenggang berjalan ke Dapur untuk membalikan keluarga sahabatnya itu minuman.


"Gue udah bilang kan waktu itu,masa perlu diceritain lagi"sahut Rayyan saat kembali membawa nampan. "Lah si boy tidur,bawa masuk ke kamar tamu aja Rum.Udah bersih kok"lanjut Rayyan melihat bayi kecil itu tengah tertidur di gendongan sang ibu. 


Arum istri sahabatnya hanya mengangguk sungkan,tapi setelah sang suami juga menyuruh meletakkan anaknya di Kamar.Arum pun meletakkan putranya di kamar tamu.


"Gue liat gadis titisan kancil membawa perubahan besar deh buat lu"cletuk Arman dengan senyum mengembang. 


"Seperti yang lu liat,bahkan ketakutan gue ketemu Becca pun dia yang bikin gue gak takut lagi.. Semua karna kehadiran dia"sahut Ray dengan senyum mengembang.


"Cih… geli gue liat lu jatuh cinta gini"ucap Arman tersenyum geli melihat tingkah Rayyan.


"Mas"panggil istri Arman membuat Arman menoleh padanya. 


"Iya sayang"sahut Arman mengulurkan tangan agar istrinya mendekat.Itu semua Ray amati dengan sangat baik.


"Gue bentar lagi juga bisa kayak lu"cletuk Rayyan pada sahabat dan istri dari sahabatnya.


Arman terkekeh menepuk bahu sahabatnya "Ya,lu bakal punya keluarga bahagia kayak gue"sahut Arman.Sesuatu yang dulu Ray tolak ada dibenaknya adalah memiliki keluarga,Rayyan menolak semua itu karna hal itu sangat mustahil terjadi padanya.Meskipun dulu beberapa kali Arman meyakinkan tentang keluarga yang tak sahabatnya percayai semua itu terkalahkan dengan adanya Raina dihidup Rayyan.Hidup Ray semakin berwarna dan yang dulu mustahil untuk ia bayangkan sebentar lagi akan terwujud. 


🌸


🌸


🌸


... 💜15 jam menuju acara lamaran💜...


Jam menunjukkan pukul 5 pagi,Rayyan sudah bangun dengan debaran dada yang tak kunjung berdetak normal.Ia gugup,badannya bahkan panas dingin saat ini. 


"Ini bahkan bukan acara akad,gimana jadinya kalo nanti pas akad"monolognya dengan memegang dadanya sebelah kiri yang tak kunjung berdetak normal. 


Kling 


Terdengar bunyi ponsel miliknya,ada yang mengirimkan pesan padanya. 


📩 "Pagi sayang,udah bangun? Aku udah siap ke sirkuit nih,doain calon istrimu menang ya.. 😘" 


Satu pesan yang membuat Rayyan terperanjat dari tidurnya,ia lupa jika memiliki calon istri seorang pembalap.


Rayyan langsung beranjak ke kamar mandi tanpa membalas pesan dari sang kekasih,jauh dari kebiasaannya Rayyan hanya mandi kurang lebih 30 menit.Ia takut kehilangan jejak kekasihnya pergi ke Sirkuit,karna ia tak tau tempat bapalan Raina dimana. 


Ia keluar dari kamar langsung mendapat tatapan bingung oleh sepasang suami istri yang sudah bangun lebih dulu dan bermain dengan anak mereka di ruang TV. 


"Lu mau kemana Ray?"tanya Arman bingung.


"Gue lupa,calon bini gue turnamen hari ini,gue mau kesana"sahut Rayyan yang sedang memasang sneakersnya. 


"Apa??? Lu gila???"teriak marah Arman tak habis pikir dengan ucapan sahabatnya.Sampai Arman ditabok sang istri karna membuat putranya terkejut. 


"Gak ada pilihan lain.. gue pergi" 


"Eh tunggu gue ikut"sahut Arman..


