Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Terungkap



Mama Melly menatap mata pria yang ingin mendonorkan darahnya, apa dia tidak tahu kalau golongan darah cucu nya itu sangat langka dan tidak dengan mudah mendapatkan nya.


"Darah cucu ku memilik kelainan, jadi tidak semua orang bisa menjadi pendonor nya"


"Aku yakin, darah ku cocok dengan nya"


Kata laki-laki itu meyakinkan mama Melly.


"Baiklah, aku akan mengecek nya terlebih dahulu, apa kamu mau melihat nya?" tawar nya.


Mama Melly dan juga Naomi menatap ke arah pria yang ada di depan nya, Naomi mengangguk pada mertua nya yang seperti ingin mengikuti laki-laki itu.


Mereka pun berjalan meninggalkan Naomi yang ada di sana, menuju ruang dokter yang ada di sana, meski sedikit ragu mama Melly tetap mengikuti pria yang memakai penutup wajah dan topi, entah apa yang dia rasakan, tapi yang pasti, dia merasa kenal dengan laki-laki yang kini dia ikuti.


Mama Melly yang ingin menanyakan itu terpaksa menahan diri nya, ternyata kini mereka sudah berada di depan ruang dokter untuk melakukan transfusi darah, laki-laki itu seakan tahu apa yang di rasakan oleh Mama Melly pun mengatakan sesuatu yang membuat nya semakin bertanya-tanya.


"Ada saat nya kamu tahu yang sesungguhnya" ucap nya saat jarum suntik itu menembus kulitnya, banyak pertanyaan yang berseliweran di kepalanya, apa lagi dokter tersebut tidak melakukan pengecekan, mereka langsung mengambil darah laki-laki itu begitu saja.


Satu jam berlalu.


Pengambilan darah sudah selesai dan kini mereka tengah duduk berdua di salah satu ruang dokter tersebut, tidak ada orang lain di sana, seakan semua nya sudah di atur seperti itu.


"Apa yang ingin aku tanyakan?" tanya laki-laki itu semakin membuat Mama Melly kebingungan.


Tidak ada suara di sana sampai.


"Siapa kamu sebenarnya?"


"Apa kamu benar-benar tidak mengenali ku?"


Bukan Mama Melly tidak mengenalinya tapi dia takut salah dengan dugaan nya, dugaan tentang orang yang dia rindukan, sampai netra nya menangkap benda yang dia kenali.


"Tidak mungkin" ucap nya sambil menutupi mulut nya.


"Apa yang tidak mungkin, honey?"


Deg.


Kata itu, kata yang sejak lama tidak lagi dia dengar dari pemilik hati nya, tapi apa mungkin pria nya kembali pada nya setelah sekian tahun, bukan kah kabar tentang kematian nya tidak pernah terungkap hingga kini, bahkan dia harus menjalani kehidupan bersama asisten nya yang tidak pernah dia cintai.


Srek.


Tanpa aba-aba mama Melly langsung menarik penuh wajah itu dan terlihatlah di sana wajah laki-laki yang sangat dia cintai.


"Tidak mungkin" desis nya sambil menutupi mulut nya.


"Aku belum mati istri ku"


"Bagaimana bisa?" tanya Mama Melly dengan air mata yang langsung merebak keluar dari mata nya tanpa perlu dia komando.


Samuel pun menceritakan apa yang terjadi pada nya selama hampir puluhan tahun ini tentang semua yang terjadi dan apa saja yang di lakukan oleh Alessandro untuk memilik apa yang dia milik, tanpa terkecuali, semua milik nya beralih menjadi atas nama nya.


"Maafkan aku" ucap Mama Melly yang merasa bersalah karena telah mengkhianati suami tercinta nya.


"Ini bukan salah nya, aku pikir semua ini adalah keinginan kalian berdua, jadi aku hanya mengawasi kedua anak ku dari jauh"


"Apa kamu tahu bagaimana hancur aku saat itu" Isak Mama Melly dalam pelukan suami nya.


"Kamu tidak pernah memperlihatkan kesedihan mu, jadi semua orang berpikir kamu baik-baik saja termasuk aku"


"Itu karena pesan wasiat dari mu yang mengharuskan aku bahagia dengan pengganti yang telah kamu persiapkan"


"Aku tidak menyangka, bahwa orang terdekat ku bisa berbuat sekeji itu"


"Kamu sudah tahu yang sebenarnya terjadi, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya"


"Kita harus menemui anak-anak kita"


"Mereka sudah tahu"


"Jadi hanya aku saja yang tidak tahu semua ini, kalian jahat" marah Mama Melly sambil memukul Samuel.


"Itu karena dia tidak akan berani melukai mu seujung kuku, karena cintanya terlalu besar untuk mu" ucap Samuel sambil mengecup punggung tangan mama Melly yang tadi memukuli nya.


"Mama"