Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Bertemu



Henry memejamkan mata nya di samping ke dua putra nya yang sudah terlelap hanya dengan melihatnya saja.


Ajaib bukan, tapi itu lah yang terjadi, putra nya itu sungguh tidak bisa tidur jika dia belum ada di rumah, mungkin itu tanda buat nya agar tidak kelayapan di tengah malam.


Dia mengingat kembali apa yang di katakan mama nya tentang apa yang tidak dia ketahui, tentang hubungan masa lalu yang membuat keluarga nya atau pun keluarga Erika tidak bisa menerima mereka bersatu.


Hubungan keluarga mereka memang bisa di bilang baik, tapi kedua keluarga itu sepakat untuk tidak menjalin hubungan keluarga untuk menghindari kejadian yang sama di masa lalu.


Mama nya itu ternyata bukan tidak tahu tentang apa yang terjadi hingga Papa nya marah, tapi ada yang lebih penting dari sekedar itu, cucu nya itu masih sangat membutuhkan keluarga utuh nya.


Jika di malam hari mereka mencari papa nya, maka di pagi hari mereka akan menangis mencari Mama nya.


Mama Melly masih berharap anak dan menantunya itu bisa bersatu kembali, menyingkirkan semua yang menghalangi jalan mereka.


Henry yang tadi nya sudah memantapkan hati nya pada Erika pun kembali bimbang dengan apa yang dia rasakan, di satu sisi dia merasa ketulusan Erika pada nya, di sisi lain dia juga ragu jika suatu saat Erika melakukan hal yang sama dengan pendahulunya dulu pada keluarga Keith.


Dia memandang kembali wajah damai kedua putranya yang kini sedang terlelap, apa nanti Erika bisa menyayangi kedua putranya itu kayak nya anak kandungnya sendiri.


Sedangkan pada kedua anak nya sendiri saja, Erika kerap menelantarkan nya, di tengah kebimbangan nya, tiba-tiba muncul wajah wanita yang tidak pernah dia ingin kehadiran nya, persis seperti apa yang di katakan oleh Mama nya itu.


Hati nya berdesir saat bayangan itu terus menari di pelupuk mata nya, sampai di terlelap dalam tidur nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Naomi terbangun dari tidurnya saat matahari di peraduan nya, dia ingin mendatangi salah satu pengacara untuk membantu proses perceraian nya dengan Henry.


Dia sudah memantapkan hati nya untuk berpisah, tidak lagi ada yang perlu di pertahankan, setelah semalam dia mendapatkan kabar dari adik ipar nya tentang apa yang terjadi.


Tentang Henry yang lebih memilih untuk bersama Erika dari pada mempertahankan rumah tangganya, dia tidak lagi ingin membuang waktu hanya untuk satu orang yang sudah jelas tidak menginginkan nya.


Dia sebisa mungkin juga akan menuntut hak asuh atas ke dua putra nya, dia memiliki sedikit tabungan yang cukup untuk sekolah kedua putranya, dan lagi salon milik nya juga setiap hari ramai pelanggan yang datang untuk mempercantik diri.


Bisnis yang dia jalan kan cukup menjanjikan untuk kehidupan setelah terlepas dari keluarga Keith, ya dia akan tetap mengusahakan hak asuh nya, meski dia tidak yakin Opa kedua putranya itu akan melepaskan nya begitu saja.


Mereka adalah calon pewaris tahta perusahaan The Alessandro group, jika Henry melepaskannya dan memilih untuk menikah dengan selingkuhannya.


Dia ingin memasak makanan untuk kedua putra nya, dia ingin menemui mereka nanti di sekolah, tadi Naomi meminta tolong pada saudari suaminya itu supaya kedua putra nya berangkat lebih awal, jadi mereka punya sedikit waktu untuk sarapan pagi bersama.


Naomi yang baru keluar dari kamar mandi di kejutkan oleh dering ponsel milik nya, yang ternyata panggilan dari adik ipar nya, tanpa menunggu lagi dia langsung mengangkat nya, saat panggilan terhubung, indera pendengaran nya langsung menangkap suara tangis dari kedua putra nya yang mencari diri nya.


