Wounds In Marriage

Wounds In Marriage
Syarat



Henry keluar dari sana dengan perasaan hancur, istri nya itu hanya ingat mama dan juga papa nya, bahkan dia juga tidak mengenali kedua putranya itu.


Dia duduk di kursi ruang tunggu, di luar ruangan istrinya itu, Dia menundukkan kepalanya, membuat nya tidak melihat siapa yang ada di depan nya saat ini.


Sampai dia melihat sepasang sepatu yang ada di depan mata nya, dia pun mendongak ke atas, dan di sana dia bisa melihat ayah mertua yang kini ada di depan nya.


"Papa" panggil nya.


"Dimana putri ku?" tanya papa bara pada menantu nya.


"Dia ada di dalam, bersama Mama dan anak-anak" jawab Henry.


Tuan bara pun berniat masuk kedalam sana tapi di tahan oleh Henry yang kini bersimpuh di hadapan papa mertua nya.


"Maafkan aku Pa, maafkan aku yang tidak bisa menjaga anak papa dengan baik, tapi aku mohon jangan bawa di pergi bersama Papa"


"Aku,, aku mencintai nya pa, aku janji aku akan bahagia dia setelah ini"


"Apa maksudmu"


"Apa yang terjadi pada putri ku" marah nya pada Henry yang hanya diam saat di cecar pertanyaan oleh papa mertua nya.


"Naomi hilang ingatan"


Papa Bara pun langsung meninggalkan menantu nya yang masih tidak bergerak dari tempatnya saat papa bara masuk kedalam ruang putri nya di rawat.


"Maafkan aku pa, aku tidak bisa menjaga nya" gumam nya yang kini juga mengikuti papa mertua nya itu masuk kedalam


"Apa yang kamu rasakan sayang?" tanya papa Bara yang memeluk putrinya.


"Aku merasa bingung pa, tadi ada seorang yang mengaku kalau dia adalah suami ku, padahal aku kan belum menikah" cerita nya pada Papa nya yang baru bisa pulang setelah dirinya di rawat selama satu Minggu.


Pekerjaan nya di luar negeri membuat nya tidak bisa langsung menemui putri nya yang sedang di rawat di rumah sakit.


Naomi pun menceritakan semua tentang apa yang di ingat, dan semua itu adalah kejadian saat dia masih kuliah dan bekerja di perusahaan The Alessandro group sebagai karyawan magang.


Papa bara hanya diam sambil terus mendengarkan apa yang di katakan putri cantik nya itu, yang selama ini menderita akibat ulah dari istri kedua nya.


Sampai di mana Naomi harus kembali tidur, karena kondisi nya yang belum memungkinkan, papa Bara duduk di samping putri yang trus menatap nya dengan senyum lebar di sana, seakan dia bahagia bisa di temani oleh Papa nya.


"Tidurlah Papa akan menemani di sini"


"Papa janji"


Papa Bara mengangguk, dia menggenggam tangan putri nya yang masih terlihat lemah itu, usapan lembut di kepala nya membuat rasa kantuknya datang begitu saja, tak lama kemudian dia pun tertidur dengan nyenyak di sana.


Setelah memastikan putri nya itu tidur papa Bara menghampiri cucu nya yang tengah bersedih papa mama nya yang sama sekali tidak mengenali mereka, mereka terlihat bingung dengan mama nya yang melihat kearah nya dengan pandangan berbeda.


"Apa kabar cucu kakek?" sapa papa Bara pada kedua cucunya, Nick yang melihat itu pun mengulurkan tangannya, dia minta di gendong oleh kakek nya itu meski tidak setiap hari mereka bertemu.


"Kakek ada hadiah untuk kalian" ucap nya sambil berjalan ke arah paper bag yang dia bawa tadi.


Mereka pun menerima nya dengan senang hati hadiah dari kakek nya itu, Nick yang tadi nya ada di gendongan kakek nya pun dia meminta turun, dia ingin bermain dengan Kakak nya di sofa bed yang ada di sana.


Setelah memastikan cucu nya, papa Bara duduk di hadapan besan dan juga menantu nya itu.


"Bisa tolong jelaskan pada ku apa yang sebenarnya terjadi, kenapa putri ku sampai hilang ingatan masa pernikahannya" tanya papa Bara pada menantu nya itu.


"Maafkan aku Pa"


"Sejak tadi aku mendengar mu meminta maaf pada ku tapi aku sama sekali tidak tahu kenapa kamu meminta maaf pada ku"


"Apa selama pernikahan ini kamu menyiksa nya, membuat nya tidak bahagia, atau jangan-jangan benar apa yang selama ini aku dengar jika kamu masih menjalin hubungan dengan wanita dari keluarga Leneva"


Deg.


Henry terkejut saat mendengar tuduhan papa mertua nya yang sangat tepat sasaran itu, dia hanya bisa diam saat mama nya menjelaskan semuanya, amarah papa Bara bukan nya mereda tapi justru membuncah di dalam dada nya.


Tapi dia juga tidak bisa melakukan apa pun,dia hanya bisa menahan nya karena apa yang di alami putri nya itu juga karena ulah nya yang menikah dengan wanita yang hanya bisa menghamburkan uang, membuat nya mempunyai hutang besar dan terpaksa membuat putri nya itu terjebak dalam pernikahan palsu bersama sang pewaris tahta.


"Aku akan segera mengurus perceraian kalian berdua, urusan kita sudah selesai jadi tidak ada yang perlu di pertahankan lagi" ucap nya setelah terdiam cukup lama.


"Tidak bisa, aku tidak akan melepaskan menantu ku begitu saja" bantah Papa bara pada besan nya yang baru saja bergabung dengan mereka.


"Tapi Tuan, putri saya tidak bahagia dengan pernikahan ini, cukup bagi saya membuat nya tersiksa selama ini" sanggah papa bara yang tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarga penguasa itu, dia akan membawa kembali putri nya, dia yakin mereka aka bisa hidup bahagia dengan apa yang ada saat ini.


"Berikan aku satu kesempatan lagi pa, aku akan benar-benar menyayangi nya, setidak nya sampai dia kembali mendapatkan ingatan nya" pinta Henry pada Papa mertua nya.


"Tapi jika Naomi tidak bisa mendapatkan ingatan kembali bagaimana?" tanya papa San yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan putri nya.


"Kita bawa dia berobat kemana pun, aku yang akan menanggung semua biaya nya"


"Aku akan melakukan apapun asal dia bisa kembali mendapatkan ingatan nya" kata Henry sungguh-sungguh.


"Lalu jika ingatan nya kembali tapi dia tidak ingin lagi bersama mu bagaimana?" tanya papa Bara memastikan.


"Apa pun hasil nya, yang pasti saat ini biarkan aku berjuang meraih hati nya"


Semua yang ada di sana hanya diam saat mendengar apa yang di katakan Henry, mereka ingin menolak tapi melihat Henry yang sangat merasa bersalah pun, meluluhkan hatinya.


"Baik, aku akan berikan kamu waktu selama enam bulan, jika saat itu Naomi belum bisa mengingat nya, kamu harus pergi dari sini, dan jangan temui dia lagi" kata papa bara memberikan nya syarat.


Henry pun mengangguk menyanggupi permintaan dari papa mertua nya.


Apa yang akan terjadi enam bulan masa pendekatan Henry dengan Naomi, apa kah nanti nya Naomi mau kembali pada suami nya atau justru dia akan kembali pada cinta pertama nya.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


jangan lupa mampir ke karya teman ku juga ya 👇👇👇👇👇