
Henry langsung pergi begitu saja saat mulai mencerna apa yang di katakan oleh papa nya itu, dia menuju ke tempat di mana Erika berada.
Dia memarkirkan mobilnya sembarang di sana, dia langsung turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah menuju lantai dua tempat kamar Erika berada.
Dia yang tergesa-gesa ingin membuka pintu kamar pun tertahan saat mendengar suara kekasihnya itu bersama laki-laki yang sangat dia kenal itu.
"Aku tidak menyangka kamu benar-benar melakukan itu semua"
"Dia penghalang terbesar untuk rencana kita, akan mudah jika kita melenyapkan nya saja, di tambah lagi aku dengar dia sedang hamil"
"Tapi bagaimana dengan ku, anak yang aku kandung ini adalah anak mu dan si tua Bangka itu ingin melakukan tes DNA"
"Jangan pikirkan itu semua, aku yang akan mengurus semuanya, kamu hanya jalankan tugas mu untuk semakin menjerat pria bodoh itu"
"Untung saja dia tidak curiga dengan kehamilan ku, kita sudah lama sekali tidak pernah melakukan nya lagi"
"Ajak dia bertemu rayu dia untuk menikmati tubuh mu, maka si bodoh itu akan semakin yakin kalau dia adalah papa nya"
"Aku males sekali melakukan itu dengan nya" keluh Erika sambil menyandarkan tubuhnya di dada bidang mantan suaminya itu, entah benar bercerai atau belum yang patut dia mengatakan kalau dia sudah bercerai dengan suaminya.
"Aku akan menjenguk anak kita dulu, jadi kamu sudah puas saat dia menikmati mu"
Henry yang melihat kejadian itu pun seakan di tampar keras oleh keadaan yang ada, di mana dia mengkhianati wanita yang begitu dia bela, bahkan dia menentang kedua orang tuanya.
Bahkan kini dia harus kehilangan janin nya sendiri akibat ulah nya sendiri, Henry yang berniat pergi dari sana setelah melihat semua nya bahkan dia juga merekam percakapan dua orang di sana itu, terkejut saat mendapatkan pukulan di tengkuk lehernya.
Dia langsung jatuh pingsan di lantai, yang langsung di gotong oleh beberapa orang sejak tadi mengikuti nya.
Dia di bawah ke suatu tempat yang sudah mereka rencanakan secara sembunyi-sembunyi tentu nya atas perintah dari seseorang yang menginginkan kehancuran The Alessandro group.
Sementara di dalam kamar tadi Erika dan juga Benny mereka melanjutkan permainan yang baru mereka mulai tanpa memperdulikan apapun lagi, mereka bergumul dengan sangat panas, merayakan sesuatu yang akan menghancurkan mereka di kemudian hari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah rumah sakit tempat di mana Naomi di rawat Papa San terus saja menenangkan istrinya itu yang tiba-tiba mencemaskan semua yang terjadi hari ini.
Papa San juga dia merasa ada yang tidak beres di sana, dia sama sekali tidak mendapatkan kabar tentang Henry yang tadi keluar dari rumah sakit dan kini tengah berada di rumah musuh nya itu.
Deg.
Jangan-jangan,
Tidak ini tidak boleh terjadi.
Kejadian puluhan tahun yang lalu itu tidak boleh terjadi lagi, dia harus melakukan sesuatu supaya semua nya berjalan di jalan yang telah dia tentu kan.
"Tunggu lah di sini, aku akan segera kembali" ucap papa San berpamitan pada istri nya.
"Kamu mau kemana?"
"Tunggu di sini sebentar, aku hanya ingin memastikan sesuai"
"Zayn, jaga Nyonya besar mu, jangan biarkan dia pergi kemanapun"
"Baik Tuan besar"
Setelah meninggal pesan pada pengawal nya papa San keluar dari sana menuju ke suatu tempat yang jarang dia datangi jika tidak dalam keadaan genting seperti ini.
