
" Bagaimana kalau aku tetap memilih untuk mempertahankan kalian berdua"
Erika menatap pada Henry di sana, pria yang mengisi hati nya sejak dulu hingga kini, rasa yang tak pernah tergeser oleh siapapun meski itu mantan suaminya sekalipun.
"Maaf aku tidak bisa" ucap Erika sambil melepaskan pelukannya.
Sudah cukup bagi nya berbagi hati selama ini dan itu sangat menyakiti hati nya, meski cintanya tidak pernah pudar tapi rasa sakit nya tetap ada yang membekas di hati.
Jika dia tidak bisa memiliki Henry seorang diri maka dia juga memilih untuk pergi dari kehidupan nya, biarkan saja dia yang memilih pada siapa hati nya berlabuh.
"Aku sudah merasa lebih baik, kamu pergi lah, maaf merepotkan mu"
"Kamu juga ingin pergi dari ku?"
"Kamu menawarkan pernikahan kedua di tengah keretakan rumah tangga mu, aku sudah lelah dengan semua ini, aku menyerah"
"Lalu bagaimana dengan aku, jika kamu juga pergi lantas aku bagaimana?"
"Tanyakan semua itu pada hati mu, jika kamu tidak bisa menentukan nya, maka aku yang akan menentukan pilihan ku sendiri" ucap Erika yang kini membaringkan tubuhnya kembali di atas ranjang.
Perselisihan dengan Henry membuat perut nya kembali menegang dan itu cukup menyiksanya, Henry yang melihat Erika tidak nyaman dengan berbaring nya pun melepaskan jas nya, membuang nya sembarang lalu naik ke atas ranjang.
Di peluknya wanita yang selama ini dia pertahankan tapi kenapa saat jalan terbuka justru dia ragu dengan keputusannya sendiri.
"Tenanglah Daddy di sini, jangan nakal pada Mommy mu" ucap nya sambil mengusap lembut perut Erika yang perlahan-lahan tidak merasakan kram lagi.
"Tidurlah maaf menyakiti mu"
"Kamu tidak kembali ke kantor nanti Om San pasti mencari mu"
"Aku akan kembali ke kantor nanti, sekarang tidur lah"
Erika membalikkan tubuhnya, dia masuk ke dalam pelukan Henry, menghirup aroma tubuh maskulin dari pria yang kini juga membalas pelukan nya.
Entah karena terlalu nyaman atau memang aroma tubuh Henry yang membuatnya candu, Erika tidak membutuhkan waktu yang lama hingga dia terlelap dalam tidur nya.
Setelah memastikan Erika tertidur, dengan hati-hati Henry turun dari ranjang, di cium nya kening wanita yang selama ini masih tetap berada di samping nya meski berbagai penolakan dari keluarga nya dia dapatkan.
Tapi mereka bisa bertahan hingga kini, bukan sesuatu yang mudah untuk mempertahankan hubungan kedua nya yang tidak mendapatkan restu dari kedua keluarga itu.
Bahkan dulu, Henry sempat melamar Erika pada orang tuanya, namun apa yang dia dapatkan, hanya sebuah penolakan dan juga hinaan yang dia dapat kan.
Bahkan ketiga kali nya Henry melamar Erika, dia sampai bersujud di bawah kaki calon mertuanya itu, tapi tetap saja tidak membuahkan hasil.
Malah dia mendapatkan surat undangan pernikahan Erika dengan Benny tetap seminggu setelah lamaran ketiga nya di tolak.
Papa San yang mengetahui itu tidak tinggal diam, dia tidak ingin putranya itu menjadi perebut istri orang, dan papa San pun mengirim nya pergi ke salah satu cabang perusahaan milik nya berada di luar negri, tepat sehari sebelum pernikahan Erika di langsung kan.
Lima tahun kemudian papa San menarik kembali Henry pulang, dan menjodohkan dengan Naomi yang di jadikan jaminan atas hutang keluarga nya.
Sampai pada hari pernikahan nya Henry mendapatkan pengawalan ketat dari papa nya itu, dia akan keluar sesekali untuk pergi bersama dengan Naomi untuk menjalin pendekatan hubungan mereka.
Bahkan sampai usia pernikahan nya memasuki umur lima tahun cinta nya pada Erika tidak pernah tergantikan, semua yang dia lakukan hanya sebuah simbolis di depan keluarga nya, bahkan kehadiran Nathan itu juga akibat paksaan dari keluarga nya.
Di saat Nathan berusia dua tahun, dia yang mencoba membuka hatinya untuk istri nya yang selama ini juga terpaksa menikah dengan nya, saat rasa itu perlahan bertumbuh saat itu juga pertemuan nya kembali bersama Erika yang membuat nya kembali mendingin pada Naomi.
Kini Henry sudah berada di ruang kerja nya, di mana ruang ini pernah menjadi saksi bagaimana panas nya pergumulan yang pernah terjadi antara dia dan juga istri, cinta nya pada Naomi sering kali tumbuh dan layu secara terus menerus.
Entah lah hati nya bingung menentukan siapa yang akan di pilih nya untuk mendampingi diri nya, nanti.
Kini Dia harus kembali memfokuskan diri dengan apa yang ada di depan nya, di raih nya ponsel milik nya mematikan data lalu menyimpan nya di laci meja kerjanya.
Dia ingin benar-benar bersih tanpa ada gangguan dari siapapun.
...****************...
Naomi kini berada di salah satu pusat perbelanjaan, di mana di sedang melakukan pengecekan laporan yang selama ini secara diam-diam dia lakukan.
Naomi tahu cepat atau lambat dia akan tersingkir dari rumah besar itu, karena memang di sana bukanlah tempat nya.
Di sana dia hanya di jadikan alat pembuat anak dan akan ada masa nya dia akan kembali menjadi rakyat biasa seperti yang kini dia rasakan.
Cinta nya pada Henry mungkin harus segera di lupakan, karena pada kenyataannya sampai kapan pun mereka tidak akan pernah bersatu, perbedaan sosial yang membentang di hadapan mereka tidak mungkin begitu saja mereka satu kan.
Konsentrasi terganggu saat sahabat sekaligus sekertaris itu masuk ke dalam ruangan nya.
"Minum lah dulu, sejak pagi kamu belum makan kan" kata Siska
"Terimakasih" ucap nya Naomi pada sahabatnya.
"Makan siang nanti aku ingin pergi ke restoran baru buka, kamu harus mau menemani ku"
"Atur saja, bagaimana dengan salon kecantikan di kota sebelah apa semuanya berjalan lancar"
"Nanti lihat saja sendiri aku tidak mau membaca kan nya, Aku lelah ingin sekali aku berlibur"
"Pergi saja, aku yang akan mengurus semuanya"
"Kamu mau mengurus salon ini, ahahahahaha, kenapa aku tidak yakin kamu bisa" ucap Siska dengan penuh ejekan.
"Aku tidak mengejek mu yang pasti aku akan datang setiap hari "
"Lalu bagaimana tugas mu sebagai Nyonya muda Keith jika kamu mengurus salon kecil ini"
"Aku akan mengajukan gugatan cerai pada Henry"
"Apa, jangan membual Naomi"
"Selingkuhan nya hamil apa aku masih harus bertahan lagi" ucap Naomi yang kini kembali menetes air mata nya.
Sebisa dan sekuat apa pun dia berusaha tidak sakit hati nyata nya juga hati nya masih merasa kan lupa yang di tinggal kan.
Apakah Henry akan mengabulkan permohonan cerai yang di ajukan oleh Naomi, atau justru dia mempertahankan nya.
Atau justru dia berbalik arah pada cinta pertama nya.
Erika