Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Kritis



Henry menoleh pada sebuah mobil yang kini melaju kencang meninggalkan Naomi yang tergeletak di sana, dia melihat kearah plat mobil yang dia tahu siapa pemiliknya.


Namun dia ragu dengan apa yang dia lihat, benar kah?


Henry yang mematung di sana di kaget oleh papa nya yang tiba-tiba ada di sana lalu mengangkat Naomi masuk ke dalam mobil miliknya, dia juga melihat banyak mobil pengawal papa nya yang tengah mengejar mobil yang melaju kencang setelah menabrak Naomi.


Henry langsung masuk ke dalam mobil nya, mengikuti mobil papa nya yang membawa Naomi ke rumah sakit.


Sampai di sana di langsung turun bersama dengan papa nya, dia langsung mengambil alih Naomi yang ingin di bopong oleh papa nya itu.


Baju putih Naomi kini berganti warna manjadi merah pekat, kepalanya mengeluarkan banyak cairan marah yang terus mengalir di dari kepalanya.


Dia berlari menuju unit gawat darurat dengan Naomi yang ada di pelukan nya, di sana dia di sambut oleh suster dan juga dokter yang akan menangani istrinya itu.


Saat Naomi dia baring kan dia ranjang, dia melihat darah yang mengalir dari paha nya, di pun menatap ke arah lengan nya baju nya yang juga menuju dengan darah yang dia sendiri ragu akan dari mana nya darah itu berasal.


Tunggu.


Henry mengingat sesuatu yang mungkin menjawab kebingungan nya, tapi dia sempat melihat bukan, bahwa ada darah yang mengalir di paha istri nya itu.


Dia menerobos masuk ke dalam ruang tempat istrinya yang tengah di tangani namun langkah nya terhenti saat dia di hadang oleh Papa nya.


"Bawa pergi manusia tak berguna ini dari sini, jangan sampai aku melihat nya lagi, atau aku akan membuat nya tidak pernah lagi ada di dunia ini" teriak papa San pada pengawal.


"Pa, papa tidak bisa seperti itu, dia istri ku"


"Apa kamu bilang istri mu, istri mu yang mana sialan, bukan kah selama ini kamu tidak menganggap nya"


"Pergi sebelum aku melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya, aku tidak peduli meski kamu darah daging ku" maki papa San pada putranya itu.


"Kalau sampai terjadi apa-apa pada cucu ku, aku akan benar-benar menghancurkan kekasih mu itu, sampai ke akarnya"


Deg.


Cucu papa nya.


Tunggu apa istrinya itu tengah hamil lagi, hamil anak ketiga mereka, dan dia tidak tahu keadaan istrinya itu, apa memang sejauh itu hubungan mereka sampai kabar gembira seperti itu pun dia tidak mengetahui nya.


Suami macam apa dia ini hingga dia tidak menyadari sikap Naomi yang sedikit berubah manja pada nya, beberapa hari yang lalu sebelum dia mengetahui bahwa selingkuhan suaminya itu hamil.


Mereka yang sedang bersitegang, langsung mengalihkan perhatian saat dokter yang menangani Naomi keluar dari ruang tersebut.


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Henry yang langsung mendekati dokter itu.


"Pasien harus segera di operasi, pendarahan di kelapa nya cukup parah, dan bisa berakibat fatal jika tidak segera di tangani"


"Lakukan apa pun untuk putri ku dokter, aku akan mengurus semua administrasi nya" sahut papa San yang langsung berjalan meninggalkan mereka di sana, tanpa menunggu jawaban dari dokter tersebut.


"Tuan, istri anda juga mengalami pendarahan hebat, besar kemungkinan janin yang ada di dalam kandungan harus di angkat mengingat kondisi ibu nya yang tidak memungkinkan untuk tetap mempertahankan nya"


"Tapi kami akan berusaha semampu kami untuk menyelamatkan kedua nya"


"Lakukan yang terbaik untuk kami dok, jangan khawatir kan soal biaya, kami akan membayar nya berapa pun itu"


"Baik Tuan saya permisi"


Henry duduk di kursi tunggu rumah sakit tersebut, dia mengacak-acak rambutnya, menyadari kecerobohan nya, yang membuat istri dan anak nya berada dalam bahaya.


Di tengah kekalutan nya, seseorang menghampiri nya lalu duduk di samping.


"Kenapa kamu di sini" kata Henry yang kaget dengan kedatangan Erika di sana, papa nya itu pasti akan tambah murka saat melihat wanita nya itu ada di sana.


"Aku mencari sejak tadi, kamu meninggalkan aku begitu saja" Rajuk nya pada Henry yang tampak menghelakan nafasnya.


"Siapa yang memberi tahukan aku ada di sini?"


"Aku mengikuti mu tadi"


"Pulang lah, nanti aku akan menyusul mu, tidak baik kamu ada di sini, apa lagi ada papa, dia akan tambah murka pada ku jika melihat mu di sini"


"Tapi aku ingin menemani mu, lagi pula Om San juga sudah tahu sejauh mana hubungan kita!"


"Bukan itu maksud ku--"


Henry yang ingin mengucapkan sesuatu pun tertahan oleh Erika yang tiba-tiba mencium nya di sana, tanpa aba-aba Erika terus mencium bibir nya, sampai dia mendengar ada suara tepuk tangan di sana.


Prok


prok


prok


"Wah, wah aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat ini, manusia yang aku didik sejak lahir itu ternyata sudah tidak lagi berada di jalan yang aku tentukan"


"Bagus, bagus sekali, aku sangat bahagia melihat ini semua"


"Papa"


"Pa ini" ucap Henry yang ingin mengatakan pembelaan nya


"Apa, kamu masih mau membela diri, aku tidak menyangka jika darah daging ku sendiri tidak lagi punya hati"


"Istri sah mu, di dalam sana sedang berjuang untuk hidup dan mempertahankan anak yang kamu tanam kan di rahim nya, dan kau dengan tidak tahu malu nya berada di sini dengan wanita ****** ini"


"Om, aku mencintai putra om dengan tulus tapi kenapa kamu tidak pernah merestui hubungan kami, kami saling mencintai satu sama lain om"


"Cinta, cinta apa yang kamu maksud, cinta wanita seperti mu itu tidak lebih buruk dari bangkai kotoran"


"Cukup Pa, papa boleh tidak merestui hubungan kami, tapi aku tidak terima papa menghina Erika"


"Lalu apa mau mu, ingat baik-baik Henry sampai kapan pun aku tidak akan pernah sudi menganggap nya menantu ku"


"Apa salah ku Om, aku bahkan bertahan selama ini meski om sudah menghancurkan kami dengan pernikahan palsu ini, aku tetap bertahan untuk putra mu"


"Apa kamu yakin jika itu cinta, apa kamu bisa membuktikan jika apa yang kamu katakan adalah benar"


"Aku akan membuktikan, lihat saja nanti anak yang ku kandung inilah bukti dari semua nya"


"Kamu yakin dia darah daging laki-laki yang kamu maksud, bukan anak dari seorang dokter muda yang sering kamu kunjungi itu"


"Pap jangan bicara sembarangan dia anak ku, selama ini dia hanya melakukannya dengan ku, dan itu sudah pasti anak ku"


"Lakukan tes DNA nya saat ini juga, jika anak yang ada di kandungan nya itu benar anak mu, maka dengan berat hati aku kan merestui kalian dan kau Henry"


"Kamu akan kembali mendapatkan jabatan mu sebagai pewaris tahta the Alesandro group"