
Henry dan juga tim dokter yang ada di sana saling menatap satu sama lain, kini yang memenuhi pikiran mereka semua adalah Naomi yang mungkin saja hilang ingatan.
Henry di minta keluar dari ruangan tersebut saat tim dokter ingin memeriksa istri nya, dia berjalan mondar mandir di depan pintu rumah sakit itu
Dia cemas pada istri yang kini sedang mendapat pertolongan dari dokter yang sejak awal menangani nya.
Banyak pertanyaan yang di ajukan oleh dokter tersebut untuk merangsang kembali otak nya, dan yang lebih mencengangkan adalah Naomi merasa dirinya belum menikah dan masih berkuliah, dia sama sekali tidak mengingat suami dan kedua anak nya.
Bahkan saat Henry mendekat dia tampak ketakutan dan tidak ingin sama sekali di dekat oleh nya, dia merasa ketakutan saat berdekatan dengan Henry, seakan ada sesuatu yang menyakitkan dalam diri Henry yang tidak lagi ingin dia ketahui.
Dokter pun mengajak Henry untuk keluar dari ruang dokter tersebut untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada istri nya itu.
Kini mereka berdua pun sampai di ruangan tersebut dan dokter tersebut mempersilahkan Henry untuk duduk, begitu juga dengan dokter tersebut yang langsung memeriksa laporan hasil kesehatan Naomi.
"Begini Tuan muda, rupanya istri anda mengalami trauma pada kepala nya yang menyebabkan penderita melupakan ingatan nya sebagian, atau istilah medis dikenal dengan sebutan amnesia retrograde"
"Nona Naomi seperti dia mengalami hilang ingatan masa kini nya, dia hanya bisa mengingat masa lalu nya sebelum menikah, bahkan dia merasa kalau dia masih duduk di bangku kuliah"
"Kenapa bisa seperti itu dok, buka kah biasa nya jika orang hilang ingatan dia akan melupakan semua tentang dirinya dan tidak mengingat siapa pun?"
"Itu bisa saja terjadi jika karena mungkin nona muda selama ini mengalami sesuatu tekanan yang tidak bisa di sampaikan kepada anda meski anda adalah suami nya"
"Apa maksud dokter istri saya tidak bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Henry yang bisa tiba-tiba merasa bersalah pada istri nya.
"Bisa juga seperti itu, karena prediksi saya nona muda sengaja melupakan kejadian yang menurut sangat menyakiti perasaan nya atau mungkin juga dia benar-benar tidak tahu kalau itu memang pernah terjadi dalam hidup nya"
Deg.
Henry serasa di tampar oleh penjelasan dokter tentang apa yang di alami istrinya kini, sebegitu jahat nya kah dia sampai istri nya itu tidak mau mengingat dia dan juga kedua anak nya.
Apa yang akan dia katakan pada kedua anak nya itu, jika nanti mereka mendapatkan penolakan dari mama nya, dia pun keluar dari ruangan tersebut menuju ruang perawatan istrinya.
Sampai di sana dia melihat Naomi yang sedang tertidur pulas itu, dia menghampiri nya dan duduk di kursi yang ada di sana, di genggaman nya tangan wanita yang selama ini selalu mempersiapkan kebutuhan nya, meski tidak pernah terlihat sedikit pun di mata nya.
"Maafkan aku" ucap nya sambil mencium tangan wanita itu.
"Aku begitu bodoh nya menyakiti wanita yang benar-benar mencintai demi wanita yang hanya datang untuk membalas dendam"
"Maafkan aku, sekali lagi maafkan aku, kamu boleh tidak mengingat ku, tapi bisa kah kamu tetap mengingat kedua putra kita, mereka merindukan Mama nya"
Henry terus mengatakan permintaan maaf nya pada istri nya sampai pintu ruangan di buka dari luar.
"Papa"
Nathan dan Nick pun masuk ke dalam menghampiri kedua putranya yang berlari memeluk nya, Henry pun membawa mereka dalam gendongan nya, lalu mendudukkan dirinya di sofa.
Begitu juga dengan Mama dan juga adik nya Daniel.
"Bagaimana keadaan kakak ipar?"
"Dia sudah sadar, saat ini sedang tertidur akibat obat yang di berikan oleh dokter"
"Syukurlah, kalau dia sudah bangun" ucap Mama Melly di sana, tapi sepertinya ada yang tidak beres saat dia menatap wajah lesu dari putra sulungnya.
"Kenapa?"
"Haa, kenapa? apa nya Ma?"
"Mama jangan memikirkan yang tidak-tidak" potong Henry saat tahu apa yang di pikirkan oleh Mama nya.
"Tadi setelah pemeriksaan dokter meminta ku mengikuti nya ke ruang kerja nya, mama tahu apa yang di katakan dokter?"
"Naomi mengalami hilang ingatan sebagian, dia melupakan kejadian sejak kita menikah"
Mendengar itu Daniel hampir saja tidak bisa menahan tawa nya saat tahu apa yang membuat nya kakak nya itu frustasi, tapi dia urungkan saat melihat Mama nya melotot kan mata nya.
"Lalu apa yang kamu lakukan saat ini".
"Aku tidak tahu Ma" ucapan nya pasrah
Sementara Naomi terbangun saat mendengar suara seseorang yang terdengar bercakap-cakap tak jauh dari tempat nya berbaring.
"Hallo, ada orang di sana?"
Henry berdiri dari duduk nya, lalu menghampiri istrinya yang langsung menunduk kepalanya saat dia ada di sana.
"Ada apa sayang!"
"Anda siapa kenapa memanggil saya sayang? atau jangan-jangan Anda yang menabrak saya?" tuduh Naomi pada suami nya.
Naomi pun berusaha menjauh dari Henry yang semakin mendekat ke arahnya.
"Jangan-jangan mendekati ku, aku tidak mengenal mu pergi lah" ucap Naomi.
"Aku suami mu sayang, kita sudah menikah, lihat ini, ini cincin pernikahan kita" ucap Henry sambil menunjuk sepasang cincin yang melingkar di jari manis mereka berdua.
"Tidak, tidak aku belum menikah, aku masih ingin kuliah, tolong, tolong siapa pun di sana tolong ada orang gila di sini"
"Ada apa menantu ku?" tanya mama Melly yang langsung di peluk oleh Naomi saat dia mendekat ke arah nya.
"Suruh pria itu pergi, dia sudah gila Nyonya, dia mengatakan kalau aku adalah istri pada hal aku belum menikah" tangis Naomi yang ketakutan pada Henry.
Mama Melly menatap marah pada Henry di sana yang memaksa istrinya itu untuk mengingat siapa diri nya, dia diam tanpa mengatakan apapun dia takut apa yang dia katakan malah membuat menantu nya juga takut pada nya.
Henry hanya bisa menunduk kepalanya saat di tatap marah oleh Mama nya, dia salah dan dia tidak bisa membantah nya lagi.
Naomi yang mulai merasa tenang pun melepaskan pelukannya, dia menatap penuh tanya pada mama Melly yang ada di sana.
"Kenapa Nyonya ada di sini, dan apa yang terjadi pada ku?" tanya Naomi pada mama Melly yang kini mengusap pipi nya.
"Kamu mengingat Mama tapi melupakan aku?" tanya Henry yang penasaran.
Naomi menatap sekilas lalu kembali menatap mama Melly dengan air mata yang lebih di kelopak mata nya.
"Tolong usir pria itu dari sini Nyonya, saya takut melihat nya"
Nyesss.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
jangan lupa mampir ke karya teman ku juga ya 👇👇👇👇👇👇👇