Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Milik ku



Naomi meniup rambut yang menutupi mata nya, dia terlalu bosan dengan apa yang di lakukan, sejak tadi Henry hanya meminta nya untuk duduk di meja yang ada di dekat pintu tanpa melakukan apa pun.


Dia bagai pajangan hidup yang ada di sana, sudah beberapa kali dia memprotes tapi sama sekali tidak di tanggapi oleh Henry yang tengah serius membaca laporan yang ada di tangan nya.


"Tuan, saya bosan" ucap nya lagi yang terdengar sangat indah di telinga Henry saat istrinya itu merengek pada nya.


"Kemari lah" jawab nya tanpa menoleh sedikit pun, dia yang sedang terfokus pada berkas yang ada di tangan nya mendadak hilang konsentrasi saat mendengar ketukan heels yang di kenakan oleh istrinya.


Apa lagi saat Naomi berjalan mendekati nya, harum parfum yang melekat pada istri nya itu membuat sesuatu yang ada di sana menggeliat hanya karena parfum saja.


"Apa yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Naomi yang berdiri di balik meja kerja nya.


Henry menarik tangan istrinya itu, lalu mendudukkan nya di paha nya, sementara Naomi dia terus bergerak di sana membuat sesuatu yang tertidur itu menunjukkan kegaharan nya.


Henry mengeram tertahan saat istrinya itu bukan nya berhenti dia malah semakin bergerak liar di paha nya, Henry pun menggigit bahu nya.


"Diam lah, atau aku tidak akan melepaskan mu" perintah nya yang membuat Naomi tersipu malu tapi tidak juga diam.


"Aku rasa kamu sudah merindukan malam kita" ucap nya sambil membelai lembut pipi Naomi yang kini berjarak sangat dekat dengan nya itu.


"Turun kan saya Tuan, anda sangat kurang ajar sekali" ucap Naomi yang terus memukuli dada suami nya.


"Tidak akan, duduk lah seperti anak manis atau aku tidak akan mengijinkan mu pulang ke rumah"


"Aku tidak peduli, siapa kamu yang bisa seenak nya mengatur saya"


Ucap Naomi yang terus bergerak tak beraturan membuat Henry menyerah dan melepaskan istrinya yang langsung berlari menuju pintu keluar yang telah di kunci secara otomatis di sana.


Tak cukup sekali dua kali Naomi mencoba membuka pintu tersebut, tapi hasil nya tetap saja sama, dia tidak berhasil membuka nya, dan itu membuat nya berani menatap tajam pada laki-laki yang mengurung nya itu.


"Katakan apa sebenarnya yang anda inginkan Tuan"


Henry menghelakan nafas nya, dia pusing sekali saat ini adek kecil nya yang ingin di tuntas kan, pekerjaan nya menumpuk belum lagi istri nya yang membuat nya harus ekstra sabar menghadapi nya kali ini.


Di tinggalkan oleh nya pekerjaan nya itu, dia menghampiri istrinya yang sedang menatap tajam ke arah nya, dia sama sekali tidak takut pada nya saat ini, dia merasa tangan istrinya itu lalu menuntun nya agar Naomi mau dia ajak duduk di sofa yang ada di ruangannya.


Bukan nya menurut, Naomi justru menepis tangan Henry yang hendak meraih nya, dan itu membuat Henry Kembali menghela nafas nya, dia menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu membuang nya perlahan, dia tidak ingin emosi nya memperkeruh suasana.


"Tidak perlu, biarkan saya pergi, saya tidak butuh pekerjaan ini"


"Aku mohon kali ini saja, aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu"


"Tidak ada yang perlu anda tunjukkan Tuan, bagaimana anda saya sudah cukup paham hanya dengan melihat tingkah anda yang sangat arogan ini"


"Satu kali ini saja, setelah itu aku tidak akan menahan mu lagi" pinta Henry pada Naomi yang kini tidak lagi menatap tajam pada nya.


Naomi merasa sudut hati nya bergemuruh saat melihat wajah Henry yang sedikit mengiba pada nya, dia berjalan menuju sofa yang dia maksud oleh Henry dan duduk di sana dengan perasaan tidak nyaman.


Melihat istrinya yang sudah duduk di sofa membuat Henry tersenyum meski naomi sama sekali tidak melihat kearahnya, dia mendudukkan dirinya berhadapan dengan istri nya itu, dia menyodorkan satu album yang sejak kemarin ingin dia berikan pada istri nya itu, bukan dia tidak lupa tapi situasi nya yang menurut Henry tidak pas, membuat nya menunggu waktu seperti yang di inginkan oleh nya.


Dengan ragu Naomi menerima nya, sekedar menerima tanpa membuka nya sama sekali, dia seperti mengenal buku tersebut tapi apa isi di dalam nya, dia penasaran ingin membuka nya, tapi dia sama sekali tidak berani, karena Henry tidak mengatakan apapun bukan, lagi pula jujur dia tidak ingin tahu apa isi dalam nya.


"Buka lah, mungkin dengan itu, kamu bisa mengingat siapa aku dan anak-anak, kami merindukan mu" ucap Henry.


Naomi masih menimang dengan apa yang kan dia lakukan antara membuka bukunya atau membiarkan saja buku album itu, tanpa membuka nya sama sekali.


Henry yang melihat itu tersenyum getir di sana, sebegitu buruk nya dia sampai istrinya itu sama sekali tidak ingin membuka nya atau memang istrinya itu berniat untuk melupakan semua yang pernah terjadi di antara mereka.


Jika itu yang di inginkan oleh Naomi setidak nya, coba ingat anak mereka yang membutuhkan kasih sayang ibu nya, mereka merindukan Mama nya yang sudah hampi dua bulan ini meninggal mereka semua, dia sendiri juga merindukan istri nya itu yang dulu akan memarahi nya saat dia minum red wine terlalu banyak, atau yang lebih sederhana istri nya itu akan mengomel jika dia menaruh handuk basah di atas sofa yang adak di ruang ganti.


Dia merindukan semua, merindukan istrinya yang cemberut saat kedua putranya itu menangis mencari nya saat akan tidur, dia merindukan setiap momen yang ada, dia ingin istrinya kembali, setiap hari nya dia selalu meminta pada semesta untuk mengembalikan istrinya pada nya.


Dia berjanji pada semesta jika dia kembali kan istrinya seperti dulu, dia akan meratukan ibu dari kedua putra nya, ya dia akan melakukan apa pun itu asal istri nya kembali pada nya, entah dengan cara seperti apa, jika dia tidak bisa menggunakan cara halus, maka jalan satu-satunya dia akan tetap memaksa Naomi agar tetep berada di sisi nya.


Persetan dengan dokter itu, dia juga akan menyingkirkan nya jika dia berani mendekat ke arah istrinya, cukup sekali dia merasa sakit hatinya saat istrinya itu di sentuh oleh laki-laki itu, sekarang dia tidak akan memberikan nya lagi kesempatan untuk nya mendekati istrinya.


Karena apa pun yang sudah menjadi milik nya tidak akan bisa di dapatkan oleh orang lain kecuali dia yang melepaskan nya, lihat saja apa yang akan dia lakukan untuk menyingkirkan laki-laki itu dari hadapan istrinya, dia akan membuat hari-hari yang indah bersama keluarga kecil nya.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Mampir juga ke karya teman ku 👇👇👇👇👇 jangan lupa mampir ya