
Naomi tetap diam, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya tangan nya yang bergerak mengusap lembut kedua putranya yang duduk di samping nya.
Semua orang juga diam, mereka tidak mengerti apa yang di rasakan oleh Naomi, tapi dalam pikiran mereka mengira kalau Naomi sudah kembali mengingat semua nya, di lihat dari sikap nya saja, mereka meyakini apa yang mereka duga itu benar terjadi.
"Kakak ipar" panggil Jessica yang baru saja keluar dari kamar nya.
Tidak ada jawaban dari siapapun, hanya tatapan tidak mengenakan yang dia dapatkan dari kakak dan orang tuanya, membuat nya menjadi kikuk, tapi tidak menghentikan langkah nya menghampiri Naomi, dia duduk di sana sambil membelai rambut keponakan nya yang tengah bermanja-manja pada mama nya.
"Kak, ayo turun kita harus masak aku sudah lapar" pinta nya pada Naomi yang menatap satu pada Jessica dan itu membuat nya menyengir.
"Ma, masakan aku spaghetti yang lezat seperti waktu itu, aku rindu masakan mama" ucap Nathan mendukung permintaan Anthy nya.
"Mau, mau"
Mendengar itu Naomi mengangguk, lalu mencium kening kedua putranya, dan itu membuat semua orang yang ada di sana bernafas lega saat Naomi telah mengingat kembali tentang masa lalu nya.
"Kalian bermain lah dengan Nanny kalian, Mama akan masak bersama Anthy"
"Yeyeyeye" ucap mereka yang melompat-lompat kegirangan di atas kasur itu, dan itu membuat Naomi melotot mata nya, melihat apa yang di lakukan putra nya.
"Jangan melompat-lompat nanti kalian jatuh" pekik Naomi di sana.
"Ayo kak, biarkan saja mereka di sini, ada Mama dan Papa, kita tidak perlu mengkhawatirkan nya"
Mereka berdua pun berjalan melewati Henry di sana, dua wanita itu berlakon seperti tidak melihat siapa pun di sana dan itu membuat Henry mendengus kesal, mereka juga menggandeng tangan Mama Melly dan membawa nya ke lantai bawah.
"Papa, mama aku pinjam dulu, jangan merindukan nya" teriak Jessica pada Papa San yang sama sekali tidak dia hiraukan.
"Ayo kalian berdua ikut Opa, jalan-jalan di taman, sambil menunggu masakan matang"
"Let's go Opa"
Kini ketiga orang itu juga keluar dari sana tanpa memperdulikan Henry yang tetap berdiri pada tempat nya, dia kesal saat semua orang tidak menganggapnya ada, apa yang mereka lihat itu adalah manekin baju nya ada di mall-mall itu.
Dia pun keluar dari sana, menuju kamar nya sendiri, dia membersihkan dirinya kemudian turun, dan langsung mendudukkan dirinya di kursi meja makan, perut nya sudah lapar dan dia tidak lagi bisa menunggu.
Dia sana dia melihat istrinya itu mendekat kearah nya dengan sepiring spaghetti yang ada di kedua tangannya, lalu meletakkan nya di meja yang cukup jauh dari tempat nya duduk, Henry pun memberikan piring nya berharap Naomi mau memberikan nya spaghetti yang baru saja dia masak tersebut.
Tapi harapan tinggal harapan, istrinya itu malah pergi begitu saja, meninggalkan dia seorang diri di sana, masih dengan piring yang mengatung di sana.
Henry tersenyum kecut saat adik nya itu menepuk pundak nya, dan duduk di samping nya, Daniel sebenarnya merasa kasihan pada kakak nya itu, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa bukan, semua itu murni kesalahan dari kakak nya sendiri yang tidak bisa menetapkan hati nya pada satu wanita.
Dia dengan sangat egois ingin memiliki sesuatu yang tidak akan pernah mau dia bagi, dia mengambil piring kakak nya itu lalu menaruh spaghetti nya di sana.
"Makan yang banyak, sakit hati juga perlu tenaga" sindir nya yang di balas dengusan oleh Henry.
"Aku tahu, tidak sepantasnya aku berbicara seperti ini, tapi aku akan mengatakan nya satu kali saja, jangan pernah memainkan hati, karena kita tidak pernah benar-benar tahu, pada siapa hati kita nanti nya akan berlabuh"
Henry tetap makan tanpa memperdulikan ucapan adik nya itu, tapi telinga dan isi kepalanya menyerap apa yang di sampaikan oleh adik bungsu nya.
"Apa kamu mendengar ku kak?"
"Aku mendengar nya, aku akan lakukan itu, tanpa kau ajari sekali pun, aku akan mendapatkan nya lagi, tidak ada satu wanita pun yang bisa menolak pesona kakak mu ini" ucap Henry dengan percaya diri nya.
"Lakukan saja, tapi kalau aku tahu kamu menyakiti nya lagi, apa lagi dengan orang yang sama, maka ucapkan selamat tinggal pada dunia ini, karena saat itu juga aku akan melenyapkan mu"
Trang.
Suara perpaduan antara piring dan juga sendok garpu yang di banting terdengar nyaring di sana, Henry menatap tajam pada adiknya itu yang berani-beraninya mengancam nya.
"Aku tidak takut dengan mu"
"Terserah, aku hanya mengingatkan mu saja" jawab Daniel sambil menyuapkan makanan ke dalam mulut nya
"Ada apa ini, kenapa kalian bertengkar di meja makan" marah Papa San saat melihat dua anak nya itu bersitegang.
"Tidak apa, aku hanya lapar saja"
"Lapar ya makan, jangan memancing keributan"
Henry tidak menjawab, dia menghampiri putra nya, membawa kedua nya ke kamar mandi dan mencuci kedua tangan masing-masing putranya, setelah selesai mereka duduk di kursi mereka masing-masing.
Naomi yang tadi nya ingin menyuap putranya pun urung saat kedua anak nya itu makan sendiri di meja nya, bukan hanya berdua tapi bertiga dengan Delysa juga di sana.
Dia yang ingin kembali ke dapur pun di tahan oleh pertanyaan Papa San, dia juga tidak berani menjawab atau menolak permintaan Papa mertua nya.
Dia pun duduk di samping Mama Melly, jarak yang cukup jauh dari Henry, suaminya. Mereka makan dengan lahap seakan aura bahagia kembali menghampiri mereka di sana.
"Temui aku setelah ini di ruang keluarga tidak ada bantahan" titah nya yang membuat semua orang menegang di sana, apa yang akan di bahas sang kepala rumah tangga.
Kini mereka ada di ruang keluarga seperti apa yang di katakan oleh Papa San, Naomi juga ada di sana, mengingat belum ada putusan resmi dari pengadilan tentang bagaimana hubungan mereka kedepannya.
Papa San menatap satu persatu orang yang ada di sana, kini tatapan mata nya berhenti pada anak sulung nya menyebabkan perkara lama terkuak kembali, andai saja dia buka darah nya pasti sudah dia lenyap kan.
Henry yang di tatap seperti itu menjadi kikuk, dan tidak bisa bernafas dengan baik di sana, Henry menegang saat mendengar perintah dari papa nya, perintah Papa kali ini sangat tidak mungkin untuk di lakukan.
"Aku tidak mau"
🥰🥰🥰🥰
Mampir ke karya teman ku juga ya,👇👇👇👇