
Noami membeku saat mendapatkan pertanyaan yang tidak di sangka akan keluar dari mulut suaminya itu, apa yang terjadi hingga suaminya itu menanyakan hal konyol seperti itu pada nya, pertanyaan yang sudah pasti semua orang tahu jawabannya.
"Apa maksudmu suamiku!"
"Jangan sok suci kamu, pasti kamu selingkuh di belakang ku"
"Ada apa ini bukan waktu untuk berdebat!"
"Tanyakan pada menantu kesayangan papa ini, siapa ayah dari putra ke duanya!"
"Apa yang kau bicarakan tentu saja dia putra mu!"
"Apa buktinya, darah ku tidak mengalir dal tubuh nya!"
Deg.
Hati Naomi bergemuruh mendengar ucapan suaminya, apa darah putra nya itu tidak sama dengan nya, kenapa bisa seperti itu.
" kita bicarakan nanti saat ini yang terpenting adalah keselamatan cucu ku!"
"Dia bukan cucu mu pa, darah nya tidak sama dengan ku, atau jangan-jangan itu anak Zayn!" tuduh Henry sambil menunjuk ke arah pengawal pribadi istrinya itu.
"Jangan sembarang menuduh, darah mu juga berbeda dengan ku, apa aku juga harus mendebatkan ini semua?"
Papa San lalu pergi dari sana, dia berniat menemui dokter untuk mendonorkan darah nya pada cucunya itu.
Sementara ibu nya masih menatap putranya itu yang seenaknya saja menuduh pasangan berselingkuh padahal selama ini dia yang sudah bermain api di belakang mereka semua.
Sedangkan Naomi dia duduk di tempat duduknya sejak tadi, tak lama kemudian papa San juga keluar dengan tangan kosong darah nya juga tidak bisa di donorkan untuk cucu nya itu.
"Bagaimana sayang!"
Papa San menggelengkan kepalanya dia tidak tahu harus berbuat apa, dia ingin percaya dengan apa yang di ucapkan putra nya itu, Namun untuk mengatakan semuanya, dia tidak tega jika harus melihat wajah menantu yang kini semakin menangis hebat di pelukan istri nya.
Naomi dia tahu kalau keluarga suaminya itu sedang kecewa dan merasa di permainkan tapi mereka menahan diri supaya tidak menimbulkan kekacauan di sana.
Kini dia yang menghampiri dokter yang tadi ingin mengambil darah dari suami dan mertua nya itu, dia ingin dia sendiri yang menjadi pendonor darah.
Cukup lama Naomi di sana, dia keluar dari sana dengan wajah yang pucat karena darah nya yang di ambil untuk anak nya.
Melihat itu Henry semakin menatap remeh pada Naomi yang kini duduk di bantu oleh ibu mertuanya.
"Kenapa memaksa diri menjadi pendonor jika kamu tidak sehat!"
"Aku baik-baik saja ma jangan khawatir!"
"Sudah bisa di lihat kan pa kalau darah keluarga Keith tidak mengalir di dalam tubuh anak itu!"
Pyaar
Botol minum yang di pegang nya jatuh dengan kaca yang berhamburan di lantai rumah sakit itu.
Naomi kaget saat mendengar ucapan menyakiti kan yang keluar dari mulut suaminya itu.
Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya yang seakan ingin menjatuhkan nya di depan orang tuanya sendiri.
"Ini biasa terjadi Henry jangan membuat istri semakin terpuruk!"
"Aku tidak peduli, setelah ini aku akan melakukan test DNA pada Nick!"
"jika dia benar bukan putra ku, setuju atau tidak aku akan menceraikan ya!" ucap Henry yang kini berlalu dari sana.
Entah dia akan pergi kemana, bayangan nya tidak lagi bisa di tangkap oleh mata mereka.
Naomi menatap tidak percaya dengan apa yang di kata oleh mertuanya itu, tapi setidak nya dia bisa tenang saat mendengar kan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu sudah pagi tapi Nick masih dalam penanganan dokter, dan itu membuat Naomi tidak bisa tenang sepanjang malam, di sana dia hanya di temani oleh kedua mertuanya.
Suami nya itu entah pergi kemana sejak tadi dia belum juga kembali, dia juga tidak pulang ke rumah, lalu kemana pergi nya suami nya itu atau mungkin......
Naomi menggeleng kepalanya menghapus pikiran tak pantas yang melintas di kepalanya, bisa-bisanya dia berpikiran seperti itu, tapi tidak ada salah nya bukan dia memikirkan tentang itu.
Apa lagi Pelakor itu dengan terang-terangan meminta suaminya itu pada nya bukan, jadi mungkin saja mereka kini tengah berpesta dengan apa yang di rasakan.
"Menantu ku apa yang kamu pikirkan!"
"Tidak ada Ma, hanya saja aku takut Nick kenapa-kenapa aku tidak mau kehilangan dia Ma!"
"Dia pasti baik-baik saja, kamu ingat kalau keluarga kita tidak akan mudah menyerah begitu saja!"
"Benar apa yang di katakan oleh papa mertua mu itu, jangan berpikiran macam-macam kasih mereka berdua jika kamu juga sakit,!"
"Ma, Pa aku tidak pernah melakukan hubungan terlarang dengan siapa pun , lalu kenapa darah nya tidak sama dengan suami ku!"
Mama Melly menghela nafasnya dia harus menjelaskan sesuatu yang dulu juga menjadi kecemasan nya, tapi untung nya suami itu bisa mengerti.
"Darah suami mu itu juga tidak sama dengan darah papa nya, itu bukan berarti dia bukan anak kandung nya!"
"Jangan terlalu di pikirkan nanti aku yang akan menemui nya dan menjelaskan semuanya,"
"Iya pa, tapi kalau suamiku masih ingin melakukan tes DNA bagaimana?"
"Biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan supaya dia puas dan tidak menuduhnya yang tidak masuk akal!" jawab papa San menenangkan menantu nya itu.
"Apa pun yang terjadi kamu akan selalu mendukung mu!"
"Terimakasih Pa, Ma!"
"Maaf Tuan San pasien sudah sadar dan silakan jika ingin melihat nya!"
"Terimakasih suster!"
"Sama-sama, saya permisi!"
Mereka bertiga masuk ke dalam sana dan mendapati Nick yang sedang tertidur akibat obat yang masuk kedalam tubuhnya.
Naomi kembali menangis saat melihat tubuh putra nya itu penuh lebam di sana, hati ibu mana yang kuat saat melihat anak yang dia lahir kan terbaring lemah di sana.
Wajah sedih dan sakit juga terlihat jelas di wajah mama Melly yang kini juga mendekati ranjang cucu ketiga nya itu.
Sementara itu Papa San dia menghubungi putra nya itu agar di segera kembali ke ruang sakit.
Namun usaha nya sia-sia karena putra pertamanya itu tidak menjawab panggilan dari nya.
Papa San tidak kehilangan akan dia mengaktifkan GPS yang langsung terhubung dengan ponsel milik putra nya itu.
Rahang nya mengeras saat melihat dimana putra nya itu kini berada, dia tidak habis pikir dengan putranya itu dia bisa melakukan itu di saat cucu nya terbaring di rumah sakit.
Tunggu saja, dia pasti akan melakukan apapun untuk membuat putra nya itu menjadi kembali ke jalan yang sudah dia siap kan.
*kira-kira itu si Henry ada di mana ya gaes?????
Coba komen di bawah*