Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Kabar yang tak terduga



Dengan kepercayaan diri yang tinggi Erika menyetujui syarat yang di berikan papa San, dia yakin bahwa anak yang ada dalam kandungan nya itu adalah anaknya Henry.


Dia lalu pergi dari sana, setelah Henry meminta nya untuk pulang, dia tetap di sana meskipun papa San mengusir nya, dia ingin tahu kabar mengenai istri dan anak nya itu.


"Sayang"


"Apa yang terjadi, kenapa bisa kecelakaan"


"Tanyakan sendiri pada anak mu yang tidak punya otak itu" ucap nya yang masih emosi.


"Henry, apa yang terjadi?" tanya mama Melly pada putranya.


"Ada yang tidak sengaja menabraknya ma, tadi dia berjalan keluar dari parkiran lalu ada mobil yang melaju dari arah belakang dan menyeretnya ma" jawab Henry yang memang seperti itu yang dia lihat.


"Kamu yakin, itu tidak sengaja, bukan kah kamu terlihat kaget tadi saat melihat plat nomor kendaraan yang menabraknya"


"Aku yakin kamu tahu siapa dia, atau mungkin ini pembunuhan berencana yang kalian rancang untuk menyingkirkan Naomi" pancing papa San.


"Papa jangan sembarang menuduh, aku tidak tahu apa pun di sini"


"Kamu yakin?"


"Aku memang jahat pa, tapi tidak sedikit pun aku berniat mencelakakan dia"


"Sudah, sudah kalian ini bisa diam tidak, ini di rumah sakit, kalian bisa menganggu ketenangan pasien di sini"


Mama Melly menoleh pada pintu unit gawat darurat yang di buka lebar, di sana dia bisa melihat wajah menantu nya, yang berlumuran darah, meski sebagian sudah di bersihkan tapi masih menyisakan sebagian di sana.


Mereka mengikuti Naomi yang di bawah ke ruang operasi karena luka nya yang cukup parah di kepala nya, Henry berlari mengejar Naomi yang akan bawah masuk ke dalam ruang operasi itu, saat sudah berada di depan pintu Henry menahannya, dia membisikkan sesuatu yang tidak ada satu pun orang yang mendengar nya.


Setelah itu dia melepaskan Naomi untuk melakukan tindakan operasi yang mana semua itu untuk keselamatan istri dan calon anak nya.


"Bersihkan diri mu Henry, baju mu penuh dengan darah"


"Nanti saja ma, aku masih ingin di sini?"


"Jangan membantah, kalau kamu seperti itu juga nanti dokter tidak akan mengizinkan mu masuk ke dalam"


"Tapi ma,"


"Tidak ada tapi-tapian, jangan terus membantah ku Henry"


Henry pergi begitu saja saat mendengar Mama yang menaikkan nada suara nya, dia berjalan keluar menuju parkiran mobil, dia yang kebingungan itu tiba-tiba di tarik oleh papa nya yang juga harus membersihkan dirinya.


Dia tidak mau terkena amukan istrinya itu karena dia juga berlumuran darah menantunya itu.


Tanpa berkata apa pun kedua pria beda usia itu masuk ke dalam mobil untuk menggantikan pakaian nya.


Papa San memilih masuk ke dalam kantor cabang milik nya yang dekat dengan rumah sakit tempat Naomi di rawat.


Papa San selalu menaruh baju ganti di setiap cabang perusahaan milik, itu memudahkan dia jika tiba-tiba terjadi hal yang tidak ingin seperti sekarang ini.


Hanya butuh waktu setengah jam mereka sudah bisa kembali ke rumah sakit dalam keadaan bersih, mereka langsung menuju ke ruang operasi tempat Naomi di lakukan tindakan medis.


Terlihat Mama Melly yang begitu cemas memikirkan menantu nya itu, dia belum tahu sama sekali jika menantu nya itu tengah hamil cucu ketiga nya dari anak pertama nya.


