Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Rindu Papa



Malam itu, keempat orang beda generasi itu duduk di ruang kerja milik Morgan, mereka membahas rencana untuk merebut kembali apa yang saat ini berada di tangan orang yang tak seharusnya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bulan sejak kejadian itu, Henry sama sekali tidak pernah muncul ke permukaan, dia hilang bagai di telan bumi, yang membuat Alessandro gusar dengan sendirinya, ada ketakutan dalam diri nya, jika sampai ada seseorang yang membeberkan rahasia besar nya.


Maka saat itu juga dia akan kehilangan segalanya, kekuasaan nya dan juga istri tercinta nya, tapi apa mungkin ada orang yang mengetahui rahasia besar nya, bukan kan semua itu sudah sangat lama dan dia yakin kan diri nya jika tidak akan ada jejak yang belum dia bersihkan.


Tidak ada bukti yang bisa menjerat nya bukan, jadi apa yang dia khawatirkan.


"Apa yang kamu pikirkan sayang?" tanya istrinya yang kini duduk di samping nya.


Terdengar hanya helaan nafas yang keluar tanpa jawaban, Alessandro menoleh pada istrinya yang tidak pudar oleh wanita kecantikan nya itu, memang benar jika uang bisa merubah apa pun menjadi seperti yang kamu inginkan.


"Aku hanya mengkhawatirkan anak-anak kita, terutama Henry, dia tidak bisa aku temukan di mana pun"


"Tidak biasa nya dia lepas dari pantauan mu sayang, lalu bagaimana dengan Jesicca?"


"Dia ada di rumah nya sendiri, seperti dia bahagia di sana, kamu jangan khawatir aku akan terus berusaha mencari di mana keberadaan Henry"


"Terima kasih sayang, kamu sungguh suami yang sangat baik, dan menyayangi anak-anak ku seperti darah daging mu sendiri"


"Apa yang kamu katakan, siapapun mereka dan siapa ayah nya mereka adalah anak-anak ku, jadi jangan katakan itu lagi"


"Aku mencintaimu Alessandro"


"Aku lebih mencintai mu"


"Bahkan aku melakukan apa pun untuk memiliki mu Amelia Roberto"


Tok


tok


tok.


Mama Melly yang tadi sedang duduk di samping suami nya pun berdiri membuka kan pintu kamar nya, yang ternyata di sana adalah pengasuh dari Nathan yang ada di belakang pintu.


"Ada apa?"


"Tuan muda kejang-kejang Nyonya, dia terus saja memanggil papa nya, bahkan saking panasnya iris mata hitam nya tidak terlihat lagi"


"Sayang, kita bawa Nathan ke rumah sakit sekarang" ucap Mama Melly pada suaminya.


"Ada apa dengan Nathan"


Tak menggubris pertanyaan suami nya, dia langsung keluar dari kamar menuju kamar cucunya yang sudah tidak sadarkan diri.


Mereka langsung menuju ke rumah sakit, sampai di sana dengan Nathan yang langsung mendapat perawatan di sana, belum selesai urusan Nathan kini mereka harus di buat kelimpungan oleh Nick yang penyakit nya juga kambuh di saat yang bersamaan.


Di mana Nick yang tiba-tiba terjatuh dari ranjang kamar nya dan menyebabkan benturan yang cukup keras, di tambah lagi Nick yang tidak mau meminum obat nya membuat kondisi sangat rentan.


Mereka kebingungan di sana, dua anak kecil itu sama-sama sedang bertaruh nyawa untuk tetap bertahan hidup tanpa kedua orang tua nya, Mama Melly menangis di pelukan suami nya yang tampak marah pada Henry karena membuat istri tercinta nya itu meneteskan air mata.


"Maaf Tuan"


"Pasien bernama Nathan terus saja mencari Papa nya, mungkin dia merindukan papa nya jadi besar kemungkinan dia hanya akan sembuh saat papa nya menemani nya"


"Apa dia tidak bisa pulang, anak nya membutuhkan dorongan dari papa nya supaya cepat sembuh"


"Baik dok, saya akan meminta nya untuk pulang secepat nya"


"Baik, saya permisi"


"Terima kasih dok"


Sepeninggal dokter tersebut Mama Melly malah menangis sejadi-jadinya, dia merasa gagal menjadi ibu dari anak yang di titipkan suami pertama nya itu.


Entah mengapa beberapa hari ini dia selalu melihat bayangan suami pertama nya itu, apa mungkin karena kepergian kedua anak nya dari suami pertama nya itu mengingat kan dia pada sosok suami nya yang telah lama dia lupakan.


Bukan melupakan tapi banyak nya kegiatan yang membuat nya mengesampingkan rasa itu dalam hati nya.


"Apa yang harus kita lakukan sayang?" tanya Mama Melly.


"Tenanglah, aku sudah meminta anak buah ku untuk mencari di mana keberadaan Henry, anak itu selalu saja seperti itu membuat masalah saja biasa nya" kesal nya.


"Coba lihat adik nya dia tidak pernah menyusahkan kita"


"Dasar anak tidak berguna" maki nya yang entah itu membuat hati Mama Melly tersentil.


Bukan sekali dua kali, bahkan sering Alessandro mengatakan itu pada nya tapi dia sama sekali tidak pernah diambil hati, tapi entah saat dia mendengar nya tadi, hati nya terasa di cabik-cabik.


Apa lagi dia selalu membandingkan Henry dengan Daniel anak kandungnya sendiri, tapi dia mau bagaimana lagi, dia tidak punya daya untuk melawan nya, andai saja, suami pertama nya itu tidak meninggal pasti saat ini dia tidak akan merasakan apa yang dia rasakan saat ini.


Penantian dan keyakinan nya bertahun-tahun bahwa suaminya pertama nya itu masih hidup tetap melekat dan terpatri tapi dalam ingatannya, entah alasan apa yang membuat Samuel masih menyembunyikan dirinya, dia yakin ada saat di mana mereka akan bertemu entah itu di alam yang berbeda.


"Keluarga atas nama Nicholas?"


"Saya Mama nya, ada apa dok" sahut Naomi yang tiba-tiba ada di sana, membuat kedua orang itu mengalihkan pandangannya pada Naomi yang masih memakai seragam kerja nya.


"Apa golongan darah anda sama dengan golongan darah putra ibu?"


"Tidak dok"


"Stock darah di rumah sakit habis, kamu sudah menghubungi palang merah tapi di sana juga kosong"


"Kami bertiga tidak ada yang punya golong darah yang sama dok" sahut Alessandro yang menatap ke arah dokter tersebut.


"Kami akan usahakan, tapi kamu juga minta bantuan dari pihak keluarga"


"Saya akan cari kan dok"


"Baik"


"Temani Mama mertua mu di sini, aku akan pergi mencari Henry dan juga donor darah" ucap nya dingin pada Naomi sejak kepergian nya dari rumah waktu itu.


Kini Naomi tinggal di rumah pribadi nya setelah memiliki keluar dari sana setelah Alessandro meminta nya untuk menikah dengan Daniel setelah perceraian nya dengan Henry yang merupakan anak sulung nya, apa Alessandro pikir dia adalah piala bergilir untuk anak-anak yang bisa Gonta ganti pasangan.


Kejadian itu terjadi setelah dia pulang dari makan bersama di sebuah restoran satu bulan yang lalu.


"Apa boleh aku mendonorkan darah ku untuk cucu mu?"