"Sayang,mas ikut Ray ya"pinta Arman pada sang Istri,Arum yang begitu pengertian pun menganggukkan kepalanya mengizinkan. 


"Rum,kalo mau makan atau bikin apa aja ambil aja gak usah sungkan.. Anggap rumah sendiri"ucap Rayyan pada istri sang sahabat.Arum kembali mengangguk.


Sampai basement Apartemen Rayyan membuka GPS yang dipasang Niko sebelumnya untuk mengetahui keberadaan Raina sewaktu-waktu dibutuhkan.Setelah tau lokasi Rain,Rayyan pun pergi dengan ceramah Arman yang berdengung di sebelahnya.


Di lain tempat,Rain tengah menyiapkan kebutuhannya untuk turnamen nanti Motor yang ia gunakan pun sebelumnya sudah ia antar ke tempat Robbin untuk di setting. 


Bak seorang pencuri,Rain berjalan mengendap-endap untuk keluar dari rumah dengan menggunakan helm.Jika ibu negara tau,sudah dapat dipastikan semuanya akan gagal. 


"Untung gak ada emak"monolognya.


Sampai pada garasi,ia mengelus dada karna tumben sekali emak tidak berada di dapur. 


Ia melihat kembali jam masih menunjukkan pukul 4.30,dengan mendorong motor trailnya ia pun keluar dari garasi. 


"Lho non Rain mau kemana?"tanya pemuda yang seumuran dengan mbak Ines yang bekerja sebagai satpam dirumahnya. 


"Mau ke rumah temen.. Jangan kenceng-kenceng ngomongnya ntar pada bangun"sahut Raina mengisyaratkan agar memelankan suaranya.Dengan patuh Malik pun mengangguk. 


"Hari ini kan acara non Rain,jangan jauh-jauh mainnya non" 


"Gak lah,deket kok.. ntar sore juga dah balik,yaudah gue berangkat dulu yak.Bukain gerbang dong"


Kembali Malik yang patuh itu membukakan gerbang agar Raina bisa keluar,dengan menaiki motor ia pun melaju dengan kecepatan sedang. 


Sesampainya di rumah milik Robbin,Rain sudah mendapati beberapa temannya yang juga berada disana sedang menyetel motor mereka. 


"Morning eperibade… Ibu Ratu datang"teriak Rain dengan senyum tengilnya. 


"Daripada denger suara lu gue lebih seneng denger suara knalpot gue Rain"sahut Rio.


"Cih.. laga lu,bilang aja sih lu ngefans sama suara emas gue"ucap sombong Rain saat melepaskan helm lalu ikut berjongkok melihat teman-temannya menyetel motor mereka termasuk punya Rain sendiri. 


Rain kembali berdiri dan berjalan masuk ke rumah pribadi milik Robbin.


"Assalamualaikum"salamnya pada pemilik rumah. 


"Waalaikumsalam"sahut suara seorang wanita yang bisa dipastikan itu siapa. 


"Mbak,laper minta makan boleh"tanpa tau malu Rain minta makan pada Mayang istri Robbin.Memang seperti itu Rain sejak awal masuk dalam club ia paling ramah pada para istri teman-teman satu clubnya.


"Asik makan besar"sahut Rain meletakkan tasnya lalu berlari kecil menuju ruang makan. 


🌸


🌸


🌸


"Rain,ponsel kamu bunyi terus dari tadi"ucap Mayang saat kembali masuk kedalam rumah. 


"Tanggung mbak.. biarin aja paling calon suami aku"sahut santai Rain yang masih menikmati kopi setelah selesai makan. 


Mayang duduk disebelah Raina lalu menggelengkan kepala "Udah mau jadi istri dong kamu? Masih orang yang dulu teriak-teriak pas kamu ngetrack"tanya Mayang.


Rain mengangguk "Masih dong,kan aku orangnya setia"sahut Rain dengan bangga.


