
Naomi masuk ke dalam salah satu kantor milik pengacara yang akan dia minta untuk membantu nya mengurus perceraian nya dengan Tuan muda Henry.
Ya, dia kembali menyematkan nama panggilan itu untuk ayah dari anak-anaknya, dia masuk ke dalam sama menjelaskan secara detail permasalahan yang menimpa rumah tangga nya.
Pengacara itu menyanggupi nya untuk membantu Naomi berpisah dengan Tuan muda keluarga Keith, meski dia tidak yakin akan berhasil, tapi mendengar apa yang di cerita kan client nya membuat nya bertekad untuk berpisah dengan anak penguasa itu.
Lama dia sana, sampai malam hari nya baru dia kembali ke rumah pribadi nya, sebelum turun dia memberikan sebuah kertas yang dia lipat dengan cantik lalu memberikan nya pada Zayn.
"Pulang lah jangan terus mengikuti kemana aku pergi, tugas mu sudah selesai jadi kembalilah ke tempat mu"
"Tapi Nyonya-------"
"Sampai kan pesan ku pada nya, sekarang aku sudah pergi dari hidup nya, aku tidak lagi menjadi beban bagi hati nya, aku berharap dia bisa lebih bahagia setelah kepergian ku" ucap Naomi dengan tangis nya.
"Saya tetap akan di sini menjaga Anda terlepas anda anggota keluarga Keith atau bukan"
"Tidak perlu, jika kamu ingin menjaga ku, tolong jaga saja kedua putra ku, aku akan sangat berterima kasih pada mu"
"Tuan muda kecil sudah ada yang menjaga nya Nyonya, jadi tugas kami menjaga Anda" ucap rekan dari Zayn itu.
"Jadi tugas kalian adalah menjaga Nyonya muda Keith bukan?" tanya Naomi pada mereka berdua.
"Iya"
"Dan aku sekarang bukan Nyonya muda Keith lagi, jadi kalian bisa menjaga calon Nyonya kalian sekarang"
"Terimakasih atas perlindungan kalian selama aku menjadi bagian dari keluarga Keith, aku harap kalian tidak membenci keputusan ku, jaga kedua putra ku, katakan setiap hari kalau aku mencintai mereka" ucap Naomi yang langsung keluar dari mobil yang selama ini mengantar nya kemana pun dia pergi.
Dia berjalan masuk ke dalam rumah nya meninggalkan kedua orang yang selama ini selalu menemani nya kemana pun dia pergi, dia benar-benar akan pergi dan tidak akan lagi mau berhubungan apapun dengan keluarga penguasa itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara Henry sejak dia keluar dari rumahnya tadi pagi, dia langsung menuju ke kantor milik keluarganya itu, tapi saat dia akan masuk dia di hadang oleh satpam yang berada di sana.
Mereka mengatakan bahwa dia di larang masuk atas perintah dari Tuan besar nya, Henry langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun, harga diri nya benar-benar terkoyak karena dua kali dia di tolak masuk ke dalam daerah kekuasaan keluarga dan semua itu atas perintah papa nya sendiri.
Papa San tidak pernah main-main dalam keputusan nya, apa yang di katakan, itu yang dia lakukan dan tidak ada seorang pun yang bisa merubah keputusan nya kecuali istri tercinta nya, yang tak lain adalah Mama nya.
Dia terdiam di apartemen milik nya yang dia beli dari hasil nya sendiri, saat masih muda dulu, saat masih sekolah dia mengumpulkan uang saku nya untuk membangun sebuah pabrik baju yang kini menghasilkan uang yang tidak sedikit.
Pabrik nya itu di kelola oleh orang kepercayaan yang dulu membantu nya saat merintis usaha itu, yang pasti pabrik itu tidak ada satu pun yang mengetahui nya termasuk Erika.
Hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun termasuk makan dan minum, air yang masuk kedalam tubuh nya pun hanya red wine yang mengisi lambung nya.
Di saat seperti ini, dia teringat akan Naomi yang akan memarahi nya, jika terlalu sering meminum minuman yang tidak sehat menurut istri nya.
Sering nya dia yang akan mengomel jika dia tidak cepat mandi saat malam menjelang, dan akan selalu mengirimkan nya pesan untuk makan, meski dia tidak pernah menghiraukan kan nya.
Dan saat mereka dekat layaknya sepasang suami istri yang sebenarnya, dia menemukan banyak perbedaan yang tidak pernah di dapatkan dari Erika, wanita yang dia perjuangan hingga dia kehilangan semua nya saat ini.
Dia yang tidak memiliki harta yang berlimpah itu, kini merasa khawatir dengan hubungan nya dengan Erika, ya meski wanita itu mengatakan akan menerima nya saya miskin sekali pun, rasa ragu itu tetap ada di dalam benak nya.
Apa mungkin saat ini, adalah saat di mana dia menguji kebenaran cinta wanita nya, ya ini saat yang tepat untuk membuktikan semua.
Tentang cinta dan juga balas dendam masa lalu kedua keluarga yang menjalin hubungan bisnis dengan saat baik, tapi tidak dengan hubungan kedua pemilik nya.
Dia akan buktikan, siapa yang benar di sini, Papa nya atau cintanya, dia juga harus mempersiapkan semua nya, semua kemungkinan yang akan terjadi nanti nya.
Karena akhir dari semua nya adalah sama sama-sama menyakiti nya, karena yang terjadi saat ini adalah berperang antara harta dan wanita, siapa nanti yang akan menunjukkan kebenaran nya.
Di tengah lamunan tiba-tiba terdengar suara wanita yang sejak tadi memenuhi isi kepalanya, dia terus terbayang wajah ayu wanita yang menurut Mama nya tidak dia inginkan.
Bukan tidak menginginkan, tapi....
Entahlah apa yang dia rasakan pada dua wanita yang kini bertahta di hati nya, dia sama sekali tidak ingin melepaskan keduanya, dia membutuhkan Naomi tapi disisi lain dia juga membutuhkan Erika.
Jadi siapa yang harus dia pilih, atau lebih baik dia tidak memilih kedua nya dan hidup bertiga saja dengan kedua putranya.
Sejak pagi juga Erika sama sekali tidak menghubungi nya, apa yang sedang dia lakukan hingga melupakan nya, tidak seperti biasanya wanita itu mengabaikan nya seharian.
Dia yang merasa tidak tenang pun langsung menghubungi nomor pelayan yang di tugaskan untuk memantau kondisi Erika, bahkan sejak saat Erika masih bersama suaminya.
Tapi yang dia dapat hanya kekecewaan, saat wanita yang di khawatir itu, sejak pagi tidak ada di rumah, apa dia sudah sehat kembali, hingga dia pergi seharian tanpa memberi kabar pada nya.
Panggilan pun tidak terhubung sama sekali, media sosial nya juga tidak ada yang aktif sejak tadi pagi, dia cemas memikirkan wanita yang sedang menikmati hidup nya dengan keluarga besar nya.
"Kamu memang yang terbaik sayang, tidak sia-sia pengorbanan yang selama ini aku lakukan"
"Ya tinggal sebentar lagi, semua nya akan terbalas kan"