Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Menguntit



Hari ini Naomi sudah di perbolehkan untuk pulang, meski ingatan nya belum pulih, sejak pagi Henry sudah ada di sana meski dia tahu kalau istri nya itu tidak mengenali sama sekali.


Jika memang apa yang dia lakukan dulu menyakiti hati istri nya, maka kini dia akan mengambil hati nya dengan cara sendiri, dia akan mengikat cinta wanita yang telah memberikan nya dua orang putra yang kini setiap pagi harus dia tenangkan karena terus mencari mama nya.


Naomi di bantu oleh sahabatnya Siska, kini turun dari ranjang dan bersiap untuk pulang, di sana juga ada Rayden yang menjemput nya.


Henry sebenarnya sangat kesal pada dokter yang menangani putra nya itu, dia seakan bahagia di atas hilang nya ingatan dari istri nya itu.


Seakan itu adalah kesempatan untuk nya merebut Naomi dari sisi nya, tapi dia tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Naomi istrinya, sampai kapan pun dia akan tetap menjadi istri sekaligus Nyonya muda Keith.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Henry pada istri nya itu, sedangkan Naomi dia hanya diam tanpa menjawab ucapan Henry, Naomi seakan tidak melihat ada nya Henry di sana.


"Ayo kita pulang, atau kamu mau jalan-jalan dulu"


"Apa-apan ini, dia butuh istirahat yang cukup, kenapa kamu malah mengatakan hal konyol seperti itu" geram Henry.


"Aku ingin pergi ke taman yang biasa nya kita ke sana kak, seperti aku sudah lama tidak ke sana"


"Apa pun untuk mu, ayo kita berangkat"


kata Rayden yang ingin mengandeng tangan Naomi namun di tepis dengan kasar oleh Henry.


"Kamu siapa sih, kenapa selalu menganggu ku, pergi lah aku tidak mau melihat mu"


Nyees.


Hati siapa yang tidak sakit saat di usir oleh seseorang yang dia cintai, apa lagi itu adalah istri nya, wanita yang selama ini dia sia-siakan tapi kini dia perjuangkan semampu yang dia bisa.


Setelah mengatakan itu Naomi berjalan melewati nya, dia berjalan bersama dengan Rayden dan juga Siska di sana, tidak ada satu pun yang mau membantu nya untuk mendekati istrinya.


Mungkin ini karma untuk nya yang harus berjuang seorang diri untuk menyakinkan Naomi dsn juga orang di sekitarnya jika dia benar-benar mencintai istri nya itu.


Dia pun mengikuti mereka keluar dari rumah sakit menggunakan mobil milik Rayden, dia pun langsung masuk membuntuti mobil yang membawa istri nya.


Sementara Naomi yang kini berada di jok belakang mobil pun melihat ada sebuah mobil yang mengikuti mobil mereka sejak mereka meninggalkan rumah sakit hingga mereka sebentar lagi akan sampai di taman yang mereka tuju.


Dan itu membuat Naomi tidak tenang di buat nya tingkah nya yang gelisah itu pun di sadari oleh Siska yang duduk di samping nya.


"Ada apa Naomi?"


"Aahh, tidak"


"Jangan menyembunyikan sesuatu dari ku, aku tahu sejak tadi kamu tengah memikirkan sesuatu!"


"Katakan saja Bella apa yang kamu rasakan, atau kamu Ining pulang saja?" tanya Rayden yang mencoba mengerti apa yang di rasakan oleh pujaan hati nya.


Gerak-gerik Naomi yang terlihat tidak nyaman dan sesekali menoleh kebelakang itu pun menarik perhatian Rayden yang sedang mengemudi mobil, dia pun memperlambat laju mobil nya, dia ingin tahu siapa yang mengikuti mereka saat ini.


Senyum Rayden tersungging di sana saat atau mobil siapa yang kini mengikuti nya, dia pun semakin merasa di atas angin dengan apa yang terjadi saat ini.


Dia yang tadi nya ingin menuruti keinginan Naomi langsung mengurungkan nya, dia membawa Naomi pergi sesuatu tempat yang paling di sukai nya dulu.


Pantai.


Dia membawa Naomi ke pantai yang dulu menjadi tempat favorit nya melepas penat nya beban hidup yang dia rasakan.


Siska yang merasa ini bukan jalan menuju rumah sahabat nya pun mengingatkan Rayden yang dikira nya lupa dengan jalan menuju rumah Naomi.


Tapi jawaban yang di berikan Rayden membuah Siska terdiam dan tidak lagi membantah nya, sementara Naomi hanya bisa diam saat mendengar ucapan Rayden yang akan membawa nya ke suatu tempat yang sangat indah.


Sementara Henry dia hanya bisa mengeram kesal, sambil terus mengikuti kemana mobil yang membawa istri nya itu pergi, tidak kah laki-laki itu tahu kalau saat ini dia tengah menculik istrinya itu.


Awas saja, kalau nanti Naomi sudah ada di pelukan nya dia sama sekali tidak akan mengizinkan pria itu untuk melihat istrinya meski hanya bayangan saja.


Mobil di depan nya itu melaju pelan ke arah yang dia tebak adalah sebuah pantai, karena tidak ada lagi taman nya ada di sekitar sana dan juga rumah mertua nya itu berlawanan arah dengan jalur yang di lewati mobil nya.


Setelah beberapa menit akhir mereka berhenti tepat di tempat yang dia tebak,


mereka berhenti di bawah pohon kelapa yang menjulang tinggi ke atas.


Istrinya itu turun m, setelah pintu di buka oleh Rayden, satu tangan nya membantu Naomi untuk turun sedangkan tangan satu nya lagi dia taruh di atas kepala Naomi.


Agar wanita itu tidak terbentur badan mobil, Naomi yang di perlakukan seperti itu pun tersipu malu, tak lupa dia pun berterima kasih pada Rayden di tambah dengan senyum manis nya yang semakin membuat Henry kepanasan di sana.


Rayden menatap Henry dengan senyum mengejek nya, lalu membawa Naomi mendekat ke arah pantai.


Henry merasa kesal dengan apa yang di lakukan oleh dokter tersebut, ingin rasa nya dia menceburkan nya kedalam pantai, buat sekalian di makan oleh paus dan binatang di lautan.


Dia turun dari mobil nya dengan pandangan yang tak lepas dari sosok istri nya yang di ratukan oleh pria yang kini menjadi saingan terberat nya.


Dia menatap penuh sesal saat melihat tawa bahagia yang keluar dari mulut istrinya itu, selama ini dia tidak pernah ada waktu untuk berdua seperti itu dengan istrinya.


Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tentunya dengan Erika, wanita yang lemah lembut itu ternyata hanya topeng nya saja, dan selalu hampir sepuluh tahun dia tertipu oleh sikap manis Erika yang membuat nya buta akan cinta yang sesungguhnya.


Henry terus menatap istrinya yang tertawa bahagia dengan pria itu, dalam hati nya dia berjanji akan membahagiakan Naomi, dia akan menjerat wanita itu, dengan cinta nya dan kedua anaknya.


Dia keturunan Alessandro yang bisa melakukan apa pun, jika ayah nya bisa maka dia akan lebih bisa dan harus bisa.