Mayang tertawa "Gimana ceritanya sih kamu jadi pacaran sama dia Rain? Pribadi kalian kan jomplang"tanya Mayang penasaran. 


Rain tersenyum "Ceritanya ya.. ceritanya mah simpel,aku ketemu sama dia pas nikahan mbakku terus aku bilang ke dia andai nanti ketemu lagi berarti emang fixs dia jodoh aku.Tapi emang bener sih muka dia tuh kebayang terus di otak aku,sampe aku nekat nyari alamat dia lho"


"Maju terus pantang mundur ya Rain"cibir Mayang.


"Iya dong,harus itu mah.Emansipasi wanita mbak,bukan cuma cowok yang perjuangin cinta tapi cewek juga bisa"ucap Rain dengan gaya kerennya. 


Mayang kembali tersenyum "Ih keren… Eh tapi serius lho mbak gak nyangka banget tiba-tiba kamu dateng ngajak tu cowok dan ngenalin dia sebagai cowok kamu.Dulu mbak sama yang lain ngira kamu malah ada hubungan lho sama Tristan.Diliat dari kedekatan kalian kalo pas lagi ngumpul"


Rain hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala "Mbak asal tau aja,dari jaman aku pindah sekolah ke tempat dia tuh Aku sama Tristan sering banget ribut.Dia tuh tengil banget bikin masalah mulu kalo sama aku.Jadi akur juga semenjak masuk satu club sama dia,dan gak mungkin lah aku sama dia pacaran,suka aja gak"sahut Rain terang-terangan. "Dan asal mbak tau lagi nih ya.Si Tristan tu ternyata adik iparnya calon suami aku tau"lanjutnya dengan mengunyak krupuk udang.


"Seriusan?? gila...gila... "ucap Mayang saat tau Tristan masih ada hubungan dengan lelakk lemah gemulai dulu "Tapi dilihat dari gerak gerik Tristan selama ini ke kamu dia suka lho Rain sama kamu" 


Raina menepuk jidatnya,Mbak Mayang miss kepo ini akan terus mengoceh jika rasa penasarannya belum tersampaikan semua. "Mbak Mayang yang cantik jelita,Raina yang super duper cantik ini siapa sih yang gak naksir.. Kalo bang Robbin jomblo,bisa juga lho bang Robbin naksir sama Rain yang cantiknya ngalah-ngalahin bidadari" sahutnya lagi sombong. 


Plak 


Mayang menepuk lengan Raina "Gak usah nama suami mbak juga kamu bawa-bawa"ucap Mayang. 


"Abisnya mbak sih,gak tau apa aku lagi nikmatin kopi nanya mulu heran.. "sahut Rain.


"Kelakuan"ucap Mayang menonyor kepala Raina. 


Saat Mayang akan pergi tiba-tiba suara Raina membuat Mayang kembali duduk. 


"Mbak,ntar malem dateng ke acara pertunangan aku ya" teriak Raina.


"Apa??? Rain kamu bilang apa tadi?"tanya Mayang memastikan ucapan Raina. 


"Ntar malem dateng ke acara pertunangan aku"ucap Raina lagi. 


"Astaga Rain… Kenapa kamu baru bilang sih?"teriak Mayang frustasi mendengar penuturan Raina. 


"Emang kenapa sih mbak?"tanya Rain bingung.Sepertinya sudah hampir sebulan ia memberitahu acara pertunangannya pada semua anggota club. 


"Tunggu sini"ucap Mayang lalu pergi meninggalkan Raina sendiri dengan tatapan bingungnya. 


🌸


🌸


🌸


Tiba-tiba Mayang kembali bersama Robbin yang tengah ia seret. 


"Jelasin maksut kamu apa nyuruh orang mau tunangan ikut turnamen? Kamu masih lupa sama yang pernah terjadi sama kita dulu"ucap marah Mayang pada sang suami dihadapan Raina.


"Eh...eh.. apaan nih mbak"timpal Raina yang bingung. 