Dalam hati Naomi sungguh tidak tega melihat tangis anak-anak nya itu, tapi akan lebih menyakitkan jika mereka bersama dalam kepalsuan.


"Mama, mama, aku mau mama"


Mendengar itu tanpa merias wajah nya dia keluar dari kamar nya, menuju dapur, lalu keluar dari rumah nya, tak lupa dia mengunci pintu rumah nya dan langsung membuka pintu mobil yang terdapat Zayn di sana.


Sedangkan Zayn, yang masih tertidur itu langsung bangun saat Naomi menutup pintu mobil dengan kasar, belum sempat dia menetralkan terkejutan nya, dia kembali di kejutkan dengan tempat tujuan dari Nyonya muda nya itu.


Apa semua nya sudah baik-baik saja lagi, jadi Nyonya muda nya itu berniat kembali pulang ke rumah utama, tapi kenapa tidak Tuan muda nya saja yang menjemput nya.


"Hey, cepat kenapa malah melamun, kalau tidak mau mengantar ku ya sudah, aku naik taksi saja" ancam Naomi yang bersiap turun dari mobil.


"Jangan Nyonya, kita kembali ke rumah utama" kata Zayn dengan sedikit gugup, bukan gugup sebenarnya tapi ngantuk.


"Ini minum lah dulu"


"Terimakasih Nyonya" ucap Zayn pada naomi.


"Dan ini untuk mu, tapi maaf itu bukan kopi tapi susu yang biasa di minum oleh Nick"


Zayn yang sedang meminum kopinya pun tersedak, mendengar apa yang di katakan oleh Nyonya nya itu, bagaimana bisa rekan nya yang berusia hampir kepala empat dan sudah punya anak yang duduk di bangku sekolah menengah itu, di kasih susu bayi oleh Nyonya muda nya itu.


Sungguh ajaib sekali bukan istri tuan muda nya itu, sebegitu perhatian nya pada bawahan nya sampai susu milik putra nya pun dia berikan.


"Ayo cepat minum, biar sehat dan tulang mu kuat" ledek Zayn pada teman nya.


"Awas saja kau berani sekali mengejek ku" umpat teman nya itu.


",Hahaha"


"Kenapa, kamu tidak mau susu nya"


"Bukan seperti itu Nyonya, tapi ini punya Tuan muda kecil, bagaimana nanti jika dia meminta nya"


"Tak apa di rumah ada banyak, aku bisa membuatkannya lagi nanti"


"Jadi minum lah, jangan sungkan"


Pengawal berbadan kekar yang terlihat sangat macho itu menelan ludah nya, dia tidak sampai hati untuk menolak nya, tapi dia juga ragu untuk mencicipi nya.


Sedangkan Naomi terus memperhatikan pengawal nya yang masih terus menatap botol minuman yang ada di tangan nya.


"Ayo cepat minum, aku tidak menaruh racun di dalam nya"


Dengan ragu dia membuka penutup nya lalu mendekatkan nya ke mulut nya, rasa ingin muntah sudah terasa di ujung lidah, dia berdoa pada Tuhan supaya tidak masuk rumah sakit setelah meminum nya.


Perlahan-lahan dia meminum nya, tapi ada yang aneh di sana dia tidak merasakan rasa susu bayi seperti yang dikatakan oleh Nyonya nya itu.


Dengan wajah tak malu nya dia menoleh pada Naomi yang pura-pura tidak melihat apa yang terjadi.


"Maafkan saya Nyonya yang sudah berpikiran buruk pada anda"


"Tidak apa, aku memaklumi nya, jadi mulai sekarang jangan mudah percaya dengan apa yang kamu dengar saja, tapi kamu juga perlu membuktikan nya sendiri"


Setelah mengatakan itu Naomi turun dari mobil, dan masuk kedalam rumah mertua nya.


"Sayang kamu di sini"