Dia juga menghubungkan Ferry untuk pergi ketempat yang sama, begitu juga dengan Pedro yang kini juga melesat menuju tempat yang di maksud oleh Tuan besar nya.
Papa San yang tidak ingin membuang waktu pun harus menahan kekesalannya saat mobil nya di hentikan secara paksa oleh seseorang yang sama sekali tidak dia kenal.
Bahkan dengan berani dia menggedor pintu mobil nya dan memaksa masuk ke dalam sana.
"Siapa kamu" ucap pengawal papa San yang turun dari mobil.
"Tuan, tolong ijinkan saya masuk kedalam mobil, saya ingin menyampaikan sesuatu mengenai Tuan Henry"
"Siapa kamu?" tanya pengawal itu dengan tatapan penuh selidik.
"Saya pelayan yang di perintahkan oleh Tuan Henry untuk bekerja di rumah Nona Erika"
"Aku tidak bisa begitu saja mempercayai mu, coba sebutkan kata sandi yang biasa di gunakan di keluarga Keith untuk mengenali anggota nya"
Pelayan wanita itu pun menyebutkan apa yang di minta oleh nya, dia cukup terkejut saat mengetahui bahwa dia benar anggota mereka yang di pilih langsung oleh Henry.
"Tuan kita tidak punya banyak waktu, kita harus segera menyelamatkan Tuan Henry"
"Apa maksudmu?"
"Cepat masuk jangan membuang waktu"
Mereka berdua langsung masuk begitu saja, pelayan wanita itu menunjukkan ponsel milik yang terhubung dengan Tuan nya.
Tadi sebelum dia masuk ke sana dengan sengaja dia menabrakkan diri pada tuan nya yang sedang berlari ke lantai atas, dia merasa ada yang tidak beres di sana.
Dia pun langsung membongkar lemari baju nya di mana dia meletakkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan nya yang sebenarnya.
Dan ternyata feeling nya benar, tuan nya itu sedang di incar dan keselamatan nya di pertaruhkan saat ini, setelah dia merasa aman, dia keluar dari sana seperti seseorang yang ingin pergi berbelanja.
Mereka juga cukup pandai mengelabuhi para pengawal yang mengikuti Tuan nya itu, salah satu dari mereka menyamar menjadi Tuan nya lalu membawa mobil nya pergi dari sana.
Dengan itu mereka tidak curiga sama sekali dengan apa yang sebenarnya terjadi, setelah mobil Henry di bawah pergi mereka membawa tubuh Henry pergi dari sana.
Untung nya tadi dia menyelipkan gps nya itu di saku celana nya jika tidak pasti lah usahanya sia-sia dan mungkin saja mereka akan kesulitan untuk menemukan dia mana tuan nya itu.
"Apa yang kamu ketahui?" tanya Papa San pada pelayan yang baru saja dia temui.
"Semua nya konspirasi yang sudah direncanakan sejak lama, sebenarnya target mereka bukan Tuan Henry, melainkan Nyonya muda Keith"
"Kenapa, harus dia yang bukan bagain dari darah ku?"
"Karena Nyonya muda adalah aset terkuat di keluarga Keith, mereka sudah memperkirakan kehancuran keluarga Keith jika Nyonya muda berpisah dengan Tuan Henry"
"Cukup licik permainan mereka, tapi aku punya seribu cara untuk menggagalkan nya"
"Anda juga harus tetap berhati-hati Tuan, setahu saya, bukan hanya keluarga Leneva saja yang menginginkan kehancuran anda, tapi juga Tuan muda Aron Keith"
Papa San memejamkan matanya saat tahu adik satu-satunya itu malah bergabung dengan musuh nya untuk menghancurkannya, cukup kah selama ini dia menjadi benalu di perusahaan dan kini dia mulai berani mengusik ketenangan keluarga nya.