Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Keluar dari rumah



Jessica benar-benar ikut keluar dari rumah tersebut, di merasa semua orang tidak ada yang adil pada kakak nya, meski di tidak sepenuhnya membenarkan kakak nya itu, tapi dia tetap keluar dari rumah tersebut.


Sama seperti kakaknya dia juga pergi tanpa membawa apa pun di sana, dia hanya membawa baju yang melekat di tubuh nya, bahkan perhiasan yang di pakai nya di lepas kecuali cincin pernikahan dan kalung pemberian suami nya.


Begitu juga dengan putri nya, mereka keluar dari rumah malam itu juga, dia yakin suami nya bisa menghidupi nya meski saat ini mereka tidak apa yang memiliki pekerjaan, mereka pun menuju rumah pribadi yang telah di beli oleh Morgan saat masih menjabat sebagai polisi dulu.


Juga dia punya beberapa tempat penyewaan alat-alat pesta yang tidak pernah sepi setiap hari nya, jangan lupa kan bengkel mobil yang di milik juga cukup untuk membiayai hidup mereka bertiga, bahkan dulu saja Morgan sudah berniat untuk memboyong istrinya itu keluar dari rumah tersebut, tapi keinginan nya itu tidak terwujud lantaran tidak mendapatkan izin dari mertuanya.


"Kamu yakin my queen, aku tidak ingin kamu menyesal nantinya"


"Apa kamu keberatan jika kami menghabiskan uang mu?" tanya Jessica yang kini berada di dalam mobil pribadi suaminya.


"Apa yang kamu katakan, aku bekerja untuk kalian jadi nikmati apa yang aku miliki, tapi maaf aku mungkin tidak bisa memberikan apa yang pernah kamu dapatkan dari orang tua mu"


"Aku mengerti, tapi apa aku boleh bekerja?"


"Boleh"


"Benarkah" ucap Jessica memastikan apa yang di katakan Morgan.


"Iya, kamu cukup bekerja di malam hari saja" ucap Morgan dengan senyum penuh maksud.


"Apa kamu berniat menjadi aku wanita malam"


"Kamu keterlaluan Morgan" marah nya sambil memukuli lengan kekar suami nya.


"Apa yang aku pikirkan My queen, aku hanya ingin kamu bekerja di atas ku saja, itu sudah lebih dari cukup"


"Ahhh, sakit"


"Rasakan"


Jessica pun memalingkan wajahnya ke luar jendela yang ada di samping nya saat Morgan menyingkap kaos nya yang ada cap empat gigi istrinya di perut six pack nya.


"Kamu tahu queen, saat ini aku benar-benar merasa bahagia, karena aku akan menjadi suami seutuhnya"


"Maafkan aku"


"Sudah jangan di pikirkan, yang harus kamu pikirkan adalah baju malam dan gaya apa yang akan kamu pakai saat kita sampai di rumah"


"Menyebalkan"


"My king, apa bisa membantu ku mencari di mana kak Henry, aku sangat mengkhawatirkan nya"


"Apa kamu mau menemui saat ini"


"Kamu tahu di mana?"


"Aku tahu"


"Bawa aku ke sana" pinta Jessica sambil mengedip-edipkan mata nya.


"Tapi itu tidak gratis" ucap Morgan menebar umpan nya


"Terserah"


Morgan pun membelokkan mobil nya ke salah satu apartemen yang cukup mewah di sana, dia membawa istri nya turun dan tak lupa dia juga mengendong putri nya yang sedang tidur.


Jessica yang ingin memprotes pun terdiam saat dia melihat orang yang membuka pintu itu adalah kakak sulung nya, tanpa aba-aba Jessica langsung memeluk kakak nya itu, dia tampak berantakan dan bau aroma alkohol tercium dari mulut kakaknya itu.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Henry yang masih sadar itu.


"Biar kan aku masuk kak, tangan ku pegal karena mengendong keponakan mu ini" ucap Morgan yang langsung menggeser posisi kakak ipar nya yang masih di peluk oleh istrinya


"Apa yang terjadi?" tanya Henry yang terlihat heran dengan kedatangan dua orang itu, belum lagi Delisa yang mereka bawa keluar rumah malam-malam begini dan dari mana mereka tahu dia punya apartemen di sini, seingat nya dia sama sekali tidak pernah memberi tahukan pada siapapun tentang apartemen yang di beli nya dari uang hasil pabrik susu milik nya.


"Kakak tidak ingin menyuruh ku masuk?" manja Jessica pada kakak nya itu, meski dia sempat membenci kakak nya itu, tapi saat tadi di nasehati oleh suaminya, dia pun menyadari kekeliruannya yang tidak pernah dia sadari.


Henry pun mengangkat adik nya itu masuk ke dalam rumah, dan pintu di kunci dari dalam oleh Morgan yang sudah keluar dari kamar, dia menidurkan putri nya di salah satu kamar yang ada di sana.


Kini mereka semua duduk di sofa dengan banyak botol minuman keras di sana, Jessica melirik tajam pada kakak nya itu, yang selalu lari pada minuman jika ada masalah yang menimpa nya.


"Apa?, mau protes" kata Henry saat adik nya ingin membuat suara, Jessica yang mendengar itu hanya bisa mencebikkan bibir nya.


"Dari mana kalian tahu, aku punya apartemen di sini?" lanjut Henry yang tidak lagi bisa menahan keingintahuan nya.


"Bangunan ini milik ku kak" ucap Morgan dengan santai, seakan apa yang di katakan nya itu tidak ada yang salah.


Memang tidak ada yang salah, hanya saja mereka tidak menyangka jika gedung apartemen bertingkat itu milik Morgan.


"Jangan bercanda My king?"


"Terserah jika kalian tidak percaya, coba kakak ingat saat kakak menandatangani surat kepemilikan di sana ada tanda tangan atas nama MJ crop kan"


"Jangan bilang itu adalah singkatan nama awal kalian?" ucap Henry yang terkejut saat tahu kekayaan yang di miliki oleh adik iparnya.


"Aku tidak tahu apa pun kak"


"Ini sudah lama aku bangun, sebenarnya itu dulu peninggalan kakek ku, aku merenovasi nya lagi dan menjadi seperti ini"


"Kenapa tidak mengatakan pada ku? apa kamu tidak menganggap ku istri mu lagi?" marah Jessica pada suami nya.


"Lihat kak, adik mu ini selalu saja marah tanpa berfikir jauh, contoh nya saja pada mu saat itu, tapi saat kamu keluar dari rumah utama dia juga mengikuti mu keluar dari rumah"


Henry terkejut saat mendengar apa yang di katakan oleh Morgan, dia pun menatap ke arah adik nya yang bersembunyi di balik tubuh suaminya, dia takut hanya melihat sorot mata tajam kakak nya itu.


"Apa itu benar Jessica?"


Jessica mengangguk di balik tubuh suaminya, dia takut kakak nya itu akan marah.


"Kenapa melakukan itu, kasian mama pasti dia sendirian"


"Kata siapa sendirian, di sana ada anak kesayangan dan juga menantu kesayangan nya bukan?"


"Bukan nya dia juga kakak ipar kesayangan mu, sampai kamu mendiamkan kakak mu sendiri selama ini" ucap Henry kembali meminum alkohol yang baru saja dia tuang ke dalam gelas.


"Akuuuuu"


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Kepoin juga novel baru ya 👇👇👇👇👇