Dua jam.


Mereka masih harus menunggu di sana, di jam ketiga serang dokter keluar dari ruang itu mencari seseorang untuk menyampaikan sesuatu yang harus mendapatkan persetujuan dari keluarga pasien.


Mereka bertiga, langsung mendekat ke arah dokter tersebut yang langsung menyampaikan apa yang terjadi di dalam.


"Apa suami pasien ada di sini?" tanya dokter tersebut.


"Saya suami dok, bagaimana keadaan istri saya"


"Begini pak, istri anda mengalami pendarahan yang cukup berat di kepala akibat benturan itu, kamu sedang berusaha semampu kami untuk menyelamatkan nya nyawa istri anda"


"Anda tidak perlu khawatir mengenai itu semua operasi bisa saya pasti berhasil karena semangat hidup dari pasien begitu besar, tapi dengan berat hati kami mengatakan kalau janin yang ada di kandungan istri anda terpaksa kami keluar kan"


"terjadi kontraksi rahim yang menyebabkan janin tidak bisa bertahan, mengingat usianya yang masih sangat rentan untuk keguguran di tambah lagi kecelakaan yang tadi terjadi membuat trauma pada dinding rahim pada pasien"


Henry menjatuhkan tubuhnya di lantai depan ruang operasi istrinya itu, akibat dari apa yang dia lakukan membuat nya harus kehilangan calon anak mereka, dia merasa dunia nya gelap tanpa cahaya saat ini.


Mungkin ini adalah moment di mana dia merasa hancur saat harus kehilangan anak yang belum pernah merasakan kasih sayang dari papa nya itu.


"Maafkan aku Naomi maafkan aku" ucap nya yang masih belum bisa menopang berat tubuh nya.


Mama Melly yang melihat nya pun langsung memeluk putra nya yang sedang berduka, dia bisa merasa kan bagaimana hancur perasaan Henry yang harus kehilangan anak yang belum terlahir itu.


"Sudah jangan seperti ini, mama yakin semua akan baik-baik saja, setelah ini berubah lah sayangi istri mu dengan cinta yang kamu miliki"


"Tapi ma, bagaimana dengan Erika, kalau aku meninggalkan nya"


"Dasar bodoh, di saat seperti ini pun kamu masih memikirkan tentang wanita ****** itu, asal kamu tahu putra ku, anak yang ada dalam kandungan nya itu bukan anak mu"


Henry terdiam dia sama sekali tidak bisa mempercayai apa yang di katakan oleh papa nya itu.


"Kenapa kamu tidak percaya pada papa mu ini, aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan termasuk membuat mu tidak bisa membuahi rahim wanita ****** itu"


"Apa maksud Papa?" tanya Mama Melly yang menatap heran pada suami nya


"Aku menyuruh seorang untuk melakukan operasi kecil pada putra mu itu agar dia yang suka membuang benih nya pada wanita ****** itu tidak sampai berbuah"


Deg,


Mama Melly terkejut mendengar apa yang di katakan suaminya itu, terlebih Henry yang langsung lemas saat tahu kebenaran yang di ucapkan papa nya itu.


"Tapi kenapa Naomi bisa hamil kalau aku tidak bisa menghamili wanita"


"Itu karena aku sudah melepaskan nya, setelah kamu melakukan hubungan pertama kali dengan Naomi di ruang kerja mu"


"Apa"


"Tanyakan saja pada putramu itu, apa saja yang dia lakukan sampai aku yang harus mengganti kan nya memimpin rapat kinerja karena dia sedang asyik memadu kasih dengan istri nya"


"Ku pikir setelah itu dia sadar dan tidak mengulangi kebodohan nya lagi, tapi dia malah terbuai lagi oleh wanita ****** itu"


Henry masih terdiam dia masih mencerna setiap apa yang di katakan papa nya, sampai dia merasa ada sesuatu yang memang sengaja Erika sembunyikan.