"Iya,kamu ngomong apa sih yank? Siapa yang tunangan?"tanya Robbin yang ikut bingung. 


"Raina"sahut Mayang. 


Robbin menoleh menatap Raina "Lu beneran mau tunangan?"tanya Robbin. 


Raina dengan pasti mengangguk "Bukannya aku udah bilang ke semuanya"


"Oncom lu gak ngomong ke gue" ucap tinggi Robbin pada Raina dengan mata mendelik kesal.


"Elah.. udah gue ngomong udah lebih dari sebulan" 


Robbin mengusap wajah kasar "Astaga Rain,kalo gue tau.. Gue gak bakal masukin lu jadi peserta" 


"Calon laki gue juga gak masalah,gue ikutan.Santai aja sih"sahut Raina.


Mayang menggelengkan kepala "Bukan itu masalahnya Rain,tapi lu tau resiko saat kalian udah ada di lintasan.Dan hari penting buat lu bakal terjadi juga hari ini,gimana kalo terjadi sesuatu yang gak diinginkan disana.Gimana perasaan keluarga kamu,keluarganya,atau pikirin perasaan Calon suami kamu?"tanya Mayang menatap mata Raina yang tampak berfikir. 


"Gue saranin lu mundur Rain,gue beneran gak mau ambil resiko.Dulu gue hampir mati di hari pernikahan gue karna gue ngotot ikut balapan dan gak nurut omongan keluarga gue Rain,jangan sampai lu nyesel kayak gue nantinya."tutur Robbin menimpali ucapan Mayang "Untung Mayang masih mau sama gue yang saat itu cacat"lanjutnya menjelaskan menatap wajah sang istri.Gurat kecemasan dari Mayang terlihat menatap wajah Raina,mayang memang menyayangi Raina pribadi Raina yang membuat Mayang meanggap Raina sebagai adiknya sendiri. 


"Ini impian gue udah lama bang Rob.. Masa gue harus mundur sebelum berperang sih"keluh Raina mengusap wajahnya kasar. 


"Impian lu bisa lu kerjar nanti,tapi ini acara penting yang gak akan terulang lagi,kecuali abis kawin lu cere abis tu kawin lagi itu lain hal lagi sih"sahutnya malah dengan nada melawak nyengir kuda.


"Aw...aw….aw…"teriak Robbin yang mendapat capita maut dsri sang istri.


"Bukan saatnya ngelawak gak lucu"ucap Mayang menatap tajam pada sang suami. 


Robbin malah cengengesan dan Raina memasang wajah cengo dihadapan suami istri itu lalu menyeruput kopi yang mulai menghangat. 


"Aarrgg… mantap"ucap Rain.


"Astaga.. Urus anak buahmu ini,pusing aku"ucap Mayang menepuk jidatnya.Entah Rain dari tadi mendengar semua nasehatnya atau tidak.Ia pergi meninggalkan Rain dan Robbin.


Robbin pun tak beda jauh dengan sang istri,ia sampai menggaruk tengkuknya yang tak gatal saking bingungnya dengan ulah si Kancil satu ini. 


"Gue kasih lu waktu setengah jam,lu pikirin mateng-mateng dulu.Kriss bisa gantiin lu ntar.Skill dia gak beda jauh dari lu,meski masih dibawah lu.Yang penting masa depan lu perlu diselamatin saat ini"ucap Robbin menepuk pundak Raina lalu berjalan menjauh dari ruang makan menyisakan Raina yang terdiam seribu bahasa setelah mendengar ucapan terakhir Robbin.


...💜💜💜💜...


...°TBC°...


...Tetep ya sayang-sayangnya Omte jangan lupa Ritualnya,Kasih like,pencet Fav,vote,tinggalin komen kalian.. Dan omte akan seneng banget kalo kalian mau ngasih hadiah ke dia😁🤗 Ngarep 🤣...


...Salam sayang Amma,Omte n Raina 🥰🤗...